NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Balas Dendam / Kebangkitan pecundang / Dan budidaya abadi
Popularitas:14.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Khalid

Chen Khu adalah anak ke dua dari tiga bersaudara, hidup bahagia di sebuah desa terpencil dikaki gunung Wutan. Keluarga Chen merupakan keluarga petani yang terkenal ramah bagi penduduk desa. Chen Khu bocah berusia 7 tahun, yang suka membantu. Meskipun usianya terbilang masih muda, tetapi dia cukup ringan tangan untuk membantu sesamanya. Dia bercita-cita, suatu saat jika sudah besar nanti, dia ingin menjadi seorang tabib agar bisa membantu orang - orang miskin yang sakit. Akan tetapi semua tidak berjalan seperti apa yang diimpikannya, sampai suatu malam ketikan sekelompok pendekar aliran hitam datang menghancurkan desanya. kedua suadarax dibunuh dengan kejam, ayahnya di tangkap untul di jadikan budak, sedangkan ibunya tewas ketika berusaha menyelamatkan dia dan adiknya. Satu hal yang tetap ada dalam pikirannya yaitu, tato KALAJENGKING MERAH yang ada di lengan pendekar yang membunuh ibu dan saudaranya. Dengan berlinang air mata dan sekuat tenaga dia berlari kedalam hutan gunung Wutan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khalid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#29. Bertemu Guru

Setelah membunuh walikota, Chen Khu langsung melesat ke udara, dia berusaha pergi secepat mungkin dari kota itu.

"terlalu banyak orang yang sudah mengetahui kemampuanku, sebaiknya aku segera meninggalkan kota ini , pasti akan lebih banyak prajurit kekaisaran yang akan mencariku, sebaiknya aku bersembunyi untuk sementara waktu" ucapnya dalam hati.

Leuw Kye hanya bisa meratapi mayat ayahnya.. rupanya, keinginannya untuk membalas dendam malah menjadi petaka, dan kini dia tidak tau harus berbuat apa.

"Untuk sementara waktu aku bisa bersembunyi di situ " ucqp Chen Khu dalam hati setelah menemukan sebuah hutan yang cukup lebat.

Chen Khu lalu turun dan mendarat pada dahan pohon yang cukup besar, yang terlintas dipikirannya saat ini adalah dia harus segera memulihkan tenaga dalamnya dan melanjutkan usahanya untuk membuka titik cakra yang tersisa.

Chen Khu kemudian turun ke lantai hutan sembari berjalan - jalan mencari tempat yang cocok untuk bermeditasi. Sesekali dia memetik buah - buahan yang ada pada daerah yang dilaluinya. Chen Khu sadar.. mungkin saja kali ini dia akan butuh lebih banyak waktu untuk bermeditasi, jadi dia harus mengisi perutnya lebih dulu.

Ketika Chen Khu sedang mengumpulkan bahan makanan,tiba - tiba saja dia menemukan sebuah goa yang sangat besar, dia segera memeriksa keadaan goa, lalu setelah dirasa aman, Chen Khu lalu menyalakan api untuk memanggang ayam hutan yang ditangkapnya.

Chen Khu masuk kedalam goa setelah menghabiskan makanannya, dia lalu mencari tempat yang bagus untuk dijadikan sebagai tempat bemeditasi. setelah Chen Khu menemukan sebuah batu yang permukaannya rata, dia kemudian memulai meditasinya.

Setalah memusatkan pikirannya, Chen Khu mulai merasakan aliran tenaga dalamnya seperti sebelumnya. Rupanya, titik cakra yang akan dibuka kali ini tidak semudah membuka titik - titik cakra yang sebelumnya. Chen Khu yang larut dalam meditasinya tidak menyadari kalau sudah dua hari dia melakukan meditasi, lalu tiba - tiba....

KRREETAAAK.. KRREETAAK..!!

Chen Khu merasakan tulangnya bergemeretak.. dia merasakan sakit yang luar biasa, sendi - sendinya seperti mau lepas, tapi Chen Khu tetap memusatkan pikirannya. Chen Khu bisa merasakan kalau tulang - tulangnya seperti membesar, persendiannya juga seperti terisi sesuatu yang dingin, Chen Khu tidak mengetahui apa yang terjadi pada dirinya, tapi yang pasti dia harus menyelesaikan meditasinya itu.

