NovelToon NovelToon
Istri Yang Kau Sia-Siakan

Istri Yang Kau Sia-Siakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Nikahmuda
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Alesha rela mengorbankan impian dan kebahagiannya demi rumah tangga yang ia perjuangkan sepenuh hati dan menerima hinaan dan cacian oleh keluarga suaminya.
Namun semua pengorbanannya berakhir sia-sia ketika ia mengetahui suaminya berselingkuh dan mengaku belum menikah.
Memilih pergi adalah langkah paling menyakitkan yang pernah ia ambil. Tetapi tanpa disadari, keputusan itu justru membawanya pada kehidupan baru yang lebih baik.
Alesha mulai bangkit. Ia ingin membuktikan bahwa keputusannya meninggalkan masa lalu adalah pilihan yang tepat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku tak kuat lagi

Krek.

Pintu kamar terbuka, membuat Alesha perlahan membuka matanya dari rebahan yang lemah.

Aldo masuk dengan wajah datar lalu langsung sibuk dengan urusannya sendiri.

"Mas..." ucap Alesha dengan nada yang bergetar.

"Apa?" balas Aldo sambil menoleh sekilas.

"Belikan aku makanan, Mas. Aku l-lapar..." ucap Alesha pelan, tangannya masih memegangi perutnya yang terasa perih karena belum makan dari pagi.

Aldo mendengus kecil, terlihat kesal.

"Aku nggak bisa, aku masuk kerja," balasnya singkat.

Alesha mengernyit lemah.

"Bukannya kamu cuti, Mas?"

"Nggak jadi. Dan ini semua gara-gara kamu."

Alesha menatap suaminya dengan tidak percaya.

"Mas, apa hubungannya denganku?"

Aldo memasukkan beberapa berkas ke dalam tas kerjanya.

"Karena gosip yang kamu buat, aku jadi malu di kantor dan aku nggak jadi cuti."

"Aku nggak membuat gosip apa-apa, Mas. Aku difitnah."

Aldo mendengus kesal.

"Aku capek dengar alasan yang sama."

Alesha menggigit bibirnya.

Perutnya terasa semakin perih.

Sejak tadi pagi ia hampir tidak makan.

"Mas, aku cuma minta dibelikan makanan."

"Itu bukan urusanku."

Deg.

Mata Alesha memanas.

"Mas..."

"Kamu masih punya tangan dan kaki, kan? Cari sendiri."

Setelah mengatakan itu, Aldo mengambil kunci motornya.

Pria itu berjalan menuju pintu.

Alesha berusaha bangun dari tempat tidur.

Namun kepalanya mendadak terasa pusing.

Pandangannya berkunang-kunang.

"Mas..."

Langkah Aldo terhenti sesaat.

Alesha berharap suaminya akan menoleh.

Namun Aldo tetap tidak menoleh.

"Jangan manja, Alesha."

Setelah mengucapkan kalimat itu, Aldo keluar dari kamar.

Krek.

Pintu kembali tertutup.

Meninggalkan Alesha seorang diri.

Alesha memejamkan mata sambil memegangi perutnya.

Alesha berusaha bangkit, namun kepalanya semakin berat.

Pandangan di sekelilingnya mulai gelap.

"Mas..."

Bruk!

Tubuhnya jatuh ke lantai.

"Sialan."

Helena menatap tumpukan piring kotor di meja makan yang belum dicuci.

Wajahnya langsung mengeras melihat dapur yang masih berantakan.

"Alesha!"

Helena memanggil menantunya, namun tidak ada sahutan dari dalam rumah.

"Alesha, di mana kamu? Bersihkan bekas piring ini. Ya ampun!" keluh Helena dengan kesal, mengingat masih ada cucian lain yang belum dikerjakan dan pakaian yang belum dijemur.

Dengan langkah cepat dan emosi yang mulai naik, Helena berjalan menuju kamar Alesha.

Ia kemudian menggedor pintu kamar dengan keras.

"Alesha!"

"Jangan jadi pemalas hanya kerena kamu menganggur."

Namun tetap tidak ada jawaban dari dalam kamar.

Helena membuka pintu kamar dengan kasar.

Brak.

Langkahnya terhenti begitu melihat Alesha tergeletak di lantai.

"Astaga…"

Alesha masih tidak bergerak.

