Moza Remon seorang gadis cantik yang harus menderita setelah kepergian kedua orang tuanya..
Suatu malam dia di usir oleh Pamannya dalam cuaca hujan deras menyusuri jalanan jalanan dengan air mata yang terus mengalir di wajahnya..
Namun tiba tiba dia bertemu dengan seorang laki laki tampan di saat bersamaan tubuhnya terasa lemah dan jatuh pingsan.
Bagaimana kelanjutan hidup Moza setelah bertemu dengannya, apa dia akan kembali menderita atau bahkan menjadi bahagia.. ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak tau Malu
Felice sangat emosi karena dia mengira jika Rio memutuskannya karena Moza dan dia tidak terima dengan semua itu membuatnya langsung menuju kelas Moza.
Kelas Moza yang baru saja selesai dan terlihat Moza juga Valen yang masih merapikan bukunya..
Brak..!
Semua menatap Felice yang tiba tiba datang dan menggebrak meja Moza.
" Apa maksud Loe menyuruh Rio putusin gue dan membatalkan pernikahannya bersama gue" Ucap Felice
" Kak Rio batalin pernikahan kalian " Ucap Moza bingung
" Alah gak usah pura pura gak tau deh Loe, ini kan mau Loe biar bisa kembali dekat dengan Rio,, benar benar cewek murahan Loe.. Harusnya Loe bersyukur bisa menikah dengan Leon laki laki kaya raja tapi Loe masih saja menggoda laki laki di luar sana "
" Aku gak pernah ya minta Rio untuk batalin pernikahan kalian "
" Mana Ada maling yang mau ngaku "
" Eh jaga mulut Loe ya, Gak mungkin Moza menggoda Rio,, Dia sudah menikah dengan Leon dan mereka saling mencintai " Ucap Valen
" Gak usah ikut campur ya Loe " Ucap Felice menunjuk Valen.
" Gue cukup sabar ya ngadepin Loe Tapi Loe terus memfitnah gue " Ucap Moza yang sudah sangat emosi dengan Felice.
" Terus Loe mau apa hah "
Plak,,
Moza menampar Felice keras membuat Felice meringis kesakitan dan langsung memegang pipinya.
" Sudah cukup Loe buat gue menderita dan mulai saat ini gue gak akan membiarkan semua itu kembali terjadi" Lanjut Moza berjalan keluar meninggalkan Felice yang masih memegang pipinya.
Moza berjalan keluar dan matanya menatap Rio yang berjalan,,
" Kak Rio " Ucap Moza dan membuat Rio menoleh.
Moza berjalan menghampirinya ,,
" Apa maksudnya Kak Rio memutuskan pernikahan kalian "
Rio menatapnya, pasti Felice yang memberitahu Moza.
" Gue gak mau ya jika gue yang di salahkan,, mending Loe kembali dan melanjutkan pernikahan kalian "
" Semua itu gue lakukan karena Loe Za, gue cinta sama Loe dan bukan Felice "
Moza tersenyum menatapnya..
" Loe bilang cinta sama gue,, Semua terlambat gue sudah menikah "
" Gue tau Loe menikah dengan Leon karena Loe merasa berhutang budi kan, Dia sudah menolong kamu, Moza,, Aku juga bisa memberikan semua yang Leon berikan sama Loe Gue cinta sama Loe Moza "
" Loe salah Kak,, Gue menikah dengan Leon bukan karena dia baik tapi juga karena kita saling mencintai "
" Hahahaha,, kenapa Loe begitu Bodoh Leon orang yang tampan dan kaya tidak mungkin jika dia akan setia dengan satu wanita sudah pasti di luar sana dia memiliki wanita lain "
" Siapa yang Anda bilang tidak setia " Ucap Leon yang berjalan mendekat.
" Asal Anda tau Tuan Rio, Seorang laki laki sejati itu adalah laki laki yang menghargai pasangannya bukan malah meninggalkannya " Ucap Leon berdiri di samping Moza dan menggenggam tangannya.
" Kita pulang " Ucap Leon lembut menatap Moza yang tersenyum dan mengangguk.
Leon dan Moza berjalan meninggalkannya,,,
" Urus cewek Loe, gue gak mau Moza kembali menderita.. Sekarang dia sudah mendapatkan kebahagiaan nya " Ucap Valen
Rio mengusap wajahnya kasar dan berjalan mencari Felice.
" Felice " Ucap Rio saat melihat Felice yang berjalan
" Rio,, " Ucap Felice tersenyum, Felice mengira jika Rio akan menarik ucapannya.
" Rio,, Aku tau pasti tadi kamu tidak serius bukan,, kita tetap akan menikah kan"
" Tidak,, keputusan gue sudah bulat,, Gue harap Loe bisa menerimanya karena hanya Moza yang ada dalam hati gue "
" Engga Loe becanda Kan, Kita akan menikah semua persiapan sudah siap Rio "
Rio melepaskan tangan Felice dan berjalan meninggalkannya..
" Rio " teriak Felice namun sama sekali tidak di dengarnya.
-
Di dalam mobil Moza terus menatap Leon dengan tersenyum,,
" Kenapa " Ucap Leon menoleh namun Moza menggeleng dengan tetap menatapnya
Leo menghentikan mobilnya dan menatap tajam Moza,,
" Kita sudah sampai " Ucap Moza Ambigu namun senyuman terukir di wajah Leon..
" Sayang,, kamu mau ngapain " Ucap Moza saat Leon semakin mendekat dan langsung mencium bibir Moza bahkan **********.
Leon tidak berpikir jika mereka masih berada di jalan dan bukan di rumah.
" Eum,, " Moza kembali dibuat bungkam dengan Leon yang kembali ******* bibirnya..
Moza mendorong tubuh Leon karena pasokan udara dalam mulutnya habis habis..
" Apa kau'-
Leon kembali mencium bibir Moza yang akan bicara namun kini tangannya pun mulai masuk ke dalam kemeja yang Moza pakai.
Leon tersenyum licik saat melihat Moza yang menikmatinya, dia pun melepaskan ciumannya..
" Kita lanjut di rumah" Ucap Leon membuat Moza merasa malu dan langsung memalingkan wajahnya..
Leon menoleh dan tersenyum dia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai di rumah dan melanjutkan kembali kegiatan mereka.