Yan Lan seorang anak raja dari salah satu kerajaan di benua bintang. Orang tuanya terbunuh oleh para pemberontak yang ingin melengserkan kepemimpinan ayahnya.
Kemudian dia bertemu dengan kakek Wu Kong dan mengangkatnya menjadi murid. Dia bertekad menjadi kuat untuk membalaskan kematian orang tuanya.
"Aku Yan Lan, barang siapa yang menghalangi jalanku, menghalangi tujuanku, bahkan berani menyinggungku. Meskipun dia adalah dewa, hanya ada satu kata untuknya, MATI".
Bagaimana perjalanan Yan Lan? Apakah dia mampu membalaskan dendamnya? Apakah dia mampu mengembalikan kejayaan klan Yan dan membuatnya menjadi penguasa lagi?
Ikuti terus kisahnya "SANG KAISAR"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yan26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 30. Permintaan
Yan Lan juga ikut terkejut setelah Lu Sia melepaskan pelukannya.
"Tuan muda, aku mohon maafkan kesalahan istri ku. Jika tuan muda ingin menghukumnya, hukum lah aku tuan muda" ucap Yan Zu sambil berlutut dihadapan Yan Lan. Yan Zu sangat mengenal sifat Yan Lan. Yan Lan tidak suka perintahnya di langgar. Lebih parahnya, Yan Zu takut jika Yan Lan akan langsung membunuh istrinya.
Yan Lan juga bingung dengan perasaannya, apakah dia harus marah kepada Lu Sia karena telah melewati batas dan berani memeluknya atau tetap diam saja melupakan apa yang telah Lu Sia lakukan. Jika dia diam saja, takutnya Lu Sia suatu saat nanti akan lebih keterlaluan. Pada akhirnya Yan Lan ingin memaafkan Lu Sia, bagaimanapun Lu Sia juga secara tidak langsung memberikannya kehangatan yang sempat hilang.
"Tidak apa-apa bibi. Aku paham bibi pasti sangat senang bisa menerobos ke ranah Bumi Awal. Sekarang tingkat kultivasi bibi sama dengan paman Zu" ucap Yan Lan sambil tersenyum kepada Lu Sia.
Yan Zu yang masih berlutut akhirnya bernafas lega mendengar Yan Lan memaafkan istrinya.
"Terima kasih tuan muda" kata suami istri tersebut serentak.
"Sudahlah paman bibi, sebaiknya kita segera istirahat karena besok kita akan melanjutkan perjalanan" ucap Yan Lan.
"Baik tuan muda" jawab jawab Yan Zu dan Lu Sia.
"Oh ya bibi, besok pagi bibi datanglah ke kamar ku. Paman juga bisa ikut jika mau" kata Yan Lan. Yan Lan juga menawarkan Yan Zu untuk ikut supaya Yan Zu tidak berpikir macam-macam tentangnya.
Yan Zu dan Lu Sia yang baru berjalan menuju kamarnya berbalik kembali ketika mendengar jawaban Yan Lan.
"Baik tuan muda" jawab Lu Sia.
"Aku sebaiknya tidak ikut tuan muda, aku percaya dengan tuan muda" jawab Yan Zu yang paham tentang apa yang Yan Lan pikirkan tentangnya.
Yan Lan mengangguk dan mereka pun pergi kamar masing-masing. Tentunya Yan Zu dan Lu Sia sekamar karena mereka suami istri.
Keesokan paginya.
Sesuai dengan instruksi Yan Lan tadi malam, pagi-pagi sekali Lu Sia mendatangi kamar Yan Lan.
Tokk Tokk Tokkk
Suara ketukan pintu.
"Masuk saja bibi" kata Yan Lan dari dalam kamar menyuruh Lu Sia langsung masuk.
Lu Sia yang mendengar perintah Yan Lan segera membuka pintu.
Toeettt... (Suara pintu di buka)
Lu Sia menemukan Yan Lan sedang duduk di kursi dekat jendela kamarnya dan melihat ke luar jendela sambil di temani secangkir teh sari wangi.
Lu Sia lalu berjalan ke tempat Yan Lan duduk.
"Silahkan duduk bibi" ucap Yan Lan mempersembahkan Lu Sia duduk.
"Terima kasih tuan muda, tapi lebih berdiri saja" kata Lu Sia enggan.
"Bibi ini perintah dan tidak menerima penolakan" ucap Yan Lan tegas.
"Ba baik tuan muda" ucap Lu Sia terbata-bata. Lu Sia masih belum terbiasa dengan Yan Lan, apalagi setelah suaminya (Yan Zu) tadi malam menceritakan tentang kekejaman dan kekuatan Yan Lan. Jika suaminya saja takut dengan Yan Lan apalagi dia yang hanya seekor semut.
