NovelToon NovelToon
Teman Masa Kecil

Teman Masa Kecil

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:203.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fasya Al Hafizh

Zahra dan Arya dipertemukan saat masih kecil. Mereka berjanji untuk bertemu lagi 13 tahun kemudian. Saat dewasa mereka bertemu dan bekerja bersama, namun mereka tak menyadarinya. Hingga menjelang pertemuan mereka, Zahra harus mengalami kecelakaan demi menolong Arya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fasya Al Hafizh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pura - pura sakit

" Apa yang kau lakukan disini.."

" Maaf, saya cuma mau melihat keadaan Mas Arya..." jawab Zahra gugup.

" Melihat keadaanku atau merindukan pelukanku..?" goda Arya.

" Mas lepasin..."

" Kenapa..? Aku nggak ngerasa nyuruh kamu kesini, lepas sendiri kalau bisa.."

" Zahra mohon lepasin, nanti kalau ada yang lihat kan malu..." rengek Zahra.

" Bukan urusanku..."

" Mas, jangan seperti ini katanya Mas Arya lagi sakit..?"

" Nggak usah sok peduli..." Arya melepas pelukannya dan menggeser tubuhnya ke samping.

" Maaf ya Mas, Zahra nggak bermaksud membuat Mas Arya marah.." Zahra bangun dan duduk di samping Arya.

Arya sangat merindukan kedekatan mereka selama ini. Baru beberapa hari tak bersama hidup mereka seakan kacau balau.

" Mas Arya beneran sakit..?" tanya Zahra.

" Nggak tahu, males aja mau bangun. Pengennya rebahan aja.." jawab Arya.

" Zahra panggilin dokter ya...?"

" Nggak usah, kamu sama siapa kesini..?" tanya Arya.

" Sama Mas Rey, tadi katanya Mas Arya sakit. Jadinya kita mampir kesini dulu sebelum ke kantor.."

" Huhhh..pergi sana ke kantor.." Usir Arya tiba - tiba.

" Hemmm...selamat pagi boss..." ucap Rey di depan pintu.

" Kalian ngapain disini, kerja sana jangan cuma makan gaji buta..." saut Arya.

" Gue cuma mastiin lho beneran sakit apa kagak.." jawab Reyhan.

" Ar, kamu kenapa...? bilang sama Mama kalau kamu sakit..?" Mama khawatir melihat anaknya masih tiduran di ranjang.

" Za, tolong bikinin bubur ya..?" pinta Mama.

" Iya Ma.." Zahra beranjak pergi ke dapur.

" Ma, Arya nggak kenapa - napa... nggak usah khawatir.." ucap Arya lalu duduk.

" Udah kamu tiduran aja, biar Zahra bikin sarapan dulu. Mama mau beresin barang - barang papa kamu, dia mau ke Surabaya nanti siang..." ucap Mama.

" Mama nggak ikut ke Surabaya..?" tanya Rey.

" Siapa yang jagain Arya kalau Mama pergi.."

" Mama tenang aja, biar nanti Zahra yang urus Arya. Memangnya Mas Hasan kemana Ma..?" tanya Rey.

" Kakakmu di rumah mertuanya. Besok juga udah balik ke Singapure katanya ada klien yang mendadak ingin ketemu.." jawab Mama.

" Ohh...gituuu.." saut Rey.

" Mama tenang aja, biar Rey dan Zahra yang jagain Arya..." ucap Rey lagi.

" Gue bukan bayi yang perlu pengasuh. Lho pergi aja sana.." usir Arya.

Zahra datang membawa semangkuk bubur yang masih panas.

" Za, kamu nginep disini ya temenin Arya. Mama mau ikut papa ke Surabaya sekalian nengokin kakeknya Arya..."

" Tapi Ma..."

" Udah Za, ngurusin Arya itu gampang. Cukup kasih kembang tujuh rupa anteng deh.." Rey melirik ke arah Arya yang langsung melemparkan bantal ke mukanya Reyhan.

