NovelToon NovelToon
Menjadi Sepupu Tirimu

Menjadi Sepupu Tirimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:654
Nilai: 5
Nama Author: arina_ar

Setelah dikhianati, Vivian bersumpah. "Aku akan buat dia menyesal...!"
Kesempatan itu datang ketika ibunya menikah kembali. Dan tanpa diduga, ayah sambungnya adalah paman dari kekasihnya.
Sempurna...
Vivian memanfaatkan kakak tirinya. Pura-pura dekat, pura-pura mesra, hanya untuk membalaskan rasa sakit hatinya.
Rencana berjalan lancar.
Sampai suatu malam Vivian sadar...
Ia terjebak dalam permainannya sendiri, benih cinta mulai tumbuh diantara batas yang tak seharusnya. Cinta terlarang yang sulit dilepaskan...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arina_ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kolam renang

Pagi menyapa, Vivian membuka mata perlahan, matanya mengerjap menyesuaikan pencahayaan. Berat dikepala membuatnya hening sejenak.

Potongan ingatan bagaikan puzzle yang tercecer acak. Jantungnya seketika berpacu kencang, ketika bayangan tragedi semalam tersusun bagaikan film yang diputar.

Tangannya gemetar menyentuh setiap inci tubuhnya, memastikan dirinya masih utuh, dan baik-baik saja di tengah ketakutan yang melanda.

Pintu perlahan terbuka. Di ambang sana, Raynor berdiri membawa nampan dengan semangkuk sup ayam hangat, dan sebotol minuman isotonik, untuk pereda mabuk. Aroma hangat makanan menyebar lembut, mengisi ruangan yang sempat terasa dingin.

"Sudah bangun?" suaranya rendah namun lembut, berjalan mendekat dengan hati-hati seakan takut menyakiti gadis itu.

Vivian mengangguk pelan, wajahnya masih pucat. Ia menarik selimut lebih tinggi, hingga menutup sampai ke atas dada, seakan itu satu-satunya perisai yang ia miliki saat ini.

"Makanlah selagi masih hangat." Raynor meletakkan nampan di meja samping tempat tidur, lalu duduk di tepi kasur.

Awalnya Vivian hanya diam, menunduk memeluk lutut. Namun perlahan, aroma harum kaldu ayam yang gurih mengetuk hidungnya, menembus duka yang ia rasakan.

Raynor tersenyum tipis, senyuman singkat yang jarang ditunjukkan. Tanpa banyak bicara, ia menyendok sup itu, meniupnya pelan, lalu menyodorkannya ke bibir Vivian, dengan penuh kasih sayang, seakan sedang merawat sesuatu yang paling berharga di dunia.

Sendok demi sendok makanan berpindah ke mulut Vivian, sampai mangkuk itu kosong.

Raynor mengulurkan tangan, menyapu ujung bibir Vivian dengan ibu jarinya. Lembut, seakan takut menyakiti. Namun tiba-tiba gerakannya terhenti membeku. Bayangan semalam, hangatnya sentuhan, manisnya pertemuan bibir mereka, semuanya kembali menghantui seketika.

Tubuhnya berdesir hebat, napasnya tertahan. Tanpa sadar ia menarik paksa tangannya sendiri, menjauhkan, sebelum gejolak di dadanya meluap tak terkendali.

Vivian menatapnya bingung, heran, dengan sikap sang kakak yang terlihat aneh secara tiba-tiba.

"Mau ke mana, Kak?" tanya Vivian, tatapannya mengikuti Raynor yang melangkah menjauh dengan tergesa.

"Mau renang," jawabnya singkat, seakan diucapkan begitu saja tanpa rencana sungguhan.

Namun jawaban itu seketika mengubah suasana. Vivian yang tadi masih terbaring lemah langsung melompat turun dari kasur dengan matan berbinar.

"Aku ikut!"

Ia berlari kecil menerjang ke arah Raynor, semangatnya begitu tulus dan meluap, sejenak melupakan segala beban semalam.

Raynor tertegun sejenak, tak menyangka gadis itu akan begitu antusias. Dan karena tatapan bercahaya itu, niat yang semula hanya sekadar alasan pun berubah menjadi kenyataan, mereka benar-benar pergi berenang saat itu juga.

Tanpa peringatan, pria itu tiba-tiba menggendong tubuh mungil Vivian, lalu mengayun-ayunkannya tepat di atas permukaan air, membuat gadis itu berteriak heboh tak karuan.

"Aaaah... awas ih Kakak, turunin! Nggak mau!"

Tawanya riang sekali, antara sedikit ketakutan tapi juga menikmati. Dengan kedua tangan yang mencengkeram erat kedua bahu sang pria.

"Tadi katanya mau ikut renang kan?" tanyanya menggoda, lalu kembali menggoyangkan tubuh gadis itu perlahan, hampir menyentuh air.

"Kakak ih... aku mau turun. Turunin aku..." rengeknya manja.

Byur!

Air kolam menyiprat ke segala arah saat tubuh Vivian jatuh ke dalamnya. Raynor hanya berdiri di tepi, nyengir lebar tanpa rasa bersalah.

