NovelToon NovelToon
Warisan Sembilan Naga : Sang Penakluk

Warisan Sembilan Naga : Sang Penakluk

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

**INI ADALAH BOOK KE 2 DARI SEMBILAN GULUNGAN NAGA LEGENDARIS.**

Ketika seluruh semesta terancam, satu pemuda harus memilih: menjadi monster yang menyelamatkan dunia, atau tetap manusia dan membiarkan semua musnah.

Lin Tian, kehilangan segalanya, karena invasi entitas misterius yang melahap dimensi. Kini, sebagai pewaris teknik "Orkestrasi Sembilan Naga," ia melintasi batas dimensi untuk berburu Master mereka: Pemangsa Dimensi yang mengancam 30 dimensi sekaligus.

Di Dimensi Asura, dimensi pejuang brutal, Lin Tian menemukan kekuatan... tapi hampir kehilangan kemanusiaannya. Antara latihan mematikan, pertarungan melawan entitas cerdas, dan persahabatan yang tak terduga, ia belajar kebenaran paling sulit: kekuatan tanpa hati adalah tirani, tapi hati tanpa kekuatan adalah kehancuran.

Bisa kah ia menyelamatkan alam semesta tanpa kehilangan jiwanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 : Pertandingan Kedelapan Belas

Pertandingan Kedelapan Belas — Lin Tian vs Grak'mar

Begitu nama Lin Tian dipanggil, seluruh arena langsung ramai kembali.

"Orang luar itu akhirnya bertarung!"

"Dia cuma Lapisan Keempat!"

"Tapi katanya pernah mengalahkan Khor'sal!"

"Pertarungan ini pasti menarik!"

Lawannya, Grak'mar, berjalan masuk dengan langkah tenang.

Ia adalah prajurit berpengalaman dalam turnamen dengan tiga puluh lima kemenangan.

Ranah Transformasi Jiwa Lapisan Kelima Puncak.

Dan yang paling berbahaya, Ia hampir tidak memiliki kelemahan.

Keahliannya sangat seimbang.

Begitu berdiri di arena, Grak'mar langsung memberi salam hormat.

"Lin Tian. Aku sudah mendengar reputasimu." Tatapannya tajam namun tidak meremehkan. "Tapi di turnamen ini… tidak ada belas kasihan."

"Aku akan menggunakan seluruh kekuatanku."

Lin Tian membalas salam tersebut dengan tenang. "Begitu juga denganku. Semoga pertarungan ini memberi pelajaran bagi kita berdua."

Aura di arena langsung menegang.

Lalu, Pertarungan dimulai.

Grak'mar langsung bergerak tanpa membuang waktu.

Pengalamannya langsung terlihat.

Tombak menusuk dari depan dan Pedang pendek menyerang dari samping.

Kedua serangan itu bergerak bersamaan dengan koordinasi sempurna.

Lin Tian langsung mengangkat tangannya.

"Perisai Harmoni"

Sembilan elemen menyatu membentuk penghalang besar di sekeliling tubuhnya.

CLANG!

BOOM!

Seluruh serangan Grak'mar berhasil ditahan.

Bahkan elemen-elemen dalam perisai itu secara otomatis menyesuaikan diri untuk menetralkan jenis energi lawan.

Grak'mar langsung menyipitkan matanya. "Perisai Adaptasi…Sembilan elemen saling menutupi kelemahan."

Tatapannya mulai berubah lebih serius. "Mengesankan."

Lalu ia perlahan mengubah posisi bertarungnya.

Strateginya mulai berubah. Grak'mar tiba-tiba mengubah ritme serangannya.

Tombaknya menusuk lurus ke depan seolah menjadi serangan utama. Namun tepat saat perhatian Lin Tian terfokus pada tombak tersebut, Pedang pendek di tangan kirinya menyerang dari sudut buta.

Serangan tipuan. Cepat dan berbahaya. Namun Lin Tian langsung menggunakan Langkah Kekosongan.

Tubuhnya menghilang sesaat sebelum pedang itu mengenainya.

Detik berikutnya, ia sudah muncul di belakang Grak'mar.

"Napas Naga!"

Sembilan elemen langsung menyatu menjadi satu ledakan energi besar.

BOOOOM!

Namun Grak'mar bereaksi sangat cepat.

Ia langsung berputar sambil mengangkat tombaknya untuk menahan serangan tersebut.

Ledakan besar mengguncang arena. Namun Grak'mar berhasil bertahan.

Ia menyeringai kecil. "Aku sudah memperkirakannya. Pengalaman tidak mudah ditipu."

Lin Tian langsung menyadari sesuatu. Pengalaman Grak'mar terlalu tinggi.

Serangan biasa tidak akan cukup, Ia harus menjadi lebih sulit ditebak.