Helena mendekat, lalu menepuk-nepuk wajahnya.

"Hei! Bangun!"

Namun tubuh Alesha tetap lemas.

Helena mengernyit lalu menyentuh kening Alesha.

Panas.

"Jangan pura-pura lemah di depan Ibu. Kamu pikir Ibu akan percaya?"

Tanpa ragu, Helena bangkit dan masuk ke kamar mandi.

Tak lama kemudian ia kembali membawa segelas air.

Byur!

Air itu disiramkan ke wajah Alesha.

"Bangun kamu!"

Tubuh Alesha langsung tersentak.

"Uh…"

Ia membuka mata perlahan, menggigil kedinginan.

"Bu…"

Helena berdiri menatapnya dengan wajah kesal.

"Sudah bangun akhirnya."

"Jangan bikin heboh di pagi hari."

Alesha mencoba duduk sambil menahan pusing di kepalanya.

"Bu… badanku nggak enak dari tadi…"

Helena mendengus.

"Alasan lagi. Ibu nggak mau dengar."

Alesha menunduk lemah.

"Bangun. Bersihkan rumah. Piring di dapur belum dicuci."

"Bu… aku sakit…"

Helena langsung menatap tajam.

"Sakit apa? Kamu itu cuma kurang kerjaan!"

"Jangan cari alasan terus."

Alesha menggigit bibirnya. Tubuhnya masih gemetar.

Namun Helena sudah berbalik meninggalkannya tanpa peduli.

"Kerjakan semua pekerjaan rumah. Kalau Ibu pulang dan belum selesai, kamu tahu akibatnya."

"Alesha kabarnya bagaimana ya?"

Sejak pagi, pikiran Luna terus tertuju pada Alesha. Padahal baru sehari mereka tidak bertemu, tetapi Luna sudah merasa gelisah.

"Apa dia baik-baik saja?"

Sejak semalam Alesha tidak mengangkat teleponnya, membuat Luna semakin khawatir.

"Kamu kenapa, Lun?"

Suara ibunya membuyarkan lamunan Luna.

"Eh, Ibu," ucap Luna.

"Kamu kenapa melamun, Nak?" tanya Lastri lembut.

"Aku cuma memikirkan Alesha, Bu," jawab Luna jujur.

"Emangnya Alesha kenapa, Nak?"

"Dia dipecat, Bu."

"Apa?! Dipecat? Ya Allah..."

Lastri langsung menutup mulutnya kaget.

"Iya, Bu. Pak Darto fitnah Alesha, katanya dia menggodanya. Padahal itu tidak benar, Bu. Alesha tidak mungkin melakukan hal itu."

Lastri mengangguk pelan.

"Iya, Nak. Alesha sudah Ibu kenal sejak lama. Tidak mungkin dia melakukan hal seperti itu."

Luna menghela napas pelan, gelisah.

"Aku kepikiran terus, Bu. Apa dia baik-baik saja? Entah kenapa firasatku tidak enak."

"Lebih baik kamu hampiri Alesha, Nak. Kalau tidak, firasatmu bisa saja benar."

Luna mengangguk cepat.

"Iya, Bu. Aku ke sana dulu ya."

"Tunggu, Ibu masak banyak. Bawa untuk dia, dia pasti senang."

Luna mengangguk setuju.

Lastri segera membungkuskan makanan untuk Alesha, lalu menyerahkannya pada putrinya.

"Hati-hati, Nak."

"Iya, Bu."

Beberapa menit kemudian, Luna tiba di rumah Alesha. Suasananya terlihat sunyi dan tidak seperti biasanya.

"Kok sepi?"

"Apa mereka pergi?"

Luna melangkah perlahan masuk ke dalam rumah, lalu mengetuk pintu dengan hati-hati.

Tok! Tok!

Pintu terbuka perlahan.

"Luna..." ucap Alesha pelan.

Luna langsung menatap Alesha. Wajah sahabatnya itu terlihat pucat dan lelah.

"Alesha..."

Belum sempat Luna melanjutkan ucapannya, tiba-tiba tubuh Alesha limbung dan jatuh.

"ALESHA!"

