NovelToon NovelToon
Pernikahan Ke2

Pernikahan Ke2

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ratika

"Luka terdalam seorang wanita bukanlah saat dia harus melepaskan, melainkan saat dia menyadari bahwa selama ini dia telah mempertaruhkan seluruh hidupnya untuk seorang pria yang bahkan tidak sudi melangkah satu senti pun untuk mempertahankannya."
Menikah dengan Arman membuat Aini Lidya paham rasanya terlantar secara mental. Nafkah pas-pasan, suami yang gemar pulang larut malam, hingga mertua dan ipar yang toxic, semuanya Aini telan bulat-bulat selama satu tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29: PESAN YANG TERTAHAN

Waktu laksana bentangan ombak yang tenang di pantai pesisir, terus menderu tanpa suara, membawa setiap serpihan takdir bergerak menuju muara kedamaian yang baru.

Beberapa minggu telah berlalu sejak kepulangan Aini ke kampung halamannya di Pesisir Selatan. Dengan honor kontrak film adaptasi sebesar Rp500.000.000 (Lima Ratus Juta Rupiah) yang sudah cair bersih masuk ke dalam rekening pribadinya, roda kehidupan ekonomi keluarga Aini kini telah berubah total menjadi teramat megah dan mandiri. Novel fiksi orisinil karangannya yang berjudul "Luka dalam Rumah Tangga" di dalam aplikasi NovelToon pun telah resmi menemui kata ending dengan mencatatkan kesuksesan besar yang tiada tanding.

Aini memanfaatkan rezeki melimpah itu dengan penuh bakti; dia merenovasi rumah kayu kedua orang tuanya menjadi hunian yang teramat nyaman, membelikan beberapa keperluan sekolah sang adik tercinta, Natan, karena sebentar lagi natan naik kelas. serta memenuhi seluruh kebutuhan harian Bapak dan Ibu Naya dengan taburan kasih sayang yang tulus. Di luar ruangan, di hadapan senyuman bangga Bapak dan pelukan hangat Ibu Naya, Aini tampak mengulas tawa bahagianya yang teramat manis hingga lesung pipi di sebelah kiri wajahnya menyembul dengan indah.

Namun, di dalam kesunyian bilik kamarnya yang berangin, ruang batin Aini justru dirongrong oleh kehampaan yang teramat pekat. Di balik ketahanan, bayangan wajah tampan, dan hidung mancung tegas milik Arka Mahesa Pratama selalu melintas tanpa permisi di dalam benak batinnya. Setiap kali ingatan itu datang, dada Aini terasa sesak dan perih. Nomor WhatsApp milik sang presdir masih terkunci rapat di dalam daftar blokir ponselnya akibat luka kesalahpahaman, membuat jeritan rindu yang tertahan di dalam dadanya hanya mampu membeku menjadi pesan yang tak pernah sampai.

"Lagi pula hanya aku yang memikirkan nya dia juga tidak memikirkan ku, kalau pun ia ada perasaan padaku, pasti dia menggunakan nomor lain berusaha menghubungiku, ahh,,, apaaan sih Aini kamu itu siapa pacar bukan, harapan macam apa ini, pria itu juga ga pernah beri harapan padaku" gerutu Aini dalam diam nya.

Di saat pertahanan hati Aini sedang diuji oleh jarak, Egi yang berada di kota provinsi terus melancarkan taktik lembutnya untuk mengambil hati sang penulis idaman. Sore itu, sebuah mobil kurir ekspres berhenti di depan pagar rumah Aini, mengantarkan sebuah paket hadiah besar berbungkus kain beludru yang rapi. Saat paket tersebut dibuka di atas tikar teras rumah bersama Natan, Bapak, dan Ibu Naya, seluruh keluarga seketika berdecak kagum.

Isinya adalah sebuah rak buku kayu ukiran jepara yang teramat indah dan estetik, sengaja dikirimkan oleh Egi untuk menyimpan seluruh draf buku novel karya Aini. Di sudut laci kayu tersebut, terselip selembar surat pendek dengan untaian tulisan tangan Egi yang teramat santun:

“Untuk penulis favoritku, Nona Aini Lidya. Semoga ruang kerjamu di kampung halaman kini semakin terasa hangat dan nyaman untuk melahirkan karya hebat baru. Aku akan selalu setia menunggumu di sini, berapa lama pun waktu yang kamu butuhkan.”

Mendengar pujian dari Bapak dan Ibu Naya yang mengagumi kesopanan sikap Egi, Aini hanya bisa tersenyum tipis dengan hati yang mendadak diselimuti rasa tidak enak yang teramat besar. Logikanya memuji ketulusan Egi, namun jiwanya menolak berbohong bahwa getaran cintanya masih sepenuhnya tertinggal pada sosok pria lain.

Sementara itu, alur takdir bergerak membelah jarak menuju kemegahan gedung agensi pusat di ibu kota. Di dalam ruang kerja CEO yang teramat mewah dan luas, atmosfer di sekitarnya terasa begitu sunyi, dingin, dan mencekam. Arka Mahesa Pratama duduk terdiam di balik meja kerjanya yang besar, membiarkan tumpukan berkas investasi bernilai miliaran rupiah terbengkalai begitu saja tanpa tersentuh.

