Sekuel SUAMIKU BERWAJAH CACAT
Novel ini, menceritakan kisah cinta segitiga. Jadi bijaklah, dalam membaca.
Haris Wilson, anak pertama dari pasangan Henri Wilson, dan Rania Cullen, tidak menyangkah hidupnya akan berakhir menikahi anak dari pelayannya sendiri Bibi Ana.
Apalagi saat itu, Haris Wilson mempunyai seorang kekasih yang begitu dicintainya, yaitu seorang supermodel, bernama Kenny.
Haris menentang keras perjodohan ini, karena
dia sudah mempunyai kekasih, dan yang membuat dia sangat menolak perjodohan ini adalah, anak dari pelayannya itu, adalah seorang gadis cacat.
Tapi Haris tak dapat menolak, karena ayahnya Henri Wilson mengancam, kalau dia tidak menikahi Vivian, maka jabatannya sebagai seorang CEO diperusahaan, akan dicabut.
Karena tidak ingin kehilangan jabatannya, dia menyetujui pernikahan ini, tapi dengan membuat kesepakatan pernikahan kontrak, yang dia buat bersama Vivian.
Tapi itulah cinta bisa tumbuh kapan saja, Harispun tak dapat menolak pesona Vivian, saat mendapati gadis itu sudah bisa berjalan, ditambah lagi dengan kelembutan, dan perhatian dari wanita itu, membuat ia terjebak dengan permainan yang dia ciptakan sendiri, hingga membuat ia harus memilih Vivian, sigadis cacat, atau Kenny wanita yang begitu dicintainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon popyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep.29.Gagal.
Pintu lift terbuka, dan pasangan suami istri itu langsung berlalu keluar menuju kamar yang akan mereka tempati.
"Kakimu masih sakit?!"Tanya Haris, saat mereka tengah berjalan menuju kamar hotel.
"Sudah berkurang Sayang.."
"Baguslah" Jawab Haris, yang begitu merasa legah.
Membuka pintu, dan mendapati suasana kamar yang begitu mewah dengan fasilitas yang lengkap.
"Kau menyukainya?!" Tanya Haris, saat melihat istrinya mengedarkan pandangannya, menatap seisi ruangan.
"Aku menyukainya." Jawab Vivian, sembari tersenyum.
Haris mengusap kasar wajahnya, dan dia begitu optimis kalau malam ini tidak boleh gagal lagi, untuk melakukan malam dengan Vivian.
Terdengar dentingan pesan pendek pada phonselnya, tapi laki-laki itu mengabaikannya.
Berjalan menghampiri istrinya, sembari memeluk penuh pinggangnya dari belakang, yang membuat Vivian begitu terkejut.
"Sayang..." Seru Vivian.
Mencium pundak istrinya, berusaha untuk membangkitkan gairahnya.
"Jangan menolakku Vivian, karena bagaimanapun aku punya hak atas dirimu." Pintanya, dengan terus mencium leher Vivian, dan tangannya sudah mulai menggerayangi dada wanita itu.
Wanita cantik itu, hanya memejamkan mata sembari meremas jemarinya, karena siap atau tidak siap Haris mempunyai hak atas dirinya, sekalipun masih ada Kenny diantara mereka.
Menghembuskan nafas, saat tangan kekar itu sudah menuruni kancing gaunnya.
Mencium pundak mulus itu, dan menyelipkan tangan masuk kedalam branya, dan tak bisa dipungkiri diapun menikmatinya.
Terdengar suara telepone, yang mengejutkan pasangan yang tengah dilanda gairah yang membara itu.
"Sayang ada telepone." Seru Vivian.
Menghembuskan nafas kasar, dan menghampiri meja kecil dimana dia meletakkan phonselnya.
Saat menatap layar phonsel itu, dia begitu terkejut saat melihat nama Kenny disana.
"Kenny." Serunya, sembari mengusap kasar wajahnya yang sudah beruba pucat.
Saat mendengar nama Kenny, Vivian hanya tersenyum kecil, karena bagaimanapun dia harus menyadari, dia merupakan orang ketiga, diantara Haris, dan Kekasihnya.
Dan laki-laki tampan itu, memutuskan untuk mengabaikan. Beberapa saat kemudian, terdengar pesan pendek pada phonselnya.
Membuka, dan membacanya.
💌 Sayang, kau sedang dimana? kenapa kau tidak mengangkat teleponeku?!"
Haris mengusap kasar wajahnya, saat membaca pesan masuk dari Kekasihnya itu, dan tatapan matanya beralih menatap Vivian yang hanya tersenyum.
Dan beberapa detik kemudian, terdengar suara telepone lagi pada phonselnya.
"Terima saja teleponenya Sayang? kasian Nona Kenny. Mungkin dia sedang membutuhkanmu." Pinta Vivian, pada Suaminya.
Menghembuskan nafas panjang, dan tetap membiarkan suara nada panggilan terus terdengar.
Haris melangkahkan kaki kearah balkon, dan saat sampai disana, laki-laki tampan itu langsung melemparkan HP nya.