1
Ma Em
Leon sdh menemukan gadis teman masa kecilnya semoga benar Alesha reman masa kecil Leon dan berjodoh Alesha dgn Leon , Aldo sdh menikah dgn wanita pilihan nya apakah benar anak yg dikandung Risa adalah anaknya Aldo .
Hatnah Batulicin
peran Alesha org nya terlalu lemah dan letoy 😝😝😝
Nona Jmn: Sabar
total 1 replies
Hatnah Batulicin
terlalu bnyk KTA "hah"disetiap dialog nya
Anonim: awokawok emang lawak awokawok blok
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
lanjut Thor bikin cerita yg bikin tensi naik🤣🤣🤣🤣🤣
ayoookkkk semangat
semangat
💪💪💪💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
yookkk gelud yookkk Mak, sini biar saya smackdown

😤😤😤😤😤😤😤😤😤kuweseeellleee rekkk...
dome🌬️🌀🌀🌀
haduuhhhhh... Jagan lembek laahhh kau wahai wanita. sudah dihina diremehkan ga dihargai sekarang disakiti secara verbal dan fisik apalagi yg kau harapkan dari si biyawak suamimu. gila digampar masih bisa ngarep dibela. digampar yaa neng digampar.. udah kayak ga ada harga diri lagi lu. ngapain masih ngarep laki percaya sama kamu
dome🌬️🌀🌀🌀
eehhhhhh.... Mak lampir, itu bukan tanggung jawab mantumu yaa buat nafkahi kluarga kalian. setres kan kalian. coba brobat dl sapa tau gila.
yg Suai siapa tapi yg dituntut nafkahi siapa. kan gendeng yaaa.. ga DA kewajibannya mantu atau istri menafkahi keluarga nya apa lagi menafkahi kluarga suami.😄😄😄
ibu ini lupa minum obat inii pastii makanya rada kumat 🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
kenapaaa,, kok berasa dunia mu yg runtuh Alesha dipecat. ga ada sumber pendapatan yaa yg bisa kau ambil dari Alesha lagi. makin lah kluarga suaminya semakin merendahkan Alesha... cereeeee ajaaaaaa laahhh Gedeg udah akuuuhhh😄😄😄😄
dome🌬️🌀🌀🌀
ihhhhh.... jengkelnya. kalau sudah tau tak dihargai dirumah yg kau anggap kluarga lebih baik pisaaahhhhhj... tinggalkan kluarga yg ga bisa menghargai mu itu Alesha. sudah dinafkahi seadanya banyak dituntut ini itu ga dihargai. parahnya udah kayak babu luar negri aja.
mending sekalian beneran kerja jadi babu luar negri makan gratis tinggal gratis digaji besar. sama aja kan kayak kau tinggal dirumah kluarga suami mu, macam babu. bedanya babu luar negri digaji🤣🤣🤣🤣
lahhh ini sudah lah dihina dijelekkan dibabuin ga dihargai, dinafkahi ala kadarnya saja. boro boro mau beli berlian segunung🤣🤣🤣🤣
lanjut lahhhhhh
dome🌬️🌀🌀🌀
lanjuuutttt lah.. gaskeuunnnn🤗💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
haduhhhh,,,, baru awal bab dan baru paragraf pertama baca sudah membuat aku punya darah tinggi dadakan😤😤😤

Thor kira kira kalau buat cerita, LG anteng2 baca sudah dibuat darah tinggi thorrrrrrr teganya dikau pada daku. 🤣🤣🤣🤣
coba Thor masukin aku kedalam novel mau aku geprek itu mertua dan ipar laknatnyaaa... sudah ga dinafkahi kok masih mau aja punya suami modelan gitu....
astaghfirullah
astaghfirullah
astaghfirullah
sabarrrr sabarrr... orang sabar rejekinya lebaaarrrrrrrrrrrr😁
Ma Em
Semoga Alesha sukses setelah berpisah dgn Aldo , Aldo pasti menyesal karena sdh menyia nyiakan istri sebaik dan sesabar seperti Alesha , semoga Alesha jadi orang yg sukses dan semakin bersinar .
Nona Jmn: Aamin😊
total 1 replies
Ma Em
Alesha kenapa kamu mau memenuhi kebutuhan Aldo dan ibunya sedangkan kerja kerasmu tdk pernah dihargai , lawan mereka Alesha jgn cuma nangis lbh baik tinggalkan suamimu yg tdk pernah menganggap mu istri tapi kamu cuma dianggap pembantu gratisan .
Nona Jmn: Pantau terus Alesha ya, kak🙂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!