NovelToon NovelToon
KODE MERAH: CINTA

KODE MERAH: CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Thriller / Sci-Fi / Romantis
Popularitas:946
Nilai: 5
Nama Author: ririma

Berciuman tidak diperbolehkan di dunia ini, apalagi berhubungan seks. Bayi dibuat oleh mesin dan cinta melanggar hukum. Tetapi sepasang kekasih saling jatuh cinta dan sang wanita hamil. Akankah mereka berhasil melarikan diri sebelum terlambat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ririma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. Kode Rahasia

Lampu indikator di atas pintu lift berkedip lambat saat kotak logam itu bergerak turun dari lantai dua belas. Di dalam ruang sempit yang diterangi cahaya pendar neon putih, Carson dan Nezha berdiri bersisian. Pandangan mereka lurus menatap pintu baja di depan, tubuh tegak dan kaku, menampilkan postur warga negara teladan yang patuh di bawah tatapan lensa kamera pengawas bersensor termal di sudut langit-langit.

Meski di atas sana kamera pengawas terus memantau, ujung sepatu bot Carson bergeser satu sentimeter ke kanan, mengetuk pelan sisi luar sepatu Nezha.

Satu ketukan panjang, dua ketukan pendek. Aku di sini.

Nezha tidak menoleh. Ia hanya menggerakkan jemari kakinya di dalam sepatu, membalas dengan tekanan halus yang serupa di ujung sepatu Carson. Aku tahu.

Itu adalah bahasa rahasia mereka, sebuah bahasa dengan kode tersembunyi yang berhasil lolos dari algoritma pemindai gerak paling mutakhir sekalipun. Carson menggeser kembali sepatunya, memberi tekanan sedikit lebih lama sebagai pesan penenang sebelum ia memulai harinya di sektor lain.

Ting.

Pintu lift mendadak berdenting dan bergeser terbuka di lantai sebelas. Secara refleks, Carson dan Nezha langsung menarik kaki mereka kembali ke posisi semula, menstabilkan detak jantung yang mendadak melonjak dalam diam.

Di ambang pintu, Bylla berdiri dengan seragam pengawas magangnya yang rapi. Gadis itu sempat terpaku sesaat, matanya bergerak cepat melirik ke arah lantai lift sebelum mendongak.

Ada jeda satu detik yang mencekam. Carson dan Nezha membeku, menahan napas di balik ekspresi datar mereka. Apakah Bylla sempat melihat pergerakan sepatu mereka tadi? Ataukah gerakan tubuh mereka terlihat canggung di mata gadis itu?

"Eh, Kak Nezha! Selamat pagi!" Kebekuan itu pecah seketika saat Bylla langsung tersenyum lebar hingga matanya menyipit, menampilkan keceriaan enerjik yang sama seperti kemarin.

Nezha mengembuskan napas pendek yang nyaris tak terdengar, mematikan mode waspadanya. "Pagi, Bylla."

Bylla melangkah masuk ke dalam lift, mengambil posisi di sisi lain Nezha. "Ya ampun, Kak, untung liftnya sudah bisa digunakan pagi ini. Saya tidak bisa membayangkan kalau harus turun tangga lagi sambil membawa perlengkapan patroli yang berat ini." Gadis itu kemudian melirik Carson sekilas, lalu mengangguk sopan dengan senyum formal yang pas—tidak terlalu akrab, namun cukup ramah untuk ukuran tetangga satu gedung. "Pagi, Pak Carson."

"Pagi," jawab Carson pendek dengan nada suara yang sengaja dibuat datar dan asing, tipikal respons antar penghuni apartemen kota yang tidak saling mengenal dekat. Kamera di atas mereka tetap berkedip normal, menandakan tidak ada anomali sosial yang terdeteksi.

"Oh ya, Kak Nezha," Bylla kembali berbisik pelan, badannya agak condong ke arah Nezha. "Terima kasih banyak ya untuk bantuan pindahannya kemarin sore. Kamar saya jadi langsung rapi. Nanti kalau Kakak senggang, mampir ya ke kamar saya."

"Sama-sama, Bylla. Nanti kalau ada waktu ya," jawab Nezha dengan senyum tipis.

Meskipun suasana di dalam lift kembali mencair oleh celotehan Bylla, Carson tetap menjaga kewaspadaannya. Ia melirik profil samping Bylla lewat pantulan dinding logam lift yang samar. Reaksi Bylla memang terlihat sangat natural, tapi di dunia ini, tidak ada yang tahu pasti apa yang tersimpan di balik senyuman ramah seorang petugas keamanan—bahkan yang masih magang sekalipun.

Begitu pintu lift terbuka di lantai dasar, ketiganya melangkah keluar bersamaan ke arah lobi yang ramai oleh pekerja lain. Tanpa ada kata perpisahan, tanpa jabat tangan atau lambaian, mereka langsung memecah rute. Nezha dan Bylla berjalan beriringan menuju stasiun kereta domestik, sementara Carson melangkah lurus menuju stasiun antar distrik dengan tujuan Sektor Militer.

...***...

