NovelToon NovelToon
Karma Cinta

Karma Cinta

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:150k
Nilai: 5
Nama Author: chengil

Arsyila, putri manja yang harus merasakan rasa lelah dengan 'cinta'.
Saat ia memberi hati dan kepercayaan, yang ia dapatkan hanya sebuah luka dan kecewa.
Saat ia meyakini jika ia sudah merasa pas dan nyaman, ternyata itu milik orang.

Hati menjadi gersang hingga mungkin mati dengan sendirinya.

Bagaimana setelah kepergian semua cintanya, mampukah ia mengganti cintanya kembali ?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chengil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria

Sesudah dari makan bakso. Kini mereka beralih kesebuah taman. Mereka duduk di bawah pohon.

"Pukul berapa kau berangkat ??"

"Nanti jam empat sore. Kau sendiri kapan akan ke Ibu Kota ?" Tanya Dika kemudian.

"Mungkin beberapa hari lagi. Bagaimana Ayah dan Ibu saja."

"Lalu nanti disana mau tinggal dimana ?"

"Rencana ikut Bibi dulu, kata Ayah lumayan jarak tempuhnya ke kampus. Kalau sudah mulai beradaptasi aku diperbolehkan ngontrak sendiri nantinya." Jawab Syila.

"Baiklah nanti kabari jika sampai sana."

"Emm"

"Syila..."

"Iya". Diraihnya kedua tangan Syila. Diusap dengan ibu jarinya.

"Apakah kau bahagia dengan status kita sekarang ?" Tanya Dika.

"Mengapa bertanya seperti itu ? Tentu aku bahagia." Ditatapnya dengan lembut, wajah tampan yang selalu ia puja kepada Tuhannya sembari tersenyum tulus.

"Kau sangat cantik jika sedang tersenyum begitu. Aku tidak ingin status kita ini menjadi penghalang cita-citamu."

"Aku tahu. Ini justru menjadi semangatku untuk meraih cita-citaku." Jawaban yang membuat Dika gemas sendiri.

"Aku ingin memelukmu." Melas Dika.

"Tidak boleh !" Tegas Syila.

"Tapi mengapa ? Aku tunanganmu !"

"Ck.. Aku tahu kau tunanganku. Kau seharian ini sudah sangat banyak mengingatkanku tetang status kita." Jawab Syila.

"Lantas mengapa ?"

" Tidak apa-apa. Hanya tidak biasa saja. Mendapat pelukkan dari orang lain selain Ayah." Jujur Syila.

"Baiklah aku akan bersabar untuk bisa memelukmu seperti yang Ayah lakukan kepadamu. Bahkan lebih dari pelukkan yang Ayah berikan." Seringai tipis muncul kepermukaan bibirnya.

"Iya bersabarlah Tuan." Syila yang memang tidak koneks dengan pikiran Dikapun hanya menjawab sekenanya.

***

Sementara di tempat lain. Disebuah ruangan. Seorang pria dewasa, yang biasa bersikap dingin, tampan tak kalah dengan Dika dan sangat mapan, pemilik beberapa cafe besar yang cabangnya sudah merajalela, yayasan pesantren yang tersebar di beberapa wilayah kota, dan kini dia sedang membantu pekerjaan Ayahnya disebuah perusahaan textile.

Jika Dika memiliki wajah khas Asia, pria ini manis berwajah khas Arabia. Dia sedang merasa frustasi. Dia merindukan gadis yang namanya saja dia tidak tahu. Insiden tabrakan yang tidak sengaja itu membekas sampai saat ini.

Masih teringat jelas wajahnya yang ayu serta tatapan matanya yang meneduhkan. Membuat jantungnya terpompa lebih cepat.

"Ohh.. Sial..!!" Bergegas pergi. Karena dia sendiri tidak bisa konsentrasi dalam pekerjaannya. Sebelum sebuah suara menghentikannya.

"Kau mau kemana nak ?"

"Ayah.. Aku tidak bisa konsentrasi. Bagaimana ini jika dipaksakan aku hanya akan mengacaukan pekerjaanku. Aku tidak pernah semenderita ini dalam urusan wanita. Bahkan dengan mendiang istriku sendiri tidak sefrustasi seperti ini. Bayangannya sangat menggangguku sekali." Cercahnya.

"Memintalah kepada Tuhan. Memohonlah untuk hatimu. Jika kalian berjodoh, suatu saat pasti akan bertemu kembali." Ucap sang Ayah yang sudah mengetahui apa yang putranya alami.

