Ferya gadis cantik berambut hitam, bermata indah dengan tatapan teduhnya. Dia tumbuh menjadi gadis ceria penuh dengan senyum, untuk menutupi sebuah rahasia dan sifat aslinya.
Dia memiliki kekasih bernama Andrian yang memiliki dendam besar dibalik cinta palsunya. Untuk membuat Ferya hancur dua hari sebelum hari pernikahannya dia dijebak oleh adik dan kekasihnya sendiri,yang membuatnya menunjukan sifat aslinya yang dingin dan angkuh.
Suatu hari pertemuanya dengan seorang pria yang memaksanya membuka hati untuk menerima cinta tulusnya mengubah segalanya. Hingga sebuah tragedi kelam di masalalu terbongkar membuatnya pergi lalu kembali dengan penyesalan dan harapan akan sebuah cinta.
Mari ikuti kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anna Indriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Anak dan papah sama saja
Terlihat saat ini Arka dan Ranya sedang berdebat karena sedari tadi Ranya tidak mau istirahat dan hanya mengganggu pekerjaan suaminya saja.
"Sayang tidurlah aku ingin bekerja," perintah Arka yang sudah terlihat frustasi menghadapi istrinya.
"Aku tidak akan bisa istirahat sebelum Raya sadar," jawabnya lalu duduk disofa samping suaminya.
"Baiklah terserah kamu saja, tetapi tolong jangan ganggu aku bekerja." ucap Arka dengan memohon.
"Memangnya sedari tadi aku mengganggumu?" tanya Ranya dengan galak.
"Tentu saja dari tadi kamu hanya mengomel tanpa henti yang membuatku tidak konsentrasi dalam bekerja," jawabnya tanpa melihat jika istrinya telah mengeluarkan taring harimaunya.
"Siapa yang menyuruhmu bekerja saat putriku sedang sakit ha," bentak Ranya lalu dengan cepat merampas ponsel suaminya dan melemparkannya dengan keras hingga mengenai tembok hingga hancur.
Terlihat saat ini Arka sedang menahan amarahnya, karena sejak dulu dia memang tidak pernah membentak ataupun berbuat kasar pada istrinya. Dia hanya bisa mengusap wajahnya dengan kasar.
"Baiklah sayang tenangkan dirimu," ucap Arka dengan lembut.
"Tenang bagaimana, kau bahkan lebih mementingkan pekerjaan dibanding putri kita," ucapnya dengan galak.
"Jangan galak-galak nanti aku makin sayang lho," goda Arka dengan senyum manisnya.
"Haha...... Gombalannya receh banget tuan," sinis Ranya.
"Ya suka hatiku yang penting aku senang," ucapnya dengan santai.
"Terserah kamu," ucap Ranya lalu melemparkan bantal sofa pada suaminya. Kemudian dia berdiri dari duduknya ingin merebahkan dirinya, namun baru saja dia ingin melangkah kan kakinya pintu diketuk oleh seseorang.
Tok....tok.....tok.....
Ceklek pintu dibuka oleh Ranya dan melihat Ferya sedang berdiri didepan kamarnya dengan tersenyum.
"Mah apa aku mengganggu?" tanya Ferya dengan sopan.
"Tidak sayang," jawab Ranya dengan membalas senyuman Ferya.
"Ada apa sayang?" tanya Arka
"Raya sudah sadar sekarang mah," jawabnya yang membuat. Ranya tersenyum bahagia.
"Benarkah sayang, kalau begitu ayo kita kesana," ucap Ranya dengan bahagia lalu segera melangkahkan kakinya ke kamar Raya.
"Raya sayang," teriak Ranya dan langsung memeluknya.
"Uhuk....uhuk.... Mamah aku tidak bisa bernafas," ucap Raya pura-pura memelas.
"Ahh sayang jangan bohongi mamah," ucap Ranya dengan senyum bahagia.
"Kamu baik-baik saja kan sayang?"tanya Arka lalu memeluk putrinya.
"Aku okay pa," jawabnya singkat dengan senyuman.
Ranya berbalik dan melihat Ferya dibelakangnya lalu memeluk nya dengan erat.
"Terima kasih sayang kamu telah membuat anak mamah kembali," ucapnya dengan bahagia lalu melepaskan pelukannya.
"Iya sayang papah bahagia memiliki menantu seperti mu, bukan menantu tapi kami sudah menganggapmu putri kami sendiri," ucap Arka dengan memeluk Ferya.
Tak terasa air mata Ferya menetes. Haru dia rasa karena selama ini tidak pernah mendapatkan pelukan hangat dari orng tuanya.
"Kenapa kamu menangis sayang?" tanya Arka dengan lembut.
"Aku bahagia pah, sangat bahagia. Selama ini aku tidak pernah mendapatkan pelukan hangat dan kasih sayang seperti ini," ucapnya dengan senyuman manisnya.
