Note :
JANGAN PLAGIAT ATAU TAMBAL SULAM!
INGAT AZAB
Carilah Rezeki yang halal dengan mencari ide sendiri.
_
_
Drama percintaan beda usia ✅
Novel yang nggak ada konfliknya ✅ (Tapi Bohong)
Hidup Marsha dan Jeremy berubah seratus delapan puluh derajat. Gara-gara sebuah pakaian berbentuk mirip kacamata alias kutang, mereka terjebak dalam sebuah pernikahan konyol yang sejatinya sudah direncanakan oleh nenek-nenek mereka.
Bagaimana bisa Jeremy seorang CEO tampan nan tajir harus menikahi gadis berumur sembilan belas tahun yang lebih pantas menjadi keponakannya?
"Nahasnya aku harus mengambil alih beban keluarga Tyaga" ~ Jeremy
cover by Tiadesign_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adinasya mahila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 : Lulus
Sebulan berlalu dan kini putri kesayangan Kimi dan Richie sedang menunggu dengan cemas hasil ujiannya. Marsha sudah mendaftar ke salah satu kampus ternama, jika sampai tidak lulus akan panjang urusannya. Meskipun Marsha yakin masuk ke kampus mana saja akan mudah jika orangtuanya mau mengeluarkan duit tambahan, tapi didikan Kimi dan Richie tidak seperti itu kepadanya.
Ada banyak hal di dunia ini yang tidak bisa dibeli dengan uang, salah satunya adalah masuk ke kampus incaran di fakultas kedokteran seperti sang mami. Marsha harus belajar sungguh-sungguh karena tahu papi dan maminya tidak mau menggunakan orang dalam.
Seratus persen lulus. Informasi dari gurunya membuat semua siswa bergembira. Mereka saling berpelukan bahkan ada yang sampai menitikkan air mata, Marsha salah satunya. Hal yang dia yakini akan membuat papi maminya bangga. Apalagi sang guru membocorkan bahwa nilai mata pelajaran biologi Marsha tetinggi di sekolahnya. Tak sia-sia dia hafal dengan detail penampang alat kelamin jantan hingga menggambarnya dan membuat sang guru memanggil Kimi ke sekolah dulu. Ia memang menguasai pelajaran itu.
Marsha berlari mencari Andro, mereka bertemu di koridor dan cowok itu langsung merentangkan tangan. Tanpa rasa malu Marsha melompat ke dalam pelukan dan mereka pun tertawa riang.
“Selamat ya!” bisik Andro.
“Selamat juga untukmu,” jawab Marsha masih melingkarkan lengannya ke leher sang pacar.
**
“Ini Pak bunga yang Anda minta untuk calon istri Anda.”
Peter meletakkan rangkaian bunga berwarna merah muda ke atas meja kerja Jeremy. Dia memang mendapat perintah dari atasannya untuk membeli bunga tadi.
“Ini cokelatnya.”
Jeremy yang fokus membaca laporan mendongakkan kepala, dia tatap cokelat yang disebutkan Peter dengan kening terlipat halus.
“Aku hanya meminta bunga, kenapa kamu belikan cokelat juga.”
“Tanda kasih sayang Pak, lagi pula kenapa memberi bunga untuk hadiah kelulusan? Tidak bisa dimakan dan paling berakhir dibuang ke tempat sampah, jadi saya belikan cokelat juga, kalau cokelat pasti dimakan,” jawab Peter sambil cengegesan.
“Ya sudah, terima kasih. Kamu bisa melanjutkan pekerjaanmu,” usir Jeremy. Ia tatap lagi cokelat dan bunga itu sebelum berdecak sebal. “Dia sudah lulus, semakin dekat saja waktuku untuk mengambil alih beban keluarga Tyaga.”
_
_
Sementara itu, setelah kelulusan Marsha dan teman-temannya melakukan konvoi, meski tidak mencorat-coret seragam tapi tetap saja motor dan kerumuman siswa-siswa itu memenuhi jalanan. Belum lagi beberapa mobil mereka yang terparkir di pinggir jalan karena memang mereka siswa dari sekolah yang elit.
Namun, ternyata siswa siswi itu tidak hanya sekadar memakai jalanan untuk mengganggu arus lalu lintas, mereka juga membagikan makanan ke pengguna jalan sebagai bentuk rasa syukur atas kelulusan.
Marsha terlihat bahagia, tangan kirinya nampak membawa beberapa kantong kertas bertuliskan Makdi, sebuah restoran fast food yang lumayan terkenal. Dia mendekati beberapa pengguna motor dan mobil untuk memberikan makanan itu sambil berucap ‘sykuran kelulusan kami’.
Hingga Marsha melihat sebuah taksi, dia pun mendekat berniat memberikan makanan yang dibawa ke sang sopir, tapi siapa sangka saat kaca jendela penumpang perlahan turun, dia melihat pemuda tampan di dalamnya, Marsha yakin pemuda itu pasti penumpang. Ia sedikit kagum karena pemuda itu memilih duduk di depan dari pada di belakang. Kesetaraan, begitu pikir Marsha.
“Selamat siang, kami sedang syukuran kelulusan ini buat bapaknya!” Marsha menyerahkan kantong Makdi berisi nasi ayam dan minuman itu, dia hanya memberi satu membuat si pemuda tiba-tiba saja berucap-
“Hanya satu? Apa aku tidak diberi juga?”
“Ah … kakak mau,” jawab Marsha, dia agak bingung. “Sebentar… “ ucapnya setelah menyerahkan kantong itu. Karena itu kantong terakhir yang dia bawa, Marsha langsung berlari mengambil lagi. Tingkahnya membuat pemuda yang ternyata adalah Rey itu tak percaya.
“Hei … aku cuma bercanda,” ucap Rey lalu menoleh ke sopir yang juga tertawa.
Tak lama Marsha kembali dengan napas terengah karena berlari, dia tersenyum sambil merapikan rambutnya yang sedikit menutupi pipi. Senyuman gadis itu sangat manis, hingga Rey pun membeku dan lupa mengucapkan terima kasih setelah Marsha memberikan satu kantong makanan lagi. Taksinya sudah melaju dan dia hanya bisa melihat gadis itu dari kaca spion.
“Dia sangat manis,” gumam Rey.
_
_
_
manis donk kek Markonah 🤣🤣
Mahahiya be like : Helehhhhhh
nanti tak pinjemin ke Orang tua ku....