"Bagaimana mungkin Yah, bahkan namanya saja aku tidak tahu. Tapi hati dan pikiranku penuh oleh bayang-bayangnya. Ini sangat menyiksa. Bahkan hanya mengingat wajahnya saja membuat jantungku berdebar tak karuan." Adu sang anak.

"Baiklah.. Untuk hari ini pulanglah. Ayah yang akan menggantikanmu. Tenangkan dirimu dulu."

Sang anakpun langsung pamit pergi. Dia pergi ke sebuah panti yayasan anak yatim piatu. Membawakan banyak mainan, makanan serta buku-buku. Bermain bersama mereka. Berharap rasa yang bergemuruh didadanya sedikit teralihkan.

Kedatangannya disambut dengan hangat. Dia memang pecinta anak-anak. Semenjak istrinya meninggal setahun setelah pernikahan mereka. Yang ternyata dalam keadaan mengandung tiga bulan. Membuatnya merasa sangat sedih dan terpukul saat itu. Lalu dia mengalihkan kesedihannya dengan cara mengunjungi beberapa Yayasan Panti Asuhan.

Mendekati anak-anak yang tidak mempunyai orangtua itu. Berbaur menjadi satu. Tertawa bersama. Dan ternyata hal itu membuat perasaannya lebih baik.

"Paman. Mengapa kau terlihat murung ?" Tanya seorang anak perempuan yang memang dekat dengannya.

"Tidak. Paman tidak apa-apa. Ada apa nak ? Mengapa kau tidak ikut bermain bersama teman-temanmu ?" Tanya pria itu sangat lembut.

"Aku merindukan Paman. Paman beberapa pekan ini tidak berkunjung. Sekalinya berkunjung Paman nampak gelisah seperti itu. Ini.. Makanlah Paman. Itu cokelat kesukaanku. Aku tidak akan menangis atau bersedih lagi jika sudah memakan cokelat. Namun Ibu Panti suka memarahiku jika aku makan cokelat terlalu banyak. Atau aku sengaja memberikan kepada temanku. Jadi rahasiakan ini darinya ya Paman. Aku takut dimarahi lagi." Ucap gadis berumur lima tahunan itu setengah berbisik, waspada dengan keadaan sekitar seolah-olah dia sedang membicarakan sesuatu yang amat penting dan besar padanya.

Pria tadi tertawa. Lalu diambilnya cokelat dari tangan mungil itu. Memakannya seperti perintah gadis kecil tadi.

"Paman sudah memakannya. Dan paman menjadi lebih baik seperti katamu tadi. Terimakasih ya." Gadis itu mengangguk antusias dengan wajah sumringah.

"Dengar, walaupun kau suka sekali dengan cokelat ini, kau tidak boleh banyak-banyak memakannya. Itu bisa merusak gigimu." Jelas pria itu seperti seorang teman yang sedang menasehatinya.

"Aku rajin menggosok gigiku, Paman."

" Good girl. Ayo kita bermain."

Dan akhirnya mereka bermain layaknya teman sebaya. Dia mungkin terlihat dingin ketika menyangkut pekerjaan dan wanita. Tapi jika sudah dihadapkan dengan makhluk polos tak berdosa seperti mereka ini, sisi hangatnya keluar begitu saja. Mungkin itu yang membuatnya nampak mudah mendekati anak-anak.

***

Syila mengantar Dika ke bandara. Lagi-lagi jarak memisahkan mereka. Membawa secuil hatinya itu pergi bersama sang pujaan.

Syila pulang. Dia juga harus mempersiapkan segala sesuatunya untuk dibawa ke kota.

Ayah dan Ibu akan mengantarnya. Jadi merekapun ikut menyiapkan apa saja yang akan dibawa.

Lalu tiba-tiba suara bising motor berhenti dihalaman rumahnya.

Ahh teman-teman.

Semenjak kelulusan itu beberapa dari mereka memang disibukkan dengan berbagai kegiatan.

Dan entah mengapa mereka bisa kemari secara bersamaan.

Aku melupakan ponselku. Pasti aku juga melewatkan banyak informasi.

"Hai.." Sapaku.

"Hai.." Saling berpelukkan satu sama lain.

"Kemari tidak mengabariku dulu. Apakah ada sesuatu yang kulewatkan ?" Tanyaku kembali.

"Ck.. kau ini dimana tata kramamu Syila. Ada tamu bukannya dipersilahkan masuk, duduk, lalu dijamu malah kau hadang dengan berbagai pertanyaan." Protes Una. Aku rindu dengan mulutnya yang pedas.

"Yang melewatkan sesuatu itu kami. Bukan dirimu." Kali ini Talita yang angkat bicara.

