NovelToon NovelToon
Teman Kakak Ku

Teman Kakak Ku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Patahhati / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Octaviandri23

18+

Milly hanya bisa memendam perasaannya terhadap seorang pria tampan yang merupakan teman kakaknya sendiri.

Pria itu dingin, sulit digapai. Pria yang irit bicara. Dan hanya kepada Milly pria itu bersikap tak acuh.

Hingga suatu ketika Milly mulai menyerah akan perasaannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Octaviandri23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Akhir Penantian

Happy reading guys..

.

.

.

"..karena kamu milik ku, Milly."

Seperdemikian detik mereka hanya saling menatap. Di satu sisi El tampak gelisah, melihat Milly masih terdiam ditempat, tidak pula mengeluarkan satu katapun padanya.

Tak lama El melihat reaksi pertama di wajah Milly, gadis di depannya melempar senyuman, namun bukan sebuah senyuman lembut melainkan senyuman hambar. Dan manik hitam Milly memendarkan kepiluan disana.

"aku milik kakak ? kakak lagi belajar stand up comedy ya ? itu kurang lucu kak,"

El tercengang, lalu Milly melanjutkan ucapannya.

"malam ini kakak bilang kalo aku milik kakak, besok perempuan lain akan kakak akui juga sebagai milik kakak.."

"..atau mungkin sudah ada perempuan lain yang sudah kakak akui sebagai pacar kakak.."

"..gitu aja terus, sampai dunia kiamat." Terang Milly panjang lebar. Terdengar nada Milly bergetar sendu.

"Mil, aku-"

Milly memotong ucapan El, "tolong kak kalo ngomong sama aku ditelaah dulu dengan baik dan benar. Jangan asal ngomong.."

"..aku bukan lagi anak kecil, yang masih bisa dibohongi oleh orang semacam kakak. Kepala ku sudah bisa mencerna kata ungkapan dan hati ku juga sudah mengenal sebuah perasaan.."

"..mending kakak cari perempuan lain yang mau diperlakukan sesuka hati. Kalo begini terus aku makin nggak sanggup kak."

Perlahan Milly mendorong bahu El, membuat jarak, lalu Milly melewati El yang masih terpaku di tempat.

Sudah saatnya Milly akhiri ini, mengakhiri perasaannya pada El. Keinginannya untuk pergi meninggalkan pria itu semakin bulat.

Katakan saja Milly pengecut, Milly mengakui itu.

Namun kalau ia masih bertahan disini, Milly tidak akan tahu sampai kapan hatinya bisa merelakan El. Setelah mengungkapkan semua kepiluannya, bukan rasa lega yang ia dapatkan. Justru Milly semakin perih, bahkan raut wajah El terlihat terpukul, Milly semakin tidak mengerti dengan pria dihadapannya ini.

Bagaimanapun El harus tahu apa yang ia rasakan selama ini. Milly hanya berharap El bisa mengerti perasaannya, hanya itu. Karena Milly sudah tidak bisa lagi mengharapkannya seperti dulu.

Ketika Milly melangkah untuk meninggalkannya, Milly merasakan bahunya ditarik kuat, lalu didorong kuat hingga bersender ke dinding pembatas dapur. Milly terkejut mendapati wajah El berubah gusar, bahunya dicengkram kuat, namun Milly tidak merasakan rasa sakit.

Ia amati wajah gusar itu, manik coklatnya berpendar luka, seolah berkata 'seharusnya tidak seperti ini'. Bahkan cengkraman El menandakan jika ia tidak ingin Milly pergi meninggalkannya.

"selama ini aku sudah mati-matian menahan diri. Aku berusaha untuk tidak melewati batasan ku, kepala ku selalu mengingatnya dengan keras bahwa aku tidak boleh melakukan lebih dari ini dan itu, tapi hatiku semakin sakit memenuhi semua aturan itu.."

El menipiskan bibirnya, menahan geram dengan kuat. Jemari El bergerak untuk terus mencengkram bahu Milly.

"..dan ini balasan untuk ku dari semua yang telah aku lakukan untuk mu selama ini, melupakan ku dan meninggalkan ku dengan perasaan ku yang selalu kacau dipenuhi oleh mu.. tidak Mil. Tidak akan aku biarkan kamu melakukan ini semua padaku. Kamu nggak bisa seenaknya padaku, kamu harus bertanggung jawab."

Getaran tubuh El dirasakan oleh Milly melalui cengkraman dibahunya. El melepaskan cengkramannya dan diganti dengan mencengkram rambutnya dengan kuat.

El menempelkan dirinya di sisi meja, menahan bobot tubuh El yang terlihat ingin jatuh. Hal tersebut memicu Milly mendekati El, mengawati garis wajah El seperti benang kusut.

"apa maksud kakak tadi ?" cicit Milly masih mengamati wajah El yang tertunduk.

"apa maksud kata 'aturan' yang kakak bilang barusan ?"

El tidak menjawab, belum saatnya El mengatakan yang sejujurnya pada Milly.

Dan sebelum itu terjadi, El akan menghalaunya dengan segala cara. Meski dengan cara licik sekalipun.

"intinya kamu itu milik ku Milly. Aku nggak mau liat kamu sama Nathan lagi, aku nggak mau kamu pergi kemana mana. Aku sudah membiarkan mu sebebas mungkin, dan sekarang sudah saatnya semua orang tau kalo kamu adalah milik ku.."

"..don't ever think for leaving me baby, coz you're mine now, till the end.."

"..i love you so bad, Milly.."

El bangkit, ia merengkuh pinggang Milly dengan satu tangannya, dan satu tanganya lagi menangkup pipi Milly.