" Lho pikir gue dedemit.."

" Udah, kalian pergi aja semua. Gue mau ngrasain hidup sebatangkara.." ucap Arya lalu merebahkan diri lagi.

" Ehh jangan begitu, biar Zahra disini jagain kamu...Za, kamu nggak usah ke kantor temenin Arya aja.." perintah Mama.

" Iya Ma..." jawab Zahra pelan.

" Ya udah, kalau gitu Rey ke kantor dulu udah siang.."

" Assalamu'alaikum.." Rey mencium tangan Mama lalu memeluk Zahra untuk menggoda Arya.

" Wa'alaikumsalam.."

" Ya udah, Mama juga mau beresin barang Mama di kamar.."

Setelah Mama dan Reyhan keluar, Zahra mengambil bubur di meja lalu diberikan pada Arya.

" Mas Arya sarapan dulu ya..." Zahra duduk di samping Arya.

" Aku lagi malas pegang sendok.."

" Terus gimana..? Mau pake tangan aja.." tanya Zahra.

" MasyaAllah Za, mana ada makan bubur cuma pake tangan.." Arya mulai emosi dan kembali menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.

" Dasar nggak peka..." gumam Arya.

Zahra tersenyum, dia sengaja mengerjai Arya. Zahra tahu sebenarnya Arya minta disuapi olehnya.

" Mas, ayo makan dulu jangan kayak anak kecil.." ucap Zahra.

" Nggak mau.." teriak Arya di bawah selimut.

" Ya udah kalau nggak mau disuapi, Zahra keluar aja mau nonton tv di bawah.."

Arya langsung membuka selimutnya dan memeluk pinggang Zahra.

" Jangan pergi..." lirihnya tapi masih terdengar oleh Zahra.

Zahra jadi sadar jika dia harus menjauhi bossnya itu. Namun Zahra tak tega melihat bossnya yang sedang sakit.

" Saya tidak akan pergi Mas, sekarang makan dulu ya.." ucap Zahra bimbang.

Zahra harus sadar posisinya sekarang. Ucapan kak Sania masih terngiang dalam ingatannya.

" Za, kamu melamun. Jadi nggak makannya..?" Arya membuyarkan lamunan Zahra.

" Ehh...iya Mas..." jawab Zahra gugup.

Setelah selesai makan Zahra ingin mengembalikan mangkuk ke dapur tapi Arya mencegahnya.

" Jangan pergi Za, jangan tinggalin aku.." tanpa sadar Arya memeluk Zahra sangat erat.

" Mas Arya jangan seperti ini.."

" Aku sangat merindukan pelukan ini.." Arya merebahkan tubuh Zahra dan ikut berbaring di sampingnya.

" Zahra tidak..."

" Ssstt...jangan bicara apapun. Aku cuma pengen seperti ini sebentar.." saut Arya.

Arya memeluk tubuh ramping dihadapannya dan menyembunyikan wajahnya didalam pelukan Zahra.

Mereka larut dalam pikiran masing - masing.

" Ya Allah, perasaan apa ini. Kenapa setiap bersama Zahra aku bisa melupakan Aulia. Aku merasa nyaman bersama Zahra..." batin Arya.

" Apa yang aku lakukan ini, Dirga maafin aku. Tidak tahu kenapa, aku tak bisa menolak keinginan Mas Arya. Akupun merasa nyaman berdekatan dengannya.." batin Zahra.

Tanpa sadar mereka saling berpelukan sangat erat, Arya mulai mensejajarkan wajahnya di hadapan Zahra. Arya mulai mengecup bibir mungil gadis dihadapannya. Zahra tak bisa menolak karena ini terlalu mendadak. Arya berpindah mencium kedua pipi lalu kening Zahra tanpa hasrat lalu menjauhkan tubuhnya.

