NovelToon NovelToon
Papa Merindukannya

Papa Merindukannya

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:166.6k
Nilai: 5
Nama Author: Anggraeni.arp

Cerita karangan fiksi
Awal bab memang bertele-tele, para pembaca harus sabar dan terus membacanya agar faham okey?

Kisah sepasang suami istri yang terpaksa harus berisah karena kesalah fahaman di malam kekacauan itu. Perusahaan besar sekalipun ternyata dapat lengah.

Ilona, ia adalah istri sang CEO yaitu Arthur. Ilona, melarikan diri dalam keadaan hamil, dan ia belum sempat untuk memberitahukan kabar baik ini pada Arthur.

1 tahun kemudian, setelah melahirkan Ilona kembali ke rumah Arthur, namun hanya untuk memberikan anaknya pada Arthur, tujuannya agar ia tau bahwasanya dirinya sudah memiliki seorang anak.

Singkatnya 9 tahun kemudian. Sang putra kecil Arthur pun telah tumbuh menjadi anak yang sangat genius terutama di bidang bisnis, yaps ia mewarisi kemampuan dari papahnya. namun rasanya di ultah kali ini ia merasa ada yang kurang yaitu kehadiran sosok seorang Ibu.

Nama anak genius itu adalah Afmar.

Bagaimana cara Afmar menemukan bundanya kembali?

Dari pada kepo baca yu... (・ω-)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggraeni.arp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 Akhirnya bunda memanggil

Tidak berselang lama setelah Ilona berteriak, seorang Suster keluar dari ruangan rawat Ilona dan langsung memanggil nama Afmar untuk segera masuk ke dalam menemui Ilona.

"Afmar? tuan muda Afmar!?" teriak sang Suster yang memanggil nama Afmar.

Afmar bergegas menghampirinya. "Kenapa? apakah ada suatu hal yang terjadi?"

"Tuan muda, mari masuk ke dalam, nyonya Ilona memanggil namamu." ujar sang Suster.

"Lalu bagaimana dengan saya?" tanya Arthur.

"Mohon maaf tuan Arthur, sebaiknya anda menunggu dulu di luar, karena nyonya hanya meminta ku untuk memanggilkan tuan muda saja."

"Papah... kau jangan bersedih, bunda akan segera memanggilmu, akan tetapi nanti... aku turut berduka untukmu papah... wle." ujar Afmar dengan drama gurauan nya.

Afmarpun masuk ke dalam ruangan Ilona, namun seketika wajah Arthur berubah menjadi datar.

Adira bersama teman-temannya Afmar tertawa melihat Arthur yang di nistakan oleh anaknya sendiri. "Ptfff... Hahahaha... hahahaha..."

Melirik dengan lirikan mata seorang sikopat. "Diam... !!! kalian ingin ku bunuh?"

"Et... paman, serem amat..." bisik Alex.

"Kita salah masuk kandang anak-anak..." jawab Adira yang juga berbisik.

"Pa... man... apa kita harus kabur?" tanya Misha.

"Jika kita kabur, pasti kita akan di kejar!" ucap Danis.

"Hey!" ucap Arthur yang memanggil.

Semuanya menghadap ke hadapan Arthur. "Siap..."

"Kalian sedang membicarakan apa? sudah duduklah."

"Huh... nyawa kita aman, anak-anak." gumam Adira.

Disisi lain ruangan, yaitu di dalam ruangan rawat Ilona.

"Permisi nyonya, ini saya sudah panggilkan tuan muda Afmar." ucap sang Suster.

"Terimakasih, apa boleh kami berbicara berdua?"

Sang suster berbicara di dalam hatinya. "Ini nyonya besar kok pake izin segala sih... padahal biasanya para orang kaya langsung main usir aja, emang bener-bener perempuan yang baik, astaga."

"Suster... kenapa bengong? itu di tanya bunda."

"Eh... iyah nyonya maaf, saya permisi." iapun bergegas pergi karna malu.

"Hahaha... suster yang tadi lucu yah bunda." Afmar tertawa melihat kelakuan sang sister yang begitu aneh.

"Iyah... papah, memberitahumu soal bunda yah?" tanya Ilona.

"Engga kok, malah awalnya papah mau mencegah." jawab Afmar.

"Kamu mendengar gosip para karyawan?" Ilona bertanya lagi.

"Hehehe... habisnya mereka manggil-manggil nama bunda sih, Afmarkan jadi kepo."

"Ish kamu nih." Ilona mengusap kepala Afmar.

"Ih bunda, jangan banyak gera dulu, nanti sakit lagi kepalanya."

"Engga kok sayang. Afmar, kenapa hati bunda masih belum tenang yah?"