Dengung konstan dari ratusan server raksasa menjadi satu-satunya latar suara di dalam Ruang Server Utama Pusat Penelitian Bioteknologi Militer. Ruangan itu sangat luas, didominasi oleh deretan rak logam tinggi yang memancarkan pendar lampu indikator biru dan hijau. Di tengah ruangan, Carson duduk di depan server utama, jemarinya bergerak dengan kecepatan konstan di atas papan tik virtual yang melayang.

Beberapa hari telah berlalu sejak Profesor Malikh memberikan tugas dengan tenggat waktu yang seharusnya berakhir dalam waktu semalam. Namun, laporan yang disampaikan Carson kepada Profesor Malikh menyatakan bahwa terdapat beberapa kerusakan dalam jaringan yang membutuhkan waktu penanganan tambahan demi keamanan total.

Tentu saja itu hanya bualan Carson saja. Masalah mengenai anomali enkripsi sudah ia perbaiki bahkan hanya dalam waktu satu jam.

Kenyit di dahi Carson saat ini bukan karena kesulitan membetulkan sistem, melainkan karena ia harus membagi fokusnya. Di layar sebelah kiri, ia sedang menjalankan skrip perbaikan enkripsi palsu untuk mengelabui sistem pengawas Profesor Malikh. Sementara di layar sebelah kanan yang tersembunyi di balik lapisan kode biner, Carson sedang menyalin baris-baris data rahasia terkait informasi-informasi yang tersimpan di dalam server tersebut.

Persentase pengunduhan data bergerak lambat: 42%... 43%...

Carson menahan napas saat matanya menangkap sekilas manifes logistik yang berhasil terbuka. Zea mays, Solanum lycopersicum... Itu nama-nama ilmiah untuk tanaman pangan asli. Jantungnya berdegup kencang. Berkas ini memuat bahan-bahan organik yang tersimpan dalam laboratorium ini.

"Hei! Teknisi Jenius! Belum selesai juga?"

Suara cempreng yang tiba-tiba bergema dari arah pintu masuk membuat Carson tersentak. Dengan satu gerakan refleks yang sangat cepat dan terlatih, ia menyapu tangannya ke atas layar virtual. Layar kanan yang memuat data rahasia langsung menyusut dan bersembunyi di balik baris kode enkripsi utama, digantikan oleh grafik eror sistem yang meyakinkan.

Avnan berjalan mendekat dengan jubah laboratoriumnya yang—seperti biasa—kancingnya terpasang selang-seling dan rambut keritingnya mencuat ke segala arah. Ia membawa dua kantong plastik kecil berisi jeli nutrisi instan.

"Astaga, Carson, kamu sudah seperti patung di ruangan dingin ini sejak tiba tadi," keluh Avnan, langsung mendudukkan bokongnya di tepi meja kerja Carson tanpa permisi, membuat beberapa panel instrumen sedikit bergetar. Ia menyodorkan satu kantong jeli ke depan wajah Carson. "Nih, isi dulu energimu. Aku bosan di atas sendirian, Profesor Malikh sedang rapat dengan para jenderal, jadi tidak ada orang yang bisa kuajak berdebat."

Carson mengembuskan napas panjang, bersandar pada kursinya sambil menatap Avnan dengan tatapan terganggu yang tidak dibuat-buat. "Avnan, aku sedang menangani struktur kode yang sangat sensitif. Kalau jariku salah menekan satu variabel saja karena kamu mengejutkanku, seluruh server ini bisa eror secara permanen."

"Ah, masa iya sampai begitu? Kamu kan jenius," Avnan terkekeh tanpa rasa bersalah, mulai menyedot jelinya sendiri dengan suara berisik. Matanya yang belo melirik ke arah layar virtual Carson, memperhatikan grafik merah yang berkedip-kedip. "Wah, tampilan enkripsinya serumit ini, ya? Pantas saja Profesor Malikh terus-terusan menggerutu. Tapi serius, Carson, apa kamu tidak menemukan sesuatu yang 'menarik' saat membongkar isi server ini?"

Pertanyaan kasual Avnan itu seketika membuat otot-otot di punggung Carson menegang.

1
Rudy satria
bylla berbahaya nggk sih,ko bikin deg,deg,degan😅😅
Rudy satria
semoga bylla bukan mata² pemerintah 😅
Rudy satria
saya pikir langsung curi buahnya satu ² ternyata bijinya saja,sabar ya dedek bayi kira² 3 bulan sampai tomatnya matang😅😅
ririma: wkwk,,
total 1 replies
Rudy satria
apakah bylla salah satu tim yang nantinya kabur bersama Carlos dan Nessa
Rudy satria
lebih nggk kebayang,kalo beneran ada negara yang memiliki peraturan sekonyol itu🤣
ririma: lah iya juga ya🤣
total 1 replies
Rudy satria
Kay nggk asing,negara Konoha seperti itu jga nggk ya semoga si nggk ya😅😅
ririma: hmm, ngga ikutan ya kak🤭
total 1 replies
Rudy satria
ceritanya bagus, meskipun masih blm paham kenapa ada peraturan anomali seperti itu😄
ririma: engga usah dipahami kak, emang anomali itu peraturannya😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!