NovelToon NovelToon
Wanita Rahasia Sang Konglomerat

Wanita Rahasia Sang Konglomerat

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 5
Nama Author: mufli cha

DISARANKAN UNTUK MEMBACA MARRIED WITH STRANGER LEBIH DULU.

Jevian R Hugo.

Seorang konglomerat abad 21 berdarah campuran Italia datang ke negara ini untuk dua tujuan, yang pertama adalah menemukan ibu kandungnya dan yang kedua adalah menemukan wanita yang telah mencuri hatinya tujuh tahun yang lalu.

Seperti sebuah keajaiban, wanita itu datang tepat didepannya di salah satu pertemuan bisnis, sayang statusnya sebagai istri orang lain.

Namun bukan senyum cantiknya yang Jevian terima, karena gadis itu memandangnya layaknya orang yang baru pertama kali bertemu.

Sebagai seorang pria sejati haruskah ia melupakan cinta terlarang di hatinya? atau malah memperjuangkannya meski harus memisahkan sang wanita dengan suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mufli cha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Daddy

Rolls Royce mewah itu melaju melintasi jalan pedesaan yang sunyi lengang. Jevian, Seira, dan Kai duduk bertiga di kursi belakang, sementara Martin mengemudikan mobil Seira menuju kota, di belakangnya.

Seira banyak diam dan hanya melihat keluar jendela, sementara dua orang laki-laki disampingnya mengobrol sepanjang waktu. Pembahasannya masih saja soal kuda bernama Stancey, dan dia tidak berminat ikut masuk kedalam percakapan itu, hanya sesekali mengangguk dan menimpali saat Kai bertanya padanya.

Supir telah menambahkan kecepatan sepanjang jalan hingga mereka tiba lebih awal di pusat pemukiman elite, gedung apartemen pencakar langit terlihat dimana-mana sekarang, kontras dengan kesunyian desa beberapa waktu yang lalu.

Tidak butuh waktu lama, Seira sadar mereka sudah memasuki area parkir privat yang terhubung langsung dengan penthouse milik pria itu terakhir kali, dan mobil berhenti persis di dekat lift.

"Ayo turun" Jevian menggandeng Kai yang terlihat kebingungan, tapi anak itu tidak bertanya apapun.

Sementara Seira mengikuti mereka di belakang.

Jadi Jevian benar-benar membawa mereka ke rumahnya?

"Dad, kita akan kemana?" sudah kesekian kalinya anak itu mengajukan pertanyaan dan lagi-lagi hanya sebuah senyum yang ia dapat sebagai sebuah jawaban.

Seira hanya menggelengkan kepalanya sebelum mengikuti mereka masuk ke dalam lift pribadi, dan ruang besi kotak itu meluncur langsung ke lantai 60.

Pemandangannya masih sama seperti sebelumnya, ia kembali lagi ke sebuah hunian mewah dan modern yang seolah mengapung diantara awan. Jendela kaca disetiap sisi, tanpa tetangga sama sekali.

"Selamat datang ke rumah Kai" Jevian melirik Kai yang kelihatan takjub, baru kali ini ia merasa bangga tinggal disini.

"Ini rumah Kai?" anak itu membeo.

"Tentu saja, ini rumah Daddy jadi ini rumah Kai juga" ujarnya sambil mengangguk.

"Berarti ini rumah Mommy juga?"

Pertanyaan polos itu hampir membuat Seira tersedak keras, kedua pasang mata itu sontak saling menatap. Tidak ada yang tahu bagaimana caranya menjawab pertanyaan Kai.

"Hmm" Seira berdeham penuh isyarat.

"Daddy akan menunjukan sesuatu pada Kai" Jevian hanya bisa mengalihkan pembicaraan.

Ia menarik tangan yang sejak tadi masih dalam genggamannya, menuntunnya ke salah satu kamar dalam penthouse miliknya itu.

Begitu pintu dibuka tembok biru dengan dekorasi macam-macam tokoh superhero terpampang.

