NovelToon NovelToon
TRACE OF LOVE

TRACE OF LOVE

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:224k
Nilai: 5
Nama Author: lizbethsusanti

Kisah seorang gadis muda nan lugu yang berprofesi sebagai guru TK ditakdirkan bertemu dengan seorang duda beranak satu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizbethsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berkencan

Nathan sampai di rumah dan langsung menuju ke dapur, "Nek, mana Kenken?"

"Istri dan anakmu dari tadi di kamar. Mereka sepertinya kecapekkan setelah outbond tadi. Jadi jangan kamu ganggu!

Nathan segera berlari naik ke lantai atas tanpa menghiraukan ucapan neneknya.

Nenek Anjani menghela napas panjang dan bergumam, "percuma aku ngomong panjang lebar"

Nathan segera membuka kamarnya dan mendapati Kenes tertidur di atas meja dengan laptop yang masih menyala. Nathan menunduk untuk melihat lekat wajah manis istrinya dan kedua netranya menangkap ada sisa air mata di wajah lugu itu.

Nathan menghela napas panjang dan bergumam lirih, "apa aku terlalu kasar tadi?" Nathan lalu mengelus kepalanya Kenes dan kembali bergumam lirih, "maafkan aku. Aku terlalu kecewa karena kamu ternyata belum mencin........."

"Mas?" Kenes membuka mata dan segera berdiri lalu melangkah mundur menjauhi Nathan. Nathan melangkah pelan mendekati Kenes dengan sorot mata penuh penyesalan. Kenes segera mendesis, "jangan dekati aku, Mas!"

Nathan segera mengerem langkahnya lalu berkata, "kamu marah?"

Kenes diam saja, mematung, dan menghunus tatapan yang penuh dengan kesedihan.

"Kenken, ikut aku! aku akan membayar kesedihanmu itu dengan kegembiraan. Ikut aku ya?"

Kenes menggelengkan kepalanya dengan cepat tanpa bersuara dan merapatkan bibirnya rapat-rapat untuk menahan rasa sakit hatinya atas perlakuan Nathan tadi siang.

Nathan mendesah sedih lalu berusaha berkata lagi untuk membujuk Kenes, "aku janji aku nggak akan lakukan hal yang aneh-aneh lagi sama kamu. Ikut aku ya?"

Kenes tetap menggelengkan kepalanya dengan tanpa gentar.

Nathan mendesah kesal karena, Nathan tidak pernah suka akan penolakan walaupun itu dari Kenes sekalipun. Maka dengan langkah lebar Nathan mendekati Kenes dan langsung memanggul tubuhnya Kenes di atas bahunya. Kenes memekik kaget dan berteriak, "lepaskan aku, Mas!" sambil terus memukuli punggungnya Nathan.

"Turunkan aku, Mas! Mas mau bawa aku ke mana?" Kenes berteriak dengan kencang.

Nathan masuk ke dalam lift dan langsung menuju ke garasi mobilnya. Dia sengaja menghindari neneknya karena, dia nggak ingin rencana kencannya bersama Kenes gagal di hari itu.

Nathan memasukkan Kenes ke dalam mobil, memasangkan sabuk pengaman, "jangan kabur! aku akan lakukan hal yang lebih buruk lagi jika kau berani kabur" katanya sebelum ia menuju ke kemudi mobil.

Nathan segera memasang sabuk pengaman begitu ia duduk di belakang kemudi lalu meluncurkan mobilnya menuju ke sebuah restoran mewah yang sudah dia pesan khusus untuk acara kencannya bersama istri yang sangat ia cintai itu.

Kenes terisak dan berkata, "Mas, mau membuangku ya? mau membunuhku?"

Nathan hampir meledak tawanya namun dia bisa menahannya untuk menjaga wibawa dia. Dia hanya berucap, "jangan berpikir berlebihan!"

"Ta.....tapi di film-film yang pernah Kenes lihat, seorang suami yang ingin membunuh istrinya pasti memanggulnya dulu, seperti yang Mas lakukan tadi dan......dan......."

"Dan apa?" Nathan menoleh sekilas ke Kenes dengan sorot mata kesal karena, Kenes terus saja mengoceh tidak jelas.

"Dan Mas, akan membunuhku lalu membuangku" Kenes berkata di dalam Isak tangisnya.

"Stop nangisnya! Kalau belum kejadian tuh jangan nangis!" kata Nathan dengan penuh ketegasan.

Kenes semakin keras tangisannya lalu berkata, "jadi benar, Mas akan membunuhku, huaaaaaa"

Nathan segera menaruh telapak tangan kirinya di atas mulutnya Kenes untuk membungkam Kenes dan berkata, "siapa yang akan membunuhmu?"

