NovelToon NovelToon
Takdir Dari Tuhan

Takdir Dari Tuhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial
Popularitas:81.5k
Nilai: 5
Nama Author: ade The_vie

Dhini Apriani seorang gadis cantik yang merasa dirinya titisan dewi kuan'in, bertemu dengan seorang pangeran tampan yang kadar ketampanannya diatas rata-rata lelaki pada umumnya.

Pertemuan mereka yang terjadi karena sebuah kesalahan kecil, membuat keduanya semakin hari semakin dekat.

Davin Aditya Pratama, putra seorang pengusaha sukses yang menjalin kasih dengannya. Namun sayangnya, orang tuanya telah menjodohkan dirinya dengan anak dari temannya.

Lantas bagaimana kisah cinta antara dua makhluk kasat mata itu ?

cekidot....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ade The_vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ada Darah

Selesai sholat subuh, Dhini kembali membangunkan Davin "Bang bangun, sholat subuh dulu gih, ntar habis waktu lho."

Davin mulai mengerjapkan matanya, meluruskan tulang-tulangnya dan tersenyum memandang wanita cantik yang duduk disisi ranjang itu.

"Kayaknya abang betah disini Dhin, rasanya ini tidur ternyenyak selama beberapa bulan terakhir ini." Ucap Davin yang memang dalam beberapa bulan terakhir ini disibukkan dengan berbagai urusan perusahaannya yang mengharuskannya tidur terlalu larut malam.

"Ya udah ntar abis sholat kalo mau lanjut tidur lagi boleh, mumpung masih disini." jawabnya sambil menarik uluran tangan Davin yang ingin beranjak dari kasur.

Selesai mandi dan sholat subuh, Davin turun kebawah. Dilihatnya Dhini yang sedang membuat coklat panas dan sudah tersedia juga dua potong sandwich di atas meja untuk sarapan mereka berdua.

"Waaah kayaknya lezat nih," ucap Davin yang langsung menyambar sepotong sandwich tersebut. Tak sampai satu menit dia sudah melahapnya habis, dia kembali melirik sepotong yang satunya lagi.

"Makan aja ini satu lagi bang kalo mau, ntar Dhini buat lagi. Abang sih tadi malem aku suruh makan dulu nggak mau, laper berat kan tuh jadinya." ucap Dhini terkekeh melihat Davin yang melahap dua potong sandwich dengan semangat.

Davin hanya berdehem manggut-manggut menjawabnya hingga sampai suapan terakhirnya. Dia lalu menyandarkan tubuhnya ke dinding di belakangnya setelah puas menyantap sarapan paginya dengan segelas coklat panas kesukaannya.

"Alhamdulillah" ucapannya sembari mengelus perutnya.

Dhini tertawa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Davin. Lalu beranjak dari tempat duduknya.

"Mau kemana Dhin" tanya Davin

"Dhini laper, tuh jatah aku udah tenang didalam sana" jawabnya menunjuk ke arah perut Davin dengan bibirnya.

Davin tertawa melihat perutnya yang membuncit kekenyangan. "Ya udah kamu bikin lagi deh buat kamu, gak akan abang embat lagi deh," sambil mengacungkan dua jari tanda perdamaian "Piiisssss"

...****************...

Davin yang memang ke Medan untuk bertemu dengan seorang pebisnis yang akan bergabung dengan perusahaan mereka pun belum juga kembali ke kafe. Sedangkan Dhini yang sudah satu jam yang lalu menanti mulai merasa bosan. Mereka rencananya akan pergi berkencan selagi Davin masih ada waktu, karena besok siang dia harus kembali ke Jakarta.

Bak seorang maling dia datang dengan mengendap-endap mendekati Dhini yang duduk membelakangi pintu, memberi kode jari telunjuk yang ditempelkan ke bibirnya agar Sari dan Murni menutup rapat mulut mereka.

Dari belakang dia menutup kedua mata Dhini dengan tangannya. Dhini yang sedari tadi terus saja ngedumel dengan segudang umpatan kekesalannya terdiam. Dia tau betul aroma parfum orang yang ada dibelakangnya itu.

"Jangan becanda bang, Dhini lagi kesel sama abang !" ucapnya ketus.

Davin mengambil kursi di sebelahnya dan duduk di hadapannya "Maaf ya sayang, tadi abang kelamaan ngobrolnya. Soalnya mesti dijelasin gimana konsep dan prinsip dasarnya dulu sebelum deal."

"Jangan ngambek gitu ah, ntar kamu jadi keliatan lebih tua dari abang" lanjut Davin menjawil pipi chabi gadis mungilnya itu.

Setelah berhasil membujuk Dhini dengan segudang rayuan dan gombalan akhirnya mereka pun pergi. Sari dan Murni yang menyaksikan drama dua sejoli itu ikut tertawa melihat kedipan mata Dhini dan senyuman liciknya yang berhasil mengerjai tunangannya saat melewati mereka.