Setelah Lu Sia duduk, Yan Lan lalu mengeluarkan cangkir lagi dan menuangkan teh untuk Lu Sia.
"Bibi minumlah teh ini dulu" kata Yan Lan menyodorkan secangkir teh kepada Lu Sia.
"Terima kasih tuan muda" ucap Lu Sia dengan hormat.
Sruppp...
"Hmmm teh ini rasanya sangat enak dan baunya sangat menenangkan tuan muda" ucap Lu Sia yang sangat menyukai teh pemberian Yan Lan tersebut.
"Teh ini adalah teh buatan kakek ku. Bibi adalah pertama yang aku kasih untuk mencoba teh ini. Paman Zu bahkan belum pernah mencobanya" kata Yan Lan.
"Sekali lagi terima kasih tuan muda" ucap Lu Sia.
"Oh ya langsung saja, karena bibi telah berhasil menerobos ke ranah Bumi Awal maka aku akan memberikan hadiah kepada bibi. Ini adalah kitab teknik tingkat Kaisar dan pedang tingkat Gold" ucap Yan Lan dan memberikan kedua barang yang dia keluarkan kepada Lu Sia.
"Tapi tuan muda" ucap Lu Sia enggan menerima kedua barang berharga tersebut.
"Ambillah bibi" ucap Yan Lan membujuk Lu Sia.
"Terima kasih tuan muda" ucap Lu Sia mengambil kedua barang yang diberikan oleh Yan Lan.
Ketika Yan Lan sedang mengobrol tiba-tiba Yan Zu mengetuk pintu kamar Yan Lan.
Tokk Tokkk
Suara ketukan pintu.
"Tuan muda" panggil Yan Zu dari luar kamar Yan Lan.
"Masuk saja paman" ucap Yan Lan.
"Ada apa paman?" tanya Yan Lan setelah Yan Zu masuk.
"Di ruang tamu ada nenek Yi Kai datang untuk menemui anda" ucap Yan Zu.
"Baiklah, karena urusan ku dengan bibi sudah selesai, ayo kita temui nenek Kai" kata Yan Lan.
Kemudian mereka bertiga keluar dari kamar Yan Lan untuk menemui nenek Yi Kai.
"Selamat pagi tuan muda" sapa nenek Yi Kai melihat Yan Lan yang baru keluar dari kamarnya.
"selamat pagi juga nenek Kai" ucap Yan Lan membalas sapaan nenek Yi Kai.
"Ada apa nenek menemui ku pagi-pagi?" tanya Yan Lan ingin tau.
"Maafkan jika aku mengganggu waktunya tuan muda, di luar warga Desa Angin ingin bertemu dengan tuan muda" kata nenek Yi Kai menjelaskan maksud dan tujuannya menemui Yan Lan.
"Oh baiklah, kalau begitu ayo kita menemui mereka. Silahkan nenek Kai memimpin jalannya" kata Yan Lan yang cukup sopan terhadap nenek Kai.
Setelah sampai di luar, Yan Lan melihat semua warga desa memandangnya dengan penuh rasa hormat.
Sedangkan nenek Yi Kai berjalan dan bergabung dengan kelompok warga desa meninggalkan Yan Lan beserta rombongannya.
Setelah nenek Yi Kai bergabung bersama rombongan warga desa, tiba-tiba nenek Yi Kai dan semua warga desa berlutut kepada Yan Lan.
"TERIMA KASIH KARENA TUAN TELAH MENOLONG DESA KAMI" kata seluruh warga desa dengan lantang.
Yan Lan dan bawahannya di buat terkejut dengan apa yang warga Desa Angin lakukan. Yan Lan memang bisa dikatakan bukan orang baik tapi di bukan orang gila akan hormat.
"Huhhhh, entah kenapa aku merasa gugup melihat banyak orang bersujud seperti ini pada ku. Ahhh biarlah, siapa tau suatu saat nanti aku bisa memanfaatkan mereka untuk membantu ku" batin Yan Lan dalam hati.
"Bangunlah aku terima penghormatan kalian. Apakah ada yang ingin kalian sampaikan lagi?" tanya Yan Lan.
"Tuan muda, seperti yang kita ketahui bersama bahwa Desa Angin saat ini tidak memiliki sosok kepala desa untuk menjadi pemimpin desa ini. Kami warga desa ingin meminta kepada tuan muda untuk memilih kepala desa baru untuk kami" kata nenek Yi Kai mewakili warga desa menyampaikan permintaan mereka.
#Bersambung.
...Terus dukung Thor ya readers...
...Jangan lupa tekan LIKE, KOMEN, VOTE dan FAVORIT...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...