Kenes menepis tangannya Nathan lalu berucap, "hiks, hiks, lalu kenapa Mas memanggulku dan membawaku pergi secara diam-diam tadi?"

"Aku ingin mengajakmu kencan, pergi berdua aja tanpa Arga tanpa nenek makanya aku tadi membawamu pergi secara diam-diam. Dan kenapa aku memanggulmu, itu karena, kamu menolak ikut dan aku nggak suka penolakan"

ucap Nathan sambil terus fokus menyetir.

"Kencan? Mas! lihatlah aku pakai apa nih?" Kenes langsung mengajukan protes ke Nathan.

Nathan menoleh sekilas dan menjawab dengan santai, "daster"

"Kamu mau bawa aku ke mana? ke taman? ke......"

"Restoran" sahut Nathan dengan polosnya.

"Hah?! restoran? mana ada kencan pakai daster ke restoran?" Kenes berkata sembari mengusap kedua pipinya dengan punggung tangannya lalu mengambil tissue untuk mengusap ingusnya lalu menatap ke depan dalam diam. Dia sudah menghentikan tangisannya namun, tidak ingin mengobrol dengan Nathan karena, kesal.

Nathan menoleh ke Kenes, "kamu manis pakai apa aja kok. Nggak masalah pakai daster"

Kenes mendengus kesal dengan melipat tangan dan merengut.

Nathan melirik Kenes lalu berkata, "oke, baiklah! aku akan bawa kamu ke butik langganannya nenek dulu"

Kenes menoleh ke Nathan dengan sorot mata kesal dan masih melipat tangan, "putar balik aja Mas! aku capek nggak minat juga untuk berkencan dan......."

Nathan segera meminggirkan mobilnya di depan sebuah butik yang cukup besar dan terlihat mewah. Nathan membuka sabuk pengamannya lalu menatap Kenes, "turun atau mau aku gendong lagi kayak tadi?"

Kenes segera membuka sabuk pengamannya dan melangkah turun. Nathan menggandeng tangannya Kenes dan menariknya pelan untuk masuk ke dalam butik langganannya nenek Anjani.

Nathan masuk dan langsung duduk di atas sofa lalu berkata kepada si pemilik butik, "dandani istriku dengan cantik hari ini, aku mau berkencan dengannya"

Kenes merona malu dan berkata dalam hati, dasar gila, kenapa ngomong soal kencan sama orang lain?

Pemilik butik itu segera tersenyum dan langsung mengajak Kenes untuk masuk ke dalam.

Selang lima belas menit kemudian Kenes menyibakkan tirai dan melangkah di depannya Nathan. Kenes mengenakan dress klok pendek dengan kerah melingkar berwarna hijau pupus dengan panjang selutut. Tanpa Kenes sadari, Nathan mengambil foto dirinya lewat ponselnya dan terus tersenyum menatap layar ponselnya itu tanpa memandang ke istrinya secara langsung.

Kenes mendengus kesal dan melirik ke pemilik butik itu, "dia diam saja berarti ia tidak suka baju ini"

"Ah! baiklah nyonya, kita coba baju yang lainnya" Pemilik butik itu mengajak Kenes masuk kembali ke dalam tirai dan menutupnya. Selang lima belas menit Kenes keluar dengan mengenakan blus longgar berwarna biru langit berlengan pendek, dipadukan dengan celana panjang kain berwarna krem.

Nathan mengambil fotonya Kenes lagi dan tersenyum geli menatap layar ponselnya tanpa memberikan komentar dan tidak mendongakkan wajah untuk sekadar menatap Kenes lima menit saja.

Pemilik butik melihat Kenes dengan senyumannya lalu berkata, "kita coba lagi baju lainnya, mari nyonya"

Kenes mendesah panjang dan melangkah dengan malas untuk masuk kembali ke dalam tirai. Selang sepuluh menit kemudian, dia keluar dengan setelan dress pesta pas badan berwarna merah dengan panjang selutut dan terbuka di bagian punggungnya. Kenes berdiri kembali di depannya Nathan dan Nathan masih terus menatap layar ponselnya sambil tersenyum riang.

Kenes mendelik kesal dan secara tidak sadar dia memekik, "Mas! bagus yang mana? kenapa dari tadi nggak lihat ke Kenes, malah natap ponsel melulu dan nggak kasih komentar?"

Nathan memasukkan ponselnya ke dalam saku jasnya lalu berdiri dan berkata ke pemilik butik itu, "istriku tadi mencoba berapa baju?"

"Tiga, tuan" sahut pemilik butik itu.

