NovelToon NovelToon
The Heart Chooses

The Heart Chooses

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:5.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ichageul

Putri harus menjadi yatim piatu saat usianya baru 5 tahun. Sesuai amanat papanya, Putri dititipkan pada sahabatnya yang bernama Fadli. Ini disambut baik oleh Fadli dan Kirana yang memang sangat menginginkan anak perempuan. Mereka sendiri telah dikaruniai 2 orang anak laki-laki bernama Fahri dan Farhan.

Kasih sayang ayah, bunda serta kedua kakaknya membuat Putri tumbuh menjadi anak yang pintar dan ceria. Seiring berjalannya waktu perasaan lain mulai tumbuh di hati Putri pada salah satu kakaknya.

Banyak pria yang mengejar-ngejar Putri namun hanya ada satu nama di hatinya. Siapakah yang akan menjadi pelabuhan hati Putri? Apakah dia bisa mendapatkan cinta pertamanya?



Mengandung adegan 21+
Bijaklah dalam memilih bacaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bodyguard Posesif

"Dek!”

Uhuk.. uhuk..

Putri yang sedang meminum orange juice langsung tersedak ketika mendengar suara yang familiar di telinganya. Di dekatnya sudah berdiri Fahri yang masih mengenakan pakaian kerjanya. Lengan kemejanya digulung sampai ke siku. Di mata Putri, Fahri jauh terlihat lebih tampan dengan penampilan sekarang.

“Kak Ri. Kok tahu Putri di sini?”

Fahri tak menjawab. Dia memandangi Putri dari atas sampai bawah. Pantas saja banyak lelaki yang mengaguminya karena penampilan Putri benar-benar cantik malam ini. Belum hilang keterkejutan Putri dengan kehadiran Fahri. Kini Farhan juga sudah ada di dekatnya.

Tak berbeda dengan kakaknya, Farhan juga tak menyukai tampilan Putri yang dinilai berlebihan. Bahkan dia mulai mengintimidasi para lelaki yang memandangi Putri dengan mengedarkan tatapan tajamnya ke seluruh penjuru cafe. Vano yang menyadari kedatangan dua bodyguard posesif tersebut langsung menghampiri.

“Hei udah nongol aja nih.”

“Lo bisa jaga adek gue ngga sih? Kebiasaan lo, kerjanya tebar pesona mulu,” sungut Fahri.

“Dih dateng-dateng langsung sewot. Lagian si Putri aman-aman aja dari tadi.”

“Lo ngga tahu apa dari tadi tuh cowo-cowo melototin si Putri.”

“Lha terus gue mesti gimana? Masa iya gue colokin mata mereka satu-satu. Kalo lo ngga mau Putri dilihatin cowo lain, suruh dia keluar pake hijab plus niqab. Aman deh,” ketus Vano yang kesal terkena semprot Fahri.

Agam terkekeh mendengar perdebatan unfaedah dari dua lelaki di hadapannya. Yang menjadi bahan perdebatan hanya planga plongo tak mengerti.

“Dek, pulang sekarang!” titah Farhan.

Senyum langsung memudar dari wajah Putri, berganti dengan mimik kesal. Belum satu jam dia berada di sini tapi kedua kakaknya sudah menjemputnya.

“Bentar lagi kak,” ucap Putri memelas.

“Pulang sekarang atau kakak hukum!” ancam Fahri.

Merasa tak punya pilihan, Putri bangun dari duduknya. Dengan langkah gontai dia menuruti perintah kakaknya. Sejenak dia berhenti di depan Vano.

“Kak No, Putri titip Ajeng ya. Tolong anterin dia pulang. Awas loh kalau Ajeng ditinggal di sini. Putri sunat tuh si otong!”

Putri menunjuk pada junior Vano di bawah sana. Refleks lelaki itu menutupi daerah vitalnya dengan kedua tangannya. Dinda menutup mulut dengan tangannya, menahan tawanya.

Setelah berpamitan dengan tuan rumah, Putri berjalan keluar cafe. Farhan langsung merangkul bahu adiknya posesif, sambil matanya melihat tajam pada siapa saja yang berani mencuri pandang pada Putri. Sesampainya di tempat parkir, Farhan melepaskan rangkulannya.

“Kamu pulang sama kak Ri. Kan Han masih ada urusan sama kak Agam.”

Tanpa menunggu jawaban Putri, Farhan segera masuk ke dalam mobilnya yang disusul oleh Agam. Tak lama Pajero miliknya meninggalkan area cafe. Fahri membukakan pintu mobil.

Mau tak mau Putri naik. Fahri menyusul naik. Kemudian dia mendekat pada Putri, menarik tali seat belt lalu memasangkannya ke tubuh adiknya. Putri menahan nafasnya saat wajah Fahri berada dekat dengannya. Jantungnya seakan ingin meloncat keluar. Tak lama lelaki itu memacu kendaraannya.

“Dek, tadi kamu minum wine?”

“Ngga kak. Ngga boleh sama kak No,” Fahri menghembuskan nafas lega, setidaknya bule jeprut itu ada gunanya juga.

“Kak Ri.”

“Hemm.”

“Putri laper.”

“Mau makan apa?”

“Hmm.. sate ayam,” Tanpa bicara, Fahri mengarahkan kendaraannya menuju penjual sate langganannya.

