Area Dewasa
Sebagai putri kesayangan dari pengusaha kaya keluarga Alexander membuat hidup Sea Caroline Alexander menjadi begitu bebas dan liar. Tidak ada yang berani melarangnya untuk melakukan ini dan itu. Karena kebebasan itu membuat Sea menjadi wanita nakal dan mesum. Setiap hari pekerjaannya hanya ke kampus dan bersenang-senang bersama sahabat prianya, seperti balapan liar dan club malam.
Melihat kebebasan Sea, membuat Jhon berinisiatif untuk menikahkan putrinya dengan anak sahabat lamanya, Seorang presedir tampan namun sangat polos.
Sea menolak keras pernikahan itu. Dia tidak suka dengan pria polos. Walaupun begitu Jhon tetap melangsungkan pernikahan itu.
Bagaimana dengan nasib pernikahan Sea? Akankah Sea akan mencintai presedir polos itu? Atau maukah suaminya menerima keadaan Sea sebagai wanita nakal dan liar?
.
.
.
Akan banyak kata-kata vulgar serta beberapa adegan dewasa dalam cerita ini. Bijaklah dalam membaca!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EbieMai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Belajar pada ahlinya
Semenjak identitas asli Sea yang telah di ketahui dan tersebar luar, Sea menjadi lebih terkenal lagi hingga banyak semakin pula anak-anak kampus yang mencoba untuk mendekatinya, mencari perhatian agar bisa berteman dengan Sea si Anak Sultan.
Menjadi putri bungsu dari keluarga terkaya se-Asia dan istri dari pengusaha terkaya di dunia bisnis, membuat Sea semakin di segani oleh anak-anak kampus. Tidak ada lagi yang berani untuk mencari masalah dengan Sea, mereka masih ingat posisi dimana masih di bawah wanita itu. Walaupun ada yang berani, mungkin dia memiliki warisan harta leluhur sembilan nyawa.
Seperti biasa ketika jam pelajaran telah selesai, Sea dan keempat sahabatnya nongkrong terlebih dahulu di kantin kampus sebelum pulang. Di atas meja telah begitu banyak beberapa bungkus cemilan lengkap dengan kopi hitam kesukaan mereka, tidak lupa juga dengan beberapa bungkus kacang sebagai pelengkap.
"Jadi ceritanya dalam pernikahan lu ada tamu tak di undang gitu?" Tanya Charles. Sea menceritakan kepada keempat sahabatnya tentang Thina yang mencoba untuk mendekatinya suaminya, dalam arti akan ada pelakor dalam rumahnya.
"Iya." Sea menyerup kopi hitamnya, "Dan kalian harus ngusir tuh tante dalam pernikahan gue."
Luke membuka kacang dari kulitnya, menyuapi kacang yang ia buka ke mulut Sea yang berada di sampingnya, "Yang jadi pelakor lu tante-tante?"
Sea mengunyah kacang pemberian Luke dengan senang hati, sahabatnya itu memang pengertian, " Bedak tuh cewek menor banget, ya jadi gue panggil dia tante-tante."
"Seenak jidat lu panggil orang sembarangan."
"Jadi tugas kita sekarang ngapain tuh tante?" Tanya Jonathan sambil mengunyah snacks yang ada di tangannya.
Ingat Sea adalah sahabat tersayang mereka, bila wanita itu telah memberi tugas atau perintah maka dengan cepat harus di lakukan.
"Kalian harus ngawasin gerak-gerik tuh tante. Gue yakin pasti dia akan memakai cara kotor untuk mendapatkan suami gue."
Biasanya insting seorang istri lebih kuat daripada suami dalam urusan rumah tangga. Hanya seorang istri yang dapat merasakan bila ada sesuatu yang akan terjadi dengan suaminya atau dalam rumah tangga mereka. Begitulah yang di rasakan Sea sekarang, wanita itu dapat merasakan bahwa akan ada masalah yang menerpa rumah tangganya, Sea harus menjadi wanita yang lebih kuat dan tangguh agar ia dapat menjaga dan mempertahankan pernikahannya.
Apalagi semenjak berita bohong tentang scandal perselingkuhannya tersebar, kebencian Grandma Bella semakin bertambah besar. Wanita tua itu semakin berambisi untuk memisahkan Sea dengan cucu kesayangan, Gava. Bella semakin bertambah yakin kalau Sea bukan wanita yang pantas untuk mendampingi Gava dan hanya Mona, wanita pilihannya yang pantas untuk bersama dengan cucunya.
"Untuk ngawasin tuh tante-tante menjadi tugas siapa?" Jonathan melirik Luke, Charles dan Rafael.
"Gue gak bisa ngawasin gerak-gerik tuh cewek, gue harus ngecek seluruh bengkel. Kalian kan tahu kalau bengkel Sea pada berserakan dimana-mana." Ucap Luke.
"Gue juga gak bisa. Gue harus mencari lokasi tempat balapan selanjutnya, tempat balapan yang pernah kita pakai sudah terendus oleh polisi." Ucap Rafael.
"Gue juga. Gue harus ngecek restoran Sea yang di Amerika." Ucap Charles. Sea memang menugaskan Charles untuk selalu memantau perkembangan restoran miliknya dan setiap bulan Charles harus perpergian ke luar negeri untuk mengecek kondisi dan perkembangan restoran Sea yang di beri nama Restauran SCA.