Tembok bagian kanan ruangan berisi lemari besar dengan segala jenis mainan, action figure dan game konsol keluaran terbaru.

Seira yang berdiri sendirian di belakangpun tidak bisa menahan diri untuk menelan ludah.

"Ini kamar Kai, jika Daddy tidak sibuk kita akan sering bermain kesini" Jevian melangkah maju, matanya melirik sekilas untuk memperhatikan ekspresi Seira yang tercengang.

"Kai suka Batman" bocah kecil itu berlari dengan girang. Di yayasan ia tidak punya kamar sendiri, ia harus berbagi kamar dengan tiga orang temannya yang lain.

Baru kali ini ia punya kamar sendiri, jadi hatinya terasa seperti ada kembang api yang meletup-letup, sangat senang.

"Kai boleh main disini sepuasnya" Jevian memperhatikan anaknya disamping pintu kamar, bersama Seira.

"Kapan kau menyiapkannya?" wanita itu bertanya dengan heran, hanya selang dua hari yang lalu Jevian tahu keberadaan Kai. Lalu bagaimana dia bisa menyiapkan ini semua?

"Martin melakukannya, sebenarnya aku menelfon temanku dan bicara soal Kai, dia bilang punya beberapa barang anak laki-laki yang tidak terpakai karena ternyata anaknya perempuan, jadi dia mengirimnya kesini" Jevian menunjuk seonggok barang, sejujurnya ia juga kaget akan ada sebanyak ini.

Seira juga hanya bisa melongo melihat tumpukan barang itu, apakah semua teman pria ini memang punya bakat menghamburkan-hamburkan uang?

Beberapa mainan dan dekorasinya masih bisa digunakan, tapi peralatan bayi yang lain? mungkin ia harus memberikannya ke yayasan.

"Oh"

Seira lupa fakta kalau pria ini punya banyak tangan yang akan melakukan pekerjaannya, sementara Jevian sendiri sibuk bersenang-senang.

Pantas saja Martin terlihat kelelahan tadi pagi,

sekarang ia mengerti beban hidup pria itu, hidup bersama dengan bos seperti ini mungkin memang menguras banyak waktu dan energi.

"Kai boleh main game?" suara Kai mengalihkan perhatian kedua orang tuanya, dan Jevian menghampiri anak itu segera.

"Tentu" jawabnya.

Mereka membuka konsol game terbaru yang masih tersegel dibungkus kardus.

"Daddy, boleh kah Kai membawanya?" anak itu bertanya dengan ragu.

"Kenapa?"

"Ada teman-teman Kai disana yang ingin main game juga" ujarnya pelan, ia takut ayahnya tidak setuju.

Tapi Jevian kemudian mengangguk, " Kalau begitu bawa yang ini, Daddy akan beli yang baru untuk di letakkan disini"

"Benarkah" mata kecilnya membulat penuh kegembiraan.

Jevian mengacak rambutnya "Hmm.. tapi janji main terlalu sering"

"Oke Daddy"

Sementara Seira hanya bisa menghela nafas, mereka berdua laki-laki wajar saja jika ayah dan anak itu punya kesamaan hobi, tapi ia juga sedikit cemburu melihat kedekatan mereka. Bocah itu bahkan sudah melupakan keberadaan ibunya.

"Kalian mau makan sesuatu" karena tidak tahu apa yang harus ia lakukan akhirnya Seira memutuskan untuk membuat makanan saja.

Ia bosan melihat mereka membicarakan tentang game, dan kuda.

"Hmm Mommy, Kai lapar"

"Daddy juga"

Anak itu menyahut disusul sang ayah yang masih fokus mencolokkan kabel agar game terhubung ke layar TV besar diatas meja.

Wanita itu memutar matanya, kenapa ia benar-benar terlihat seperti istri Jevian sekarang. Menutup pintu kamar ia berjalan ke arah dapur, tempat dimana Jevian membuatkan sarapan untuknya beberapa hari yang lalu.

