NovelToon NovelToon
The Detective And The Doctor

The Detective And The Doctor

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Cintamanis / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:599.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Hana Reeves

Main Story
Seorang detektif dingin bertemu dengan dokter forensik judes. Apa yang terjadi?

Kisah tentang anak Sulung Abimanyu Giandra dalam mengejar cinta. Ghani Giandra adalah seorang detektif NYPD yang selalu menjadi Tom dan Jerry dengan dokter forensik Alexandra Cabbot.

Akibat kasus masa lalu Alexandra, keduanya pun nyaris merenggang nyawa akibat seorang penjahat kejam. Pasangan absurd ini pun menjadi dekat satu sama lain dan hubungan keduanya pun didukung oleh sang Daddy, Abi.

Side Story

Kisah Danisha Giandra, putri bungsu Ghani, cucu Abimanyu Giandra. Pertemuannya dengan pria menyebalkan asal Turki membuatnya harus menghajarnya.

Pertemuan dengan pria masa kecilnya pun membuat rumit kehidupan Danisha yang tadinya adem ayem tapi bukan gudeg.

Bagaimana kisah gadis cantik ini?



Story full halunya author
Follow Ig @hana_reeves_nt

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ternyata Belum Done

Ghani dan Raymond kembali ke markas Guillermo Martinez yang sekarang digembok oleh NYPD. Sebelumnya Ghani meminta kunci kepada kapten Briscoe yang terkejut atas penemuan Ghani dan Raymond. Meskipun kapten Briscoe masih kesal dengan perilaku Tammy, tapi ada saatnya detektif itu bekerja sesuai dengan aturan.

Kini di markas milik Martinez yang benar-benar mengkamuflase semua kegiatan penjahat itu. Tidak ada yang tahu bahwa rumah sempit itu tempat dimana Martinez mengatur semuanya.

Ghani dan Raymond pun masuk ke dalam rumah yang tampak menyeramkan karena gelap dan bekas-bekas adu tembak masih ada di sana.

Ghani menyalakan lampu markas itu dan dia juga menyalakan lampu senternya yang terang untuk mencari bukti-bukti yang tertinggal.

Dengan teliti pria tampan itu memeriksa satu persatu kertas, lemari, laci dan apapun itu agar menemukan apa yang menjadi alasan Tammy Young kabur dari penjagaan FBI dan digantikan oleh adik kembarnya.

Raymond memeriksa bagian kamar tidur Martinez dan mengerenyitkan dahinya karena mencium bau aneh disana. Matanya menatap sebuah walk in closet dan membuka semua pintu lemari baju disana. Raymond menyingkirkan baju-baju itu dan akhirnya menemukan sebuah passcode disana.

"Ghani! G! Kesini sebentar!" teriak Raymond.

Ghani bergegas menuju ruang tempat Raymond berada. "Apa Ray?"

Raymond menunjukkan passcode di dalam lemari.

"Duh! Apa password nya bambaaaaannggg!" omel Ghani sambil menggaruk-garuk kepalanya.

"Emang siapa Bambang?" tanya Raymond bingung soalnya Valora kalau lagi jengkel juga suka teriak begitu.

"Bukan siapa-siapa" sahut Ghani cuek. Lalu dia mencoba ulang tahun Martinez yang dia peroleh datanya dari FBI. Gagal. Ulang tahun Tammy. Gagal.

Masa iya ulang tahunnya Alexandra? Tapi tidak ada salahnya mencoba. Ghani memencet tombol dengan tanggal lahir tunangannya. Voila! Dinding di lemari itu bergeser dan kedua detektif itu masuk ke dalam.

Betapa terkejutnya keduanya ketika melihat tumpukan emas batangan disana.

"Oh my God!" seru keduanya.

Raymond lalu menelpon kapten Briscoe untuk segera datang. Ghani kemudian menyelidiki area sekitar lemari rahasia itu dan menemukan sebuah anting disana.

Anting milik Tammy Young. *Berarti dia mencari ini dan sayangnya dia tidak tahu nomor passcode nya.

Apa Tammy mencari seseorang yang ternyata orang yang salah dan menjadi pembunuhnya*?

