NovelToon NovelToon
JADIAN YUK!!

JADIAN YUK!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Idola sekolah
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ananda Anggit

Arjuna Baskoro adalah ketua Geng Petir yang tampan, kaya, dan berpengaruh di SMA Cendekia. Ia dikenal sebagai pemuda yang suka bersenang-senang dan menganggap hubungan dengan wanita hanya sebatas hiburan semata. Semua berubah saat ia bertemu Laila Arsyila-siswi berprestasi, sederhana, mandiri, dan harus bekerja paruh waktu untuk membantu kehidupan keluarganya.

Awalnya Arjuna hanya iseng mengganggu Laila, karena gadis itu satu-satunya yang tidak terpesona dan selalu berani melawannya. Namun rasa penasaran itu perlahan berubah menjadi cinta yang tulus untuk pertama kalinya. Sementara Laila yang awalnya kesal dan menolak, mulai melihat sisi baik Arjuna di balik sikap nakalnya.

Dengan latar belakang kehidupan yang sangat berbeda, keduanya harus menghadapi berbagai rintangan mulai dari kecemburuan orang lain, pandangan lingkungan, hingga tantangan untuk saling memahami. Mampukah cinta mereka menyatukan dua dunia yang terasa begitu jauh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 34. MY YUMMY BOO

Bel pulang telah berbunyi. Arjuna dan ketiga temannya berjalan menyusuri lorong sekolah. Arjuna berjalan paling depan, kancing seragamnya terbuka sehingga kaos hitam polos yang ia pakai di balik kemeja sekolahnya terlihat jelas. Biasanya ia pasti menebarkan pesona kepada para siswi yang lewat, namun kali ini wajahnya datar tanpa ekspresi. Meski begitu, tak bisa dipungkiri banyak mata yang masih memandang kagum ke arahnya.

- ya ampun Juna kok makin kesini makin ganteng-

- Juna jadikan gue yang kedua, gue rela-

- gapapa di tolak Juna, masih ada Gibran-

- Juna I love you-

Masih banyak lagi bisikan-bisikan yang terdengar setiap kali mereka berjalan lewat.

" Ian perasaan dari dulu kok ngga ada yang pernah muji-muji kita ya? apa kita terlalu tamvan jadinya mereka susah untuk mengungkapkan?!" ucap Bowo sambil merangkul bahu Rian.

" mungkin. Kita terlalu tamvan bagi mereka, makanya mereka sungkan untuk memuji kita." jawab Rian tak kalah percaya diri sambil membalas rangkulan Bowo.

" Bro dengerin gue." Rian dan Bowo langsung menoleh kearah Gibran, " Sadar diri itu penting, jangan melebih-lebihkan kenyataan.. itu ngga baik." sambung Gibran.

" juancok... 🖕" umpat mereka berdua bersamaan.

Sementara mereka sedang asyik bercanda, tiba-tiba Arjuna berlari meninggalkan mereka sambil berseru memanggil nama seseorang.

" SAYANG KU.. CINTA TERAKHIRKU..LAILA..TUNGGU ABANG."

Gibran, Rian, dan Bowo terdiam terpaku menatap punggung sahabat mereka yang menjauh.

" sumpah bukan temen gue." Lirih Gibran.

"itu...tadi Bos?" Bingung Rian.

" sejujurnya masih terkaget-kaget ngeliat Bos Jatuh cinta beneran." lirih Bowo.

Arjuna terus berlari menuju gerbang sekolah menghampiri Laila yang sedang berjalan bersama kedua temannya. "MY YUMMY BOO.. " serunya lagi dengan wajah berseri-seri, kedua tangannya terbuka lebar seolah tak sabar ingin segera memeluk. Ia sama sekali tak peduli tatapan para siswa yang masih berada di lingkungan sekolah.

Sesampainya di dekat Laila, tanpa banyak bicara Arjuna langsung menarik tubuh gadis itu ke dalam pelukannya. Laila terperanjat kaget.