"Aku ambil semuanya, nih kartuku, gesek aja!" ucap Nathan dengan santainya sambil menyerahkan black card-nya ke pemilik butik itu. Pemilik butik itu tersenyum senang dan berkata, "baik tuan. Tunggu sebentar!"

Kenes mengerutkan keningnya, "kok diambil semuanya? Kenes ambil satu aja, bagus yang mana, Mas? jangan semuanya!"

Nathan melihat Kenes dari ujung kepalan sampai ujung kaki dan berkata, "kamu manis memakai apapun dan kamu sangat manis memakai dress ini. Kamu seksi ternyata kalau memakai high heels" Nathan lalu melempar senyum cinta untuk istrinya itu.

Kenes menghentakkan kakinya ke atas lantai, "dasar aneh! kenapa nggak bilang dari tadi kalau mau beli semuanya. Kenapa harus nunggu Kenes mencoba dan menunjukkannya ke Mas sampai tiga kali? Kenes kan capek"

Nathan melingkarkan lengannya ke pinggang rampingnya Kenes tersenyum lebar tanpa membalas satu patah kata pun ucapannya Kenes.

Kenes hanya bisa melipat tangan dan mendesah kesal.

Sesampainya di dalam mobil, Nathan mengeluarkan seuntaii kalung berlian yang sangat indah berbentuk kupu-kupu dengan warna yang senada dengan dress-nya Kenes. Kemudian tanpa permisi dia memakaikan kalung itu di leher cantiknya Kenes. Dia tersenyum, menegakkan badan kembali, memasang sabuk pengaman dan melajukan kembali mobil spot mewahnya menuju ke restoran mewah yang sudah dia pesan khusus untuk acara kencannya dengan sang istri tercinta.

Kenes menoleh ke suaminya lalu menunduk untuk melihat kalung pemberian suaminya dan berkata, "ini untuk apa, Mas? Mas kan tahu, aku nggak suka pakai perhiasan" Kenes hendak melepas kalung itu dan Nathan segera menahan tangannya Kenes dengan tangan kirinya dan berkata, "jangan dilepas atau aku akan sangat marah!"

Kenes menurunkan tangannya sambil menepis tangannya Nathan lalu diam membeku.

"Istri wajib menerima apapun pemberian dari suaminya. Dosa kalau menolaknya, ngerti?"

Kenes berkata lirih, "ngerti Mas tapi......"

"Nggak pakai tapi dan istri harus patuh sama suami, ngerti?"

"Iya" sahut Kenes.

Sampailah mereka di sebuah restoran yang sangat mewah. Kenes turun dengan ragu karena, dia belum pernah masuk ke restoran semewah itu. Nathan segera melingkarkan lengannya di pinggang ramping istrinya dan masuk dengan gagah ke dalam restoran itu.

Mereka duduk di meja yang sudah disediakan khusus untuk tuan Nathan Rajaswa.

Nathan memesan dua minuman yaitu anggur untuk dia dan jus jeruk untuk Kenes karena, Kenes tidak bisa dan tidak tahan kalau minum anggur.

Nathan berdiri dan berkata, "sebentar ya" Nathan berjalan menghampiri tim musik dan meminta sebuah lagu untuk mengajak Kenes berdansa.

Tanpa sepengetahuannya Nathan, Keswari juga berada di restoran itu dan model cantik mantannya Nathan itu segera berdiri dan mendekati Kenes dan langsung duduk di depannya Kenes. "kau tahu siapa dia?"

"Kak Keswari ada di sini juga?" Kenes memekik senang.

"Aku tanya kau kenal dengan dia?" Keswari menunjuk Nathan.

Kenes menautkan alis dan menganggukkan kepalanya.

"Dia laki-laki yang sudah beristri dan kau mau diajak keluar sama dia? aku nggak nyangka, dibalik wajah polos kamu itu, kamu ternyata wanita murahan, cih!"

Kenes hendak membuka suara namun, suara bass-nya Nathan sudah duluan sampai di kedua telinganya Keswari. Nathan berkata, "dia bukan wanita murahan. Dia istriku"

Keswari berdiri, menoleh ke Nathan lalu menoleh ke Kenes, "dia? istri kamu? hah! lelucon apa ini?"

"Itu benar. Kami adalah suami istri" Nathan menunjukkan jari manisnya lalu dia menunjuk ke jari manisnya Kenes yang ada di atas meja, "cincin nikah kami adalah buktinya"

Keswari menunduk ke Kenes dan menampar Kenes dengan keras dan memekik, "dasar wanita brengsek! tega-teganya kau rebut pacarku, hah!"

