Malam reuni seharusnya menjadi malam penuh kenangan.
Namun bagi Cassandra Elvania, malam itu justru menghancurkan dunia yang telah ia bangun selama bertahun-tahun.
Di balik senyum hangat para sahabat lama dan gemerlap pesta yang meriah, Cassandra menemukan kenyataan pahit. Tunangannya, pria yang ia cintai sepenuh hati, ternyata menjalin hubungan terlarang dengan orang yang paling ia percaya,sahabatnya sendiri.
Hancur? Tentu.
Tetapi Cassandra memilih sesuatu yang tidak pernah mereka duga.
Ia tidak menangis. Ia tidak mengamuk. Dan ia tidak membongkar rahasia mereka.
Sebaliknya, ia ikut memainkan permainan yang mereka ciptakan.
Sedikit demi sedikit, Cassandra menyusun langkahnya sendiri. Hingga pada akhirnya, mereka yang merasa telah menang justru kehilangan segalanya.
Saat penyesalan datang, semuanya sudah terlambat.
Karena ada luka yang bisa sembuh. Namun ada pengkhianatan yang tak pernah bisa dimaafkan.
Dan semua itu bermula...
Di Malam Reuni.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 29
Bastian kini benar-benar merasa sangat bersalah. Dia masih berhutang maaf pada Sandra.
Pagi-pagi sekali Bastian sudah berada di depan pintu apartemen milik Sandra.
Ia pun menekan bel beberapa kali namun tak ada yang membukakan pintu.
"Tuan Bastian maaf Nona Sandra sedang tidak ada ditempat tolong jangan menggangu ketertiban." ucap salah seorang Security yang kebetulan sedang bertugas.
Bastian hanya mengangguk ia kini sungguh tak ingin membuat banyak keributan,ia hanya ingin bertemu dengan Sandra untuk meminta maaf secara langsung atas apa yang telah dia lakukan..
"Baiklah.. Maafkan saya jika menggangu Pak."jawab Bastian kemudian ia pun pergi meninggalkan area apartemen mewah milik Sandra.
Bastian pun membuka sosial media dan melihat postingan Sandra yang sedang berada di tepi pantai yang cukup terkenal di Australia..
Wajahnya nampak sangat bahagia dia juga memposting beberapa vidio tentang liburannya di Australia..
"Kamu terlihat sangat bahagia Sandra.. Tapi aku disini yang justru menderita. Aku tengah menikmati balasan yang Allah kasih padaku. Keluargaku hancur, karierku juga berantakan dan aku juga di khianati. Sandra.. Jika waktu bisa di putar kembali aku pasti tidak akan pernah berfikir untuk mengkhianati kamu apapun alasannya.."
Bastian hanya memberikan tanda hati di postingan Sandra. Bastian tidak mengirimkan komentar apapun.
"Sandra.. aku merindukanmu." pekiknya dalam hati.
****
Sandra dan Aditya baru saja sampai di Singapura setelah dua Minggu mereka berlibur ke Australia.
"Sandra.. Apakah liburan kali ini kamu bahagia?"tanya Aditya pelan.
Sandra tersenyum sembari mengangguk dia tak pernah sebahagia ini.
"Tentu saja apalagi aku membeli banyak barang." jawab Sandra sekenanya.
"Asalkan kamu bahagia Mas juga senang walaupun kamu harus menguras isi rekeningku." ucap Aditya sembari tertawa..
Sandra pun menyadarkan kepalanya di bahu Aditya..
"Mas.. Aku merindukan Papa dan Mama. Seandainya mereka masih ada mungkin kebahagiaan kita akan jauh lebih lengkap."
"Doakan mereka. Itu sudah cukup untuk mereka. Mas yakin mereka di atas sana bangga melihat kamu yang sekarang. Sandra kamu masih punya Mas yang akan selalu ada disetiap kali kamu butuhkan." Aditya memeluk tubuh adiknya sembari mengelus kepalanya.
"Mulai sekarang pandang kedepan saja jangan pernah sekalipun kamu menengok kebelakang. Mas akan selalu menjadi yang terbaik untukmu. Sekarang kembali ke kamarmu dan istirahatlah besok kita akan kembali ke Jakarta untuk mengurus pesta untuk Om Bayu dan Tante Dewi."
Sandra pun mengangguk dan tersenyum..
"Mas juga istirahat, jangan tidur selalu malam." ucap Sandra pelan.
Aditya mengangguk dan kemudian Sandra masuk kedalam kamarnya untuk istirahat.
Aditya menatap ponselnya lalu menggelengkan kepalanya.
"Raka semenjak dia pergi ke Australia dia tidak sekalipun mengirimiku kabar apa dia pikir aku sudah tidak dibutuhkan." gerutu Aditya,Aditya pun menekan nomer ponsel Raka..
"Iya Ditya ada apa?"tanya Raka ketika sambungan telepon itu sudah tersambung..