" gue kira lu udah pulang, gue tadi sempat ke kelas lu tapi udah kosong ." ucapnya lalu melepaskan pelukan perlahan. " yaudah yuk gue anter pulang." Ajaknya sambil menggenggam erat tangan Laila.

" La kita duluan ya.. " ucap cepat Nada sambil merangkul lengan Kirana yang ingin menghampiri ketiga teman Arjuna. setelah mengatakan itu Nada langsung menarik Kirana pergi.

" Kirain lu mau lanjut latihan lagi, bukanya lu mau tanding hari sabtu?" tanya Laila sambil mendongak menatap wajah Arjuna, mengingat perbedaan tinggi badan mereka yang cukup jauh.

 Arjuna menatap lekat mata Laila penuh kasih sayang, lalu sedikit membungkukkan tubuhnya agar sejajar dengan wajah gadis itu." Iya gue masih ada latihan tapi gue mau anter lu pulang dulu, gue mau lu pulang dengan selamat. karena gue masih takut kalau geng Elang masih ngincer lu di saat sendiri.. jadi kalau kemana-mana kabarin gue dulu. Biar gue selalu antar jemput lu kapanpun walaupun cuma ke warung dekat rumah lu. inget itu ya!! "

" yaudah...ayok pulang." ucap Laila pelan lembut. Arjuna tersenyum puas sambil mempererat genggamannya." Gib gue anter cewek gue bentar, nanti tolong bilangin ke coach ya." seru Arjuna kepada Gibran yang masih berdiri tak jauh dari sana. Gibran hanya membalas dengan acungan jempol.

Di perjalanan pulang, Arjuna mengendarai motornya dengan kecepatan sedang. Setiap kali harus berhenti karena lampu merah, tangannya secara refleks mengelus lembut lutut Laila. Sentuhan kecil itu membuat jantung Laila berdegup kencang tak karuan, dan ia pun tak bisa lagi menyangkal bahwa hatinya kini sepenuhnya jatuh cinta kepada Arjuna.

Sesampainya di depan rumah Laila, Bu Ami—ibunya Laila—sudah berdiri menyambut mereka dengan raut wajah cemas. " Ya ampun Neng.. kirain ibu kamu kenapa-napa. udah dua kali motor mu di anter orang yang penampilannya kayak preman, ibu sampai takut. kirain mau ngerampok ternyata cuma nganter motor kamu."

Laila dan Arjuna langsung cium tangan wanita paruh baya itu dengan sopan. " Maaf bu itu teman saya, kebetulan teman saya bekerja di bengkel jadi bisa benerin motor Laila yang suka mogok." ucap Arjuna beralasan, meski hatinya merasa tak enak harus membohongi calon mertuanya.

" oalah.. emang ini motor bekas jadi ya gitu suka ngadat terus mesinnya. untung ada kamu, makasih ya nak." ucap lembut Bu Ami sambil menepuk pelan bahu Arjuna.

Arjuna hanya tersenyum canggung sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.

" mari masuk Nak.. Neng ajakin temenya masuk. ibu mau ngurusin Ayah dulu." pamit Bu Ami lalu berjalan memasuki rumahnya.

" mau mampir dulu? oh ya itu gimana badan lu? ada yang kesleo ngga.. mau gue panggil tukang urut?" Cecar Laila.

Arjuna terkekeh pelan, " ngga kok.. aman, gue kan kuat kayak samson💪🏻. oh ya maaf kayaknya gue ngga bisa mampir dulu deh, gue harus lanjut latihan basket buat pertandingan nanti."

" Ohh gitu.. yaudah hati-hati di jalannya😊." ucap Laila tersenyum tulus. Senyuman itu terlihat begitu indah di mata Arjuna hingga membuatnya terpaku memandang, dan seketika rona merah menjalar ke telinganya.

- Gila cantik banget cewek gue, ngga boleh ini.. ngga boleh gue sia-siain cewek kayak dia." batin Arjuna dalam hati.

