NovelToon NovelToon
Hamka Putra Arwah Hidup

Hamka Putra Arwah Hidup

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Mata Batin / Mengubah Takdir
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ridwan01

Sebuah kejadian membuat Haris yang merupakan seorang pemimpi perusahaan besar langsung hancur.
Dia kehilangan segalanya dalam satu hari dan memilih untuk mengakhiri hidupnya tapi setelah mati, dia justru menemukan kenyataan kalau orang yang selama ini dia sembunyikan mengandung anaknya.
Hamka Haris Stuart, seorang anak buta warna yang lahir dari rahim adik angkat Haris yang terus di sakiti karena hanya seorang anak dari istri kedua.
Bagaimanakah Hamka bisa menemukan warna dalam hidupnya setelah dia tahu kalau ayah yang selama ini dia panggil Daddy bukanlah ayah kandungnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harta Hamka

‎Putri merasa kesal karena peletnya kembali gagal dan dia malah membuat seorang supir tua yang jatuh ke dalam perangkapnya. bahkan sekarang Putri sudah tidak bisa lagi mendekati Miqdam setelah dia memecat Putri karena ketahuan melakukan guna guna padanya.

‎"Sungguh sial! apa pak Miqdam punya indra keenam sampai sampai dia bisa tahu kalau aku pelet! atau dia juga punya dukun sakti yang melindungi dia, lebih sakti dari ayah!" kesal Putri

‎Haris juga terus mengikuti Putri dari belakang karena dia yakin Putri ini akan kembali mengincar Miqdam yang punya darah Danendra di dalam tubuhnya, darah yang pastinya akan di gunakan untuk melakukan sesuatu yang berhubungan dengan perusahaan besar yang di miliki keluarga Danendra.

‎"Aku harus berhasil menikah dengan pak Miqdam karena yang memiliki darah Mahesa secara langsung adalah pak Miqdam dan pak Laut, tapi pak Laut adalah seorang menantu Kiai jadi aku tidak bisa mengirimkan guna guna padanya" ucap Putri karena Laut adalah menantu Adrian, dia menikahi Deandra saudari kembar Delisha yang menikah dengan Zhafran.

‎"Kenapa dia butuh darah yang langsung dari keturunan Om Mahesa, pasti ada sesuatu dalam darah Mahesa yang membuat perempuan ini mengincar keturunannya" gumam Haris

‎Setelah mengetahui ke mana Putri pergi, Haris lalu kembali ke tempat Hamka, dia seperti biasa akan langsung tertarik ke samping Hamka jika dia pergi jauh tanpa meminta ijin dari Hamka anaknya itu.

‎"Papa dari mana?" tanya Hamka yang sedang duduk sambil menyimpan semua perhiasan milik buyut Haris ke dalam brankas.

‎"Papa mengikuti pembantu itu, dia pergi ke rumah seorang dukun ternyata" jawab Haris

‎"Kenapa harus mengikuti dia?"

‎"Dia mengatakan sesuatu tentang darah Om Mahesa dan keturunannya, pasti dia mengincar sesuatu" jawab Haris

‎"Darah Opa Mahesa? pasti berhubungan juga dengan Opa Sagara pa, karena kan semua keturunan Opa Sagara punya indra keenam dan Opa Sagara adalah putra pertama Opa Mahesa" jawab Hamka

‎"Kamu benar, pasti ini adalah hubungan dengan darah Ola juga karena darah mereka punya keturunan darah wangi" ungkap Haris yang mulai mengerti.

‎"Tapi untuk apa dia butuh darah itu?"

‎"Itu yang harus papa cari tahu, ayo pulang karena Hamka mengantuk"

‎"Rumah ini mungkin tidak aman nak, sebaiknya kita pindahkan brankas ini"

‎"Kenapa tidak aman? bukankah tidak ada yang tahu rumah ini?"

‎"Perasaan papa, Oma kamu mengincar rumah ini sekarang apalagi dia tahunya papa sudah meninggal, jadi dia pasti akan mengincar harta Opa kamu"

‎"Oma?"

‎"Oma Jessy"

‎"Tapi Hamka tidak kenal dia"

‎"Karena dia tidak pernah menyayangi papa, dia hanya peduli pada harta papa saja, kasih sayangnya palsu hanya itu yang harus kamu tahu"

‎Hamka mengangguk, dia sudah punya tempat aman untuk brankas besar berisi banyak dokumen penting dan juga emas milik Haris, perhiasan peninggalan nenek dari Haris juga ada di sana bahkan berlian langka juga di miliki Haris.

‎"Hamka, mungkin setelah kamu bisa melihat semua warna, papa akan menghilang" ungkap Haris

‎"Tidak! papa tidak boleh pergi!"

