NovelToon NovelToon
Jalan Kultivasi Sang Dewa

Jalan Kultivasi Sang Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Epik Petualangan
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Adit

Di sebuah desa kecil yang terlupakan dunia, seorang anak pemburu hidup dalam kemiskinan sambil merawat ibunya yang sakit parah. Setiap hari ia mempertaruhkan nyawanya di hutan demi bertahan hidup, tanpa mengetahui bahwa takdir besar sedang menunggunya.
Sebelum menghembuskan napas terakhir, sang ibu mengungkap rahasia yang selama ini disembunyikan—ayahnya masih hidup, dan berada di Dunia Atas, tempat para kultivator kuat menguasai langit dan bumi.
Dengan tekad untuk menemukan ayahnya dan mengubah nasibnya, pemuda itu memulai perjalanan kultivasi dari dunia paling bawah. Bersama teman yg ditemui Nya waktu dia masih kecil, ia menghadapi monster, sekte, pengkhianatan, dan perang antar dunia demi mencapai puncak kekuatan.
Sebuah perjalanan dari seorang pemburu desa… menuju penguasa langit tertinggi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28 - Pengalaman Melampaui Kultivasi

Pagi hari yang cerah menyambut langkah kelompok Cang Xuan saat mereka kembali melanjutkan perjalanan. Setelah beristirahat semalaman di tengah hutan, kondisi mereka jauh lebih segar dibandingkan hari sebelumnya. Udara pagi yang sejuk menemani perjalanan mereka melewati jalan-jalan yang semakin ramai oleh para pedagang, pengelana, dan penduduk yang datang dari berbagai wilayah.

Seiring berjalannya waktu, matahari terus naik hingga berada semakin tinggi di langit. Jalan yang mereka lalui juga semakin lebar, menandakan bahwa mereka telah mendekati pusat kekuasaan Benua Timur.

Beberapa jam kemudian, langkah mereka perlahan melambat ketika sebuah pemandangan megah akhirnya muncul di hadapan mereka.

Di kejauhan berdiri sebuah kota raksasa yang jauh melampaui semua desa dan pemukiman yang pernah dilihat Cang Xuan sepanjang hidupnya.

Tembok kota yang menjulang tinggi membentang seperti benteng raksasa yang melindungi seluruh wilayah di belakangnya. Permukaannya terbuat dari batu abu-abu yang kokoh dan terlihat telah berdiri selama bertahun-tahun. Di beberapa bagian tembok, bendera-bendera besar berkibar tertiup angin, menampilkan lambang kekuasaan Penguasa Benua Timur.

Menara-menara batu berdiri megah di atas tembok, memungkinkan para penjaga mengawasi seluruh area di sekitar kota. Dari kejauhan saja, kemegahan kota tersebut sudah mampu memberikan tekanan tersendiri kepada siapa pun yang melihatnya.

Gerbang utama kota terbuka lebar.

Ribuan orang terlihat keluar masuk tanpa henti.

Para pedagang membawa kereta penuh barang dagangan.

Kelompok pengawal berjalan mengawal kafilah besar.

Para kultivator dari berbagai daerah berlalu-lalang dengan senjata di punggung mereka.

Suasana yang ramai itu membentuk pemandangan yang benar-benar berbeda dari desa-desa kecil yang pernah dilewati kelompok tersebut.

Cang Xuan langsung terdiam begitu melihat kemegahan kota yang berdiri di hadapannya. Matanya membesar dan tidak bisa lepas dari tembok-tembok raksasa, menara-menara tinggi, serta lautan manusia yang terus bergerak keluar masuk melalui gerbang utama. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia melihat sebuah kota yang begitu besar.

Selama ini dunia yang dikenalnya hanyalah Desa Awan Timur dan hutan-hutan di sekitarnya. Bahkan desa tempat ia bertemu kembali dengan Ling Yue beberapa hari lalu sudah terasa sangat besar baginya. Namun dibandingkan kota yang kini berada di depan matanya, desa itu tampak seperti sebuah titik kecil yang nyaris tidak berarti.

Dengan tatapan penuh kekaguman, ia bergumam pelan, "Jadi... ini namanya kota, ya..."

Suaranya dipenuhi rasa takjub.

"Besar sekali..."

Ia terus memperhatikan setiap sudut yang dapat dilihat dari kejauhan.