" Makasih udah nemenin aku disini, maaf aku nggak bisa mengontrol diri.." Arya beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

Zahra hampir saja tak bisa bernafas dengan perlakuan Arya. Entah mengapa Zahra tak menolak hal itu, justru Zahra sangat menikmatinya.

" Kenapa aku bisa melupakan Dirga saat bersama Mas Arya, sepertinya otakku udah mulai nggak beres.." gumam zahra.

Zahra duduk di sofa menunggu Arya selesai Mandi. Arya keluar hanya memakai handuk yang terlilit di pinggangnya. Zahra menatap Arya kaget.

" Mas Arya apa - apaan sih, nggak pakai baju sekalian di kamar mandi.."

" Hehehee...kirain kamu udah keluar Za, aku udah terbiasa seperti ini. Jadi kamu juga harus terbiasa melihatnya.." ucap Arya mendekat pada Zahra.

" Ya udah Zahra keluar dulu..."

" Siapin pakaianku dulu sayang.." bisik Arya di telinga gadis cantik di depannya.

Zahra mendorong tubuh Arya lalu beranjak mencari pakaian Arya di lemari. Setelah ketemu Zahra bertanya pada Arya.

" Mas mau pake yang ini..?"

" Ambil pakaian kerja sayang.."

" Emangnya mas mau kerja..? kan lagi sakit..?" tanya Zahra.

" Sekarang udah sembuh, kan udah diobatin.." ucap Arya memeluk Zahra dari belakang.

" Mas Arya lepasin.."

" Aku mau tanya sesuatu, jawab dengan jujur.." ucap Arya yang masih melingkarkan kedua tangannya di perut Zahra.

" Apa..?"

" Apa hubungan kamu sama Reyhan.."

" Zahra nggak ada hubungan apa - apa.."

" Jangan bohong sama aku.."

" Zahra nggak bohong Mas, tanya aja Mas Rey.."

" Kemarin kalian kemana..."

" Zahra sama Mas Rey cuma jalan - jalan aja kok.." jawab Zahra berbohong.

Arya melepaskan pelukannya dan duduk di ranjang menunggu Zahra mengambil pakaiannya. Zahra mengambil pakaian kerja Arya lalu keluar kamar tanpa berkata sepatah katapun. Arya masih belum percaya dengan hubungan Zahra dan Reyhan.

Setelah selesai berpakaian Arya segera turun dan mengajak Zahra berangkat ke kantor.

.

.

TBC

.

.

Mohon dukungan buat Author ya....🙏🙏🙏

.

.

1
Rekha Martha
gimana dgn ceritanya reyhan kakak nya zahra thor
Jusmiati
iya ini aku Zahra 😀😀😀
Jusmiati
foto Zahra waktu bayi
Jusmiati
bidadari surga ku....😀😀😀
Jusmiati
😀😀😀😀
Jusmiati
kasian Mona....tegang Banget deh Thor....
Jusmiati
aiiss banyak sekali teka teki nya....😇😇😇😇
Jusmiati
Zahra dan Rey bersaudara Thor....
Jusmiati
😀😀😀😀😀
Jusmiati
pasti enggak diijinkan....
Jusmiati
dibutuhkan keterbukaan dalam sebuah hubungan....😔😔😔
Jusmiati
sebenarnya Zahra ini sosok yang manja, dia selalu ingin mencari pelindung seperti sosok ayahnya....
Jusmiati
kok diulang sih...
Jusmiati
hmmm Zahra salah kamar 😀😀😀
Jusmiati
tega banget si bosss....😇😇😇
Jusmiati
ketemu teman masa kecil deh....
Jusmiati
namanya Zahra, tapi memperkenalkan diri dgn nama Aulia.... bingung...😇😇😇😇😇
Nirwati Mapparessa
ferdi pasti kaget melihat zahra ada di villa iti
Rini Haryati
bagus
Rini Haryati
bagus,keren
semangat
sukses,mksh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!