Cukup lama Chen Khu menahan rasa sakit yang luar biasa, sampai akhirnya perlahan - lahan sakit yang dirasakannya menghilang, Chen Khu kemudian menghela napas panjang dan mengakhiri meditasinya.

Saat membuka mata, Chen Khu merasa tubuhnya sangat lelah, dia pun mencoba untuk berdiri, tapi tiba - tiba pandangannya terasa gelap, dia tidak dapat mempertahankan keseimbangannya.

Chen Khu terjatuh di lantai goa, diapun pingsan. tubuhnya lemas akibat menahan sakit yang luar biasa, disamping itu karena meditasi yang cukup lama, tubuhnya kekurangan nutrisi yang membuatnya kehilangan keseimbangan.

Chen Khu, kemudian sadar setelah pingsan beberapa lama, kali ini dia tidak langsung mencoba untuk berdiri, sambil menenangkan diri, dia memperhatikan perubahan yang ada pada tubuhnya. Chen Khu bisa merasakan kalau tulang - tulangnya membesar, badanya juga terasa lebih tegap, tapi tubuhnya masih terasa lemas.. dia kemudian mencoba untuk berdiri sambil berpegangan pada dinding goa.

Chen Khu kaget ketika melihat sisa buah - buahan yang disiapkan untuk dimakan setelah bermeditasi sudah layu dan bahkan ada sebagian yg sudah membusuk.

"hmmm... berapa lama aku bermeditasi..?? " Chen Khu bertanya - tanya dalam hati.

"pantas tubuhku terasa lemas, rupanya aku terlalu lama bermeditasi.. " gumamnya dalam hati.

Chen Khu kemudian memutuskan untuk berjalan - jalan kedalam hutan untuk mencari buah - buahan, sebenarnya Chen Khu bisa saja menggunakan sumber daya yang diperolehnya dari Lembah Harapan tapi untuk saat ini, dia masih ingin menyimpannya untuk berjaga - jaga jika dikemudian hari akan sangat dibutuhkan, lagi pula Chen Khu sudah tidak mengetahui letak Lembah Harapan setelah diterpa angin yang sangat dahsyat.

Dengan berpegangan pada batang pohon Chen Khu berjalan menyusuri lantai hutan, dengan memakan buah - buahan yang dijumpainya Chen Khu mengisi kembali energinya. ketika sedang asyik mencari buah - buahan, Chen Khu merasakan ada sesuatu yang mendekat, tapi karena tubuhnya masih lemah Chen Khu tidak bisa mendeteksi apa yang mendekatinya dia hanya bisa bersandar pada batang pohon besar sambil menunggu apakah gerangan yang akan muncul.

Dan benar saja.. tiga ekor macan tutul terlihat mendekatinya dengan air liur yang menetes pada taringnya. Pada kondisi normal, hewan buas ini bukan masalah berarti buat Chen Khu, tapi untuk saat ini, hewan buas ini bisa saja merenggut nyawanya, dan dengan sisa tenaga yang ada, Chen Khu mencoba melawan dan tetap mencoba berdiri dengan ditopang oleh batang pohon dibelakangnya.

Chen Khu, mencoba mengeluarkan pedang halilintar dari dalam kantong ajaibnya, tapi sebelum tangannya mencapai lengan jubah tempat menyimpan kantong tersebut, seekor macan tutul sudah melompat menyerangnya.

Taringnya tepat menancap pada tangannya yang berusaha meraih kantong ajaibnya, dan menarik lengan tersebut, berusaha menyeret Chen Khu, dan ketika Chen Khu agak jauh dari batang pohon yang menjadi sandarannya, dua ekor macan tutul lainnya ikut menyerang.

serangan pada kaki dan punggung membuat Chen Khu terjatuh, dia hanya bisa pasrah jika ini adalah akhir hidupnya, dia menyesali keputusannya untuk tidak menggunakan sumber daya yang disimpannya selama ini, tapi dalam hati dia masih berharap keajaiban agar tenaganya kembali pulih secara ajaib, lalu tiba - tiba....

