follow igku @zariya_zaya
Bagaimana kalau tunangan yang sudah lama tak kau temui, tiba-tiba dia menjadi buta, apa kau percaya?
Yuna, bidan cantik dari desa tak sengaja bertemu dengan pria asing yang menyelamatkannya beberapa kali. Pria asing itu tak sengaja mengalami kecelakaan yang disebabkan oleh Yuna karena suatu hal dan menjadi buta.
Pria buta itupun meminta Yuna menikah dengannya. Awalnya Yuna menolak karena ia sudah bertunangan, tapi rasa bersalah telah membuat Yuna mengambil keputusan pahit dalam hidupnya, yaitu melanggar janjinya pada tunangannya yang tak pernah ia temui sejak ia masih kecil. Tak disangka, ternyata pria buta itu adalah tunangan masa kecilnya sendiri, yang baru saja kembali dari Swiss, yaitu Yeon.
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Apakah Yeon benar-benar buta atau hanya pura-pura?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin Supriatin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 30 Laksana Raja
Akhirnya, Yuna sudah sah menjadi istri Yeon. Keduanya menikah secara resmi di sebuah desa yang memiliki peraturan tertentu agar Yuna tak mengetahui siapakah Yeon sebenarnya. Desa ini, adalah desa istimewa yang dipilih Yeon untuk menjadikan Yuna miliknya tanpa bisa di ganggu oleh pihak-pihak tertentu yang berniat jahat pada Yuna. Dengan kata lain, Yeon mengelabuhi musuh yang mengasingkan Yuna dengan memanfaatkan situasi seperti sekarang ini.
Tak mudah bagi Yeon mendapatkan tempat di hati para penduduk desa, ia juga banyak melakukan pengorbanan besar agar apa yang ia rencanakan demi mendapatkan Yuna seutuhnya terlaksana tanpa mengalami gangguan. Terbukti sudah usaha keras Yeon yang belum ia beritahukan pada Yuna telah mencapai puncaknya. Dengan ikatan pernikahan suci ini, takkan ada yang bisa memisahkan mereka lagi. Siapapun itu, tak terkecuali keluarga angkat Yuna sendiri.
Siapa yang tahu, rencana Larasati dan kedua putrinya yang ingin menyingkirkan Yuna agar tak bisa menikah dengan tunangannya ternyata malah mengantarkan Yuna menjadi istri sah Yeon. Bahkan Larasati berencana menjadikan putri keduanya menggantikan Yuna untuk bisa menjadi bagian dari keluarga Leopard Pyordova tanpa si mak lampir itu tahu, bahwa rencana jahatnya telah berhasil digagalkan oleh tunangan Yuna sendiri alias Yeon.
Memang sih, sampai detik ini Yuna masih belum tahu identitas asli suaminya, tapi tetap saja, secara hukum dan agama, Yeon dan Yuna sudah menjadi pasangan suami istri yang sah. Entah apa jadinya jika Larasati dan kedua putrinya yang jahat itu mengetahui semua ini, mereka bertiga pasti jantungan dan stroke mendadak.
Seluruh warga desa bersorak sorai ikut bahagia atas selesainya acara ijab qobul pernikahan Yeon dan Yuna. Semua orang mengadakan pesta meriah untuk merayakan hari bahagia idola desa mereka. Tak lupa mereka juga meramaikan iring-iringan mempelai pria yang sudah berganti pakaian menjadi pengantin modern ala zaman now dan akan berangkat menuju ke tempat mempelai pengantin wanita. Yuna sendiri juga sudah menunggu dengan gugup di kediaman dinasnya ditemani oleh triple big S, yaitu Shin Ni Mas, Seo Ma I dan Seok Mang Ga.
“Sah!” seru Shin Ni Mas setelah mendapat laporan dari putranya si Chui Lan Seng yang memberitahu bahwa acara ijab qobulnya selesai digelar dan sekarang Yeon sedang bersiap-siap datang kemari menjemput Yuna.
“Non bidan!” teriak Shin Ni Mas berlari kedalam kamar Yuna. Ia terlihat sangat bahagia sekali menatap betapa cantiknya Yuna saat ini. “Sah!” ulangnya lagi. “Kalian berdua sudah sah! Iring-iringan pengantin pria akan datang kemari menjemput Non bidan. Selamat, ya Non bidan.” Tubuh gempal Shin Ni Mas memeluk erat Yuna yang langsung gelagapan karena dipeluk orang berbadan 3 kali lipat lebih besar dari tubuh mungil Yuna.
“Selamat non Bidan!” ujar Seo dan Seok bersamaan.
Dua rekan Shin Ni Mas juga tak mau kalah, Seo Ma I dan Seok Mang Ga pun ikut memeluk Yuna saking bahagianya. Awalnya, Yuna merasa sesak dan juga terjepit diapit oleh tubuh-tubuh besar para triple big S ini. Namun, melihat mereka begitu bahagia atas pernikahan ini, Yuna jadi trenyuh dan hanya pasrah saja. Sebab, ketiganya sampai meneteskan air mata saking gembiranya. Padahal yang menjadi istri Yeon adalah Yuna, bukannya para emak-emak ini, tapi yang merasa sangat senang malah emak-emak triple big S ini.