Vivian begitu terkejut, saat Haris melemparkan phonselnya dari balkon kamar.
"Sayang apa yang kau lakukan?! kenapa kau melempar phonselmu?! bukankah Nona Kenny sedang menelpone?!"
Berbalik, dan menghampiri istrinya.
"Biarkan saja, lagi pula phonselku sudah rusak." Jawabnya, berbohong.
"Tapi Sayang.." Serunya terhenti, saat lelaki tampan itu mendorong tubuhnya keatas ranjang.
"Apa yang akan kau lakukan?!" Tanya Vivian, saat Haris mulai merangkak naik keataskeranjang, dan menatapnya dengan tatapan lapar.
Tidak menjawab, hanya menyunggingkan senyuman disudut bibirnya, dan tanpa berkata Haris langsung menarik turun gaun yang melekat pada tubuhnya.Hingga hanya menampakkan tubuhnya yang menggunakan, bra, dan CD saja.
Rasa gugup mulai menyelimuti dirinya, hingga menelan salivapun terasa berat ditenggorokan.
Haris mulai mencium tubuh istrinya, dan membuka helaian kain yang masih menutupi area sensitif Vivian, dan iapun melakukan pada dirinya juga.
Vivian begitu malu, saat mendapati dirinya sudah dalam keadaan polos didepan lelaki itu.
Kini Haris sudah siap untuk menghujamkan miliknya.Dan saat dia mendekatkan miliknya, dan berusaha untuk menerobos pertahanan Vivian, wanita cantik merintih kesakitan.
"Ahh..." Rintinya, saat merasakan sakit yang teramat sangat pada area kewanitaannya.
Sayang.., aku mohon bisakah kita menundahnya? ini sangat sakit?!" Pintanya, penuh harap.
"Kau bisa menahannya, aku akan melakukan dengan pelan"
"Tapi.." Ucapnya terhenti, saat Haris berusaha untuk menghujamkan kembali miliknya, yang membuat Vivian berteriak kesakitan.
"Auuwww...." Serunya, dengan teriakan yang begitu menggema.
Haris langsung menarik dirinya, dan menatap kesal istrinya.
"Bisakah kau jangan berteriak?! nanti orang mengirah aku sedang memperkosamu!" Pintanya, dengan raut wajah yang terlihat kesal.
"Maafkan aku Sayang.., tapi bisakah kita menundahnya sampai besok? agar aku sudah mempersiapkan diri." Pintanya, penuh harap.
"Memang kau mau pergi perang! harus mempersiapkan dirimu Vivian..!!"
"Maafkan aku Sayang, tapi aku janji besok pasti aku pasti sudah siap."Jawabnya, meyakinkan.
"Kau sangat menyebalkan Vivian, sangat menyebalkan.Terus apa yang harus kulakukan dengan ini?!" Dengan mengalihkan tatapannya, menatap miliknya yang masih menegang.
"Kalau kau mau, kita bisa melakukan dengan sabun mandi."
Haris begitu terkejut saat mendengar ucapan istrinya, hingga pikiran negatif tengah menyelimuti dirinya.
"Katakan padaku siapa yang mengajarmu soal itu..!! jangan bilang laki-laki lain sudah mengajarkan itu padamu." Tanya Haris, yang sudah dilanda cemburu.
"Tidak ada yang mengajarkan itu padaku Sayang?! aku mengetahuinya dari Nancy, karena dia pernah menonton film seperti itu."
"Jadi kau mengetahui itu dari Nancy?!"Tanya Haris, penasaran.
"Iya."
"Dia sangat polos, bahkan dia tidak mengetahui hal seperti ini."
"Baiklah kali ini aku melepaskanmu, tapi tidak untuk lain kali. Dan mengenai ini( dengan menunjuk miliknya, yang masih menegang) biar aku yang mengatasinya." Ucap Haris, dengan berlalu kekamar mandi.
Vivian hanya terdiam, dan diapun mulai berpikir.
"Apakah dia akan melakukan itu dengan sabun mandi?!" Gumamnya, penasaran.
Detik terus berjalan hingga pagipun telah menyambut.Saat sedang bersiap-siap, terdengar suara ketukan pintu.
Vivian yang mendengarnya, langsung melangkah menuju pintu, dan membukanya. Dan sedikit terkejut, saat mendapati sekretaris James.
"Pagi Nona..." Sapanya ramah.
"Pagi" Jawab Vivian, dengan memaksa diri untuk tersenyum.
Dia menatap wanita cantik itu, dengan raut wajah yang terlihat penasaran. Dan timbul tanda tanya dalam dirinya.
"Sepertinya Nona kelihatan segar, dan tidak terlihat kantong mata pada matanya. Mungkinkah semalam mereka tidak jadi melakukannya?!" Bathinya, yang terlihat penasaran.
aasyeiikk ... bakal makin posesif aja bos nya si james 😁👍🏻
bisaan ni author pilih visual nya
posesif tanda cinta .. ouw ouw oooo
sudah jelas vivian berstatus kan istri "sah"
kenny dasaarrr
gemesss gau thor aaaaa mantaff👍🏻🤣