Nathan segera memeluk Kenes dan mengelus pipinya Kenes. Namun, Kenes meronta, mendorong Nathan dan menepis tangannya Nathan. Kenes menatap Nathan dengan penuh tanda tanya. Nathan segera berucap, "aku akan jelaskan jadi......."

Kenes segera berputar badan dan berlari meninggalkan Nathan dan Keswari begitu saja. Dia langsung baik ke taksi online yang berjaga di sekitar restoran itu dan pulang.

Nathan menggebrak meja , mengeraskan wajah dan menghunus tatapan mematikannya ke Keswari, "enyahlah kau!" lalu Nathan berlari mengejar Kenes namun, terlambat. Kenes telah meninggalkan restoran itu dengan taksi online.

Keswari memeluk Nathan dari belakang saat Nathan hendak masuk ke dalam mobilnya. Keswari berkata, "aku sadar kalau aku sangat mencintaimu, jangan pergi!" dan Nathan segera melepas tangannya Keswari dan menghempaskan tangan itu sampai Keswari terjatuh di atas lantai dan Nathan segera masuk ke dalam mobil lalu meluncurkan mobilnya tanpa menghiraukan Keswari yang terus berlari mengejar mobilnya sambil terus berteriak memanggil namanya.

Nathan menyetir dengan pikiran kalut dan hati yang kecewa karena, dia kembali melakukan kebodohan, membuat Kenes menangis. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh papanya Elang yang menyimpan dendam pribadi pada Nathan. Papanya Elang terus menaruh orang untuk mengawasi Nathan dan papanya Elang memerintahkan anak buahnya untuk segera bertindak mencelakai Nathan jika waktunya tepat.

Anak buahnya papanya Elang terus membuntuti mobilnya Nathan dan Nathan terus membuntuti taksi online yang ditumpangi oleh Kenes. Nathan kemudian menancap gas, menyalip taksi online yang ditumpangi Kenes, dia ingin menghadang taksi online itu di namun, tiba-tiba mobil di belakangnya menyeruduk mobilnya dengan keras dan membuat mobilnya Nathan terguling dua kali dan berakhir dengan posisi terbalik.

Kenes melihat kejadian itu dan berhasil menangkap pelat nomer mobil yang telah menabrak mobilnya Nathan. Kenes segera turun saat taksi online yang dia tumpangi berhenti tidak jauh dari mobilnya Nathan yang terbalik.

Kenes membantu Nathan keluar dari dalam mobil itu lalu menyeret tubuh suaminya itu untuk menjauh dari mobil itu dan tiga menit kemudian, mobil itu meledak terbakar hebat.

Nathan beruntung, jika Kenes terlambat tiga menit saja, dia akan menjadi abu.

Nathan merebahkan kepalanya di atas pangkuannya Kenes di dala. perjalanan menuju ke rumah sakit. Nathan mengelus pipinya Kenes berucap, "maafkan aku" lalu pingsanlah dia.

1
Jue
Ceritanya Ok , Visual untuk pameran watak pun tip top , Setakat ini Good , Serta terima kasih kerana sudi singgah di Novelku ya Author
Ayukartika
kayaknya nenek anjani lg akting ni
Siena
lanjut
Siena
semangat
Fa Rel
nathan uda tdr kah sma.nora kok.sekamar
Tyara Lantobelo Simal
Mandi bareng
Win
Hadir kak😁

Mampir juga dong di novel aku

"Pernikahan impian"

Makasih
Neni_Queen
aamiiin🤲🤲
Siska Choice
aku mampir kak, membawa bom like dan komen.

salam dari Sekretaris Pilihan Milik Ceo Tampan

ditunggu feedbacknya 👋
Siska Choice
aku mampir kak, membawa like dan komen.

salam dari Sekretaris Pilihan Milik Ceo Tampan
Dewi Masitoh
♥️♥️♥️♥️♥️
ZasNov
Aku datang membawa 20 like Kakak..🤗
Sehat, bahagia & semakin sukses ya 🥰
Semangaaaatt ⭐❤️❤️❤️❤️❤️⭐
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™
lanjut kak.. sukses selalu buat akak
🌹Rose❤️❤️
yaa, udah tamat Ternyata. Aku tunggu2, padahal selama ini. Aku kira gak up gara2 tangan lagi sakit.😁
Airin
Semangat kk..
ZasNov
Hai Kakak Author, aku bawa 20 like, rate bintang 5 & favorit ya 🤗
Sehat, bahagia & sukses selalu ya 🥰
Semangaaaatt ⭐❤️⭐❤️⭐❤️⭐
Rozh
💓💓
Puan Harahap
hadir dibab yg belakangan, dua like
Ezrahi
semangat ya
Quora_youtixs🖋️
lanjut 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!