“Kenapa kalian bertiga menangis?” Yuna jadi bingung, emak-emak ini menangis karena senang atau kerena sedih, sih? Ketiganya sampai sesenggukan begitu.
“Non Bidan,” isak Shin. “Pak Leon sudah kami anggap seperti anak kami sendiri. Sebagai orang tua … tentulah kami bahagia melihat putra kami yang hebat itu menikah dengan putri cantik seperti non Bidan,” terangnya sambil menyeka air mata. Make up tebalnya saja jadi luntur.
Yuna mengernyitkan alisnya mendengar pengakuan emak-emak didepannya. “Leon adalah orang hebat? Apa maksud anda, Bu Shin?” tanya Yuna penasaran berharap wanita ini mau menjelaskannya.
“Kami tidak berhak memeberitahu siapakah pak Leon sebenarnya pada anda, non Bidan. Biarkan suami anda sendiri yang menjelaskan. Yang jelas, sejak kedatangannya ke desa ini, desa kami menjadi makmur, aman dan sejahtera. Anda bisa lihat dan nilai sendiri kondisi desa ini seperti apa. Bagi kami, pak Leon adalah pahlawan kami.”
“Maaf non Bidan,” tambah Seo Ma I yang sudah mulai bisa menguasai emosinyakarena baper. “Bukannya kami tidak mau memberitahu anda siapakah sosok suami hebat anda. Sebab itu, diluar kapasitas kami. Namun percayalah satu hal bahwa suami anda adalah orang yang baik. Dia tak suka dekat dengan semua wanita yang ada di desa ini meskipun seluruh kaum hawa mencoba menggoda dan mendekatinya dengan berbagai macam cara. Awalnya, kami mengira pak Leon itu kelainan, tapi sekarang kami semua mengerti alasan mengapa pak Leon jaga jarak dengan semua wanita yang ia temui. Ternyata karena ia punya tambatan hati yang cantiknya bagai bidadari.” Seo Ma I mengusap lembut pipi Yuna yang memaksakan diri untuk tersenyum.
Bukan itu sebenarnya, kami hanya kebetulan saja bertemu dan aku mencelakainya. Itulah alasan pernihakan ini dilangsungkan, tapi sepertinya kalian semua salah paham, jerit Yuna dalam hati, ia tak mungkin memberitahu alasan aslinya bersedia menikah dengan Yeon.
Jika benar suaminya itu tak suka dekat dengan wanita selama ini, bisa jadi memang dia kelainan. Tapi … bagaimana reaksi mereka kalau orang yang mereka buja kini telah menjadi buta gara-gara dirinya? Itulah yang dipikirkan Yuna sekarang dan rasa cemas mulai menyelimuti Yuna.
Menurut pengamatan gadis cantik itu, sepertinya mereka masih belum tahu kalau Yeon itu buta. Sebab, Yeon sendiri terlihat seolah-olah tidak menampakkan kalau dirinya sudah tak bisa melihat dunia ini lagi. Kesimpulan yang bisa Yuna ambil untuk sekarang adalah, Yeon buta dihadapannya tapi pura-pura tetap bisa melihat dihadapan semua orang selain Yuna.
Jika itu benar, maka rasa bersalah yang begitu besar langsung menyelimuti hati dan pikiran Yuna bila memang Yeon menyembunyikan fakta menyakitkan ini dari seluruh orang-orang yang ada di desa ini. Padahal aslinya justru sebaliknya, Yeon berpura-pura buta dihadapan Yuna, tapi tampak normal dihadapan penduduk desa. Rencana Yeon ini benar-benar aneh bin langka, bengek pula.
Dari kejauhan, terdengar suara gemuruh permainan alat musik tradisional yang mengiringi iring-iringan pengantin pria. Sudah menjadi tradisi bagi mempelai pria untuk menjemput mempelai wanita dan membawanya ke kediamannya agar bisa melaksanakan kehidupan pertama sebagai pasangan suami istri bersama.
Dengan gagah, Yeon menaiki kuda putih, di tuntun para penduduk desa dan membentuk rombongan pengantin dengan membawa barang-barang yang diperlukan sebagai ciri khas desa mereka bila ada pernikahan. Mereka semua berjalan santai disekitar Yeon laksana iringan raja yang datang untuk menjemput ratunya. Apa yang dilakukan Yeon sekarang merupakan tradisi yang sudah turun temurun dilangsungkan dalam desa Malingmati ini.
Suasana jadi semakin tegang tatkala Yeon dengan gagah perkasanya duduk diatas kuda menanti sang mempelai pengantin wanita menyambut kedatangannya. Iringan musikpun dihentikan dan semua orang harap-harap cemas ingin melihat seperti apa rupa bidan cantik yang kini sudah sah menjadi istri dari maskot desa yang sangat dihormati di kampung ini.
“Non bidan, ayo! Semua orang sudah menunggu anda,” ujar triple big S bersamaan.
BERSAMBUNG
***
cek visual mereka di Instagramku ya ... cantik dan tampan banget. wkwkwkwwk ...