Tubuh Milly seolah memaku melihat wajah El yang telah memiring sembari mendekat ke arah wajahnya.

Dan tak lama sesuatu hangat dan kenyal menyentuh bibir MIlly, El kembali mencium bibirnya untuk kedua kalinya.

Sekali lagi pikirannya berjuang keras untk menyadarkan Milly agar ia segera menghentikan kegiatan mereka saat ini. Kejadian yang sudah-sudah membuka pikirannya, Milly akan kembali patah hati akan sikap El yang akan berubah lagi seperti cuaca.

Meski demikian hal tersebut bertolak belakang dengan gejolaknya, jantungnya terus bertalu kencang, Milly terhanyut dengan ungkapan perasaan El serta ciuman hangat yang El berikan padanya.

Pikiran Milly kembali kalah melawan perasaannya, Milly mulai membalas ciuman El dengan lumatan lembut seperti El lakukan padanya.

Bahkan Milly melingkarkan kedua tangannya di bahu El, kedua kakinya berusaha berjinjit menyamai tinggi El.

Sadar jika Milly kesusahan meraihnya, El mengangkat tubuh Milly lalu membalikkan posisi mereka sehingga El dapat mendudukkan Milly di atas meja makan.

Milly melirik ke arah meja makan, belum lama ia melihat posisi alat makan serta box makanan disana El menarik dagu Milly lalu kembali mencium bibirnya, karena posisi mereka sangat pas El memberanikan diri untuk meraup bibir Milly dengan rakus. Kedua tangan El terus merengkuh dan memeluk tubuh kecil itu begitu erat, seolah El tidak ingin melepaskan Milly begitu saja.

Milly berusaha keras untuk membalas lumatan El, namun tenaganya tidak sekuat El, Milly mencoba untuk mendorong bahu El dengan perlahan sembari menarik bibirnya menjauhi El.

Setelah berhasil terlepas Milly meraup oksigen sebanyak mungkin.

"maaf Mil. Aku khilaf," cicit El merasa bersalah, ibu jarinya mengusap bibir Milly yang membengkak akibat ulahnya.

Berhasil mengatur nafasnya, Milly menggeleng singkat. "tidak apa-apa kak."

Beberapa saat Milly berdeham.

"jadi, hubungan kita apa kak ?"

El menyeringai menggoda, "kamu maunya apa ?"

Milly memalingkan wajahnya, semburat merah terlihat oleh manik coklat El. El mendengus geli.

"kamu milik ku, sayang. Begitupun aku juga milik mu."

Milly menatap wajah El dengan tatapan ragu.

"benarkah ? apakah besok aku akan mendengar lagi kalo kakak tidak akan mengakui perasaan kakak padaku di depan teman-teman kakak ?"

"no baby.. itu tidak akan terjadi lagi. Aku janji sama kamu." El menangkup pipi Milly, wajahnya terlihat serius, cukup meyakinkan Milly jika El akan menepati janjinya. Milly tersenyum simpul, membuat El bernafas lega.

"kalo kak Adit, gimana ?" tanya Milly lagi, El tampak berfikir.

"give him surprise. Untuk sementara dia nggak perlu tau dulu tentang hubungan kita."

"kenapa kak ? apa-"

"jangan berfikir negatif dulu." El langsung memotong ucapan Milly, "Adit sedang sibuk memperkenalkan Karmila padamu, sepertinya Adit serius menjalin hubungan dengan Karmila. Sementara kita jangan ganggu pikirannya dulu, aku harap kamu paham maksudku."

Terdengar masuk akal, Milly mengangguk paham. Kemudian mereka saling melempar senyum.

El sangat tahu menyembunyikan hubungan nya pada Adit akan berdampak buruk ke depannya.

Namun El akan hadapi itu, demi Milly El akan lakukan apapun untuk gadis nya.

Dan mulai malam ini, adalah awal dimana El dan Milly mulai merajut kisah cinta mereka.

**********************************

1
Gladys Harlida
kereeen👍 dari 2025 balik lagi kesini setelah berapa tahun. sungguh romansa masa muda yang indah, penuh perasaan sekaligus menggebu2, liar & sex*y diselingi background problematika keluarga. semua plot & tokoh digambarkan dengan realistis & natural. bukannya saya mensupport se*x pranikah ya.. tapi romantika macam ini akan terkenang indah & manis kelak hingga puluhan tahun menikah. dan bagusnya El & Milly konsisten sampai nikah walau El itu tipe bad boy hot sih sampai dia punya anak gadis.. plus nya dia setia aja. se-noveltoon saya paling suka cerita ini. 😍
Muna Junaidi
😍😍😍
sakura
....
Ran Aulia
Terimakasih kak, ceritanya bagus.👍👍👍😍😍
Riri
oh, tenang El, q berhasil LDR-an 6 tahun, sekarang anakq Uda sepasang...
May Keisya
🤣🤣🤣🤣
May Keisya
😭😭😭😭😭
May Keisya
knp jadi gitu😭😭😭
May Keisya
🤣🤣🤣🤣
May Keisya
jawaban yg sgt bagus🤣🤣🤣
May Keisya
gubrak 🤣
May Keisya
🤣🤣🤣
May Keisya
sadis amat🤣
May Keisya
🤣🤣🤣
May Keisya
gubrak😂...tidak sesuai ekspektasi 🤣
May Keisya
lah kan hp Milly di pasang GPS ma Adit...bkln ketauan
May Keisya
ganggu nih org🤣🤣🤣
May Keisya
yg anteng ya dit😂
May Keisya
ya ampuuun 😂😂😂🤣...PD ngintip toh🤣
May Keisya
ih ga kebayang bau keinget🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!