Mata Putri nampak berbinar ketika pesanan satenya jadi. Sepuluh tusuk sate ayam berikut lontong siap meluncur ke dalam tenggorokannya. Fahri pun memesan hidangan yang sama. Saking semangatnya makan, Putri tak menyadari mulutnya sedikit belepotan. Bumbu kacang menempel di sudut bibirnya. Fahri mengambil tisu lalu mengusap bibir Putri, membersihkannya dari bumbu yang menempel. Perlakuan Fahri membuat perasaan gadis ini semakin dalam.

Kak Ri so sweet banget sih. Putri beneran love death nih kalau begini terus. Ya Allah kalau kak Ri emang jodoh Putri, permudah langkah Putri buat jadi miliknya. Tapi kalau ngga berjodoh, tolong jodohin dong.

🌹🌹🌹

Sementara itu di cafe, Ajeng yang masih menikmati jalannya pesta dikejutkan dengan sebuah panggilan dari ibunya. Adik Ajeng harus dibawa ke rumah sakit karena sakit panasnya tak kunjung turun dan kondisinya semakin lemah. Dengan panik dia berlari keluar cafe. Vano yang melihat itu segera menyusulnya.

“Ajeng, kamu mau kemana?”

“Aku mau ke rumah sakit kak. Adik aku tadi dibawa ke IGD.”

“Rumah sakit mana?”

“Rumah sakit Permata Medika.”

“Ya udah aku anter.”

Vano segera membawa Ajeng masuk ke mobilnya. Tak lama kemudian mereka meluncur menuju rumah sakit. Ajeng meremas-remas pakaiannya. Hatinya begitu cemas memikirkan keadaan adiknya. Vano memegang tangan Ajeng untuk menghilangkan ketegangannya. Hati Ajeng menghangat mendapat perlakuan seperti itu.

Sesampainya di rumah sakit, Ajeng langsung berlari memasuki IGD. Terlihat ibunya sedang duduk di dekat salah satu blankar.

“Ibu!”

Ajeng menghampiri ibunya. Kemudian pandangannya beralih pada adiknya yang terbaring lemah di atas blankar. Di tangannya sudah terpasang jarum infus.

“Arka sakit apa bu?”

“Demam berdarah Jeng. Arka harus dirawat, tapi bapakmu masih di luar kota. Dari tadi ibu coba hubungi tapi hpnya mati. Ibu ngga pegang uang buat deposit rumah sakit. Kamu tunggu di sini ya, ibu mau ke rumah om Diki, mau pinjam uang.”

“Telpon dulu aja bu om Dikinya.”

Ibu menyetujui usulan Ajeng. Dia berjalan sedikit menjauh. Vano yang sudah ada di sana langsung mendekati Ajeng. Tak lama ibu kembali.

“Gimana bu?”

Ibu hanya menggelengkan kepalanya. Diki dan keluarganya sedang pulang ke rumah mertuanya di Jogja. Ajeng berpikir cepat.

Apa aku pinjem uang sama Putri atau Zaki ya.

Ajeng mengambil ponselnya, mencoba menelpon Zaki. Sial Zaki tak mengangkat panggilannya. Lalu dia mencoba menelpon Dinda, tak diangkat juga. Terakhir Ajeng menelpon Putri, malah lebih parah panggilannya terhubung ke kotak suara. Ajeng menghembuskan nafas kesal.

“Ada apa?” tanya Vano yang curiga melihat ekpresi ibu dan anak yang tampak gelisah.

“Ngga ada apa-apa kak,” bohong Ajeng. Dia malu harus menceritakan keadaannya sekarang. Tiba-tiba seorang perawat datang menghampirinya.

“Ibu, bagaimana? Pasien atas nama Arka jadi dirawat atau tidak?”

“Sebentar ya sus, saya sedang menghubungi suami saya dulu.”

“Baik bu. Kalau sudah nanti tolong diurus administrasinya, biar pasien bisa langsung dipindahkan ke ruang perawatan.”

Setelah itu perawat tersebut kembali ke tempatnya. Vano mulai mengerti masalah yang dihadapi Ajeng dan ibunya.

🌹🌹🌹

**Untung Putri ngga bengek punya kakak posesif model begitu😂

Ayo jangan lupa buat nge like, comment n vote nya ya😘**

1
Elis Sriyani
erik putri
Elis Sriyani
limbad sm putri aja.
duoNaNa
cerita erik dan medina ada kah mak?
♋Ichageul💞: Nggak ada😁
total 1 replies
duoNaNa
putri ngajakin becanda tp aku yg nangis
Bungas Dhin
Bukan boarding pass tapi departure gate otorrrr 😆 boarding pass itu dokumen yang biasanya kita dapetin setelah check in
P_nR
keren👍🏻
Andini Hana Fakhirah
karys yang bagus, walau banyak tokohnys.
Andini Hana Fakhirah
Farhan sama Luna setuju
Andini Hana Fakhirah
Fahri
16/06/1977
Luar biasa
Elsa Devika
bangke emg si puti mah🤣🤣🤣
Elsa Devika
aah pengalaman othor ini yakin lah aing mah🤣✌️
Elsa Devika
Luar biasa
Elsa Devika
knpa pak jae slalu ada dalam daftar sih kak, sebel akutuh🤣🤣🤣
andrana maula
Luar biasa
Nenk Oky oktafia
aku asli garut ti bayongbong thor
Nenk Oky oktafia
definisi kk yg syg sama adik nya
Dina Zuraida
Luar biasa
Babo Saram
bnr thor. ga usah jauh2. wisata yg deket jg bnyk
Ira Umi'a Azzam
Kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!