Kisah cinta antara 2 insan yang berbeda agama, akankah bertahan selamanya?
Kisah ini mengisahkan tentang seorang pria Kristen yang jatuh cinta dengan wanita Muslim, mereka berjuang mempertahankan cintanya untuk bisa sampai pelaminan, namun rintangan dan ujian terus-menerus menerpa hidup mereka, ditambah dengan restu orang tua yang sulit sekali mereka dapatkan.
Bagaimana akhir kisahnya? Apakah mereka berhasil sampai pelaminan atau justru cinta mereka kandas di tengah perjalanan?
Mari saksikan kisah cinta mereka..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissKa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 28
"Trus kenapa kamu gak mau lepas kalung itu? karena itu dari Dio kan makanya gak mau kamu lepas?" kata Julian.
"Iya! Emang karena ini dari Dio dan Trya! Mereka sahabat aku, mereka berharga banget buat aku. Mereka lebih dulu kenal aku daripada kamu. Mau apa kamu?" jawab Kiana dengan nada agak tinggi.
"Jadi Dio jauh lebih berharga dari aku?" ucap Julian kesal.
"Aku gak bilang gitu, aku gak suka ya kamu kaya gini. Dio sahabat aku, jadi jangan kamu campur aduk antara persahabatan dan percintaan. Beda!" jawab Kiana.
"Yaudah kalau gitu lepas kalungnya!!" kata Julian.
"Gak mau!" balas Kiana.
Julian pun melihat tangan kiri Kiana, ada sebuah gelang terpasang disana.
"Terus ini gelang dari siapa? dari Dio juga?" lanjut Julian.
"Bukan, ini dari Betran." ucap Kiana.
"Ya ampun Kiana, kamu kenapa sih gampang banget nerima sesuatu dari laki-laki lain?" kata Julian.
"Kenapa sih? Betran temen aku, dia juga ikhlas kok ngasih buat aku. Apa yang salah dengan nerima hadiah ulang tahun?" Kiana ngeyel.
"Kamu tuh ya, kaya perempuan murahan tau gak!" ucap Julian kesal.
"Apa kamu bilang? aku kaya perempuan murahan? jahat ya mulut kamu!" jawab Kiana sambil berdiri.
"Kamu nonton sendirian aja, aku mau pulang. Males aku nonton sama kamu." lanjut Kiana.
Julian pun segera menarik tangan Kiana.
"Bukan gitu maksud aku, aku minta maaf atas perkataan aku. Aku mau kasih kamu ini, aku harap hanya ini yang kamu pakai." Julian berusaha menjelaskan.
"Aku sakit hati banget sama omongan kamu yang udah bilang aku kaya perempuan murahan. Pacar macam apa kamu yang menilai kekasih sendiri seperti itu?? Gak punya otak ya kamu?" jawab Kiana yang sudah terlanjur marah.
"Iya aku minta maaf, aku gak bermaksud bilang kaya gitu Kiana. Tolong maafin aku." ucap Julian.
"Enggak, aku tetep mau pulang." jawab Kiana.
"Oke kalau kamu emang mau pulang, tapi setidaknya terima dulu kado dari aku." kata Julian memohon.
Tanpa sepatah katapun, Kiana mengambil kado dari Julian.Lalu ia berjalan pergi menjauhi Julian. Saat itu Kiana sangat merasa sakit hati atas ucapan Julian.
Sore itu Kiana pun pulang ke rumah, ia bergegas membuka HP nya. 37 panggilan tidak terjawab dari Julian. 23 Pesan diterima berisi pesan yang sama, dikirim berulang kali "Kiana, angkat telepon aku. Kalau kamu gak angkat, aku akan bunuh diri."
Kiana pun tidak menggubris telepon dari Julian. Ia langsung memblokir nomornya, sehingga Julian tidak bisa menghubunginya lagi. Kiana segera menelepon Dio, sahabatnya.
"Halo, kenapa neng?" jawab Dio.
"Bang, gue mau curhat." kata Kiana.
"Tumben, biasanya curhat ke Trya." ucap Dio.
"Trya udah gak mau denger lagi kalau gue curhat tentang Julian ke dia." jawabnya.
"Oh gitu, jadi mau curhat tentang Julian nih? sok atuh silahkan curhat, kenapa lagi si Julian?" tanya Dio.
"Gue kesel banget bang, tadi kan gue ketemu sama dia. Kita rencana mau nonton. Nah pas nunggu, si Julian nyuruh gue ngelepas kalung dari lu dan Trya." Kiana bercerita pada Dio.