"Babay mbak" ucap Dhini melambai-lambaikan tangannya.

Kembali dua makhluk kasat mata itu pergi menonton bioskop, kali ini semua berjalan mulus karena film yang diputar bergenre romantis. Setelah itu mereka memilih ke pasar malam sesuai keinginan Dhini, dia melihatnya saat mereka akan pergi tadi.

Hingga hampir tengah malam keduanya merasa lelah dan akan kembali pulang. Mereka memilih pulang ke rumah Dhini, karena Davin sekalian besok akan pamit dulu ke tante Ratih. Perjalanan lumayan jauh yang mereka tempuh namun karena suasana malam tidak banyak yang berlalu lalang lagi dijalanan.

Tiba-tiba sepeda motor matic Dhini yang dikendarai Davin terhempas dijalanan, Davin terseret sejauh 100 meter dari lokasi kejadian, sedangkan Dhini yang ada di boncengan terpental ke arah yang berlawanan.

Dengan kondisi setengah sadar Davin berjalan terhuyung, dia tak memikirkan lagi rasa sakit di kaki dan tangannya yang terluka akibat terseret di aspal tadi. Celana jeans yang dikenakan Davin pun sobek di bagian lututnya hingga membuat darah segar mengalir dari lututnya.

Suasana malam itu begitu sepi, tak seorang pun melintas disana karena memang jam menunjukkan sudah lewat tengah malam. Sementara mobil yang menabrak mereka dari belakang sudah jauh pergi meninggalkan mereka.

Dengan menahan rasa sakitnya Davin terus berjalan terpincang-pincang menuju Dhini yang dari tadi tak bergerak sama sekali dari tempatnya. Davin menjerit melihat ada darah segar keluar dari kepala Dhini karena helm yang dikenakannya terlepas dari kepalanya. Dia masih mencoba menyadarkan Dhini, mengguncangkan tubuhnya. Namun tak ada respon sedikitpun dari Dhini.

Sebuah mini bus yang melintas berhenti melihat Davin yang menjerit memeluk Dhini. Dua orang pemuda turun dari mobil, mencoba membantu Davin. Sedangkan seorang wanita setengah tua yang ada bersama mereka menyambut tubuh Dhini dari dalam mobil.

Salah satu dari mereka mencoba menghubungi polsek terdekat untuk mengamankan sepeda motor Dhini, sedang Davin dan Dhini segera dibawa ke Rumah Sakit. Davin terus berusaha menyadarkan Dhini, tanpa terasa air matanya mengalir. Dia begitu takut melihat keadaan Dhini seperti ini. Darah segar terus mengalir dari kepalanya.

Bersambung...

...🙏🙏🙏🙏...

...Terimakasih...

1
🍒⃞⃟🦅
ganteng ganteng dikatain kang ojol🤣🤧
🍒⃞⃟🦅
Dewi kuan'in?mengingatkanku pada sun go kong 🤣🙈
🍒⃞⃟🦅
mulai tumbuh benih cinta nih😻
🍒⃞⃟🦅
gubrak dah🤣🤦🏻‍♀️
🍒⃞⃟🦅
mentang-mentang cogan,asal gandeng aja tuh🙄
🍒⃞⃟🦅
lain dimulut lain dihati🤣
🍒⃞⃟🦅
udah kayak nenangin bocah pake cup cup😂🤣
🍒⃞⃟🦅
haduh alasan klasik
ceritanya beneran mirip sama dunia real😂
🍒⃞⃟🦅
sudah aku duga,kelakuan mu itu membagongkan Dhini
jadi g mungkin belajar
malah nonton🤦🏻‍♀️
tapi yang penting jangan ke hal yg negatif 👍
🍒⃞⃟🦅
nyelonong aja tanpa ngejawab 🤦🏻‍♀️
🍒⃞⃟🦅
astaghfirullah Dhini mulutmu gak ada rem nya sama orang tua 😂🤣
🍒⃞⃟🦅
jangan bilang penulisnya salah satu korban drama Ikan terbang🤨🤣
🍒⃞⃟🦅
semangat nulisnya🤗
🍒⃞⃟🦅
karya pertama👍
penulisannya rapi tanpa ada typo
🍒⃞⃟🦅
the power of emak-emak ini mah 😂🤭
🍒⃞⃟🦅
gokil sih,pede akut🤣👍
🍒⃞⃟🦅
kalo Dhini bilang didepan kelas alasan ini yg bikin dia terlambat,auto diketawain 1kelas kamu dhini
🍒⃞⃟🦅
makanya Dhini kalo g mau kena hukum jangan terlambat🤦🏻‍♀️
🍒⃞⃟🦅
ciri khas dunia halu
karakter cwo yang tampannya diatas rata-rata
@🏡 ⃝⃯᷵Ꭲᶬ.⒋ⷨ͢⚤•§¢•AQILA 🦋
mampir onel pak wawan galak amat ya pasti malu bnget tuh si dini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!