Tanpa dipersilahkan merekapun menerobos masuk. Dasar mereka ini tamu macam apa coba.

Setelah saling bersapa dengan Ayah dan Ibu. Kini mereka menatapku horor.

"Jelaskan bagaimana ceritanya cincin itu bertengker manis dijarimu. Bahkan kau tak mengundang salah satu diantara kami !!" Una protes.

Mengerti arah pembahasan mereka. Aku hanya nyengir kuda. Aku lupa. Semalam aku memamerkan foto cincin ini kepada mereka di group WA.

"Setelah kau upload foto dengan caption dari pangeran tak berkuda lalu kau tak ingin menjelaskan sesuatu kepada kami. Hm ?!" Dea mengapa ikut-ikutan memojokkanku.

"Baiklah baiklah.. jangan memberondong pertanyaan yang memojokkanku. Aku sudah seperti penjahat saja."

Lalu Syilapun menjelaskan semuanya. Kini tiada lagi rahasia seperti yang ia lakukan ketika bersama Adji dulu.

1
Ovi Bungsu Umi
hallo kk, salam kenal jangan lupa ya mampir dikarya aku yang berjudul (LELAH)
Ana Novelista
Semoga makin sukses Thor Chengil 🌹🌹🌹
Chengil: makasih tehh aaamiin
total 1 replies
MommyAtha
balik kandang lah... punyaQ ttp disini
Chengil: loh udah pernah🤭🤭 kpan2 aku balik ke sini lagi. hihi sekarang merantau dulu
total 3 replies
Fenti
🥰🥰🥰
Chengil: mampir yaa😁
total 1 replies
Rini Antika
Aku mampir kak, Salken dr Pengorbanan Cinta, smg berkenan mampir jg ke ceritaku..🙏
Zed Analytical Number Nine
udah lama gak mampir, eh taunya udah end novelnya. tetap semangat ya Thor 💪🏻👏🏻 semoga sukses
Chengil: yaa sayang sekali. iya deh gpp. hihihi
total 4 replies
Elina zivana
mantap 👍👍👍👍
semangat terus Kak 💪
bolehlah ya kita saling mendukung.. hehehe 😊
kalau suka novel bergenre misteri atau thriller, jika berkenan mampir juga ya di karya aku.
judulnya: malam tadi.
Elina zivana: wah makasih banyak Kak
total 3 replies
Khalisah Rochman
mimpi kencan sm tuan saga 🤣🤣🤣🤣🤣 itulah knp aq gk bgitu suka cerita ttng CEO.... ngehalux tingkat dewa
Chengil: 🤣🤣🤣 gara2 tuan saga aku berhalu tingkat tinggi
total 1 replies
Khalisah Rochman
bgus kok thor.... gk kliatan amatiran mlah keren
Khalisah Rochman
keren thor.... penulisannya bgus, bahasax indah... nyaris tak ad typo... gk nyangka klo ini karya pertamamu thor, sking bgusx
Chengil: terima kasih dukungannya
total 2 replies
Khalisah Rochman
bgus ceritax.... ringan.... jdi lbih berasa dgn kehidupan coz tema sehari-hari,gk terlalu ngehalu....trus trng lbih suka cerita yg bgni drpd ttng CEO
Chengil: wahhh terimakasih. tapi nanti juga berujung CEO😄😄
total 1 replies
MommyAtha
thor.. balik kandang??
Chengil: wah di sebelah laris manis thu sama yg hot2. malah yg di beranda erotika semua🙃🙃
total 6 replies
Rini Haryati
ceriranya bagus
sukses
semangat
mksh
Chengil: mampir juga ki karya ku kedua di fizzo kak, dengan judul LOVE STORY PEWARIS DARAH BIRU
total 2 replies
Aris Pujiono
semangat syila
Yen Lamour
Chat aku dong kak, kirim linknya karena aku gak bisa dwnload app nya
Daerahku gak tersedia utk app nya
Yen Lamour: Diinbox kak😊
total 2 replies
Fenti
lanjut thor 🔥🔥
Aris Pujiono
Hahaha laura
Anita_Kim
Semangat Kak.
Nur Hidayah
Kak Author pinda lapak😭
Chengil: soalnya hpnya ga mendukung😂😂😂kebanyakan aplikasi. aku fokuskan untuk literasi dulu.

gimana aku maniskan, semanis gula jawa?😂😂😂


mual? muntah aja gpp?


susah kalo narsisnya keluar thu
total 5 replies
YouTrie
Lanjut kak author semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!