SLUUUP... SLUUUP... SLUUUP..!!!

tiga buah pisau melesat dan mengenai leher ketiga macan tutul tersebut. ketiganya kemudian terkapar tak bernyawa.

Chen Khu merasa kalau malikat maut sudah pergi meninggalkannya, dan tiba - tiba saja seorang laki - laki berbadan tegap berusia sekitar 50 tahun sudah berdiri dihadapannya.

"Kamu cukup kuat anak muda.. kamu masih bisa sadarkan diri dengan luka robek seperti ini " ujar pria tersebut sambil memeriksa luka pada tubuh Chen Khu.

Bekas gigitan macan tutul meninggalkan luka sobek yang amat dalam, Chen Khu sudah mengeluarkan banyak darah,..pria tersebut kemudian mengeluarkan beberapa pil dari dalam jubahnya dan membuat Chen Khu menelannya.

beberapa saat kemudian pendarahan pada luka Chen Khu terhenti, rasa sakit akibat luka pun perlahan - lahan mereda.

"pil ini sungguh ajaib " Chen Khu membatin.

Pria tadi kemudian membantu Chen Khu untuk duduk lalu disandarkannya pada akar pohon.

"terima kasih sudah menyelamatkan nyawaku tuan " ucap Chen Khu lirih sambil meringis menahan sakit.

"kamu tidak perlu berterima kasih anak muda, aku hanya kebetulan lewat, dan melihat hewan buas ini hampir memangsamu " jawab pria tersebut sambil memotong seekor macan tutul menjadi beberapa bagian.

Pria itu kemudian menyalakan api untuk memanggang daging yang sudah dipotongnya, lalu setelah itu dia meletakkan daging tersebut diatas api.

" aku akan mencarikan obat untuk mengobati lukamu, perhatikan daging itu jangan sampai hangus " ujar pria tersebut,lalu dengan ilmu meringankan tubuh dengan cepat meninggalkan Chen Khu.

Tak lama kemudian, dia sudah kembali dengan beberapa lembar daun untuk dijadikan ramuan obat, dan tanpa basa basi, pria itu kemudian meracik daun - dan tersebut lalu membalurkannya pada luka Chen Khu.

"Namaku, Xie Jiang.. aku dari sekte Kuda Terbang " ucap pria itu setelah selesai melumuri luka Chen Khu.

"namamu siapa anak muda..dan kenapa kamu ada disini..? " Xie Jiang melanjutkan

"namaku Chen Khu, aku tadi sedang mencari buah - buahan yang bisa dimakan, tapi tiba - tiba ketiga macan tutul itu menyerangku " jawab Chen Khu yang masih terdengar lemah.

" aneh.. !! dengan tubuh dan kualitas tulang sepertimu, seharusnya kamu bisa menjadi pendekar hebat dan tidak akan kalah dengan mahluk ini " ujar Xie Jiang sambil memberikan potongan daging pada Chen Khu.

Ternyata, sambil mengobati luka pada Chen Khu, Xie Jiang juga menyelidiki tubuh Chen Khu yang sangat tegap dan kekar tapi tidak mampu melawan tiga ekor macan tutul.

Meskipun Chen Khu belum menyembunyikan kekuatannya, tapi kondisi tubuhnya yang lemah menjadikan tubuhnya tidak bisa mengeluarkan aura kekutan yang dimilikinya, lagi pula tenaga dalamnya sudah habis terkuras akibat meditasi yang berlangsung cukup lama, disamping itu dia juga belum bisa mendeteksi kemampuan Xie Jiang.

"aku sedang mencari burung dihutan ini untuk dijual, lalu aku tersesat dan kehabisan makanan " ucap Chen Khu berbohong berusaha menutupi jati dirinya.

"kamu masih terlihat sangat muda dan aku suka dengan kualitas tulangmu, mungkin kamu bisa menjadi pendekar yang berbakat, disamping itu tubuhmu juga masih sangat lemah..jika kamu bersedia, aku akan membawamu ke sekte kuda terbang agar mendapatkan perawatan yang baik.." sambil mengeluarkan botol arak yang selalu dibawanya.

"dengan kondisi seperti ini, aku takut menjadi beban jika aku ikut dengan tuan.. " jawab Chen Khu.