‎"Tapi nak..."

‎"Pokoknya tidak! papa tidak boleh pergi kemanapun! Hamka akan ikut papa kalau papa pergi!" jawab Hamka berlari ke arah dalam rumah Lucas setelah mereka sampai di depan rumah Lucas.

‎"Bagaimana caraku menjelaskan padanya, aku tetap di sini karena dia, dan saat dia bahagia dengan hidupnya maka tugasku sudah selesai" ungkap Haris

‎Haris menyusul anaknya itu ke dalam, dia sempat melirik Lucas dan Ivanka yang sedang berkumpul bersama Lana dan Lucia, keduanya begitu bahagia dan mirip seperti keluarga kecil yang bahagia, dulu dia akan merasa kesal, tapi sekarang dia sudah tidak memikirkan Ivanka lagi, baginya Ivanka hanya sebagai ibu dari Hamka sekarang bukan lagi cintanya yang harus dia jaga karena Ivanka sudah memiliki Lucas sebagai pelindungnya.

‎\=\=\=\=\=\=\=\=\=

‎Pagi harinya.

‎"Masya Allah apa ini!" kaget Langit saat Hamka datang dengan brankas miliknya di depan gerbang rumah Langit, membuat semua penghuni perumahan penasaran.

‎"Ini harta Hamka, mau di titipkan di sini di kamar Lyra" jawab Hamka

‎"Astagfirullah, kamu benar benar mau menandai anakku!" kesal Langit

‎"Iya dad, supaya Daddy tahu kalau Hamka ini sudah kaya sejak lahir" celetuk Hamka membuat semuanya terkekeh karena dia mengatakan itu tanpa ekspresi.

‎"Sudah terima saja Langit, kamu sudah punya satu menantu sekarang" ledek Vandra

‎"Liam saja belum menikah, setelah itu Lintang baru Lyra, masa Langit biarkan Lyra menikah lebih dulu" gerutu Langit

‎"Lima tahun dad, beri Hamka waktu lima tahun karena saat itu Hamka harus mengurus perusahaan papa" ungkap Hamka percaya diri.

‎"Lihat, dia bahkan sudah menentukan waktu pernikahannya, terima saja" ucap Sagara membuat Hamka senang dan menatap Lyra yang antusias dengan sisi brankas itu.

‎"Lyra, ini isinya adalah banyak dokumen penting, ada surat rumah, kepemilikan perusahaan dan beberapa properti papa, perhiasan, emas batangan dan berlian juga, kamu jaga harta kita ya, ini milik kita tapi bagiku kamu adalah hartaku yang paling berharga" ungkap Hamka

‎"Iya akan Lyra jaga dengan baik" jawab Lyra

‎"Malah senang, simpan di ruang kerja saja" ucap Langit

‎"Tidak, ini hanya boleh di simpan di kamar Lyra, ini milik kami" jawab Hamka

‎"Rumah siapa yang ngatur siapa" kaget Langit

‎"Sudah dad, daripada nanti Hamka menangis dan buat semua orang ketakutan lebih baik iyakan saja" ucap Liam

‎"Iya, aku juga tidak keberatan berbesan dengan kak Haris" ungkap Aurora langsung di peluk Langit.

‎"Kamu harus jauh jauh dari dia, dia itu jelek dan tidak romantis seperti aku, jangan senang lihat dia kamu hanya boleh senang melihatku saja" keluh Langit

‎"Hueekk.."

‎Ledek semua orang yang merasa kesal melihat tingkah bucin Langit yang semakin hari semakin menjadi saja, bahkan tak jarang Sagara kesal dengan menantunya itu dan sering dia pukuli karena terlalu lebay meskipun Sagara juga sama saja pada Safira.

‎"Mereka iri melihat keharmonisan kita sayang" sinis Langit

‎"Lihat Lyra, aku mungkin tidak akan bersikap seperti Daddy pada mommy, tapi aku pastikan cintaku padamu tidak kalah besar dengan cinta mereka" ungkap Hamka membuat Lyra tersenyum manis.

‎"Iya" jawab Lyra

‎Haris menitikkan air matanya, dia tidak menyangka kalau putranya sekarang sudah benar benar jatuh cinta pada Lyra, tapi dia takut, dia takut kalau sampai nanti kisah cinta Hamka justru berakhir seperti dirinya dan Haris akan memastikan semua itu tidak akan terjadi.

1
Tri Handayani
ah kasihan sekali izhar😇😇😇
Ridwan01: iya kak kasihan dia 🙏
total 1 replies
Fitriputri
lanjuttt thor
Ridwan01: siap kak terima kasih 🙏
total 1 replies
Fitriputri
lanjuttt💪
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
Ridwan01
Selamat datang di dunia Hamka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!