Ghani memegang pelipisnya. Kepalanya sangat pusing memikirkan semua hal disaat dia mengira urusan dengan Martinez selesai, ternyata masih jauh dari selesai.

***

Kapten Briscoe datang ke tempat Martinez, terkejut dengan penemuan Ghani dan Raymond. Ghani sendiri tampak melamun duduk di kursi dekat walk in closet.

"Giandra? Are you okay?" tanya kapten Briscoe.

Ghani menatap kaptennya. "Sejujurnya? No, Kapten."

"I know Giandra. Kau merasa semuanya sudah selesai tapi ternyata belum done done." Kapten Briscoe duduk di sebelah Ghani. "Bagaimana kamu bisa membukanya Giandra?"

"Kapten? Ghani? Mana yang harus aku cek?" Mac Tyler datang dengan koper besarnya. Ghani dan Kapten Briscoe kompak menunjukkan ruang rahasia itu. Mac pun melongok dan bersiul. "Wow! This is crazy!"

Mac Tyler masuk ke dalam ruangan sedangkan Ghani masih duduk bersama kapten Briscoe.

"Kamu belum menjawab pertanyaanku Giandra. Bagaimana kamu bisa membukanya?" Kapten Briscoe melihat Ghani yang masih melamun.

"Dia memakai tanggal ulang tahun Alexandra Cabbot, Sir" ucap Ghani lemah.

"Ya Tuhan!" Kapten Briscoe mengusap wajahnya. "Darimana dia tahu tentang data Alexandra?"

"Aku tidak tahu Kap. Sejauh ini kita mengetahui Tammy Young adalah kekasih Guillermo Martinez dan dia sudah meninggal. Tidak ada yang bisa kita tanyakan."

"Bahkan pengawalnya sendiri menolak memberikan keterangan." Kapten Briscoe memandang kamar milik Martinez itu.

"Aku menemukan ini Sir." Ghani menunjukkan sebelah anting yang sudah dimasukkan ke dalam kantung barang bukti.

"Apa itu G?" tanya kapten Briscoe.

"Aku rasa ini anting milik Tammy Young."

"Tyler!" panggil kapten Briscoe ke Mac.

"Yes Cap?" Mac menghampiri keduanya.

"Giandra menemukan ini. Tolong cek DNA nya apakah milik Tammy Young atau bukan." Kapten Briscoe memberikan kantong plastik barang bukti itu ke Mac Tyler.

"Dimana kamu menemukannya G?" tanya Mac sambil meneliti anting-anting berbentuk hati itu.

"Di dekat passcode situ" tunjuk Ghani.

"Akan aku proses nanti G. Ohya Kapten, aku sudah menghitung emas batangan itu total ada 50 kilo alias 50 emas batangan 1 kilo."

Kapten Briscoe dan Ghani melongo.

***

Alexandra membuka pintu apartemennya dan tampak Ghani disana. Wajahnya sangat lelah membuat Alexandra merasa kasihan melihatnya.

"Masuklah Daniswara."

Ghani pun masuk ke dalam apartemen tunangannya.

"Kamu mau mandi?" tanya Alexandra karena melihat Ghani membawa duffle bag Balenciaga nya.

"Iya. Aku butuh mandi Lexa."

Alexandra membuka kamar mandi tamu yang memang tersedia. "Mandilah!"

Ghani pun masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Alexandra menyiapkan kopi dan hot choco. Hari ini dia sudah memesan pizza karena dirinya juga merasa lelah.

Bel pintu berbunyi dan Alexandra melihat petugas apartemen mengantarkan pizza pesanannya melalui layar monitor.

"Pizza nya Dokter Cabbot" ucap penjaga apartemen.

"Terimakasih." Alexandra menutup pintu apartemennya lagi dan tampak Ghani sudah selesai mandi, mengenakan sweater hitam dan celana kargo.

"Pizza?" tanya Ghani.

"Iya. Nggak papa kan?" tanya Alexandra sambil meletakkan pizza di meja tengah yang sudah ada kopi dan hot choco serta dua botol air putih.

"Nggak papa. Aku hanya butuh kamu, Lexa." Ghani menyuruh Alexandra duduk dan pria itu meletakkan kepalanya di atas paha Alexandra.

"Aku lelah sekali sayang" ucap Ghani sambil memejamkan mata. Alexandra mengelus rambut hitam tunangannya yang tebal.

