NovelToon NovelToon
Jangan Pisahkan Aku Dan Anakku

Jangan Pisahkan Aku Dan Anakku

Status: tamat
Genre:Cerai / Romansa / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: orang jelek

SUDAH SELESAI DI REVISI!!


Dan ada perubahan alur nya. Jika tidak keberatan mohon baca ulang, tidak juga tidak apa apa si hee



Namaku Maya, Aku adalah seorang pembantu dari keluarga Rian mahesa wiratmaja. Aku terpkasa menikah dengan seseorang yang tidak menginginkan ku, setiap hari aku menjalani kehidupan dengan kesedihan serta air mata.

Ya di rumah mewah nan megah ini lah aku meratapi nasib ku. nasib yang membuat ku harus bertahan hidup demi mempertahkan nasib bayi yang aku kandung. Mas Rian dia suamiku yang sama sekali tak pernah menganggap ku ada, Aku hanya bisa berdo'a setiap hari kepada Allah. agar Allah memberikan hidayah kepada mas Rian, agar dia bisa menerimaku sebagay istrinya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon orang jelek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Kediaman Jafran

Pagi ini terasa berbeda dari suasana pagi sebelum sebelumnya. Meskipun sudah terhidang banyak sekali makanan di atas meja tapi bagi Maya makanan itu semua terlihat tidak menarik, mulutnya sama sekali tidak berselera dan hambar.

"Pagi." sapa Jafran lalu menundukan bokongnya dan Maya hanya membalasan dengan senyum di paksakan.

"Sepertinya, akhir akhir ini kamu terlihat murung." tanya Jafran yang mengoles roti dengan selai.

"Mungkin hanya perasaan, Anda saja Tuan." jawab Maya sekenanya. Rasanya malas sekali melihat Jafran.

"Benarkah? " ujarnya memasukkan roti kedalam mulutnya.

Maya tidak menjawab dia sibuk melamun dan mengaduk adukan sarapannya saja. Jafran tahu jika Maya sedang kecewa kepadanya tapi berusaha menutupi itu.

"Oh , ya, May. Hari ini kamu ikut saya yuk." dia terus coba mengajak Maya bicara meski Maya kadang menjawab sekenanya saja.

Maya mengangkat kepalanya dan menatap Jafran.

"Anda mau mengajak saya kemana? " tanya Maya dengan suara dingin.

Jafran tersenyum dengan respon yang Maya berikan, lalu tanganya meraih tangan Maya. Rasanya ingin sekali Maya tepis tangan Jafran yang lancang sekali menyentuhnya.

"Seminggu lagikan kita tunangan, jadi aku mau mengajak kamu untuk membeli cincin." katanya dengan senyum lebar dan saat itu juga Maya segera melepaskan tangannya dari genggaman Jafran.

"Tapi, Tuan." lirih nya.

"Baiklah, nanti siang saya akan kembali, menjemput kamu dan kita juga akan mengantar undangan ke kantor Tuan Rian! " ujar Jafran dengan nada menekan di akhir kalimat membuat Maya menatap Jafran dengan mata yang berembun. Dan itu membuat Jafran senang dalam hati kemudian beranjak pergi.

Setelah kepergian Jafran. Maya tidak bisa lagi untuk menahan air matanya yang sudah menganak sungai di kedua pipinya, Bahunya bergetar dengan suara isakan pilu. Apakah dia benar benar akan menikah dengan Jafran? Lantas bagaimana dengan perasaannya kenapa Jafran tidak memikirkan perasaannya bahkan Maya tidak sedikitpun menaruh perasaan kepada Jafran sedikitpun. Karena perasaannya sudah separuh berlabuh kepada seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah ayah dari anaknya meskipun sempat kecewa dengan pengakuan Rian kemarin. Tapi hatinya tak bisa di bohongi jika Maya masih menaruh rasa kepada Rian selama ini.

Dulu meski Rian bersikap kasar dan selalu menyakitinya bahkan tak mau menganggapnya sebagai istri sekalipun. Maya tetap mencintai Rian meski secara financial jiwa dan batinnya terluka oleh kata kata Rian . Maya kini hanya pasrah dengan keadaan dan takdirnya jikapun memang dia harus menikah dengan Jafran tapi dia akan meminta untuk ikut andil mengurus anaknya.

Lalu apa kabar dengan Leni? Ya, gadis itu sejak kemarin terus mengurung diri di kamarnya. Bahkan tugasnya pun dia alihkan kepada pekerja lain dengan alasan jika dia sedang sakit. Bukan sakit badan, tapi sakit hati dan perasaan kecewa lebih tepatnya. Apakah mencintai harus sesakit ini dan bodohnya kenapaa harus ada rasa dalam hatinya kepada seseorang yang mukin saja tidak bisa ia gapai hatinya. Sementara orang itu tidak sedikitpun menoleh kepadanya yang selalu mendamba dan senang saat orang itu memberikan perhatian kepadanya apa lagi saat kebiasaan orang itu yang selalu mengelus pucuk kepalanya dengan sayang.

