Sekte kuno Pedang Langit yang berjaya selama seribu tahun, dalam lima ratus tahun terakhir mengalami kemunduran akibat seluruh guru besar dan murid sekte bahkan sesepuh serta ketua sekte tewas dalam perang melawan Klan Iblis. Hanya tersisa, seorang murid luar Li Tianchen dan mendapatkan warisan dari guru besar. li Tianchen menjadi ketua sekte Pedang Langit.
Hidup damai dan nyamannya mulai terusik, saat Sekte -sekte baru menyerang dan ingin menguasai wilayah sekte Pedang Langit.
Mampukah Li Tianchen mempertahankan sekte pedang Langit? Dapatkah Tianchen mendapatkan murid untuk membantu sekte meraih puncak tertinggi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SEKTE KUNO 23
"Siapa yang berani melangkah ke dalam perpustakaan sakral ini tanpa izin?"
Suara itu membawa tekanan qi yang cukup kuat hingga membuat jubah Yuanling berkibar. Yuanling terperanjat, buru-buru menundukkan kepalanya dalam-dalam dan menyatukan kedua telapak tangannya dengan penuh rasa hormat. Tubuhnya agak gemetaran.
"M-Maafkan hamba! Maafkan kemunculan hamba yang tiba-tiba, Tuan!" seru Yuanling dengan suara bergetar. "Hamba diminta datang kemari oleh Suami... maksud hamba, Ketua Sekte, untuk mencari kitab jurus yang sesuai. Hamba... Liu Yuanling, istri dari Ketua Sekte Pedang Langit!"
Hening sejenak. Tekanan gaib di dalam ruangan mendadak luruh secara perlahan, berganti dengan pusaran uap cahaya putih yang mengumpul di udara membentuk sosok bayangan penatua berambut putih transparan.
"Ooh... Jadi kau adalah pendamping dari Sang Ketua?" suara bayangan itu melunak, berganti menjadi ramah dan penuh wibawa. "Aku adalah Penjaga Perpustakaan Agung ini. Jangan takut, Nona Yuanling. Jika Ketua sendiri yang mengutusmu kemari, maka tempat ini terbuka lebar untukmu. Silakan cari kitab jurus yang ingin kau pelajari."
Yuanling mengangkat kepalanya perlahan, bernapas lega. Ia mendongak menatap ribuan gulungan yang berjejer rapi di rak-rak raksasa. "Terima kasih, Tetua Penjaga. Tapi... kitabnya begitu banyak. Hamba sungguh bingung harus mulai mencari dari mana."
Bayangan Penjaga Perpustakaan melayang mendekat, mengamati aura tubuh Yuanling dengan cermat. Sinar keemasan berkilat di mata transparan sang penjaga.
"Aku juga bisa memilihkan jurus yang paling cocok dengan kondisi unik tubuhmu, Nona," tawar Sang Penjaga. "Jika kau bersedia memperfiakan analisisku, berdirilah tepat di tengah formasi yang ada di lantai itu."
Yuanling menoleh ke bawah. Di tengah ruang utama perpustakaan, terdapat sebuah pola formasi lingkaran rumit dari batu permata biru yang tertanam di lantai marmer. Tanpa ragu, Yuanling melangkah pelan dan berdiri tepat di inti formasi tersebut.
Sreeenggg!
Begitu kedua kaki Yuanling menapak sempurna di tengah formasi, lingkaran ukiran di lantai seketika menyala terang! Cahaya putih kemilau membumbung tinggi, mengelilingi tubuh Yuanling bagaikan tirai surgawi. Energi murni berputar-putar melingkupi leher, dada, dan seluruh persendiannya.
Penjaga Perpustakaan terperanjat. Bayangan transparannya bergetar hebat saat menyaksikan reaksi formasi terhadap tubuh Yuanling.
"Hhhmmm... Sungguh bakat yang sangat luar biasa!" seru Penjaga Perpustakaan dengan nada suara yang penuh kekaguman tak tertahan. "Tubuh Sakti Harmonis Selaras! Sudah puluhan ribu tahun aku tidak melihat konstitusi tubuh yang begitu murni dan sempurna menyatu dengan alam! Luar biasa!"
Dengan kibasan tangannya yang transparan, sebuah rak paling atas di sudut perpustakaan bergetar. Sebuah gulungan kitab dari kayu cendana tua melayang turun, membelah tirai cahaya dan hinggap dengan lembut tepat di atas kedua telapak tangan Yuanling.
Gulungan kitab itu berwarna coklat keemasan, dilapisi benang sutra murni yang memancarkan kehangatan sejuk. Di bagian depannya, terukir kaligrafi kuno yang tampak hidup, Jurus Embun Suci.