Senyumnya muncul saat ia mengingat hari itu.

Rumah Jevian terlalu bersih, bahkan mungkin tidak ada setitik debu pun yang menempel di lantai. Anehnya tidak ada tanda-tanda orang lain di dalam rumah ini selain pria itu.

Siapa yang membersihkannya?

Ini tidak seperti rumah pria lajang pada umumnya yang bau dan berantakan, semua hal dari yang besar sampai sekecil remot diletakkan sesuai pada tempatnya.

Membuka kulkas ia kembali tercengang menemukan setumpuk bahan makanan yang tertata rapih, sangat rapih.

Tidak berpikir lama ia mulai mengambil beberapa bahan untuk memasak. Tidak tahu juga apakah pria yang terbiasa makan masakan restoran terkenal itu sudi memakan masakannya.

Sudah setengah jam berlalu saat wanita itu sibuk di dapur, Jevian sedang asyik menemani Kai saat tiba-tiba saja mendengar teriakan Seira memanggil mereka untuk makan siang.

Ayah dan anak itu mengakhiri permainan dan menuju ruang makan.

Sampai disana sudah ada beberapa masakan rumahan khas asia, sementara wanita itu masih sibuk membereskan beberapa remahan yang berceceran.

Jevian menghampiri wastafel, ia mengangkat tubuh putranya agar bisa mencuci tangan karena letak wastafelnya sedikit lebih tinggi

Setelah itu Kai duduk disamping ayahnya, memandangi makanan buatan ibunya yang kelihatan enak.

Tidak terasa, hari liburan terakhir mereka akan segera selesai sore ini.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Yunika Christina Minggu
Ternyata salah dugaan,bibi yu bukan ibu jevian🤭
Yunika Christina Minggu
💪💪💪💪💪💪
Yunika Christina Minggu
Deg degan💪
Yunika Christina Minggu
Suka bahasanya,ahhhhhh 😍
Yunika Christina Minggu
Thot jgn bnyk org jahat yah🤭
Yunika Christina Minggu
Rsnaldi msh aja mengemis kpx jevian🤣
Yunika Christina Minggu
Sukaaaaaa
Yunika Christina Minggu
Wowwww,mampir kesini krn kangen kai,ehhh ko ada tambahan episode, gassss laj😍
💞DARRA💞💖
laki2 gentle gini kenapa cuma ada didunia novel hiks hiks
💞DARRA💞💖
klo suami sah nya kayak renal lebih baik dukung pembinor
Rahmi Miraie
akhirnya keluarga renaldy tau kebusukanrenaldy yg telah menyianyiakan seira
Siti Aisyah
bagus...saya sangat senang membaca nya...
Zahra Cantik
next thor
Tiara Tiara
mantan oh mantan
Tiara Tiara
btw tq udah update kakak Othor
Tiara Tiara
aq ulang bacanya dari 10 bab terakhir biar inget , udah lama banget hehehehe
Rahmi Miraie
kmu pasti b8sa seira bersama je kamu akn bisa mewujudkan mimpi kmu
Rahmi Miraie
nyesek jd jevian
boleh sesih jev tp jangan berlarut karena hidup terus berjalan dan yg pasti ada seira dan kei yg akan sllu ada untuk kamu
Suci Yati
lanjut thor upnya dan tetap semangat 💪💪💪
☠️⃝🖌️M⃤ Muppin🍓: Halo sahabat pembaca ✨
Aku baru merilis cerita terbaru berjudul RUSH WEDDING 💍
Sebuah kisah tentang pernikahan yang datang tiba-tiba, rasa yang tumbuh perlahan, serta luka dan rahasia yang pelan-pelan terbuka.
Mampir, ya… siapa tahu kamu ikut jatuh hati pada perjalanan mereka.
Dukung dengan like ❤️ & komentar 🤗, karena setiap dukunganmu berarti sekali buatku.
total 1 replies
Eka Ichan
lanjuuttt thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!