putri akilla dia adalah gadis yang berumur 14 tahun baru saja memasuki bangku SMP. dia memiliki wajah yang cantik, menawan dan juara satu dikelas. dia anak yang pendiam dan jarang dekat dengan laki-laki tetapi sejak mengenal Rendy sikapnya menjadi berubah.
akankah akilla bisa menjadi teman dekat Rendy???
yuk jangan lupa baca novelnya ya😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Aisyah29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. Bab 30
Saatnya jam sekolah pun telah selesai bell pun berbunyi menandakan hari belajar di sekolah sudah selesai dan anak - anak pada beberes dengan rapi lalu seketika Rina dan Ridho yang hendak berboncengan itu tiba - tiba Nisa dari kejauhan lorong menuju ke arah parkiran motor Ridho ber sorak kencang ;
" Ridhooo!!!, Kamu mau kemana??? ". Sapa Nisa dengan nada senyum.
" Oh aku mau mengantar Rina ke rumah sakit!! " . Sapa Ridho dengan biasa saja.
" Hehh Rin!!!, emang kamu ga bisa ya pakai sepeda mu saja yang butut itu buat ke rumah sakit sendiri!! ". Saut Nisa dengan muka yang penuh kecemburuan itu.
" Iya aku juga berniat nya gitu Nis, Tetapi aku meminta tolong kepada Ridho dan dia pun menerima nya kok Nisa, kenapa kamu jadi malah sewot ke aku, kan aku ga ngapa - ngapain kamu dan ga ada urusan nya dengan kamu Nis??, Apa aku salah meminta tolong kepada Ridho?? ". Sapa Rina dengan nada rendah tidak mau berdebat lama - lama.
" Iya salahh Rin!!!!, kamu berhak meminta izin dulu kepadaku, kamu tau itu!!! ". Sapa Nisa dengan nada ketus nya ini.
" Sudahlah Nisa kamu jangan ribet deh, kamu tidak mau menjenguk Killa sahabatmu itu??, dan ini Rina mau nengok kesana dan aku pun tidak keberatan untuk mengantarkan nya, aku bermasalah dengan mu jangan harapp!!!, mending perbaiki sikapmu dulu Niss??? " . Sapa Ridho dengan jelas menyuruh Nisa untuk berubah.
Nisa hanya mengepalkan tangannya saja dan ;
" Awas saja kau Rina lihat pembalasanku ini!!!!". Gumam dalam hati Nisa
Kemudian Ridho menyalakan gas motor nya dan pergi begitu saja meninggalkan Nisa sendiri di parkiran motor.
Lalu mereka berdua melaju bergegas dengan sangat kencang!!!
Brmmmmm Brmmmm Brmmmm " . Suara motor Ridho.
" Pegangan yang erat ya Rina!!! ". Sapa Ridho dengan melaju kencang..
" Dho pelan - pelan saja menjalankan motornya takut nanti jatuh gimna??". Sapa Rina
Rinaa pun ketakutan dan memeluk erat baju Ridho ini dan dia merasakan kenyamanan karena Ridho selalu membela Rina di timbang sama Nisa. Dari situ Rina pun menyimpan perasaan kepada Ridho.
Setelah satu setengah jam menempuh perjalanan dari sekolah menuju ke rumah sakit Killa, dan tiba saatnya mereka sampai di parkiran motor rumah sakit.
" Rin kamu duluan saja masuk ke dalam yaa, aku hendak parkirkan motor dulu ". Sapa Ridho
" Mmm engak Dho, aku tungguin kamu disini saja nanti kita masuk bersama saja, Oh ya Dho kita ke kantin dulu ya buat beli sesuatu untuk Killa". Saut Rina
" Oke baiklah tunggu bentar ya ". Saut Ridho
Setelah bergegas ke kantin mereka berdua langsung saja pergi menuju ke ruangan Super VIP dimana tempat Killa beristirahat. Langkah kaki mereka berdua terdengar begitu selaras nada hentakannya kaki kanan yang melaju duluan lalu kaki kiri mengikutinya.