"Kak Raynor ih... Kok malah nyemplungin aku?" wajahnya terlihat kesal begitu muncul ke permukaan, bibirnya mengerucut lucu sekali.

"Tadi siapa yang minta turun? Hmm..." jawabnya santai sambil menaik-turunkan kedua alisnya.

"Ya nggak di atas kolam juga ih!" Vivian mencipratkan air ke wajah pria itu dengan kesal yang dibuat-buat.

"Yang penting kan turun," ucapnya menghindar sambil tersenyum semakin lebar. Lalu ia mengulurkan tangan ke arah gadis itu. "Sini..."

Vivian tersenyum licik. Ia menyambut uluran tangan itu, namun bukannya naik, ia justru menariknya dengan sekuat tenaga.

Byur...

Tubuh besar itu pun ikut terjatuh ke dalam kolam bersama dirinya, memercikkan air yang tinggi.

Mereka tertawa bersama, bercanda, saling cipratkan air, begitu dekat, begitu hangat, persis seperti sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta, bukan sekadar adik kakak.

Raynor menangkap kedua tangan Vivian yang terus bergerak lincah memercikkan air. Gadis itu meronta pelan, berusaha melepaskan diri.

Di bawah sinar matahari pagi yang menerpa wajah Vivian, Raynor terpaku memandangnya. Seakan cahaya itu memperjelas wajah cantiknya yang bersinar. Lalu, pandangannya jatuh pada leher jenjang itu. Tiga tanda ungu kemerahan tercetak jelas di sana, bukti nyata dari apa yang terjadi semalam.

Jantungnya seketika berpacu kencang, tubuhnya berdesir halus. Ia memandang lebih jauh, napas Vivian yang terengah-engah, pakaiannya basah dan menempel tipis di kulit indahnya.

Pemandangan itu seketika mengingatkannya kembali pada momen semalam, pada desahan halus yang pernah ia dengar, pada kehangatan yang pernah ia rasakan. Tanpa sadar, langkahnya maju, mendesak tubuh mungil itu perlahan hingga punggungnya menyentuh tepi kolam.

"Diam... jangan banyak gerak. Ada kecoak," bisiknya pelan, matanya tak lepas dari wajah gadis itu.

Vivian langsung diam, mengangguk patuh dengan sedikit rasa takut. Raynor tersenyum tipis, puas sekali hatinya melihat gadis itu begitu nurut di dekatnya.

Perlahan ia melepaskan genggaman tangan itu, namun tangan lainnya justru merangkul pinggang ramping Vivian, menariknya semakin dekat.

Jari telunjuknya bergerak pelan, menyentuh rahang halusnya, lalu turun ke leher, menyentuh kembali tanda merah, hasil karyanya sendiri, hingga berhenti di bahu halus gadis itu.

Mereka berdiri dengan posisi begitu intim di dalam air, napas mereka nyaris menyatu, seakan dunia di luar sana tak ada siapapun.

Namun di balik jendela kamar yang sedikit terbuka, sepasang mata tua menatap tajam ke bawah. Sudah sejak semalam, sejak momen panas mereka, sosok itu tak pernah berhenti memperhatikan setiap gerak-geriknya. Segalanya sudah diketahui, dan kini tak ada lagi yang bisa disembunyikan.

"Dasar anak nakal..." bisiknya lirih. Matanya tak lepas mengikuti gerak-gerik keduanya yang kembali kejar-kejaran di air, tubuh basah kuyup, tawa dan riang terdengar begitu lepas, tanpa tahu bahwa setiap gerak mereka diamati dari kejauhan.

Tak lama kemudian, sosok mereka menghilang, dan kembali lagi dengan pakaian kering dan rapih. Keduanya kembali ke tepi kolam, duduk bersantai sambil menikmati camilan.

Vivian mengenakan pakaian yang dulu dipilihkan Stela, atasan crop top berwarna kuning kunyit dan rok mini berwarna cokelat, menampakkan lekuk tubuhnya yang cantik.

Mereka duduk bersisian, dengan Raynor yang sejak tadi diam-diam mencuri pandang. Namun, ketenangan itu tak bertahan lama. Karena tiba-tiba...

BRAK!

1
Allea
masih bodoh di bab ini
Allea
katanya jijik dipeluk diem bae munalah 🤭🤣😅
falea sezi
goblok jujur bodoh lu pergokin dia kmren😒 ehh maaf mc oon jd males Thor mau kasih hadiah sayang bgt vote buat novel kayak gini🤣🤣
falea sezi
cuma gt doank harusnya di sp karyawan mu pakk🤣 ceo bodoh
falea sezi
🤣🤣 satria bodoh
falea sezi
klo q jd vivian mending kos cari krja ngapain numpang di rmh ibumu saudara tiri uda ada pcr g bs di gebet🤣
falea sezi
🤣🤣lemah kok mau bales dendam bodoh
arina_ar
sabar kak, huhu.... author juga ikutan geregetan nih
kelinci kecil
greget banget sama stela, pengen ikutan Jambak rambutnya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!