"Aku sudah menemukan jurus sakti yang sangat cocok dengan Tubuh Sakti milik Nona," ucap Penjaga Perpustakaan dengan nada bangga. "Terimalah jurus tingkat langit ini, Jurus Embun Suci. Jurus ini terdiri dari tiga tingkatan utama. Ia tidak hanya mampu mengubah qi milikmu menjadi serangan yang sangat halus namun mematikan, tetapi juga dapat menyembuhkan dan menyelaraskan energi kehidupan di sekitarmu."
Yuanling memeluk gulungan kitab coklat keemasan itu di dadanya dengan erat. Rasa hangat dan sejuk mengalir masuk ke dalam telapak tangannya, seolah-olah kitab itu memang diciptakan khusus untuk dirinya.
"Terima kasih banyak, Tetua Penjaga! Hamba sangat berterima kasih atas anugerah ini!" seru Yuanling penuh haru sambil membungkuk dalam-dalam.
"Pergilah, Nona Yuanling. Tekuni jurus itu dengan baik. Kau akan menjadi pilar yang sangat kuat bagi Ketua Sekte di masa depan," balas sang penjaga sebelum bayangannya perlahan memudar dan menyatu kembali dengan udara perpustakaan.
Dengan hati yang diliputi kegembiraan, Yuanling melangkah keluar dari Perpustakaan Agung. Ia berlari-lari kecil menyusuri jalan setapak, tidak sabar untuk menunjukkan hasilnya kepada suaminya.
Saat tiba kembali di pelataran Balai Leluhur, Tianchen tampak sedang berdiri menunggunya dengan tangan bersedekap di balik punggung.
"Suami! Lihat ini!" panggil Yuanling dengan napas sedikit terengah namun wajahnya berseri-seri. Ia menunjukkan gulungan coklat keemasan di tangannya. "Tetua Penjaga memilihkan ini untukku! Jurus Tingkat Langit, Jurus Embun Suci!"
Tianchen melirik gulungan itu, lalu menatap wajah Yuanling yang merona gembira. Sebuah usapan lembut mendarat di rambut Yuanling.
"Pilihan yang sangat tepat," puji Tianchen. "Jurus itu memanfaatkan kelembutan Tubuh Sakti Harmonis Selaras milikmu secara maksimal. Tapi ingat, jangan berlatih di sembarang tempat. Pergilah ke Ruang Kultivasi Khusus di bawah balai. Energi spiritual di sana sangat pekat dan murni, cocok untuk mengendapkan pemahaman jurus barumu."
"Baik, Suami! Aku akan segera ke sana dan berlatih dengan sungguh-sungguh!" jawab Yuanling mantap, lalu berbalik menuju ruang kultivasi dengan tekad yang membara.
Sementara itu, di dalam Menara Sepuluh Waktu, hari ketiga telah mencapai puncaknya...
Ziyan masih terduduk dalam posisi meditasinya. Sekujur tubuhnya kini diliputi oleh pusaran angin qi berwarna biru keemasan yang sangat deras. Rambut panjangnya melayang-layang di udara, dan pendar cahaya spiritual memancar kuat dari pori-pori kulitnya.
Di dalam tubuhnya, lahar energi yang terkumpul di dantian akhirnya meledak!
BUMMMMM!
Sebuah dentuman gaib bergetar di dalam jiwa Ziyan. Dinding penghalang yang membatasi ranah kultivasinya hancur berkeping-keping! Aliran qi yang jauh lebih besar, lebih murni, dan lebih dahsyat mengalir deras menembus seluruh pembuluh darah dan organ dalamnya, memperbarui jaringan otot dan tulangnya secara instan.
Ziyan membuka matanya lebar-lebar! Pupil matanya memancarkan kilatan cahaya biru tajam yang sanggup menembus kegelapan.
"Aku... aku berhasil!" bisik Ziyan dengan suara bergema. "Ranah Pencerahan Awal! Aku telah menembus Ranah Pencerahan!"
Di hari ketiga keberadaannya di dalam menara, yang setara dengan tiga puluh tahun masa pertempuran dan pemahaman jiwa, Ziyan akhirnya berhasil melakukan penerobosan besar dalam hidupnya! Rasa gembira yang tak terhingga membumbung tinggi di dadanya.
Namun, belum sempat Ziyan berdiri atau merayakan keberhasilannya...
Ssssshh! BUMM!
bisa jadi dia cuma manfaatin doang
Selamat Yuanling! kamu ga jadi mati