Laila merasa heran melihat Arjuna yang terus menatapnya lekat tanpa berkedip."woy Jun.. Juna..Junaedi...malah ngelamun, kesambet baru tau rasa lu. sana pergi, katanya masih latihan." ucapnya sambil menepuk Arjuna.

Arjuna langsung tersentak dari lamunannya, "e-eh iya, yaudah gue mau pamit sama orang tua lu."

Laila pun membawanya menuju ruang tamu lalu masuk sebentar ke kamar orang tuanya. Arjuna menunggu sebentar di ruang tamu. Saat itulah matanya tak sengaja menangkap sesosok benda yang tergeletak di atas meja.

" eh ini HP Laila bukan ya?" gumamnya pelan. Ia melirik sekilas ke arah pintu kamar, lalu dengan perlahan meraih ponsel itu. " Laila gue pinjem hpnya ya.. iya ambil aja." ucap Arjuna seolah-olah sedang meminta izin sekaligus menjawab izinnya sendiri.

Ia membuka ponsel itu dan benar saja, itu milik Laila. Terpampang banyak foto selfie gadis itu di galerinya. Tanpa membuang waktu, Arjuna segera memasukkan nomor teleponnya ke dalam ponsel Laila. Tak puas begitu saja, ia juga mengirimkan beberapa foto selfie Laila yang tersimpan di galeri ke nomor ponselnya sendiri. Setelah selesai, ia dengan teliti menghapus jejak pesan yang dikirimnya, lalu meletakkan kembali ponsel itu tepat di posisi semula.

Tak lama kemudian Bu Ami keluar dari kamar. "aduh maaf ya Nak nunggu lama, tadi habis ngerokin Ayahnya Laila yang lagi kurang sehat." ucap Bu Ami.

Arjuna langsung mencium tangan Bu Ami, "gapapa Bu, emang bapak sakit apa Bu?"

" biasalah faktor u, kalau mau pamitan masuk aja ke kamar.. di dalam Laila lagi nemenin ayahnya."

Arjuna melangkah masuk ke kamar yang ukurannya jauh lebih sederhana dibandingkan kamarnya sendiri. Di sana tampak seorang pria paruh baya berbaring di atas kasur yang sudah terlihat tipis, sementara Laila sedang duduk di sampingnya sambil memijat lembut tangan ayahnya.

" Assalamu'alaikum pak, saya izin pamit pulang dulu ya." pamit Arjuna sambil mencium tangan Pak Joko.

“Wa’alaikumsalam… Terima kasih ya Nak. Hati-hati di jalan pulang. Laila, antarkan temanmu ke depan pintu,” titah Bapak Joko lembut.

saat di depan rumah, Arjuna langsung menaiki motor sport hitamnya. sebelum ia memakai helm, ia kembali menatap Laila, "La.. lu kerja jam berapa? kabarin gue ya biar gue anter atau gue bisa minta tolong anak buah gue kalau sekiranya gue ngga bisa anter lu."

" udah gapapa Jun, gue bisa sendiri." ucap Laila tanpa mau merepotkan Arjuna.

" gue ngga minta penolakan lu, jawab aja jam berapa lu kerja?"

Laila menghembuskan nafas panjang, " hari ini Jam 8 malam."

" oke, nanti gue kabarin lu ya." Arjuna langsung memasang helmnya.

Belum sempat Arjuna menyalakan mesin motor, Laila tiba-tiba berseru memanggil namanya. “Juna…”

Arjuna langsung menoleh.

“Semangat ya latihannya,” ucap Laila diiringi senyum manisnya yang paling tulus ☺.

Di balik helm full face yang dikenakannya, Arjuna tersenyum lebar hingga telinganya terasa memerah panas. Hatinya terasa berbunga-bunga tak karuan. Ia pun membunyikan klakson motornya pelan sebagai balasan, lalu melaju perlahan meninggalkan rumah Laila.

1
Rafi Hafizh
hati hati Laila🫣
Rafi Hafizh
vampir kali jun🤣
Ananda Anggit
🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!