Elea Zara adalah seorang remaja ceria yang bersekolah di SMA favorit, dia bertemu dengan cowo kaya raya dan super nyebelin yaitu Aksara Zean yang ganteng dan hits di sekolah.
Pada hari pertama pertemuan mereka pun aksara sangat benci kepada elea karena kecerobohan elea, dan tidak patuh pada peraturan aksara. Sedangkan teman satu angkatannya sangat takut dan menghormati aksara.
Di perbatasan gerbang sekolah elea berlari sambil menangis pada saat bersamaan hujan deras ikut turun. Elea mulai kehilangan keseimbangan dan kehilangan arah pada saat berlari karena perasaan yang sangat menyakitkan seseorang yang menyakitinya ternyata rasa berlebihan itu sangat amat fatal.
Bagi elea, cinta itu adalah suatu yang sangat indah yang bisa di rasakan semua orang, mengapa baginya itu luka dan kenapa harus merasakan kerinduan yang menyakitkan.
Apa yang akan terjadi dengan kisah cinta elea dan aksara ?
Tunggu yaaa part selanjutnya !!!
Jangan lupa follow dan komen ya teman-teman, saya pemula yang
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sweet Pen ASIAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bikin kesel
Tengggg nooonggg … teeenggg ninggg…. Bel pintu rumah berbunyi. Rafi yang mendengar suara bel pun beranjak berdiri lalu jalan perlahan membuka pintu.
“Selamat sore rafii, gimana kabarnya ? Saya dokter teresa tadi di hubungi aksara katanya ada temannya yang terluka, makanya saya langsung menerobos hujan deras.” Dokter teresa menjabat tangan rafi.
“Hai dok, i’m good dok. Sudah lama baru ketemu lagi ya. Oh iya teman kami tadi luka jahitannya terlepas dok makanya darahnya mengucur deras. Ayo dok silahkan masuk, saya antar ke kamar dulu.” Rafi mempersilahkan masuk dan mengantar dokter teresa menuju kamar ganti elea.
Sesampai nya di kamar, dokter langsung memeriksa lutut elea yang sedang berbaring dan masih bercucuran darah. Dokter langsung menangani dan membersihkan lukanya sampai bersih.
Aksara yang baru selesai bersih-bersih langsung menghampiri elea di kamar yang sudsh selesai di tangani dokter. “Hai dok, gimana lukanya parah ga ?”
Dokter langsung berbalik badan ketika mendengar suara, dan sambil membereskan barang-barang perangnya. “Hai aksara, bagaimana kanar kamu ? Apa ada keluhan lagi ? Oh ini lukanya sudah di tangani jadi sudah aman. Tapi kalau bisa istirahat dulu tidak boleh beraktifitas berat dulu ya ga boleh banyak berjalan apalagi berlari.”
“Sejauh ini aman dok, sudah ga ada keluhan lagi. Oh gitu ya dok, berarti kalo sekolah gimana dok ?.”
“Kalau untuk sekolah istirahat dulu ya 2 hari, saya nanti buatkan surat keterangan untuk istirahat dulu. Supaya pemulihannya cepat.”
“Oh oke dok, aman kalo gitu ya dok.”
“Iya aksara, yaudah kalo gitu saya pamit pulang dulu ya. Untuk surat nya nanti saya kirim ya.” Dokter sudah bersiap merapikan peralatan dan membawanya.
“Siap dok, terimakasih banyak ya. Ayo dok aku antar.”
“Ga usah aksara, kamu temenin aja temen kamu kasian. Saya ada supir ko buat jemput pake payung nya.”
Aksara mengangguk dan dokter pun langsung meninggalkannya.
“Tuh lo denger kan, lo harus istirahat dulu ga boleh ngeyel.” Ucap aksara sedikit kesal
“Iya inih gue denger pake dua telinga nih masih beroperasi. Kenapa sih sensi banget heran.” Ucap elea sambil mau bangun untuk duduk.
“Eeeeeh stopp bentar bentar jangan gerak dulu, barusan gue bilang istirahat yaampuun ini cewe ya.” Aksara mengomel sambil menghampiri elea
“Ih apaaansii orang gue mau duduk doang, ga usah terlalu lebay banget deh sama gue. Ga usah marah-marah juga yang ada tuh ya lo bantuin gue.”
“Eh selama ini gue selalu bantuin lo ya, lo nya aja yang ga pernah sadar di kehidupan gue.”
“Dihh ko lo jadi baper sih, dasar cowo baper.”
Mereka berantem seperti tom n jerry. Tiara dan rafi yang melihat mereka hanya menggeleng-geleng kepala aja.
“Eh fii kita masak yuk, ada apa aja di kulkas lo aksara?”
“Ayoo aja ti, gass kita mah.”
“Di kulkas gue lengkap dong tiara, lu kaya ga tau aja di rumah gue segalanya ada. Udah sono lu berdua cooking date.” Sambil mendorong rafi dan tiara keluar kamar.
Muka elea langsung males dan sebel sama aksara, bisa-bisanya dia nyuruh buat berduaan. Di hati elea pengen sekali sepertinya menonjok muka aksara.
“Kenapa lo ko ngeliatin gue kaya males gitu ?”
“Ihh geer, tau darimana hah ?”