"Hebat kamu ya Raka,kamu melupakan aku. sudah sebulan semenjak kamu ke Australia kamu tidak pernah sekalipun mengirim pesan padaku,apa pikir aku tidak memikirkan kamu disana."
Aditya langsung menggerutu ketika sambungan itu tersambung membuat Raka hanya bisa tertawa.
"Ditya.. Aku bukan anak kecil lagi aku disini baik-baik saja. jangan khawatir. Maaf akhir-akhir ini aku sibuk banget jadi lupa mengirim kabar padamu. sudahlah ada apa tumben menghubungi aku?" tanya Raka tanpa merasa bersalah sedikitpun.
Aditya menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan.
"Aku khawatir sama kamu Raka. Kemarin aku juga ke Australia liburan.." ucap Aditya.
Raka pun tertegun sejenak dan kemudian tersenyum.
"Kenapa tidak datang ke apartemen aku?"tanya Raka pelan.
"Aku datang bersama Sandra dan.."
"Oke aku tahu tidak apa-apa."ucap Raka memotong ucapan Aditya.
Aditya hanya tertawa dalam hati dia tahu apa yang dipikirkan sahabatnya itu.
"Lusa kamu pulang kan? Awas saja kalau sampai kamu tidak pulang aku akan marah."
Raka pun mengangguk dan kemudian menunjukan bahwa dirinya kini sedang berada di bandara hendak kembali ke Indonesia..
"Baiklah kalau begitu sampai ketemu lusa di Jakarta. Kamu hati-hati dijalan keep safe.."ucap Aditya pelan.
Raka hanya mengangguk kemudian menutup sambungan teleponnya..
Keesokan harinya Sandra dan Aditya telah sampai di apartemen miliknya di Jakarta.
"Nona, beberapa hari ini Tuan Bastian selalu datang ke depan apartemen anda.."ucap seorang security yang berjaga di apartemen itu.
"Apa dia membuat keributan lagi?"tanya Sandra sedikit penasaran..
"Tidak Nona,dia hanya menunggu di depan pintu apartemen sempat menekan bel beberapa kali tapi setelah kami datang dia langsung pergi." jawab security itu.
"Baiklah terima kasih banyak Pak maaf merepotkan." ucap Sandra ramah..
Aditya dan Sandra pun masuk kembali kedalam apartemen yang selama ini menyimpan semua kenangannya bersama Bastian.
"Sandra.. Apa rencana kamu selanjutnya?maksud Mas setelah ini kamu mau apa?"
Pertanyaan Aditya membuat Sandra diam untuk sesaat. Dulu dia kuliah di bidang desain namun karena dia telah bersama Bastian dia pun hanya bisa melanjutkan bakatnya secara diam-diam.
"Aku akan bekerja Mas. bukankah aku sudah memiliki nama di bidang desain." ucapan mendadak Sandra membuat Aditya terkejut.
"Bagus.. ini baru adikku. Cepatlah istirahat besok kita harus ke acara anniversary pernikahan Om Bayu dan Tante Dewi."
"Baik Mas, Mas juga istirahat,selamat malam Mas." ucap Sandra sembari berlalu masuk kedalam kamarnya.
Pagi yang cerah membawa harapan baru bagi Sandra.. Kini dia pun keluar dari dalam kamarnya menyiapkan sarapan untuk Aditya.
Biasanya ketika di Singapura ada Bik Wati yang selalu membantunya menyiapkan sarapan tapi di Jakarta Sandra selalu menyiapkannya sendiri.
"Sandra.. Kamu sedang apa?"tanya Aditya mengejutkan Sandra yang sedang menyiapkan sarapan.
"Mas kamu sudah bangun,sebentar lagi sarapannya siap." ucap Sandra sembari membuatkan secangkir kopi dan juga roti bakar untuk mereka sarapan.
Aditya melihat Sandra yang begitu cekatan menyiapkan sarapan. Dalam hatinya dia bangga melihat perubahan pada diri Sandra,namun dia juga sempat berfikir apakah dulu Bastian memperlakukannya seperti itu.
"Sandra.. Mas bisa mencarikan kamu asisten supaya kamu tidak repot seperti ini. Lihatlah tangan kamu itu bukan untuk melakukan pekerjaan seperti ini."
Aditya pun menggenggam tangan Sandra dan Sandra hanya tersenyum.
"Tidak perlu Mas. Di rumah kita aku memang seorang putri yang selalu dilayani,tapi disini aku juga harus bisa mendiri. Karena Sandra masih ingin banyak belajar supaya kelak aku bisa mengurus keluargaku sendiri."
Mendengar itu Aditya pun hanya bisa menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan.
"Baiklah. Terima kasih putri kecilku." ucapnya pelan.
Tiba-tiba saja bel rumah berbunyi ada yang datang berkunjung pagi-pagi sekali..
"Biar aku yang buka.." ucap Aditya lirih.
""Kira-kira siapa ya yang datang ayo siapa yang tahu jawab di komen ya.."
lanjut thor 🙏