"Bunda masih takut? masih trauma?" tanya Afmar.

"Hmm... sepertinya begitu, terus bunda harus bagaimana lagi?" wajah Ilona terlihat kebingungan.

"Emm... kalau begitu, dahulu jika bunda sedang merasa cemas ataupun yang lainnya, bagaimana caranya bunda untuk mengendalikannya, atau merasa jauh lebih tenang?" tanya Afmar.

Ilona mengingat sesuatu, dan tiba-tiba pipinya mulai berubah menjadi sedikit memerah. "Papahmu..."

"Hah! papah? memangnya pria kejam itu dapat menenangkan bunda?" ujar Afmar yang terkejut.

"Hmm... jika itu benar, memangnya kenapa?"

"Ya tidak ada masalah, hanya saja Afmar terkejut."

"Loh? kok kaget si?" tanya Ilona.

Afmar berbicara di dalam hatinya. "Bunda, tidak tau saja jika papah itu tidak pernah menenangkan ku adanya malah dia hanya bisa mengancam."

"Tidak apa-apa sih. Yasudah, sekarang bunda mau di panggilkan papah?"

"Heem..." jawab Ilona dengan wajah imutnya.

"Astaga... bundaku ini sangat manja dan juga imut, pantas saja papah mencintainya." gumam Afmar.

"Afmar, kamu bergumam apa?" tanya Ilona.

"Ah... tidak bunda, yasudah Afmar panggil dulu papah yah." Afmar seketika menjadi salah tingkah.

Afmar pun bergegas pergi keluar ruangan Ilona untuk memanggil Arthur. Ia berpura-pura memasang wajah sedih saat keluar.

"Papah..." ujar Afmar.

Bergegas berdiri. "Kenapa? ada apa dengan bunda? apa harus papah panggil dokter?"

"Papah, gak usah panik gitu, bunda gapapa kok. Afmar, cuman sedih."

"Kenapa?" tanya Arthur.

"Bunda, memanggilmu untuk ke dalam, aku sangat sedih."

Arthur kesal dengan sandiwara yang Afmar berikan padanya, akhirnya iapun memutuskan untuk menyentil kening Afmar sebagai hukuman. "Kau! jangan membuatku kesal!"

"Aw... papah! sakit tau." ujar Afmar yang mengeluh.

"Siapa yang ajarkan kamu untuk berekting seperti itu?" tanya Arthur tegas.

"Siapa lagi jika bukan kau!"

Arthur mengingat sesuatu, "Oh iya... yasudah, ayo kita masuk."

"Astaga... kau ini sangat aneh!" ucap Afmar.

"Aku ini papahmu! turuti saja." Arthur bergegas masuk ke dalam ruangn.

"Aku sedikit bingung dengan hubungan ayah dan anak yang satu ini." ucap Adira.

"Akupun." teman-teman Afmar serentak menjawab dengan raut wajah yang sama kebingungannya.

Arthur bersama Afmar pun bergegas masuk ke dalam ruangan rawat Ilona.

"Bunda... kami datang." ucap Afmar yang mendekat ke ranjang Ilona.

Ilona menatap mata suami dan anaknya dalam-dalam, ia langsung menggegam tangan Arthur dan Afmar bersamaan. "Tetaplah disini, tetaplah disini."

"Tenanglah Ilona!" ucap Arthur.

"Aku takut Arthur... aku takut, pegang tangan ku! pegang tangan ku!" Kedatangan Arthur ke dalam ruangan membuat Ilona sedikit syok lagi, karena pada saat kejadian itu Arthur tidak berhasil menggenggam tangannya.

"Bunda! bunda! lihat Afmar!" Serunya.

Ilona melirik ke arah Afmar.

"Bunda, tenanglah disini ada Afmar dan papah, bunda jangan hawatir, kami disini." ucap Afmar dengan air mata yang mulai bercucuran.

"Afmar..." gumam Ilona.

"Lihatlah, anakmu menangis karena perbuatan mu. Apa yang di katakan Afmar benar, sekarang kami disini akan selalu melindungimu, sebaiknya kamu tenang." Arthur memeluk Ilona dengan satu tangan.

"Pa-pah... jangan salahkan bunda, hua~" ujar Afmar.

"Afmar... maafkan, bunda." bisik Ilona.

Afmar naik ke atas ranjang Ilona. "Bunda... bunda gak salah kok."

"Umm... iyah, Afmar jangan nangis lagi yah, yaudah gini deh papah sama Afmar mau gak peluk bunda?" tanya Ilona dengan senyuman tipis.

"Mau dong!" seru mereka.

