NovelToon NovelToon
The Cold Princess

The Cold Princess

Status: tamat
Genre:TimeTravel / Perjodohan / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

[Bukan Novel Terjemahan] [Original Karya Penulis]

Seorang mahasiswa melakukan penelitian di hutan, saat dia merasuk lebih dalam ke jantung hutan, dia menemukan sebuah lubang hitam besar. Karena rasa penasaran dia mendekat ke arahnya. Namun, siapa sangka dia akan terseret ke dalam.

Seorang gadis yang dianggap terkenal lemah berencana bunuh diri saat tau akan menggantikan kakak tirinya untuk dinikahkan dengan pangeran yang terkenal gila di seluruh kekaisaran.

***

Bagaimana jika mahasiswa itu menggantikan sang gadis untuk menikah? Akankah mereka berdua bekerja sama untuk balas dendam karena kemiripan wajah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29 : Kehancuran

​Di sudut aula utama istana pusat yang kini telah dikuasai oleh pasukan Istana Barat, sisa-sisa kekacauan masih terasa nyata. Debu bangunan bertebaran di udara, sementara para pengawal kekaisaran yang tersisa telah dilucuti senjatanya.

​Fang Hua baru saja selesai memastikan kondisi Luo Huanran yang masih tampak syok akibat ancaman Kasim Lu sebelumnya. Setelah memberikan sedikit air hangat dan menenangkan gadis itu, Fang Hua bangkit berdiri dan mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan yang luas tersebut.

​Ada satu hal ganjil yang sejak tadi mengusik benaknya.

​Sejak benteng pertahanan istana pusat diterobos dan Permaisuri berhasil dijatuhkan, hanya Kasim Lu dan para pengawal rendahan yang tampak menghadapi mereka. Sosok-sosok penting dari faksi kekaisaran lainnya, terutama Pangeran Kedua, Wang Chunying, yang dikenal sebagai salah satu saingan terkuat dalam perebutan takhta, sama sekali tidak terlihat batang hidungnya.

​Fang Hua melangkah mendekati Wang Yiche yang sedang berdiri mengawasi para tahanan.

​"Yang Mulia," panggil Fang Hua dengan nada rendah, menarik perhatian sang pangeran. "Sejak tadi aku memperhatikan sesuatu yang janggal. Di mana Pangeran Kedua, Wang Chunying? Dan anak-anak dari selir serta bangsawan faksi mereka?"

​Mendengar pertanyaan itu, manik mata Wang Yiche di balik topeng peraknya langsung menajam. Ia baru menyadari bahwa pergerakan mereka malam ini terasa terlalu mudah, seolah-olah ada bagian dari musuh yang sengaja ditarik mundur sebelum badai menerjang.

​"Benar..." gumam Wang Yiche dingin. "Wang Chunying tidak pernah hadir dalam pertemuan pagi di aula utama. Pria itu licik dan selalu bermain aman di balik bayang-bayang Permaisuri."

​Sebelum Wang Yiche sempat memerintahkan pasukannya untuk melakukan penyisiran, suara derap langkah kaki tergesa-gesa terdengar dari arah lorong samping barat aula. Seorang pengawal setia Istana Barat berlari masuk dengan napas terengah-engah, lalu bersimpuh hormat di hadapan sang pangeran.

​"Lapor, Yang Mulia!" seru pengawal itu dengan suara tegang. "Kami baru saja memeriksa kediaman pribadi Pangeran Kedua dan paviliun anak-anak bangsawan di bagian dalam istana. Tempat itu... sudah kosong."

​Wang Yiche menyipitkan mata. "Kosong? Kemana mereka pergi?"

​"Kamar-kamar mereka masih hangat, dan beberapa barang pribadi tertinggal, tapi lorong rahasia bawah tanah yang terhubung langsung ke gerbang luar istana bagian utara terbuka lebar," lapor pengawal tersebut. "Tampaknya Pangeran Chunying sudah mengetahui rencana penyerangan kita lebih awal, dan ia membawa seluruh anak-anak serta pengikut setianya kabur lewat jalur pelarian bawah tanah sebelum gerbang utama kita tutup."

​Fang Hua mengerutkan keningnya dalam-dalam. Jika Wang Chunying berhasil melarikan diri keluar dari istana pusat sambil membawa anak-anak dari faksi mereka—yang mungkin bisa dijadikan pion atau sandera politik di kemudian hari—maka ancaman baru yang jauh lebih berbahaya sedang mengintai di luar sana. Pangeran Kedua tidak akan tinggal diam; ia pasti sedang menyusun aliansi di luar ibu kota untuk merebut kembali kekuasaan.

​"Pangeran Kedua tidak bergerak sendiri," kata Fang Hua tajam, menatap Wang Yiche. "Dia pasti memiliki tempat persembunyian rahasia di luar tembok istana."

​Wang Yiche mengepalkan tinjunya erat, rahangnya mengeras di balik topeng peraknya. Seringaian dingin terukir di bibirnya. "Dia pikir bisa lolos begitu saja setelah bersembunyi di balik rok Permaisuri? Kirim pasukan bayangan terbaik kita sekarang juga. Lacak setiap inci wilayah di luar ibu kota sampai kita menemukan di mana Wang Chunying menyembunyikan dirinya."

***

​Happy Reading 🥰

​Mohon dukungan untuk Like, Komen, dan Ikuti Penulis yah, terimakasih ❤️

1
Maria Lina
lgi ya thor jgn tamat dlu ok..may lihat feng hua punya anak dlu ya thor
Maria Lina
yah cuman 1 ya thor😭😭
ANWi/Berly Re: iya kak , biar ak bisa up terus selama review🙏 karna ini tinggal beberap bab hehe
total 1 replies
Maria Lina
1 lgi 1lgi ya thot
Maria Lina
kok 1 thor kurang ni.lgi ya ya
Maria Lina
kok bru nongol thor uda ku tunggu dri tdi lo thor hehe
ANWi/Berly Re: maaf kak, td ada acara rt-an~❤️
total 1 replies
Maria Lina
makasih ya thor ud bnyk double nya💪💪💪😍😍😍
ANWi/Berly Re: terimakasih juga kak karena udah baca novel ini❤️
total 1 replies
Maria Lina
makasih ya thor ud up double"🙏🙏🙏😍😍😍
Maria Lina
mksih ya outhor yg baik ud up nya🙏🙏🙏😍😍😍
ANWi/Berly Re: makasi juga kakak Maria Lina udah baca cerita ini~❤️
total 1 replies
Maria Lina
kok 1 thor🤔🤔
ANWi/Berly Re: tiap hari tiga ya kak,,, belum acc biasanya sm noveltoon
total 1 replies
Maria Lina
makasih bnyk ya thor ud up nya🙏🙏🙏🥰🥰
ANWi/Berly Re: makasi jg udah baca mak Maria Lina ❤️
total 1 replies
Maria Lina
makasih bnyk"ya thor ud kabulkn🙏🙏🙏🥰🥰
Maria Lina
ini thor ku ksh vote karena outhor ud kabulkn up nya bnyk"thor
Maria Lina
hadeh 1 lgi 🤔🤔
Maria Lina
jgn aj tiap hari up nya 1 bab thor🤔🤔
ANWi/Berly Re: sehari 1 bab, mau ga kak?
total 1 replies
Maria Lina
thor yg sistem rosting gk di lanjutkn ya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!