Saat tiba didepan pintu itu Ridho pun segera menelepon nenek Killa terlebih dulu ;
" Kringgg,,, kringgg,,,, kringggg !!! 'Suara telepon berdering'
Lalu nenek Killa langsung saja mengambil telepon nya yang berada di dalam tas nenek Killa tersebut. Seketika Killa pun terkejut saat nada dering dari telepon tersebut berbunyi dan dia berkata ;
" Nek telepon nenek berbunyi siapa yang menelepon nenek apakah ibu?? ".
" Iya bentar nenek angkat dulu telepon nya ya ".
Saat mengambil telepon tersebut ternyata panggilan dari Ridho teman Killa ini.
" Hallo nak Ridho , ada apa ya?? ". Sapa nenek Killa.
" Hallo nek, Maaf Ridho menganggu lagi sebentar, ini Ridho bersama Rina mau menjenguk Killa lagi nek, apakah boleh? ". Sapa Ridho dengan nada pelan.
" Tentu saja boleh, ini Killa sudah bangun dari tidurnya juga, masuklah nanti nenek buka kan pintunya sebentar ". Sapa nenek sambil menutup teleponnya dan berjalan menuju ke pintu depan.
Lalu pintu itu dibuka oleh nenek Killa dan mereka berdua dipersilahkan untuk memasuki kedalam ruangan tersebut.
" Hallo Killa, maaf aku menganggu tidurmu lagi ya,,, ". Sapa Rina dengan nada malu nya.
" Hai Rin , Hai Dho, gimana karyanya apakah kamu menang Rina?? ". Saut Killa dengan rasa penasarannya ini.
" Mmm maaf Kill, Punya kamu sudah saya presentasikan dengan baik tetapi kalah Kill ". Sapa Rina dengan nada sedih.
" Akan tetapi tapi punyaku berhasil Kill, dan aku memenangkannya ini juga berkat kamu dan doamu Kill, niatku kesini mau aku kasih dua hadiahnya ini uangnya aku bagi dua denganmu ya,, " . Sapa Rina dengan nada senang sambil mengulurkan amplop yang berisikan uang tersebut.
" Terima kasih sebelumnya Rina, itu usahamu itu kerja kerasmu Rin , aku tidak membantu apa - apa buatmu, bahkan aku hanya berbaring di rumah sakit ini kok bisa - bisanya aku membantu kamu gimna si kamu Rin, selamat ya Rin ". Sapa Killa sambil memeluk Rina ini.
" Berkatmu juga Kill, aku jadi bisa mengerti pelajaran yang belum aku ketahui, dan berkatmu juga aku bisa menulis cerita ini dan kamu yang kasih rekomendasi cerita tentang ibu ini ". Tiba - tiba saja Rina menangis sambil memeluk Killa.
" Sudah - sudah cukup, oh ya ngomong - ngomong Nisa kemana ya kok ga bersama kalian?? ". Saut Killa dengan heran.
" Mmm itu dia tadi mau kesini tapi tadi dia katanya ada urusan mendadak jadi ga bisa kesini Kill ".
Sapa Ridho sambil menutupi keburukan Nisa karena Ridho tidak mau Killa memikirkannya supaya Killa cepat sembuh.
" Oh begitu ya,,, aku juga udah bosen ini dirumah sakit ini, aku ga bisa kemana - mana rasanya pengen pulang ke rumah dan beraktifitas sekolah seperti biasanya ". Saut Killa dengan nada masam.
" Sabar ya Kill, Nunggu fisik kamu kuat dan sembuh total dulu ya baru kamu bisa bermain dengan kami lagi, ya sudah kami pamit pulang dulu ya, hari pun sudah mulai petang nanti ibu mencariku lagi ". Ucap Rina sambil meminta pamit dengan neneknya juga.
Setelah mereka pulang akhirnya suasana menjadi sepi dan sunyi lagi hanya ada Killa dan nenek nya saja yang berada di ruangan tempat Killa di rawat ini.
" Nek,, apakah ibu dan ayah sudah tau keberadaan Killa saat ini ?? ". Sapa gadis kecil ini
Bagaimana kisah selanjutnya lagi
Jangan lupa like, komen dan follow ya
Terima kasih sudah membaca teman
See you
bejibun tuh gk bakal habis2...
tinggal benerin tata penulisannya
semangat killa
curiga nisa cuma manfaatin killa doang...