"Umm... peyuk sini peyuk..." Ilona melepaskan genggamannya dan membuka lebar-lebar tangannya untuk memeluk suami dan anaknya.

Afmar bergegas memeluk Ilona. "Hua... bunda, Afmar sayang bunda."

"Adudu... iyah-iyah, bunda juga sayang Afmar, tapi pelan-pelan dong peluknya." ujar Ilona.

Arthurpun ikut memeluk Ilona dengan berlahan di sampingnya. "Seperti ini Afmar, hati-hati memeluknya sebab keadaan bundamu masih sensitif."

"Iyah papah, ini juga pelan kok." tetapi kelihatannya Afmar memeluk Ilona sangat erat.

"Hahaha... sudah tidak apa-apa, yang sakitkan kepala sama kaki bukan badan." jawab Ilona.

"Kamu ini ngeyel Ilona."

Ilona menatap mata Arthur. "Wle... tidak apa-apa, Arthur aku mohon bantulah aku untuk menenangkan diri."

"Iyah sayang, aku pasti akan membantumu untuk bangun dari rasa ketakutanmu itu." jawab Arthur.

"Ish... jangan sayang-sayangan di depan Afmar!" seru Afmar.

"Kenapa? kau sirik?" tanya Arthur.

"Ya tentu saja! dia bundaku!" memeluk dengan erat.

"Hahaha... tolong, aku di perebutkan oleh dua orang pangeran." ucap Ilona yang terhibur dengan tingkah laku suami dan anaknya.

🌻🌻🌻

...♥Bersambung..... lanjut baca Bab 28 yah! makin kepo ga nih?, Jangan lupa untuk terus suport, dan selalu berikan dukungan terbaik Kalian.♥...

Para pembaca boleh koreksi di kolom komentar

Jangan lupa buat like + vote setiap hari senin + favoritづ ̄ ³ ̄)づ

Tetap pantengin terus bab-bab selanjutnya yah.

Jangan lupa mampir ke Novel baru Author yah❤

Judulnya : Cinta Dalam Balas Dendam

1
Indah Rohmiatun
bukti sudah ada ,itu namanya slingkuh arthur
Indah Rohmiatun
kelamaan thor
Windi
maless gmpang banget maafin , terserah lah cukup sampai disini aja baca'y
Muhibbah
lanjut tor 💪👍
Arp: Mampir yu kek Novel baru boleh liat di profil atau cari yang judulnya Cinta Dalam Balas Dendam🙏🖤
total 1 replies
Almahyra
Rp
re
Next
Dewi Yulianti
Lanjut thiur
~🌹eveliniq🌹~
nyicil baca lg ya support selalu
Arp: Mee to
total 1 replies
Yuli Yulianti
Novita si ulat bulu nggak tau malu emang
Arp: Suka banget sama kak Yuli ini. Selalu suport, terimakasih kak sudah membuat saya tambah semangat buat up
total 1 replies
Mystorios _ Writer
udah mampir kak, di tunggu jejaknya di Menikah dengan Tuan Ares☺
Saae
Masuk rak kak,, bacanya nyicil ya..

Salah dari malaikat tak bersayap..
Yuli Yulianti
Novita mau nya cepat dibasmi biar nggak gatal
Arp: Assiap... tunggu up bsk yah, soalnya author baru sembuh nih.
total 1 replies
Yanny Rinata
semangat thor
Arp: Makasihhh kakak
total 1 replies
Yuli Yulianti
jgn sampai keinginan Novita tercapai Thor ..Bima bodoh mau aj diperalat si ulat bulu coba tundukan novita dgn cara mu
Arp: Siap laksanakan
total 1 replies
Laila Nabilah
next ya kakak semngt
Arp: alhamdulillah, pasti kak
total 1 replies
~🌹eveliniq🌹~
hadir memberi support selalu
Arp: Terimakasih kak eveliniq...
total 1 replies
Arp
Novel ini semoga semakin besar, dan author dapat menciptakan karya lebih bagus lagi, dan noveltoon dapat menanggapinya dengan baik seperti penulis lain yang mendapatkan penghasilan begitu tinggi. aamiin
Ihsan.MIM
rumah sakit
Arp: Rumah Dari cinta kita
total 1 replies
Whya Fajria
masa gk ada fotonya mamanya dlm rumah kak
Arp: Gapapa kak, terimakasih.
Karna awalnya Arthur udah putus asa buat nyari keberadaan istrinya semenjak pertemuan kembali, Ilona bilang jangan kejar aku dengan alasannya, namun setelah pertemuan pertama kalinya lagi setelah 10 thn, Afmar berusaha untuk mempersatukan mereka kembali
total 3 replies
Whya Fajria
permisi kak aku mampir ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!