NovelToon NovelToon
My Ashford Side

My Ashford Side

Status: sedang berlangsung
Genre:Roman-Angst Mafia / Anak Genius / Penyesalan Suami
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Satu jalan keluar dari balik jeruji besi, namun berujung pada labirin tanpa pintu keluar.

Ketika Dorris Gate menawarkan kunci kebebasan, La Bonna De Luca tidak pernah menduga bahwa harga yang harus dibayar adalah jiwanya sendiri.

Terlempar ke dalam gemerlap remang Velvet Noir, Bonna dipaksa menari di atas benang tipis antara penyamaran dan kehancuran. Targetnya adalah Ezequiel Nolan Ashford—pria dingin bernapas racun yang tak pernah terpeleset oleh hukum.

Bonna menyadari satu hal: ini bukanlah misi penyelidikan, ini adalah eksekusi yang tertunda.

Ezequiel tidak hanya sulit dibaca; ia memegang kendali atas hidup dan mati siapa pun di wilayah kekuasaannya. Bagi Ezequiel, Bonna hanyalah mainan baru yang sewaktu-waktu bisa dihancurkan.

Untuk bertahan hidup di tangan pria yang memperlakukan manusia tak ubahnya properti, Bonna hanya punya satu senjata tersisa: memainkan sandiwara paling berbahaya. Berpura-pura menyerahkan hatinya pada sang iblis, atau menjadi bidak yang ditumbalkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#29

Brian Dan Brayen melangkah keluar dari ruangan kerja Tuan Nolan dengan mengulas senyuman yang teramat khas di bibir mereka.

Dua laki-laki itu adalah saudara kembar identik yang tidak ada satu orang pun di Velvet Noir ini mampu membedakannya secara kasat mata. Mereka bekerja dengan sangat patuh di bawah naungan kekuasaan Nolan. Dahulu, keduanya merupakan orang kepercayaan yang bekerja di bawah naungan Duke, sebelum akhirnya berpindah tangan dan mengabdi penuh kepada Nolan akibat kesepakatan bisnis di antara dua penguasa tersebut.

Sampai saat ini, Lucifer masih sering mengalami kesulitan untuk membedakan mana Brian dan mana Brayen. Wajah mereka teramat mirip, postur tinggi badan mereka presisi, bahkan gaya potongan rambut mereka pun persis sama.

Satu-satunya hal kecil yang menjadi pembeda fisik di antara keduanya hanyalah letak tahi lalat di area wajah. Brayen memiliki sebuah tahi lalat kecil di sudut dagu sebelah kanan, sedangkan Brian memilikinya di sudut dagu sebelah kiri. Dan pembeda kecil itu pun sama sekali tidak akan terlihat jelas kecuali jika seseorang benar-benar jeli dan memperhatikan wajah mereka dari jarak yang teramat dekat.

Brian, yang melangkah santai menghampiri Lucifer di koridor, tiba-tiba menyeletuk dengan nada geli. "Aku sudah mendengar kabarnya dari para pengawal di bawah. Kudengar Tuan Nolan punya mainan baru belakangan ini?"

Berbanding terbalik dengan saudaranya, Brayen yang berdiri di sampingnya justru tampak membisu. Ia sama sekali tidak menunjukkan raut penasaran dengan kabar keberadaan barang baru tersebut.

Lucifer menatap dua pria kembar itu dengan pandangan datar. Mereka berdua memang selalu tampil santai, kerap tersenyum, dan cenderung berakting seolah-olah sedang bermain-main dalam menjalankan hidup.

Namun, di balik perangai konyol itu, keduanya adalah pembunuh berdarah dingin yang tidak pernah gagal setiap kali diberi tugas menjalankan misi. Mereka tidak pernah meninggalkan jejak bukti sayatan di tempat kejadian perkara, dan tidak pernah sekali pun meleset saat merenggut nyawa musuh-musuh organisasi.

Jika Lucifer dijuluki sebagai The Shadow karena kemampuannya menjadi bayangan yang selalu berdiri siaga di balik punggung Tuan Nolan namun tetap teramat berbahaya bagi siapa saja, maka si kembar ini dijuluki sebagai The Ghost—sang hantu.

Cara kerja mereka selalu senyap, tidak terendus, namun selalu berhasil meninggalkan tumpukan mayat tanpa suara. Mereka teramat jarang menetap di markas Velvet Noir, lantaran sering dikirim ke luar Kota hingga berbulan-bulan hanya untuk menyelesaikan misi pembersihan tingkat tinggi.