"Ini bahkan puluhan kali lebih besar dibandingkan desa."

Melihat reaksinya, Tuan Xin hanya tersenyum kecil. Bagi lelaki tua itu, pemandangan seperti ini sudah sangat biasa. Sambil menyesap araknya, ia berkata, "Kalau nanti kau sampai ke Dunia Tengah, kau akan melihat kota yang jauh lebih besar daripada ini."

Mata Cang Xuan langsung berbinar mendengar hal tersebut.

Dalam benaknya, ia bahkan kesulitan membayangkan kota yang lebih besar daripada Kota Timur.

Sementara itu, Xu Kong memandang kota tersebut dengan tatapan yang berbeda. Tidak ada keterkejutan di wajahnya, melainkan semangat yang perlahan menyala kembali di dalam dirinya. Setelah bertahun-tahun hidup bersembunyi di desa terpencil, akhirnya ia kembali berdiri di depan tempat yang menjadi tujuan utamanya.

Di balik tembok kota itulah berada Murong Ye.

Di balik tembok kota itu pula tersimpan gulungan yang dapat membawanya kembali menuju Dunia Tengah.

Sudah lama ia menunggu kesempatan seperti ini.

Di sisi lain, Ling Yue tetap terlihat tenang seperti biasa. Tatapannya hanya menyapu Kota Timur sekilas sebelum kembali seperti semula. Dibandingkan istana-istana megah dan kota-kota besar yang pernah ia lihat di Dunia Atas, Kota Timur memang tidak terlalu istimewa. Meski begitu, ia tetap memahami alasan mengapa Cang Xuan begitu terkesima.

Bagaimanapun juga, ini adalah pertama kalinya pemuda itu melihat dunia yang lebih luas di luar desa tempat ia dibesarkan.

Sebelum melanjutkan langkah menuju gerbang Kota Timur, Tuan Xin terlebih dahulu menatap ketiga rekannya dengan ekspresi yang sedikit lebih serius dari biasanya. Ia ingin memastikan bahwa tidak ada seorang pun yang melupakan rencana mereka setelah memasuki kota.

"Sebelum masuk, aku ingin mengingatkan sekali lagi."

Mendengar nada suaranya, Cang Xuan, Ling Yue, dan Xu Kong langsung memusatkan perhatian kepadanya.

Tatapan Tuan Xin kemudian beralih kepada Cang Xuan dan Ling Yue.

"Cang Xuan. Ling Yue."

Keduanya segera mengangguk sebagai tanda bahwa mereka mendengarkan.

"Jika ketahuan saat mencari gulungan, kalian boleh bertarung."

Namun sebelum mereka sempat mengatakan apa pun, Tuan Xin melanjutkan dengan nada yang lebih tegas.

"Tapi selama masih bisa menghindari keributan, hindari."

Cang Xuan dan Ling Yue saling berpandangan sejenak sebelum menjawab hampir bersamaan.

"Baik, kami mengerti."

Setelah memastikan pesan tersebut dipahami, Tuan Xin mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah pusat kota.

Di sana berdiri sebuah bangunan yang jauh lebih besar dan lebih megah dibandingkan bangunan lainnya. Atap-atap bertingkat menjulang tinggi ke langit, sementara tembok-tembok besar yang mengelilinginya menunjukkan bahwa tempat itu memiliki kedudukan yang sangat penting.

"Itu adalah Istana Timur."

Tatapan semua orang langsung mengikuti arah yang ditunjuknya.

"Tempat Murong Ye berada."

Mendengar nama itu, ekspresi Cang Xuan dan Xu Kong langsung berubah lebih serius. Mereka tahu bahwa tujuan utama mereka berada di tempat tersebut.

Tuan Xin kemudian melanjutkan penjelasannya.

"Nanti setelah masuk kota, kita akan berpisah untuk sementara."

Cang Xuan langsung mengangkat alisnya.

Tuan Xin menunjuk dirinya sendiri dan Ling Yue.

"Aku dan Ling Yue akan pergi ke pelabuhan."

Cang Xuan terlihat bingung.

"Pelabuhan? Buat apa ke sana?"

Melihat reaksinya, Tuan Xin mengangguk pelan sebelum menjelaskan.

"Setelah kita mendapatkan salinan gulungan, kemungkinan besar kita akan dikejar oleh para prajurit Murong Ye."