"itu akan menjadi tanggung jawabku, dan jika kita sudah sampai di sekte nanti, aku akan mengajarkanmu beberapa teknik beladiri agar kamu bisa menjaga dirimu.." ujar Xie Jiang menawari Chen Khu menjadi murid sebab menyadari potensi yang dimiliki oleh Chen Khu.

Chen Khu merasa kalau inilah kesempatan agar dia bisa mendapatkan teman atau rumah untuk kembali,dan jika kondisinya sudah pulih, dia bisa menyembunyikan kekuatannya.

"baik tuan " jawab Chen Khu menyetujui perkataan Xiw Jiang.

"mulai saat ini panggil aku guru " kata Xie Jiang lalu mengangkat Chen Khu dipundaknya dan melesat menggunakan ilmu meringankan tubuh,kembali ke sekte Kuda Terbang.

1
Generazi_Z
Ngapain lagi dia hidup klu semua keluarga sudah Mati. mati ajalah sekalian
Karma Palla
dijadikan kuat karena kluarga dibantai,,, coba bikin cerita menjadi kuat untuk melindungi kluarga tercinta,,,
Lintang Putri
makin g rame Thor
Lintang Putri
jd g nyambung
Lintang Putri
ceweknya jgn ngenyel dong
Harman Loke
kekuatan murid lebih tinggi dari pada guru
Harman Loke
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutt
Uswatun Hasanah
lanjut
Jin Fung
kenangan pertama aq mulai suka baca novel pendekar ya novel ini.cerita legendku ini
Bucek John
harta perang sia sia tdk diambil pendekar yg mana buat kultivasi masa depan perlu biaya mahal n sumber dsya tinggi serta banyak... rampasanbperang selalu menarik untuk dibahas n dicatat pendekar p3menang...!!! seru...
Bucek John
sayang 1000 x rampasan perang gak pernah dibahas walau pendeker sekte kere...
Bucek John
rampasan perang tdk dibahas kurang seeu, padahal murid sekte kere pasti butuh harta, swnjata n sdm kultivasi buat naik tingkat kultivasi n kekuatan murid sekte ... !!! rampasan perang sangat berharga n bantu kemajuan sekte pendekar..!!
Bucek John
beri kejutan..
harta rampasan perang dibahas tiap kali mwnang, mosok gak pwenah ambil harta rampasan tapi reeus menwrus keluarkan koin dlm jml besar buat ganti rugi... padahal murid sekte kere...
Bucek John
harta pwnswkwe yg gugur tdk sibahas, kurang menarik sama awkali, pensekar biasa ambil harta rampasan perang.. buat ssm kultivasi masa swpan apalagi murid swkte kere pastine sangat butuh harta rampasan peeang...
Bucek John
menang prang tampa harta rampasan sangat hambar... ciri pendekar petualang dg sekte miskin jd gak menarik sama sekali...!!! dr jaman k jaman harta rampasan perang adalah cerita + yg menarik bg para pengela selain belajar juga nabung harta buat sdm masa depan kyltivasi perlu sdm besar n byk seiringgi tinggi tingkatan level...
Odai Sudi Bgus: lanjut bosss
total 2 replies
Bucek John
rampasan perang nol malah tekor beri koin emas... pendekear sekte kere gimabisa maju n berkembang sdm mimim masih beri warga koin emas.. sementara sekte sdm sangat kere..
Bucek John
rampasan perang sdh jd komoditi 0endekar yg menang buat harta masa depan apalagi sekte kere sangat butuh harta rampasan perang...!!
Bucek John
jgn lupa rampasan perang beeharga buat sdm masa dwpan apalagi swkte kere tdk panya byk asm.. harta rampasan sabgat penting abg sdm penunjang kemajuan swkte...
Bucek John
rampasan perang tdk dibahas kurang menari sama sekali, harta rampasan adalah pundi x2 pendekar nuat masa dwpan sekali pyn pendwkar kaya tp koalisi tentu tdk sama sdm yg dimiliki tiap pendekar ..
S P Lani
makin ga jelas pendekar menjadi penjaga kaisar di mana kebebasan nya di mana kemampuan meningkat serba tugas di jalani yg ada.coba buat pend kar itu cuman selintas di keperi tahan biar peningkatan nya banyak .begitu penulis buka wawasan anda
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!