Menceritakan tentang kesedihan seorang istri yang tidak pernah anggap ada. Dan selalu saja di salahkan
_Akankah, Safira mampu bertahan dengan pernikahan yang tanpa cinta ini....???
_Atau mampu kah, Arjuna mempertahankan Safira atau justru melepaskan nya....???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
Tak teras sudah seminggu ini Safira bermalam di rumah Juna, hanya saja selama seminggu ini hanya sekali Safira tidur di kamar Juna, selebihnya Safira tidur di kamar Alira,, tapi itu merasa sedikit lega, setidaknya Safira masih berada satu atap dengan nya walau pun tidur terpisah..
Saat ini Safira di sibuk bersiap siap karna sebentar lagi Safira akan ke sekolah Alira, untuk menghadiri acara sekolah..
Mas, apa mas sudah siap...???"Tanya Safir yang membuka pintu kamar Juna,.." Auuuuuu, teriak Safira kala melihat Juna tengah bertelan*ang dada, karna sehabis mandi."
Safira, maaf... "Buru buru Juna memakai pakaian yang sedari tadi Safira siapkan.."
Apakah sudah mas,..???"Tanya Safira,."
Ya sudah.."Jawab Juna saat sedah mengenakkan pakaian nya.", Oyah Safira ada apa..????
Aku hanya ingin bilang, apa mas sudah siap.. Karna aku tidak ingin terlambat ke acara sekolah..
Tunggu sebentar lagi,.. Boleh aku minta tolong,???, Bisa kah kau memasangkan ku dasi ...??? "Ucap Juna, lalu memberikan dasi ke tangan Safira.."
Dengan cekatan Safira memasangkan dasi ke Nuna, dengan sangat rapi,.. "Sudah", ucap Safira.."
Cup.."Juna mencium kening Safira,. Terima kasih Safira,, sudah mengurus ku dan mengurus anak anak kita.."
:Sama sama,.. Kalau begit aku tunggu dibawa, cepat yah mas..."
Juna merasa bahagia, karna tidak ada penolakan,dan Safira pun juga sudah tidak marah lagi.. Itu artinya sebentar lagi perjuangan Juna akan membawakan hasil yang sangat bagus..
...🍂🍂🍂...
Di sekolah,, semua orang tua murid masuk ke dalam Aula untuk menyaksikan penampilan anak anak mereka,,. Juna dan Safira pun melangkahkan kakinya ke dalam gedung Aula,, Safira yang tak sadar kini ternyata tanganya meraih tangan Juna, "Ayo, mas cepat,,, aku ingin duduk di bangku depan,, ",
Dan Juna hanya tersenyum melihat tingkah Safira yang begitu menggemaskan hari ini.. Lalu Juna pun berjalan mengikuti langkah Safira.. Kini satu persatu siswa telah tampil di atas panggung, dan kini tiba saat nya nama Alira yang di panggil..
Safira dan Juna dengan antusias nya bersorak menyebut nama Alira dengan kerasnya,, bahkan semua orang tua murid yang berada di sana menoleh ke Safira dan juga Juna..
Ayo sayang, ku pasti bisa.."Terika Safira", Juna yang melihat Safira seperti itu langsung meraih tangan Safira lalu menggenggam erat tangan tersebut..
Kini Alira menyanyikan lagu yang bejudul "Bunda".
Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Kupandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda
Pikirku pun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku
Kata mereka diriku selalu dimanja
Kata mereka diriku selalu ditimang
Nada-nada yang indah
Selalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya
Tangan halus dan suci
Telah mengangkat tubuh ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan... (Hikssss Hiksss hikssss) "Tangisan Alira pecah di atas panggung, dan membuatnya berhenti bernyanyi, namun siapa sangkah ternyata Safira menyambuk setiap lirik nyanyian Alira dan berjalan ke atas panggung menghampiri anak nya.."
Kata mereka diriku selalu dimanja
Kata mereka diriku selalu ditimang
Oh, bunda ada dan tiada
Dirimu 'kan selalu ada di dalam hatiku
Pikirku pun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku
Kata mereka diriku selalu dimanja
Kata mereka diriku selalu ditimang
Oh, bunda ada dan tiada
Dirimu 'kan selalu ada di dalam hatiku...
"Bunda...Hiksssss,hiksssss hiksssss".. Aku ingin bunda selalu bersama ku, selalu menggenggam tangan ku,." Ucap Alira,."
Semua para orang tua murid yang melihat kejadian itu pun ikut meneteskan air matanya, begitu oun dengan Juna,
Bunda janji akan selalu menggenggam erat tangamu ini sayang,,"Ucap Safira sambil memeluk Alira dan mencium wajah Alira secara bertubi tubi.."
🍂🍂🍂
Di dalam mobil, Safira dan Alira duduk di kursi belakang dan Juna yang tengah mengemudi mobil, sesekali Juna melihat ke arah spion tegah untuk melihat Alira dan safira..
Sayang, tidak usah menangis,, lihat di sini sudah ada ayah dan bunda.."Ucap Safira sambil menyeka air mata anaknya."
Bunda janji kan akan selalu berada di sisiku dn menggenggam tanganku.. Bunda janjikan tidak akan meninggalkan Alira dan ayah lagi..
Bunda janji sayang,.. Bunda akan selalu berada di sisi mu..
Bunda harus tepati janji bunda,, sudah cukup dulu Alira kehilangan bunda maharani dan sekarang Alira tidak ingin kehilangan bunda Safira lagi.."Ucap Alira sambil memeluk erat bundanya."
Iya bunda janji sayang,,