Tatapannya beralih ke arah kota.

"Karena itu kita harus menyiapkan jalur pelarian terlebih dahulu."

Kemudian ia berkata dengan tenang, "Kalian akan langsung pergi ke Benua Barat menggunakan kapal nanti."

Xu Kong yang mendengarkan langsung mengangguk setuju.

"Itu masuk akal."

Tuan Xin tersenyum tipis.

"Tukang kapal di sana mengenalku."

Nada suaranya terdengar santai seperti biasa.

"Jadi kalian tidak perlu khawatir."

Setelah memahami bagian itu, Cang Xuan kembali bertanya, "Lalu aku dan Xu Kong?"

"Kalian berdua cari informasi tentang cara masuk ke istana."

Jawaban itu keluar tanpa ragu.

"Setelah urusan pelabuhan selesai, aku dan Ling Yue akan menyusul kalian."

Cang Xuan mengangguk, tetapi beberapa detik kemudian wajahnya kembali menunjukkan keraguan.

"Tapi bagaimana kalian menemukan kami?"

Ia menatap Tuan Xin dengan penasaran.

"Kita akan terpisah cukup lama, kan?"

Begitu mendengar pertanyaan tersebut, Ling Yue langsung memegang dahinya seolah baru saja mendengar sesuatu yang sangat konyol.

Di sampingnya, Xu Kong juga menghela napas panjang.

Sementara itu, Tuan Xin hanya tersenyum.

"Karena aku bisa merasakan energi spiritualmu."

Ia menunjuk Cang Xuan.

"Jadi aku akan tahu keberadaanmu nanti."

Mata Cang Xuan langsung membesar.

"Memangnya bisa seperti itu?"

Brukk!

Sebelum Tuan Xin sempat menjawab, Xu Kong sudah lebih dulu memukul kepala Cang Xuan.

"Aduh!"

Cang Xuan langsung memegang kepalanya sambil menatap Xu Kong dengan kesal.

"Kenapa memukulku?!"

Xu Kong mendengus pelan.

"Jangan pikirkan hal yang tidak penting."

Kemudian ia menunjuk ke arah kota.

"Semua kultivator yang cukup kuat sudah bisa melacak seseorang melalui energi spiritualnya."

Nada suaranya terdengar tidak sabar.

"Yang penting sekarang fokus pada misi kita."

Cang Xuan masih mengusap bagian kepalanya yang terkena pukulan.

"Pukulanmu keras sekali..."

Melihat ekspresi kesal itu, Xu Kong justru menggaruk belakang kepalanya dengan canggung.

"Maaf."

Kemudian ia menambahkan tanpa rasa bersalah sedikit pun.

"Tapi kau memang perlu dipukul."

Mendengar itu, Ling Yue langsung tertawa kecil, sementara Tuan Xin hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum.

Suasana yang sempat tegang kembali mencair. Setelah semua rencana dibahas dan dipastikan tidak ada yang terlupakan, mereka akhirnya mulai berjalan menuju gerbang Kota Timur.

Di dalam Istana Timur yang megah, suasana terlihat jauh lebih tenang dibandingkan kekacauan yang terjadi di desa sebelumnya. Di ujung aula utama yang luas, seorang pria paruh baya duduk santai di atas singgasana besar yang terbuat dari batu hitam dan logam berwarna gelap. Jubah hitam kebiruan menutupi tubuhnya, sementara tatapannya yang tajam memberikan tekanan yang tidak terlihat kepada siapa pun yang berdiri di hadapannya.

Pria itu tidak lain adalah Murong Ye, Penguasa Benua Timur yang mengendalikan seluruh wilayah timur Dunia Bawah.

Di samping singgasana berdiri Jian Yi. Berkat obat-obatan berharga dan bantuan para kultivator istana, luka-luka yang sebelumnya memenuhi tubuhnya telah pulih sebagian besar. Meski demikian, ingatan tentang kekalahan telaknya di tangan Tuan Xin masih sangat jelas di benaknya.

Murong Ye menyandarkan tubuhnya dengan santai sebelum memandang bawahannya.

"Jadi..."

Nada suaranya terdengar tenang.

"Kera itu bergabung dengan kelompok yang kau bicarakan?"

Jian Yi segera menganggukkan kepala.

