Kisah seorang Anak yang di tinggal pergi Ayahnya untuk selama-lamanya, membuat Ia kecewa pada Ibunya, dan berubah sikap dari anak yang penurut dan perhatian jadi anak yang cuek dan melawan Ibunya bahkan tega mengusirnya di masa tua.
Akan kah sang Anak bisa kembali menjadi penyayang? dan bagaimana nasib Ibunya setelah di usir oleh putranya? lalu apa sebenarnya yang terjadi kenapa si Anak bisa berubah sikapnya? penasaran kita langsung saja ke TKP.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadataskia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masalah 8
Sampainya ibu di rumah, mereka segera mencuci tangan dan kaki lalu istirahat di depan tivi sambil menikmati cemilan yang ibu buat.
Untung saja ibu sudah masak jadi bisa santai-santai sambil nunggu ayah pulang, karena nanti sekitar jam dua siang ibu harus berangkat ke sekolah lagi untuk ikut rapat entah membahas soal apa kali ini?
Nadia dan Kasih sedang asik nonton tivi film acara anak kesayangan mereka, sedang ibu sibuk mengitung jumlah biaya yang harus di bayar dan membaginya menjadi lima bulan, untuk perkiraan berapa ibu dalam sehari harus menyimpan uang, supaya saat waktu yang di tentukan bisa tertutup.
"Ibu sedang apa?" tanya Nadia yang melihat ibu sedang sibuk.
"Oh ini, Nak Ibu sedang membaca surat dari Bu Guru, untuk acara piknik Nadia tiga bulan lagi!" jawab ibu.
"Asyik Nadia mau jalan-jalan, emang mau pergi kemana, Bu?" tanya Nadia lagi polos.
"Ibu juga belum tau mau kemana! nanti Bu guru yang nentuin, itu juga kan masih lama Nak!" jawab ibu.
"Yeah kalo Kak Nadia jalan-jalan Kasih boleh ikut gak Bu?" Kasih ikut bertanya.
"Ee ... Ibu juga belum tanya sama Bu Guru, Kasih boleh ikut apa engga? nanti ya, Ibu tanya ya ke Bu Guru!" jawab ibu tak mengerti tapi memberikan harapan buat Kasih.
"Hore, Baik Bu!" seru Kasih senang.
Ibu kembali menghitung catatan pengeluarannya dalam sebulan, dan penghasilan sehari lalu menjumlahkannya lalu membaginya, ibu terus menghitung sampai ketemu sehari ibu harus bisa menyimpan uang minimal Rp.15000,-.
"Duh! banyak juga ya harus menyimpan seharinya." Kata ibu pusing.
*****
Jam dua belas siang ayah pulang istirahat sebelum nanti berangkat lagi ke madrasah.
"Assalamualaikum, Bu!" sapa ayah dari luar sambil memarkir motornya.
"Waalaikumsalam! Ayah sudah pulang," jawab ibu dari dalam.
"Huh ...," ayah mengela napas.
"Kenapa, Yah?" tanya ibu.
"Hari ini yang beli sedikit, Bu! maafin ayah ya, cuma bisa kasih duit segini," kata ayah lemas sambil memberikan uang ke ibu.
Ibu menerimanya lalu menghitung di depan ayah, lembar demi lembar uang ibu rapikan satu persatu biar tersusun rapi baru menghitungnya, agar lebih mudah.
"Dapet berapa, Bu?" tanya ayah penasaran.
"Dapet enam puluh ribu, Yah." Jawab ibu.
"Ya Allah dari pagi sampai siang dapet Enam puluh ribu! hari ini sedikit yang beli, maafin Ayah ya, Bu ...," kata ayah lirih.
"Loh kok! minta maaf sama Ibu! emang salah Ayah apa?" tanya ibu merasa iba melihat ayah.
"Ayah sedih aja, kita lagi butuh uang banyak buat biaya sekolah, Nadia sama Kasih eeh, malah cuma dapet segitu, buat giling lagi aja! bisa apa engga ...," uncap ayah mengeluh.
"Ya sabar aja, Yah mungkin ini ujian buat kita, jadi berapapun hasilnya kita harus bersyukur," uncap ibu menghibur ayah.
Melihat ayah yang sedang sedih dan berputus asa, membuat ibu ragu. Tidak tega untuk menunjukan kertas catatan anggaran dari sekolah masalah biaya.
Jadi ibu mengurunkan niatnya, biar nanti ibu cari jalan keluarnya seperti apa! sekarang yang ibu lakukan hanyalah menghibur ayah, memberinya semanggat agar tidak gampang menyerah.
"Ayah, mau makan dulu? apa solat dulu?" tanya ibu.
"Hmm ... solat dulu aja deh biar tenang makannya," jawab ayah bangun dari duduknya.
"Oke deh, Ibu siapin dulu ya makannya di meja," kata ibu.
"Nadia, Kasih ayo siap-siap solat duhur dulu!" perintah ibu kepada kedua putrinya.
"Baik Ibu ...."
"Iya, Bu ...."
Semua bersiap mengambil air wudhu dan segera menjalankan ibadah l, ibu nanti solatnya setelah menyiapkan makan buat ayah, ibu sedang mengoreng bakwan jagung yang tadi.
Setelah bakwan jagung sudah di goreng semua, ibu mengambilkan nasi juga sayuran buat ayah dan menyiapkannya, setelah siap ibu langsung pergi solat gantian.