Orang itu justru malah sibuk dengan tujuannya. Leni tidak menyangka jika orang yang selama ini dia kenal dengan baik dan bertutur lembut rupanya tengah menyimpan dendam mendalam. Dan menujukan sisi asli iblisnya di belakang orang orang yang selalu mengira jika dia adalah malaikat penolong bagi setiap manusia yang sedang kesusahan.

...,.

Sesuai dengan perkataan Jafran tadi pagi. Kini Maya sudah di jemput oleh Jafran untuk pergi membeli cincin pertunangan. Lagi lagi Maya hanya diam dan menampilkan wajah suram tidak seperti biasanya yang selalu tampil dengan wajah ceria.

"Kamu baik baik saja kan? " tanya Jafran saat sudah di mobil dan di jawab anggukan oleh Maya.

"Maya, jika kamu sakit tolong katakan saja, dari kemarin kamu selalu menujukan wajah muram dan selalu bersikap acuh, apakah ini ada hubungannya dengan pertunangan kita." kata Jafran mengeluarkan unek uneknya.

"Saya tidak sedang ingin membas hal itu, Tuan, jika memang Anda mau mengajak saya untuk membeli cincin, sebaiknya ayo kita jalan." kata Maya masih dengan suara dingin dan mengalihkan pertanyaan Jafran.

Jafran menarik nafasnya kasar.

"Baiklah, ayo kita jalan. "

Akhirnya mereka sampai di mall besar dan menuju tempat perhiasan. Kebetulan mall itu sangat ramai meski bukan hari weekend. Jafran dengan sangat lancangnya menarik tangan Maya dan terus menggenggam tangan Maya seolah oleh takut kehilangan.

Seolah ini adalah hari keberuntungan bagi Jafran. Mereka di pertemukan dengan Rian yang saat itu tengah berada di mall yang sama karena sedang melakukan meeting di luar dengan kliennya dan kebetulan mall ini yang jadi pilihan mereka untuk meeting.

Saat tengah berjalan tiba tiba saja mereka berhenti dari arah berlawanan dan saling menatap satu sama lain. Maya yang hanya menunduk ikut berhenti dan dia kira sudah sampai di toko perhiasan dan mengangkat wajahnya sejenak tapi malah terkejut jika di hadapannya kini adalah Rian yang sedang menatap mereka bingung.

"Tuan Rian, kebetulan sekali kita bertemu di sini" sapa Jafran seketika mengalihkan Rian dari tatapannya ke Maya.

"Oh.. Iya, Tuan Jafran, kebetulan sekali kita bertemu di sini" kata Rian tapi matanya mencuri curi pandang kepada Maya yang hanya menunduk.

"Apakah, Anda sedang ada meeting di luar?" tanya Jafran yang masih setia menggenggam tangan Maya dan itu tak luput dari perhatian Rian.

"Iya, Anda benar, saya sedang ada meeting dengan klien dan kebetulan bertemu kalian, kalian mau makan siang ya" kata Rian pura-pura bertanya padahal penasaran .

"Tidak, Tuan, kami ke sini ingin mencari cincin" katanya terpotong oleh Rian.

"Cincin? " katanya menautkan alis.

"Ah, iya, saya lupa belum mengabari Anda, sebenarnya saya akan mengantarkan undangan sehabis dari sini ke kantor Anda, karena kami akan segera bertunangan, minggu depan! " kata Jafran menekan kalimat akhir dengan seringai menatap tajam Rian.

Deg!

Nafas Rian seolah ingin berhenti dan tidak percaya dengan ucapan Jafran yang akan bertunangan. Tubuhnya seperti di paku karena mendadak diam dan membisu ketika darah mendidih begitu saja dari dalam tubuhnya. Tanganya mengepal kuat sehingga menampilkan buku buku jarinya yang memutih karena menahan amarah.

"Kalau begitu, kami permisi Tuan Rian, dan semoga meeting Anda berjalan dengan lancar" ujar Jafran dengan senyum penuh arti.

Sementara Maya sejak tadi tak mau menatap Rian karena matanya sempat melihat tangan Rian yang mengepal kuat. Akhirnya mau tak mau dia pasrah saja ketika tangannya di tarik oleh Jafran.

Setelah kepergian Jafran. Rian membuang nafasnya kasar rasanya ingin sekali menghajar Jafran karena merebut Maya darinya.

1
Nurjana Bakir
kebur aja sebekun kahirin
Nofi Aldi
ceritanya banyak ngolor ngidulnya.bikin yg ringkas donk.
Nofi Aldi
jgn bentar bentar putus kasi yg panjang donk ceritanya thor
Nofi Aldi
hoooh tenaaan
Nofi Aldi
jangan macam macam thor
Nofi Aldi
hoo oh tenaaaan
Nofi Aldi
lanjutlanjutin donk
Nofi Aldi
lanjut
Nofi Aldi
sialan Lo thor
Nofi Aldi
teruskan
Nofi Aldi
akting nya keterlaluan
Nofi Aldi
lanjut coy
Nofi Aldi
kembalilah maya
Nofi Aldi
ngawur ceritanya
Nofi Aldi
baru dua baris baca
Nofi Aldi
diancuk
Nofi Aldi
brensek
Nofi Aldi
cerita kacau
Nofi Aldi
balas dendam
Nofi Aldi
e e e kunyuk baru baca sedikit tau dah habis aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!