Tembus pandang, ahli pengobatan, dan kekuatan tiada tara adalah sepasang mata dewa.
Menjadi buta demi membangkitkan kekuatan mata dewa membuat Ivan begitu menderita.
Namun semuanya terbayar setelah Ivan mendapatkan mata dewa yang sinarnya menembus kegelapan.
Gadis-gadis cantik perlahan jatuh hati kepadanya.
Bagaimana kelanjutannya dapat di baca, semoga terhibur!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agus budianto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 11 JULIA MAHENDRA
Dania sendiri sama sekali tidak menyukai Bastian. Apalagi Bastian terkenal sebagai seorang pria playboy yang sukan bergonta-ganti pasangan.
Kabar angin juga menyebutkan ada beberapa orang wanita hamil yang menuntut tanggung jawab Bastian, akan tetapi selanjutnya wanita-wanita tersebut justru menghilang tanpa jejak.
Kakek Sanjaya begitu ingin menjodohkan dirinya dengan Bastian itu karena perusahaan Sanjaya grup sedang mengalami krisis keuangan dan memerlukan suntikan dana yang besar.
Dania mengerti itu, tapi dia juga tidak bisa mengorbankan masa depannya begitu saja. Dania yakin mungkin masih ada cara lain yang jauh lebih baik dari itu.
Ivan kini juga sudah pergi jauh meninggalkan kediaman keluarga Sanjaya. Mereka benar-benar tidak tahu di untung, lihat saja jika kelak mereka meminta bantuannya, dirinya akan membuatnya menyesal, pikirnya.
Tibalah Ivan di sebuah toko yang menjadi tempat jual judi batu giok. Walaupun toko ini tidak terlalu besar, tapi salah satu merupakan toko judi batu terbaik di kota Neo ini. Dari luar, Ivan tampak melihat orang-orang yang sedang memilih-milih batu.
"Untuk sekarang yang terpenting adalah mendapatkan banyak uang terlebih dahulu, dengan kekuatan mata dewa, seharusnya aku bisa mendapatkan banyak uang dengan mudah di tempat ini," ucap Ivan.
Pasar judi batu adalah tempat yang sangat menjanjikan untuk menghasilkan banyak uang dalam waktu singkat. Akan tetapi namanya juga judi, selain cepat menghasilkan uang, tapi juga cepat membuat bangkrut.
Setiap orang akan membeli batu dan berharap bisa mendapatkan giok di dalamnya. Jika seseorang berhasil mendapatkan giok, maka orang tersebut dapat mendapatkan keuntungan yang sangat besar. Bahkan judi batu giok ini dapat membuat seseorang menjadi milyarder hanya dalam waktu singkat saja.
Akan tetapi untuk bisa mendapatkan giok di dalam bongkahan batu tidaklah mudah. Di butuhkan pengetahuan dan tentunya juga pengalaman. Tidak sedikit orang yang bangkrut dalam bermain judi batu ini.
Ivan juga langsung masuk kedalam toko tersebut. Terlihat banyak tumpukan batu yang tersedia di dalam toko. Setiap tumpukan memiliki ukuran yang berbeda-beda, ada yang sebesar bola kaki dan ada pula yang sebesar bola pingpong.
Ivan mulai melihat-lihat tumpukan-tumpukan batu dan menyadari bahwa setiap tumpukan di klasifikasikan berdasarkan harga.
"Sial, batu paling murah di tempat ini saja harganya 50 juta, pantas saja batu giok begitu mahal," ucap Ivan dalam hati.
"Tuan ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang pria paruh baya yang menghampiri Ivan.
Pria paruh baya tersebut berpakaian rapi yang merupakan pemilik dari toko batu ini. Namanya adalah Jordi, yang sudah membuka usaha judi batu ini selama belasan tahun.
"Bos, aku ingin membeli batu," jawab Ivan.
"Tampaknya tuan baru pertama kali datang ke tempatku ini, bagaimana jika saya tunjukkan bongkahan batu istimewa di tokoku ini, siapa tahu tuan akan tertarik," ujar Jordi.
Ivan kemudian menatap ke arah bongkahan batu di hadapannya. Seketika kekuatan mata dewanya keluar, pandangan Ivan langsung menembus bongkahan batu tersebut.
"Label harganya 50 juta, tapi sama sekali tidak ada isi pada tumpukan ini, jika tidak mengetahuinya, akan benar-benar rugi membelinya," pikir Ivan.
Ivan kemudian mengikuti Jordi menuju ke bagian sudut toko. Di sana sudah ada tumpukan bongkahan batu yang di kerumuni oleh orang-orang. Terlihat pada label harga tumpukan bongkahan batu tersebut senilai 500 juta per satu batunya.
"Batu-batu ini memiliki banyak kristalisasi di luarnya, kemungkinan besar di dalamnya pasti terdapat giok," ujar seorang pria berkumis di sana.
"Harganya 500 juta, menurutku ini sesuai, jika benar ada giok di dalamnya, 500 juta bukanlah apa-apa," ujar pria berkacamata.