Dan untuk pertama kalinya, semua pelajaran yang ia dapat selama seminggu terakhir mulai menyatu di kepalanya.

Timing milik Zhen'ar.

Kecepatan milik Mira'tok.

Dan kekuatan miliknya sendiri.

Lin Tian menarik napas pendek. Lalu tubuhnya bergerak.

"Langkah Petir!" Kecepatannya langsung meningkat drastis.

Bahkan tribun penonton mulai gaduh.

"Apa?!"

"Itu teknik Mira'tok!"

Grak'mar sendiri langsung terkejut.

"Kecepatan itu… Mustahil!"

"Lapisan Keempat tidak mungkin secepat ini!"

Namun sebelum ia sempat menyesuaikan diri, Lin Tian kembali bergerak.

"Serangan Bayangan!"

Tubuhnya menciptakan tiga bayangan berbeda secara bersamaan.

Grak'mar langsung menyerang salah satu bayangan.

Namun, salah.

Serangan asli datang dari sisi lain.

BOOM!

Tinju Lin Tian menghantam tubuh Grak'mar secara langsung, ia mundur beberapa langkah sambil menahan keterkejutan.

"Teknik tipuan?!"

Lin Tian tidak memberinya waktu untuk bernapas.

"Penyatuan Sembilan Naga!"

Sembilan naga elemen langsung muncul mengelilingi tubuhnya.

Tekanan besar memenuhi arena.

Aura sembilan elemen menyatu menjadi satu serangan besar yang menghantam Grak'mar tanpa henti.

Grak'mar dipaksa bertahan mati-matian.

"Tekanan ini… Lapisan Keempat tidak seharusnya memiliki kekuatan seperti ini!"

Namun semuanya belum selesai. Mata Lin Tian menyipit tajam.

"Orkestrasi Simfoni."

BOOOOOM!

Seluruh tekniknya aktif bersamaan.

Pertahanan, manipulasi wilayah, serangan sembilan elemen, kecepatan dan tekanan arena langsung melonjak drastis.

Grak'mar mencoba bertahan beberapa detik lagi, namun akhirnya kalah.

Tubuhnya terpental keluar arena.

Sunyi sesaat memenuhi tribun.

Lalu, seluruh arena meledak dalam sorakan besar.

"orang luar itu menang!"

"Lapisan Keempat mengalahkan Lapisan Kelima Puncak!"

"Tekniknya benar benar gila!"

Lin Tian perlahan menurunkan auranya sambil mengatur napas. Pertarungan tadi cukup menguras energinya

Namun hasilnya jelas.

Semua latihan selama seminggu terakhir benar-benar mulai menunjukkan hasil nyata.

Grak'mar perlahan berdiri kembali, tidak ada kemarahan di wajahnya, hanya rasa hormat.

Ia memberi salam hormat pada Lin Tian. "Kekalahanku sepenuhnya pantas, keahlianmu berada di tingkat yang berbeda."

Tatapannya serius. "Bakatmu benar-benar luar biasa, dan kemenangan ini memang layak kau dapatkan."

Lin Tian membalas hormat tersebut.

"Pertarunganmu juga luar biasa, aku belajar banyak darimu."

Rasa hormat dibalas dengan rasa hormat.

Tanpa kesombongan, dan di tribun atas, Kharos memperhatikan semuanya dengan tatapan puas.

Hasil Putaran Pertama

Keempat murid Kharos berhasil lolos seluruhnya.

Mira'tok menang melalui dominasi kecepatan mutlak.

Khor'sal menang dengan kekuatan brutal yang menghancurkan.

Zhen'ar menunjukkan penguasaan teknik tingkat tinggi melalui Bentuk Ketiga Belas.

Dan Lin Tian…Membuktikan dirinya sebagai petarung paling fleksibel di antara mereka semua.

Kharos menyilangkan tangan sambil mengamati murid-muridnya.

Keempatnya tampil sangat baik. Namun pertumbuhan Lin Tian terasa paling mencolok.

Hanya dalam satu minggu, ia sudah mulai menggabungkan berbagai teknik menjadi gaya bertarung baru miliknya sendiri.

Bakat seperti itu benar-benar langka.

Di area persiapan, suasana jauh lebih santai dibanding sebelumnya.

Mira'tok hampir tidak bisa diam karena terlalu bersemangat.

"Kita semua lolos!" Ia menunjuk Lin Tian dengan mata berbinar. "Dan kau tadi benar-benar luar biasa!"

"Teknik gabungan tadi dari mana kau belajar?!"

Lin Tian menjawab tenang. "Dari kalian semua. Timing dari Zhen'ar, kecepatan darimu dan gaya bertarung langsung dari Khor'sal."