"Jangan menangis sayang, mulai sekarang kami akan memberimu kasih sayang yang tidak pernah kamu dapat sebelumnya," ucap Ranya dengan lembut yang semakin membuat Ferya terisak.
Melihat mamah dan papah nya memeluk istrinya ada rasa tidak rela dihati Rafey karena dia sendiri belum pernah memeluk istrinya itu.
'Shit bahkan aku belum pernah memeluknya bahkan dia tidak menganggapku sama sekali,' umpatnya dalam hati.
Dengan cepat Rafey melangkahkan kakinya mendekat ke arah Ferya yang sedang dipeluk papahnya itu dan langsung menariknya dengan paksa.
"Jangan memeluk istriku," ucap Rafey dengan tegas pada papahnya lalu memeluk pinggang Ferya dengan posesif.
"Astaga anak ini, memeluk menantuku saja tidak boleh," gerutu Arka
"Papah kan sudah punya mamah, jadi peluk mamah saja sana," ucap Rafey dengan tatapan tajamnya kepada papah nya.
"Mau papah colok tuh mata," ucap Arka dengan melotot dan langsung mendapatkan pukulan dari istrinya.
Plak.... Ranya memukul lengan Arka dengan pelan.
"Awas ya kalau berani kamu ngelakuin itu ke Rafey," ucap Ranya dengan galak.
"Sayang aku kan hanya memeluk menantuku saja masa tidak boleh," ucapnya dengan wajah memelas.
"Tidak, dia hanya milikku," ucap Rafey dengan tegas.
"Terserah, paling kamu juga tidur sendiri lagi kok," ketus Arka.
"Tidak akan," jawab Rafey dan langsung memberikan tatapan tajam kepada Ferya yang berada dalam pelukannya.
"Apa kamu," ucap Ferya dengan melotot.
"Jangan gitu sayang, nanti aku makin cinta loh." ucap Rafey dengan menggoda.
"Cih jangan harap aku mau tidur denganmu ya," ketus Ferya dan berusaha melepaskan dirinya dari Rafey.
Melihat putranya itu memeluk Ferya dengan pesesif membuat Arka ikut memeluk Ranya dengan pesesif juga.
"Cih anak dan papah sama saja, ingat umur," sindir Ranya.
"Biarkan saja," ucap Arka tidak peduli.
"Haha.... Ingat umur pah ngga malu sama menantu papah," sindir Rafey.
"Biarkan saja sekarang papah mau istirahat dulu, ayo sayang," ajak Arka.
"Cih aku juga mau istirahat, ayo sayang," ajak Rafey pada Ferya namun dibalas dengan tatapan tajam dari Ferya.
"Aku tidak mau tidur sekamar sama kamu," tegas Ferya yang membuat Arka terkekeh.
"Haha.... Rasain tuh," ucap Arka penuh kemenangan.
"Cih siapa juga yang mau tidur denganmu, tidur dikamar sebelah aja sana," ketus Ranya.
"Hahaha...... Kasihan sekali kalian, jadi kita sama dong," ucap Fathan yang baru membuka suara dengan tawa kencangnya.
"Sayangg,,,,,,," ucap Arka dengan memelas.
"Tidur sendiri sana," ucap Ranya dengan tegas yang membuat Arka pasrah.
"Haha.... Lanjutkan mah, kak." ucap Raya mendukung mamah dan kakak iparnya.
"Apaan sih kamu, bukannya mendukung kita malah mendukung mereka, benarkan pah," ucap Rafey dengan sinis.
"Iya tuh menyebalkan," gerutu Arka lalu mendudukan tubuhnya disofa kamar itu diikuti oleh Rafey.
"Ngga papa pah, kak kita sekarang sama." tawa Fathan semakin kencang.
Bugghhhh...... Rafey dengan kesalnya melemparkan bantal sofa pada Fathan yang sedari tadi mengejeknya. Namun tidak mengenainya karena dengan cepat Fathan mengelak.
"Wek ngga kena," ucap Fathan sambil menjulurkan lidahnya meledek kakak iparnya itu.
'Shit awas kau Ferya, aku akan membuatmu mengucapkan janji suci secepatnya.' batin Rafey memandang sinis kearah Ferya.
"Ngga usah ngeliat aku seperti itu," ucap Ferya yang melihat Rafey memandangnya dengan sinis.
"Cih sekarang kamu bisa nolak lihat aja nanti aku akan menjeratmu selamanya dalam ikatan pernikahan," ucap Rafey namun tidak dipedulikan Ferya.
Mohon dukungannya teman-teman🙏
masa iaya lansg judge pengkhianat aja... hanya karena satu adegan yang blm tentu adalah alami ... itu rekayasa okey ...