"Dengan ukuran batu sebesar-besar itu, sudah pasti giok di dalamnya juga tidak kecil, dengan 500 juta, keuntungan minimalnya bisa 10 kali lipat," ujar pria dengan tompel di pipi kanannya.
Orang-orang tampak membicarakan tumpukan batu tersebut. Dengan penampilan luarnya, mereka yakin di dalamnya pasti ada giok nya. Namun mereka juga tidak begitu saja membelinya, karena harganya yang mahal.
"Tuan, ini adalah tumpukan batu terbaik di tempat kami, tuan bisa melihat-lihatnya terlebih dahulu," ujar Jordi kepada Ivan.
Tumpukan bongkahan batu tersebut memang terlihat begitu istimewa dari luar, tapi Ivan memiliki mata dewa yang mampu tembus pandang untuk melihatnya.
Ivan menatap tajam ke arah tumpukan bongkahan batu tersebut. Seketika Kilauan cahaya terlintas di kedua matanya. Pandangan Ivan langsung menembus bongkahan-bongkahan batu tersebut.
"Ini... jika membelinya, bukankah buang-buang uang saja," pikir Ivan.
Ivan mendapati bahwa tumpukan bongkahan batu tersebut sama sekali tidak ada isi di dalamnya. Penampilan luarnya benar-benar dapat menipu, padahal bongkahan batu tersebut sama sekali tidak bernilai.
Kemudian sebuah sosok wanita juga tiba di sana yang membuat perhatian semua orang tertuju kepadanya.
"Cantik sekali, kakinya jenjang dengan bentuk tubuh langsing, benar-benar mempesona," ujar pria berkumis.
"Bukankah dia nona Julia dari keluarga Mahendra, salah satu keluarga kaya raya di kota Neo ini," ujar pria berkacamata.
"Perusahaan Mahendra grup bergerak dalam perhiasan giok, kemampuan nona Julia juga cukup lumayan dalam menilai batu, tampak kedatangan nona Julia jelas mau berburu giok di tempat ini," ujar pria dengan tompel di pipi kanannya.
Sosok wanita tersebut adalah Julia Mahendra yang merupakan cucu dari kakek Mahendra, pemilik dari perusahaan Mahendra grup.
Julia adalah sosok wanita cantik dengan rambut panjang lurus dan hidung yang mancung. Kulitnya begitu putih seperti salju dengan lesung pipinya yang membuatnya terlihat begitu manis.
"Bukankah dia Julia, bunga kampus jurusan bisnis, tidak menyangka bertemu dengannya di tempat seperti ini, dan lagi sudah beberapa tahun tidak bertemu, dia masih cantik seperti dulu," Ivan juga langsung mengenali Julia.
Ivan dan Julia dahulu bersekolah di satu universitas yang sama dan hanya beda jurusan saja. Sejujurnya Ivan dahulu pernah ada rasa suka terhadap Julia, tapi tidak pernah dia ungkapkan.
Melihat Julia yang memiliki status sebagai orang kaya raya, Jordi juga langsung menghampirinya dan menyambutnya dengan ramah.
"Nona Julia, ini adalah koleksi batu-batu terbaik di toko kami, nona bisa melihat-lihat dahulu!" ujar Jordi.
Julia juga mengambil satu buah batu dan memandangi dengan serius.
"Tuan Leonardo meminta untuk di buatkan kalung untuk hadiah putrinya, aku harus mendapatkan giok kristal dengan cepat," pikir Julia.
Mahendra grup adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perhiasan dengan bahan baku batu giok. Mahendra grup adalah perusahaan besar yang terkenal sampai manca negara. Reputasi dan nama baiknya begitu terkenal dan terjaga.
Tapi saat ini Mahendra grup mendapatkan banyak pesanan perhiasan, sehingga membuat mereka mulai kehabisan stok batu giok. Terutama giok jenis kristal yang di perlukan untuk membuat sebuah perhiasan kalung.
Leonardo adalah seorang gubernur kota Neo yang terkenal begitu arif dan bijaksana. Julia merasa tidak enak jika sampai pesannya terlambat selesai hanya karena bahan baku saja. Itu semua lah yang membuat Julia datang ke tempat ini untuk berjudi giok.
Julia juga mulai memeriksa batu-batu di tumpukan tersebut satu demi satu dengan sangat teliti dan hati-hati.
Beberapa menit kemudian, Julia juga telah memilih tiga buah batu yang menurutnya pasti ada giok di dalamnya. Ketiga batu tersebut memiliki kristalisasi yang sangat banyak di luarnya, dah bahkan juga ada retakan yang mengeluarkan cahaya dari dalamnya.
"Ketiga batu yang di pilih nona Julia ini aku yakin pasti ada giok di dalamnya," ujar pria berkumis.
"Kakek Mahendra dulu adalah salah satu penilai batu terbaik di kota ini, nona Julia adalah cucunya, wajar saja jika mewarisi kemampuannya," ujar pria berkacamata.
"Kalo ketiga batu tersebut tidak ada giok di dalamnya, itu baru aneh sekali, aku bahkan tidak takut sunat dua kali jika memang tidak ada giok di dalamnya," ujar pria dengan tompel di pipi kanannya sangat yakin sekali.