Tatapannya sedikit melunak. "Aku hanya menggabungkannya."

Mira'tok langsung tertawa keras. "Itu tetap gila!"

Zhen'ar yang biasanya dingin juga terlihat cukup puas. "Kemampuan belajarmu terlalu cepat, Kau langsung memahami inti teknik, bukan hanya bentuknya."

Tatapan peraknya menunjukkan pengakuan tulus. "Bisa ikut berkontribusi pada perkembanganmu terasa cukup membanggakan."

Sementara itu, Khor'sal menghembuskan napas panjang sebelum akhirnya berbicara.

"Lin Tian." Nada suaranya jauh lebih tenang dibanding sebelumnya. "Grak'mar bukan lawan mudah, dia prajurit berpengalaman."

Tatapannya bertemu langsung dengan Lin Tian. "Mengalahkannya berarti sesuatu."

Ia berhenti beberapa detik sebelum melanjutkan. "Rasa hormatku padamu terus bertambah, meski persaingan kita belum selesai."

Lin Tian mengangguk kecil. "Persaingan sehat akan membuat kita sama-sama berkembang."

Khor'sal mendengus kecil. Namun kali ini, itu terdengar lebih seperti persetujuan.

Mira'tok langsung merangkul keduanya dengan penuh semangat.

"Ini yang namanya tim, kita saling membantu jadi lebih kuat, itu benar-benar sempurna!"

Lin Tian tanpa sadar tersenyum tipis lagi.

Perasaan seperti ini… Sudah sangat lama tidak ia rasakan.

Keesokan harinya, turnamen memasuki tahap kedua.

Pertarungan tim. Dan kali ini, kerja sama akan menentukan segalanya.

Tim Kharos terdiri dari:

Zhen'ar sebagai pemimpin, Khor'sal sebagai garis depan, Mira'tok sebagai penyerang cepat dan Lin Tian sebagai pendukung dan pengendali medan

Lawan mereka adalah tim pengalaman yang seluruh anggotanya berada di Ranah Transformasi Jiwa Lapisan Kelima ke atas.

Begitu kedua tim memasuki arena, Atmosfer langsung berubah tegang.

Dan pertarungan pun dimulai.

Formasi mereka langsung terbentuk begitu pertarungan dimulai. Hasil latihan selama seminggu terakhir langsung terlihat jelas.

Tidak ada keraguan.

Semua bergerak pada posisi masing-masing dengan sempurna.

Zhen'ar berdiri di tengah sambil mengawasi seluruh medan perang.

"Formasi Berlian, Khor'sal di depan, Mira'tok di kanan dan Lin Tian di kiri."

Tatapan peraknya tajam. "Ikuti instruksi." Dan seluruh tim langsung bergerak bersamaan.

Khor'sal berdiri paling depan seperti benteng hidup.

Pedang raksasanya terus menghantam lawan sambil menarik perhatian seluruh musuh.

Tidak ada lagi tindakan gegabah seperti sebelumnya. Ia benar-benar menjaga posisi.

Mira'tok bergerak cepat di sisi kanan arena seperti bayangan kilat.

Serangannya terus mengganggu ritme lawan tanpa memberi mereka kesempatan fokus.

Sementara itu, Lin Tian mengendalikan sisi kiri arena.

"Elemen Domain!"

Sembilan elemen langsung menyebar ke seluruh area.

Gravitasi meningkat. Aliran energi musuh terganggu dan pergerakan mereka langsung melambat drastis.

Tepat di tengah semua itu, Zhen'ar terus memberi instruksi dengan tenang.

"Khor'sal tahan garis depan, Mira'tok tekan sisi kiri lawan dan Lin Tian ikat petarung kanan."

Tidak ada satu pun yang ragu. Semua langsung bergerak sesuai perintah.

Koordinasi mereka benar-benar sempurna. Tim lawan perlahan mulai kewalahan.

Mereka tidak mampu menghadapi ritme serangan dan kerja sama sebaik itu. Dan hanya dalam beberapa menit, pertarungan selesai.

Kemenangan mutlak untuk tim Kharos. Seluruh arena langsung bersorak kagum.

"Koordinasi mereka sempurna!"

"Murid-murid Kharos benar-benar monster!"

"Kerja sama mereka luar biasa!"

Di tribun atas, Kharos menyeringai puas sambil menyilangkan tangan.

Latihan selama seminggu terakhir berhasil.

Formasi mereka sudah benar-benar terbentuk.

Dan yang paling penting, Khor'sal akhirnya belajar bekerja sama.

Bahkan ia sekarang mau mengikuti arahan Zhen'ar tanpa membantah.

Itu perkembangan besar.

1
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Mat
seru, semangat thor💪
Rinaldi Sigar
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!