"Apa kasusmu sulit?" tanya Alexandra lembut.

"Sangat! Membuatku ingin marah tapi dia sudah mati!"

"Ada apa Daniswara?"

Ghani bercerita semuanya kepada Alexandra yang terkejut tanggal lahirnya dipakai oleh Martinez untuk vault rahasianya.

"Disaat kamu merasa semuanya sudah selesai, done tapi ternyata masih menghantuimu, membuatmu merasa kesal luar biasa. Aku harus melakukan apa agar semuanya selesai? Aku sudah tidak mau berurusan dengan Martinez! Begitu dia mati, harusnya selesai kan?" keluh Ghani.

Alexandra hanya terdiam sambil tangan kanannya memeluk tubuh kekar Ghani sedangkan tangan kirinya tetap mengelus kepala pria itu.

"Just back down, Daniswara. Berhenti memikirkannya" ucap Alexandra.

"Aku ingin tapi aku tidak bisa. Rasanya seperti boneka chucky yang mengikuti kamu kemana saja" ucap Ghani asal sambil memejamkan mata.

"Kok bawa-bawa boneka chucky?" kekeh Alexandra namun tidak ada jawaban dari Ghani. Alexandra melihat pria itu sudah terlelap dengan nafas teratur.

Alamat besok pagi pahaku kebas dan semutan deh...

Alexandra akhirnya hanya bisa pasrah menerima kepala Ghani tetap berada di pahanya.

***

Yuhuuu Up Malam Yaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote n gift

Tararengkyu ❤️🙂❤️

1
Sativa Kyu
👍👍👍
Hana Reeves: mamaciih 🙏🙏🙏
total 1 replies
Si Memeh
cuma 1 kata thor..sukaaaaa..lanjut baca yg lain 😍
Hana Reeves: mamaciihhh 🙏🙏🙏. semoga suka juga dengan yg lain
total 1 replies
Maryke Gunarto
bagus
Hilda Naning
g cck dah visual cowoknya kurang macho 😄
Ninik Rochaini
aq suka aq suka papa Ghani😍
Ninik Rochaini
byuuhh...ngeri banget
𝓡𝓲𝓪𝓷𝓲 ☆ミ
ghani ♡ alexandra,suka sama karakter mereka
Hana Reeves: mamaciihhh 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
beybi T.Halim
terbaik👍
Hana Reeves: mamaciihhh 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
Liana Simon
cerita ringan tapi menarik
Ani
jadi kangen nonton CSI
Lusy Aristiani
Hoshi on the way 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
Lusy Aristiani
Mereka cikal bakal nya Sadawira, Naradipta bukan, mbak?
Para dokter vampir, agen FBI?
Hana Reeves: yes they are
total 1 replies
Lusy Aristiani
Dan di masa depan, Ezra Hamilton ketularan gesrek nya keluarga membagongkan, yg super santuy "pindah tidur" 😄😄😄😄
Lusy Aristiani
Bianchi, Diazo, Chen, O'Grady, McGregor, McCloud nantinya semua jadi keluarga
Tambah Mancini, Moretti, De Luca, Accardi
Tambah yakuza Takara 😊😊😊😊
Dan akan muncul era piranha hitam plus hutan Aokigahara 😋😉😉😉😉
Ichy Fitri
Eh ada Bianchi juga. bener2 pas gen ke bawah udah luar biasa. macam semua disini jadi saudara ya 😂
Ichy Fitri
whuwooo... Triad Chen ternyata udah muncul disini toh. pasti disini dia belom kebayang punya cucu2 biang kerok 🤭
Ratna Fika Ajah
Luar biasa
Hana Reeves: mamaciihhh 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
This Is Me
Saking asiknya baca, gak terasa kok tau² dah abisss
This Is Me
Kak Hana kisah Valora & Ruiz ada di novel yg mana?
Hana Reeves: ada di elang untuk rain. tapi memang tidak detail sih
total 1 replies
This Is Me
Kembali baca karya kak Hana dari awal.
Qweren² banget euy.
Jadi spt lagu Kla Project : Tak Bisa Ke Lain Hati, dalam hal ini : Tak Bisa ke Lain Author 😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!