"Nyebelin! Padahal udah kukerjakan dengan baik. Huh!!!" ~ Rika Sanders.
"Salah! Ulangi! Ini juga ulangi semuanya!" ~ Steven Oscar.
Pria tampan yang kaya namun memiliki sikap sombong dan perfeksionis membuat semua pelayan enggan bekerja dengannya. Lalu bagaimana seorang wanita bernama Rika dapat bertahan dengannya?
NB:
Please Vote if you like it because one of your vote are so precious to me
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cibbyone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28
Madam Giselle memang bahagia kalau cucunya mendapatkan calon istri maksudnya calon tunangan. Daripada tidak sama sekali, hanya saja.. pria itu khawatir kalau Madam Giselle merasa pria itu tidak menghargainya neneknya itu karna Madam Giselle juga suka dengan Flo. Florensia Edgar! Wanita itu adalah model terkenal yang diidamkan banyak laki-laki sayang wanita itu menolak pria lain selain Steven. Wanita itu pandai bersandiwara sehingga Madam Giselle terkecoh, baiklah terserah saja yang penting pria itu sekarang harus mencari cara.. Cara untuk memberitahukan kabar yang baru didapatinya kepada Rika.
&&&
"Heer (panggilan tuan dalam bahasa jerman), aku sudah mengawasinya dari tadi. Dia memang Nona Rika Sanders yang selama ini hilang." ucap seseorang kepada Jason Sanders. "apa kataku? Meskipun dia sudah mewarnai rambutnya, aku tetap bisa mengenali putriku sendiri!" seru Katherine kepada Jason Sanders. "Lihatlah perbuatanmu 3 tahun lalu, dia jadi tidak ingin mengenali kita lagi." sentak Katherine dengan nada ketus. "Aku tau, makanya aku ingin dia kembali kepada kita." ucap Jason Sanders ringan lalu meneguk minumannya. "Donna, aku ingin kau membantu mempelai wanita menyiapkan pestanya di Jerman. Tawarkan kepada mereka restoran dan hotel kita dan kalau perlu sponsori saja." ucap Jason Sanders dengan nada tegas kepada seseorang yang tadinya melapor kepadanya tentang Rika. "Baik, Heer." jawab Donna singkat lalu sedikit menunduk.
"Mama, aku sudah menemukan Rika, ternyata dia benar-benar pergi ke London seperti perkiraanmu." seru Katherine Sanders dalam telepon. "ya.. hmm.. aku akan membawanya ke indonesia kalau bisa ya nanti tapi bukan sekarang." ucap Katherine dengan nada kecil di telepon.
Tujuan Jason Sanders mensponsori restorannya di Jerman hanya karna satu alasan, Rika. Jason Sanders tentunya tau pasangan Rika malam itu adalah Steven Oscar, cucu Count William yang adalah teman baik dari keluarga Edgar. Tanpa diragukan, Edgar pasti mengundang keluarga Oscar. Jason Sanders memang memiliki simpanan 3 tahun lalu, setelah menyimpan simpanan itu selama setahun, Katherine sempat sedih dan sakit hati bahkan ingin minta cerai sehingga Rika disuruh untuk kabur saja daripada harus melihat keadaan keluarganya yang hancur begini. Namun sayangnya wanita simpanan Jason Sanders ternyata adalah wanita picik yang telah selingkuh dengan pria lain dan hal itu membuat Jason Sanders marah lalu akhirnya mengakhiri hubungannya dengan wanita itu. Karma memang selalu ada, Jason Sanders pun akhirnya berbalik kepada istrinya sendiri Katherine dan sedang dalam masa mencari putri mereka yang ternyata baru saja ditemukan.
"hai Sam, William lama tidak berjumpa dengan kalian!" seru Jason tersenyum ketika berjalan menemui Count William yang sedang duduk di sofa berhadapan dengan Sam Edgar yang sedang duduk dengan Berta dan Andy. "halo jason, kudengar kau ingin menawari pernikahan cucuku di restoranmu?" tanya Sam sambil tersenyum menatap Jason yang duduk di sofa samping Count William. "iya.. kan pas sekali pernikahannya di jerman jadi kusarankan saja ke restoranku." jawab Jason dengan nada santai. "oh tentu, sebenarnya kami baru akan menghubungimu tentang itu berhubung kau punya banyak restoran dan hotel di Jerman." jawab Sam Edgar santai sambil tersenyum kecil. "bagaimana menurut kalian?" pertanyaan itu ditujukan oleh Sam Edgar pada sepasang pengantin yang duduk di sampingnya. "tidak masalah." ucap Andy singkat. "oke.. kuserahkan padamu ya Jason. William, kau wajib ikut ya bawalah istrimu dan cucumu." seru Sam bersemangat dan Count William pun langsung menelepon Steven pada saat itu juga.
&&&
"Pria keparat? Kumohon jangan menyebutnya seperti ini kalau kau tidak ingin menemaniku!" sentak Flo sambil memeluk lengan pasangannya. "kau menyalahkanku?" tanya Steven dengan nada ketus. "Aku akan memaafkanmu kalau kau mau menari denganku. Ayolah! This is masked party, tidak ada yang akan mengenalimu!" seru Flo lalu melepaskan lengannya dari pasangannya dan menarik lengan Steven. "Hey!" seru Steven namun dia tidak bisa menolak lagi karna Flo sudah menariknya di area tempat orang menari. "jadi.. shall we?" ucap pasangan Flo sambil mengulurkan tangannya. "em.. tidak, aku baik-baik saja." ucap Rika menolak untuk menari bersama pria itu. "atau kau mau minum saja?" tanya pria itu lagi. Astaga Rika merasa risih dengan pria itu entah kenapa tapi pria itu tampaknya ingin mencari perhatiannya sejak Flo menari dengan Steve. "tidak terima kasih." seulas senyum paksa diberikan pada pasangan Flo namun tampaknya pria itu sama sekali tidak keberatan dan malah pergi ke meja bar untuk memesan minuman. Rika pun mengabaikannya dan terus terdiam di tempat sambil melihat orang yang menari.. "kapan sih mereka bertukar pasangan?" gumam Rika dalam hati. Entah kenapa hatinya terasa berat membiarkan pria itu menari dengan wanita lain. Sebenarnya bukan wanita lain, Rika kesal dengan Florensia. Wanita itu seperti wanita murahan yang akan bersama siapapun.
Sesaat kemudian, pasangan Flo sudah berdiri di samping Rika dan menawarkan gelas berisi.. bir? atau entahlah, Rika tidak tau apa itu. "tidak terima kasih." ucap Rika segan tanpa tersenyum dan hanya menoleh ke gelas yang disodorkan lalu ke arah orang menari. "ayolah, hanya seteguk atau mungkin segelas." desah pria itu. "aku tidak menerima minuman dari orang yang tidak kukenal." ucap Rika dengan nada datar. Rika memang sedikit kesal, pria memakai topeng yang bersama Florensia ini mirip saja dengan Flo yang akan menggoda wanita manapun.