"Julian cemburu sama gue?" jawab Dio.
"Iya kayanya bang. Gak jelas banget deh." ucap Kiana.
"Wajar sih kalau cemburu sama gue, kan gantengan gue daripada Julian. Dari tampang dan badan juga kalah jauh. Menang di putih doang Julian mah." jawab Dio.
"Ih bukan itu poinnya bang. Ah lu mah malah narsis sendiri kan." kata Kiana.
"Sorry, sorry, tapi kan kenyataannya gitu. Terus kenapa gak lu lepas aja kalungnya? Pake lagi kalau gak sama Julian." tanya Dio.
"Ya gak mau lah, orang kalungnya bagus. Terus dia juga nyuruh gue lepasin gelang yang dari Betran." lanjut Kiana.
"Hettdah ribet amat cowo lu." jawab Dio.
"Dan lebih parahnya, masa dia ngatain gue 'kaya perempuan murahan' karena gue nerima kado dari laki-laki selain dia." lanjut Kiana.
"Kok kasar banget sih mulutnya?" jawab Dio.
"Ya makanya bang, gue sakit hati banget." kata Kiana.
"Yaudah lu tenangin dulu diri lu ya neng, ambil wudhu, solat. Udah solat ashar belom?" ucap Dio.
"Belom bang." jawab Kiana.
"Yaudah lu solat dulu sana, nanti abis solat kita lanjut lagi ya curhatnya. Biar lu rada tenang, jadi bisa berpikir jernih." kata Dio.
"Iya bang, yaudah gue solat dulu." balas Kiana.
Kiana pun mematikan sambungan teleponnya dengan Dio, ia mengambil air wudhu dan mengerjakan solat ashar.
Setelah Kiana selesai solat ashar, tiba-tiba Antika berteriak sambil berkata, "Mama, sebentar lagi mau kiamat ma, kak Kiana solat!"
"Heh, sembarangan lu kalau ngomong." jawab Kiana.
"Gak boleh gitu, bagus kan namanya ada perkembangan buat Kiana. Semoga habis ini kakak kamu bisa solat lima waktu tanpa bolong-bolong." kata Ibu Katrina.
"Iya aamiin ma, tapi berarti sebentar lagi mau kiamat." ucap Antiqa meledek.
"Ngeselin emang nih anak satu ya!" jawab Kiana.
Antiqa pun memelet dan meledek Kiana, ia segera kabur ke kamarnya.
"Tumben solat Na? ada angin apa nih?" tanya Ibu.
"Gak ada angin apa-apa ma. Cuma pengen tenangin diri aja." jawab Kiana.
"Kalau bisa solatnya jangan cuma pas mau tenangin diri aja, dilanjut ya lima waktu, solat itu kewajiban." ucap Ibu Katrina memberi nasihat.
"Iya ma, doain Kiana ya supaya bisa ngelakuin solat lima waktu." jawab Kiana.
Kiana pun kembali ke kamarnya, dan membuka HP nya. Ada 1 pesan dari Dio.
"Udah selesai solatnya neng?" tanya Dio.
"Udah nih bang." jawab Kiana.
"Gimana? udah agak tenangan?" balas Dio.
"Udah juga, alhamdulillah." kata Kiana.
"Gimana tadi lanjutannya, lu jadi nonton sama Julian?" ucap Dio.
"Enggak bang, gue pulang karena udah kesel banget sama kata-kata dia." jawab Kiana.
"Terus Julian gimana?" kata Dio.
"Ya dia minta maaf, terus ngasih gue kado gitu deh. Nahan gue supaya gak pulang. Cuma gue udah sakit hati banget bang, jadi gue ambil aja kadonya dan gue balik." kata Kiana.
"Udah dibuka belom kadonya?" tanya Dio.
"Belom, males ah." jawab Kiana.
"Yaudah kalau gitu. By the way, gue lolos casting FTV nih neng." Dio bercerita.
"Alhamdulillah, FTV apa bang? kok baru cerita sih. Kemaren lu ga cerita kalau mau ikut casting." jawab Kiana.
"Ya gue ceritanya karena udah lolos aja, kalau gue cerita dan gak lolos kan malu gue neng. Bukan pemeran utama sih, cuma jadi pemeran kedua cowo. Tapi gak apa deh, gue pengen coba di dunia entertainment." ucap Dio.
"Semoga berhasil yaaa bang, sukses terus. Nanti kalau udau terkenal jangan lupain gue yah!" ucap Kiana.
"Iya neng, tenang aja." jawab Dio.