Brian melangkah mendekat, lalu merangkul bahu Lucifer dengan akrab. "Kami sudah sangat lama tidak berkunjung kemari. Tentu saja kami butuh hiburan malam ini. Dan setelah mendengar kabar kalau Tuan Nolan punya mainan baru yang menarik, kami jadi begitu penasaran. Setelah berhasil menjalankan misi sulit kemarin dengan sangat baik, rasanya tidak ada salahnya kalau kami mencobanya sebentar."

Lucifer dengan sigap menghempaskan dan menyingkirkan tangan Brian dari bahunya, lalu menepis tangan Brayen yang ikut bersandar.

"Apa kalian sudah meminta izin pada Tuan Nolan sebelumnya?" tanya Lucifer, nada suaranya mengeras dingin.

Kening Brian dan Brayen seketika berkerut dalam secara bersamaan. Kedua pria kembar itu menatap Lucifer dengan raut wajah penuh kebingungan yang tak ditutup-tutupi.

"Sejak kapan tidur dengan wanita hiburan di rumah ini perlu izin khusus dari Tuan Nolan?" desis Brayen, giliran dirinya yang akhirnya membuka suara dengan nada herannya. "Seraphina yang jelas-jelas pelac*r kesayangan Tuan Nolan saja tidak perlu izin khusus darinya jika kami ingin mengentaknya bersamaan hingga pingsan."

Lucifer terdiam seribu bahasa. Ia tidak bisa membantah.

Apa yang diucapkan oleh kedua pria kembar itu memang benar adanya. Di Velvet Noir, para wanita penghibur—bahkan Seraphina sekalipun—bisa digunakan dan dinikmati oleh para pimpinan pengawal senior jika sedang tidak dibutuhkan oleh sang ketua.

Melihat ekspresi mereka yang mulai tak sabar, Lucifer berupaya mencari alasan dengan cepat. "Tuan Nolan baru saja Memakai nya semalaman Penuh. Wanita itu belum beristirahat sama sekali sampai pagi ini."

Brian terkekeh pelan seraya melipat kedua tangannya di dada. "Kalau begitu... biarkan kami melihat wajahnya saja. Kami begitu penasaran seperti apa wujud mainan baru milik Tuan Nolan sampai-sampai Tuan menghabiskan waktu semalaman di kamarnya."

Perkataan Brian itu diangguki tegas oleh Brayen.

Melihat kekehan dan kegigihan dua hantu tersebut, Lucifer menghela napasnya berat. Terpaksa, ia memutar tumit kakinya dan membawa mereka berdua melangkah menuju kamar 101.

Di dalam hatinya, Lucifer membatin pasrah. Biarkan saja mereka melihat wajah La Bonna. Lagipula, mereka dipastikan tidak akan tertarik padanya pada akhirnya.

Menurut penilaian Lucifer sendiri, tidak ada hal yang menarik dari penampilan La Bonna saat ini—seorang wanita yang membusuk mengenaskan di atas tempat tidur, dengan pergelangan tangan terikat borgol besi, tubuh penuh bercak kemerahan bekas gigitan dan lecet, serta wajah lesu yang sangat pucat akibat kurang tidur.

°°°°

KLIK.

Lucifer memutar gagang pintu dan membuka kamar 101, lalu memberi isyarat agar Brian dan Brayen melangkah masuk terlebih dahulu ke dalam ruangan yang remang-remang tersebut.

Namun, pemandangan di dalam kamar membuat langkah mereka bertiga sempat tertahan sejenak.

Rupanya di dalam kamar yang pengap itu, ada Alena—sang pujaan hati Lucifer—yang tengah berdiri di sisi kasur.

Gadis muda itu terlihat begitu cantik namun raut wajahnya dipenuhi kecemasan yang teramat sangat. Alena tampak sibuk mengoleskan salep dan membalut luka memar kemerahan di pergelangan tangan La Bonna yang terkelupas akibat gesekan borgol besi semalaman.

Sementara itu, La Bonna sendiri berbaring pasrah di atas kasur, berusaha keras menutupi lekuk tubuh polosnya hanya dengan menggunakan selembar kain seprai tipis yang ditarik hingga ke dada.

Saat mendengar engsel pintu terbuka, Bonna refleks mendongakkan kepalanya, mengarahkan pandangannya ke arah pintu. Namun, tepat ketika sepasang matanya menangkap sosok tiga pria yang berdiri di ambang pintu, Lucifer bisa melihat sepasang mata La Bonna melebar sempurna secara tidak biasanya.

Ada apa ini? batin Lucifer terheran melihat reaksi Bonna yang tak biasa. Apa wanita ini ketakutan dan mengira bahwa dirinya akan digilir kembali oleh anak buah Nolan?