Pria berusia 35 tahun itu sama sekali tidak mengamuk atau meluapkan amarah murka seperti biasanya. Dia justru berubah menjadi sosok pria yang lebih banyak melamun dengan pandangan mata elang yang menatap kosong ke arah jendela kaca besar yang menampilkan hiruk-pikuk jalanan kota.

Selama satu bulan penuh semenjak kepergian Aini, bayangan wajah manis, tatapan mata yang cuek, serta kedutan lesung pipi kiri milik wanita dari kampung itu selalu melintas dan berputar tanpa sadar di dalam setiap jengkel pikiran dan benak batinnya. Di dalam relung jiwanya yang terdalam, Arka sesungguhnya sedang didera oleh rasa merindukan yang teramat dahsyat dan menyiksa—sebuah kerinduan asing yang belum pernah dia rasakan sepanjang garis hidupnya di dunia.

Namun, keangkuhan gengsi dan ego lelakinya yang setinggi langit memilih untuk terus menepis paksa rasa cinta yang mulai mekar tersebut, meyakinkan logikanya bahwa dia tidak pantas bertekuk lutut mengejar seorang wanita. Perang batin antara ego dan rindu itu pada akhirnya justru menjelma menjadi senjata makan tuan yang teramat ampuh menyiksa seluruh ketenangan jiwa dan pikiran Arka sendiri malam demi malam.

Ketidakhadiran jiwa Arka itu berdampak besar pada profesionalitas kerjanya di industri hiburan. Siang itu, Arga sang asisten pribadi melangkah masuk ke dalam ruangan dengan takzim, menyodorkan draf kontrak kerja sama baru untuk mendanai proyek film adaptasi dari novel penulis lain. Arka menerima dokumen tersebut, lalu menandatanganinya dengan gerakan tangan yang dingin tanpa ada setitik pun gairah bisnis di wajah tampan tapi tegas itu.

"Bapak Arka... jadwal pengambilan gambar pertama untuk film baru ini akan dimulai minggu depan di luar kota," ujar Arga dengan hati-hati, mencoba memancing reaksi bosnya.

"Apakah Anda berencana untuk datang memantau dan meninjau langsung ke lokasi syuting seperti proyek novel Aini kemarin?"

Arka menutup map berkas tersebut dengan ketukan yang pelan namun sarat akan keheningan yang dingin. Pria berusia 35 tahun itu menyandarkan punggung tegap 175 sentimeternya ke kursi kebesaran, lalu menjawab dengan nada suara beratnya yang mendikte tanpa ekspresi.

"Tidak. Urus semuanya bersama tim produksi lapangan. Saya tidak memiliki minat sedikit pun untuk datang berkunjung langsung ke lokasi syuting film mana pun lagi," ketus Arka dingin, membuang wajah mancungnya ke arah samping jendela.

Arga hanya bisa menundukkan kepalanya, menarik napas dalam sembari melangkah keluar dari ruangan dengan batin yang dilingkupi rasa iba yang teramat besar.

" Sepertinya bapak Arka telah jatuh cinta sama Author Aini" Arga membatin, lalu melangkah pergi meninggalkan ruangan itu.

Sebagai asisten yang telah bertahun-tahun mendampingi, Arga tahu betul bahwa keputusan Arka untuk tidak sudi menginjakkan kakinya lagi di lokasi syuting adalah karena tempat itu hanya akan membangkitkan kembali memori manis tentang keberanian kata-kata Aini yang kini telah merampok seluruh kewarasan logikanya. Sang penguasa dunia bisnis itu kini telah resmi terkurung di dalam jeruji penyesalannya yang sunyi, membiarkan takdir mengunci rapat gerbang hatinya di bawah bayang-bayang rindu yang tertahan.

Sebab, hukuman terberat dari sebuah keangkuhan ego bukanlah saat kamu kehilangan seluruh harta kekayaanmu di dunia, melainkan saat kamu dipaksa oleh batinmu sendiri untuk melamun meratapi bayangan seseorang yang dulu kamu remehkan; membuktikan bahwa ketika rindu telah mengunci rapat ruang pikiranmu, kilau kemewahan takhta tidak akan pernah sanggup mengembalikan kedamaian jiwa yang telah hilang.

--------------------

1
falea sezi
arka arka gengsi di gedein 🤣🤣 di rebut pria lain lu merasa tersakiti😒 anehh bgt luu wahai pak ceo🤣
falea sezi
aini jangan gampang baper donk😒 jual mahal lahh
falea sezi
🤣🤣 arka arka lu sendiri ketus ehh masak. minta di baikin🤣 ngelunjak lu
Ratika duri: tau nih si arka 😅
total 1 replies
falea sezi
bner g usa ngurus orang g jelas sini 🤭 fokus krja aja biar aja ulet bulu dan si ceo g jelas itu bkin perkarw
falea sezi
lanjut
Ratika duri: oke kak😁
total 1 replies
falea sezi
wanita oon ngapain. g ngajuin cerai sendiri😒 stts gantung emank. enak bloon ya
Ratika duri: sabar kakak ku 😅😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!