"Iya, Tuan."

Ia teringat kembali sosok Xu Kong yang pernah menjadi buronan istana selama bertahun-tahun.

"Dan salah satu dari mereka yang terlihat paling tua sangat kuat."

Mendengar laporan tersebut, Murong Ye justru menunjukkan senyum tipis.

"Aku tidak takut sama sekali."

Jawaban santai itu membuat Jian Yi sedikit bingung.

"Tuan..."

Ia ragu sejenak sebelum melanjutkan.

"Tapi dia memiliki tingkat kultivasi yang sangat tinggi."

Nada suaranya menjadi lebih serius.

"Bahkan setara dengan kultivator Dunia Atas."

Kemudian ia menambahkan dengan hati-hati.

"Mungkin setingkat Kaisar."

Namun Murong Ye tidak menunjukkan sedikit pun kekhawatiran.

Sebaliknya, ia perlahan bangkit dari singgasananya.

"Kau terlalu terpaku pada tingkat kultivasi."

Ia berjalan menuju jendela besar yang menghadap ke arah kota.

"Kultivasi tinggi tidak selalu berarti menang."

Tatapannya tetap tenang.

"Yang menentukan kemenangan adalah pengalaman bertarung."

Jian Yi langsung terdiam.

Sebagai seseorang yang telah mengikuti Murong Ye selama bertahun-tahun, ia tahu bahwa atasannya bukan orang yang suka membual tanpa alasan. Penguasa Benua Timur itu memang telah melewati pertempuran yang tidak terhitung jumlahnya sepanjang hidupnya.

Sesampainya di depan jendela, Murong Ye menatap ke arah gerbang kota yang terlihat jauh di kejauhan.

Tatapan penuh minat perlahan muncul di matanya.

"Aku jadi penasaran."

Senyuman tipis muncul di sudut bibirnya.

"Seberapa kuat orang tua yang berhasil mengalahkanmu itu."

Ia mengingat kembali laporan mengenai penghalang kuning, kecepatan yang tidak dapat diikuti Jian Yi, serta teknik-teknik yang bahkan tidak dikenali oleh bawahannya.

Alih-alih khawatir, rasa penasaran justru tumbuh di dalam dirinya.

"Aku tidak sabar bertemu dengannya."

Sementara itu, jauh di luar istana, kelompok Cang Xuan baru saja melewati gerbang utama Kota Timur bersama ribuan orang lainnya. Tidak ada penjaga yang menyadari identitas mereka, dan tidak ada seorang pun yang mengetahui bahwa para pengelana yang baru memasuki kota itu sedang mengincar rahasia terbesar yang dimiliki Penguasa Benua Timur.

Di satu sisi kota, Murong Ye sedang menunggu lawan yang menarik perhatiannya.

Di sisi lain, Tuan Xin dan kelompoknya sedang memulai langkah pertama dari rencana mereka.

Tanpa disadari kedua pihak, jarak di antara mereka semakin dekat dari waktu ke waktu. Kota Timur yang tampak damai di permukaan perlahan berubah menjadi panggung tempat berbagai kepentingan, rahasia, dan ambisi akan saling bertabrakan.

Dan untuk pertama kalinya sejak meninggalkan Desa Awan Timur, Cang Xuan telah memasuki pusat kekuasaan seorang penguasa benua. Di kota inilah gulungan pertama berada, dan di kota inilah permainan sesungguhnya akhirnya dimulai.

End Chapter 28

1
asri_hamdani
tangkap 1-2 kan bisa untuk ganjel perut lapar 🤔
.: karena menurut Cang xuan menangkap hewan hewan kecil seperti kelinci ataupun kucing hutan itu hanya membuang-buang waktu karena hewan tersebut memiliki pergerakan yg cukup lincah Apalagi walaupun berhasil menangkap dia hanya mendapatkan koin yg sedikit apalagi dia mempunyai waktu terbatas yaitu jangan sampai malam hari karena banyak monster abbys yg berkeliaran oleh karena itu daripada membuang buang waktu ke hewan yg memiliki nilai koin yg sedikit menurut Cang xuan lebih baik mencari hewan yg ukuran nya cukup besar dan mendapatkan koin yg lebih banyak dibandingkan harus bersusah payah menangkap hewan ukuran kecil
total 1 replies
Kevandra
B🌻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!