Asumsi itu cukup masuk akal di kepala Lucifer. Mengingat pada awal kedatangannya sebulan yang lalu, Tuan Nolan pernah secara santai menawarkan Bonna kepada empat orang anak buahnya usai dirinya selesai memakainya.

Walaupun setelah desas-desus isu malam itu merebak, tidak ada lagi yang pernah melihat batang hidung ke empat anak buah tersebut di markas ini. Bonna mungkin berpikir bahwa kedatangan Brian dan Brayen yang dibawa oleh Lucifer pagi ini adalah untuk menggilirnya kembali atas perintah sang tuan.

Namun, tebakan Lucifer di dalam hati itu rupanya salah besar.

Bonna yang berada di atas ranjang mendadak gemetar hebat. Bibirnya yang pucat dan kering bergerak patah-patah, berusaha menyusun kata dari tenggorokannya yang serak hingga akhirnya sebuah bisikan parau lolos dari bibirnya:

"B-Brayen..."

Lucifer seketika menolehkan kepalanya dengan cepat ke arah Brayen yang berdiri di sampingnya.

Pria kembar itu kini juga memasang ekspresi yang teramat terkejut—matanya terkunci lurus pada Bonna dengan raut wajah yang membeku total.

"Bonna..." bisik Brayen parau, suaranya dipenuhi ketidakpercayaan yang mendalam.

Berbeda dengan kembarannya yang membeku, Brian justru mengulas sebuah senyuman miring yang teramat tajam. Tangannya terangkat, mengelus dagunya sendiri seraya menyeringai lebar.

"Woah..." cetus Brian dengan tawa geli yang tertahan. "Aku benar-benar tidak menyangka... ternyata mainan baru Tuan Nolan ini adalah mantan kekasihmu, Kembaranku?"

"Mantan kekasih?"

Kalimat yang terlontar dari bibir Brian itu seketika membuat Lucifer dan Alena mematung di tempat mereka berdiri.

Dua orang itu saling pandang dengan sepasang mata yang membelalak sempurna.

La Bonna... adalah mantan kekasih dari seorang Brayen—salah satu hantu pembunuh milik organisasi ini?

Dunia di balik kegelapan Velvet Noir ini terasa teramat sempit dan beracun.

......................

BRAYEN Dan BRIAN visualnya Author Kasih Satu saja ya, Selebihnya Para Readers Boleh Membayangkan nya sendiri 🤭😅

1
Nita Nita
hahaha sama2 bingung jg🤔
Yusry Ajay
ditunggu updatenya kk Thor 🤗🤗🤗
Rosdianah 🌷: siap kaa🫶
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
nah lho gak semudah itu dariush di kalahkan🤣
Rosdianah 🌷: Hahahaha Pria iblis memang agak lain🤭🤣
total 1 replies
Nita Nita
brian gimana nasibnya 🤔
Nita Nita
pasti pd merinding sebadan2 😰
Rosdianah 🌷: wkwkwkw🤭
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat up trus ya Thor 💪💪🤗
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳 siap kaa
total 1 replies
Debu Nakal
semenjak terpikir olehku akan ada adegan slow living tahu2 udah dibuat dari der dor sama othor 😵
Rosdianah 🌷: wkwkw semoga suka ya kaa🤭 boleh saran dan masukannya ya kaa, author terima🫠
total 1 replies
Asriani Rini
Lanjut 🙏🏻🙏🏻❤️
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Kok q jd kasihan sama duarius yaa,,, 🤔🤔🤔🤔
Rosdianah 🌷: Dariush butuh disemangati Kaa Readers 🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Astogeeee,,, duarius ikutan kabur! 😌
Nita Nita
makin panas ini,, lanjut kak😍💪
Rosdianah 🌷: Uhuuuuuiii siap kaa🥳
total 1 replies
Nita Nita
waduh waduh. apa lg lg ini 🤔
Yusry Ajay
semangat up Thor 💪💪
Rosdianah 🌷: siap makasih ya kaa
total 1 replies
Yusry Ajay
deg...deg...bgt Thor 🤗
pika shu
next thor
Rosdianah 🌷: siap kaa
total 1 replies
Debu Nakal
next... next... next...
Rosdianah 🌷: siap kaa🫶
total 1 replies
Debu Nakal
ahhhh... jadi suka 🥰
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
brarti korban aslinya dariush dong korban konspirasi lucifer dll😭😭 dan nanti kalo bona punya kesempatan buat bunuh dariush pasti gak bakal bunuh sih 🤭
Rosdianah 🌷: Huhuhu Ditunggu kelanjutannya kak🤭
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
alurnya seruu kak😭tp kasian nolan jg atau dariush😭
Rosdianah 🌷: Semoga suka kaa ya🤭
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
sedih bangett kak jadi Bona 😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!