"Mereka sudah punya tugas tersendiri Jo, hanya lu yang belum punya tugas." Sea tersenyum menatap Jonathan yang sedang menangisi nasib diri sendiri.
Jonathan menunduk lesu, ia hanya pasrah menerima, "Nasib berteman dengan anak sultan."
***
Para pengusaha lainnya sudah meninggalkan ruang meeting. Dalam ruangan itu hanya tersisa Gava, Jefan, dan Satria.
Gava menatap ke arah dua sahabatnya, "Ada hal penting yang harus aku bicarakan dengan kalian. Ayo keruangan ku!" Pria itu berdiri dari duduknya, keluar dari ruang meeting.
Jefan dan Satria saling menatap satu sama lain, mereka mengendikkan bahu mengikuti Gava yang berjalan ke ruang kerjanya.
"Kamu mau bicara hal penting apa sih Gav? Bukankah masalah peluncuran produk iklan sudah kita bahas di ruang meeting tadi?" Ucap Jefan ketika mereka sudah duduk di sofa ruang kerja Gava.
"Bukan masalah kerjaan." Ucap Gava. Pria itu terlihat ragu-ragu berbicara hal yang telah menggangu pikirannya sejak tadi malam.
"Bukan masalah kerjaan, terus kamu mau bicara apa? Cepat bicara Gav, pekerjaan ku masih banyak lagi." Kesal Satria karena Gava belum juga berbicara.
Gava terlihat ragu, namun dia harus membicarakannya karena kedua sahabatnya itu lebih paham, "Ajari aku cara-cara bercinta." Dalam satu tarikan nafas Gava mengucapkannya.
Hening. Jefan dan Satria terdiam, dua pria tampan itu berulang kali mengerjapkan kedua bola matanya, mengusap-usap kedua telinga memastikan kalau mereka tidak salah dengar.
"Hahaha...." Detik berikutnya Jefan dan Satria tertawa terbahak-bahak. Tidak menyangka kalau sahabatnya yang sangat-sangat polos meminta ajari cara-cara bercinta.
"Kamu juga dengarkan, Sat?" Ucap Jefan sambil memegangi perutnya yang terasa nyari akibat tertawa. "Seorang Gava yang polosnya melebihi bayi, meminta ajari cara-cara bercinta. Udah taubat menjadi pria polos?"
Gava mengerucutkan bibir kesal, ia sudah menduga bahwa akan terjadi seperti ini. Itulah kenapa Gava ragu untuk berbicara, kedua sahabatnya itu memang tidak punya akhlak.
"Kamu mimpi apa sih semalam, Gav?" Ucap Satria yang sudah mengontrol tawanya.
"Kalian itu emang pikun ya. Bukannya kalian kemarin yang meminta ku untuk belajar seks. Sekarang aku mau belajar, tapi kenapa di ketawain." Kesal Gava.
"Aku pikir kamu tidak akan melakukannya, padahal aku cuma menakut-nakuti kamu saja." Jujur Jefan.
"Ternyata kamu suami takut kehilangan istri. Demi istri kamu rela melepas kepolosan mu, tapi itu bagus sih tidak baik menjadi pria polos." Ucap Satria.
"Yasudah ajari aku cara-caranya. Aku harus memberikan hak istriku secepatnya." Ucap Gava.
"Kenapa harus sama kita berdua?" Ucap Satria walaupun ia sudah tahu jawabannya.
"Karena kalian pakar ahlinya. Bukankah kalian sudah sering melakukannya."
Ck, biarpun polos tapi dia tetap saja tahu, batin Jefan dan Satria.
"Baiklah aku akan memberitahu mu, tapi aku tidak mau memperaktekan dengan mu karena aku tidak ingin pisang makan pisang." Ucap Jefan. Pria itu mengeluarkan ponselnya dalam saku celananya. Mengotak-atik ponselnya mencari sesuatu yang di butuhkan sahabatnya polosnya, " Sudah aku kirim."
Ting. Bunyi ponsel Gava. Membuka ponselnya, melihat pesan dari Jefan berupa beberapa video, mungkin jika di hitung ada sekitar 10 video. Gava mengeryitkan dahi, "Video apa ini?"
"Video adegan dewasa. Kamu tonton saja video itu, dalam video itu banyak cara-cara bercinta dengan baik dan benar. Kamu pahami dan ingat-ingat bagaimana cara melakukannya. Setelah kamu sudah paham, kamu bisa mempraktekkan dengan istri mu. Ingat dengan istri mu, jangan sama wanita lain!" Terang Jefan.
Gava mengangguk paham, ia ingin memutar video itu namun dengan cepat Satria menahannya. " Aku ngerti kalau kamu ingin cepat-cepat belajar, tapi enggak di sini juga kali kamu putar itu video."
"Kenapa?" Tanya Gava dengan muka polos.
" Jangan terlalu polos deh, Gav. Kalau kamu putar itu video, suara desahannya terdengar, bisa-bisa berdiri nih junior ku."
Walaupun Gava tidak mengerti dengan ucapan Satria, tapi dia tetap tidak memutar video itu. Mematikan ponselnya lalu memasukkan kembali kedalam saku celananya.
"Kenapa harus belajar lewat video? Aku bisa mengajari kamu langsung." Ucap seorang wanita cantik yang tiba-tiba masuk dalam ruangan itu, wanita yang sangat mereka kenal.
***
tapi endingnya sad😭