Selesai solat mereka makan bersama di depan tivi, ayah tadi sambil menunggu ibu selesai solat, ia menata bakso yang di kulkas ke dalam dandang, dan memanasi air untuk kuah baksonya.
selesai makan siang ayah sambil menunggu kuah baksonya mendidih, ia minum kopi di depan tivi menemani anaknya.
Ibu tengah bersiap untuk pergi rapat keduanya di sekolah sore. Selesai bersiap dengan pakaian gamis kerudung putih menambah kecantikan ibu, tidak lupa sebelum berangkat ibu mengangkat jemuran dulu takut hujan, ga ada orang di rumah.
Semua kegiatan siang hari sudah selesai, ayah berangkat jualan lagi sedang ibu dan kedua putrinya pergi kesekolah, sepanjang jalan banyak sekali barengannya yang juga mau menghadiri rapat.
*****
Sampainya ibu di sekolahan, ibu tidak langsung masuk tapi duduk dulu di depan masjid yang ada di deket sekolah, sambil menunggu sekolah ramai.
Satu persatu orang tua murid berdatangan sekolah sudah mulai agak rame, tiga puluh menit kemudian bu Ustad datang menghampiri orang tua murid dan menyuruh mereka masuk kelas, sebelumnya di suruh mengisi buku tamu.
Semua orang tua mengikuti arahan Ustad dan masuk di kelas yang sudah di sediakan, mereka duduk menunggu acara di mulai.
Jam dua sore tepat semua Ustad datang masuk ke kelas dan membuka acara dengan uncapan salam di lanjut lagi dengan bacaan surat Al-Fatihah.
"Assalamualaikum selamat siang Ibu-ibu semuanya, alhamdulilah puji syukur saya haturkan kepada Allah SWT, dan salam rahmat kepada Junjungan Nabi besar kita MUHAMMAD SAW. Atas nikmat yang di berikan sampai saat ini, sehingga kita bisa berkumpul bersama di sini dalam acara musyawarah tentang kegiatan sekolah," sapa kepala sekolah.
"Adapun susunan acara hari ini akan saya baca, pertama sambutan dari kepala sekolah tadi sudah ya, lalu acara kedua sambutan dari kordinator sekolah, yang ketiga pembahasan acara utama, dan yang terakhir penutup, untuk mempersingkat waktu, mari kita dengarkan sambutan dari Bapak Kordinator sekolah, waktu dan tempat kami persilakan ...," kata Ustad.
"Assalamualaikum warohmatullahhi wabarokatuh ...."
"Waalaikumsalam warohmatullahhi wabarokatuh ...."
"Alhamdulilah, masih semangat ya, Bu! terima kasih saya uncapkan buat kepala sekolah, juga Ustad-ustad yang alim-alim, juga tidak lupa terimakasih buat Ibu- ibunya yang juga cantik- cantik, atas kesediaannya untuk memenuhi undangan, yang mana hari ini kita akan membahas tentang kegiatan yang akan di adakan tahun ajaran baru ini," kata bapak kordinator berhenti.
"Oh iya saya sampai lupa memperkenalkan diri, nama saya Bapak Teguh Santoso. Biasa di panggil Bapak Teguh saja, kita lanjut ya ...,"
Bapak Teguh selaku Kordinator sekolah sedang menyampaikan rasa sukurnya karena banyak orang tua yang berminat menyekolahkan putra-putrinya di sekolah yang ada dalam pengawasannya, dan pak Teguh berharap dengan antusias dari orang tua murid membuat sekolah jadi maju dan terus bisa melahirkan Santri-santri yang berbakat, yang bisa membanggakan orang tua, juga bagi nusa dan bangsa.
Cukup lama juga mendengarkan sambutan dari Bpk Kordinator, sekitar satu jam dan acara di lanjutkan ke acara intinya yaitu pembahasan tentang kegiatan sekolah, seperti, melatih rebana, pesantren kilat setiap satu tahun sekali, dan juga acara wisuda/ pelepasan santri jika sudah lulus ujian.
Dan semua kegiatan itu tidak jauh-jauh dari yang namanya modal sudah pasti orang tua santri di minta kesediaannya untuk membayar uang kas setiap minggu sebesar Rp, 15000,- persatu anak, jika ada dua anak yang sekolah di situ jadi Rp, 25.000,- sekolah memberi kebijakan.
Saat semua acara telah tersampaikan dengan jelas juga semua orang tua setuju dengan masukan para Ustadnya, acara rapat kali ini di tutup dengan uncapan hamdalah.
Semua orang tua murid bubar dan kembali ke rumah mereka masing-masing, ibu dan kedua putrinya pulang seorang diri ga ada barengannya karena semua mengunakan motor tadi datang kesekolahnya.
*****
Sampainya ibu di rumah, ia tak langsung duduk tapi langsung ke kamar mandi untuk ambil air wudhu ingin ibadah solat ashar, ibu mengajak kedua putrinya.
Selesai solat ibu berdoa dengan khusu memohon kelancaran rejekinya, di beri selamat dunia akhirat, di jauhkan dari segala marah bahaya, dan di mudahkan segala urusan di dunia, itu doa yang selalu ibu panjatkan setiap selesai solat.
BERSAMBUNG ...
*****
Terima kasih sudah mampir jangan lupa untuk like dan komen yach, agar author nya lebih semanggat lagi nulisnya.
❤ Tambahkan ke faforit ❤
SELAMAT ULANG TAHUN NAJUA
semoga panjang umur sehat selalu. Jadi anak berbakti. kebanggaan orang tua. Amin.
🎊🎊🎊🎁🎁🎁🎈🎈🎈🎉🎉🎉
tetep semangat selalu pokoknya ya, love you kak 😘