NovelToon NovelToon
Penyesalan Kalian Sudah Terlambat!

Penyesalan Kalian Sudah Terlambat!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Bad Boy / Idola sekolah
Popularitas:30.7k
Nilai: 5
Nama Author: Widia ayu Amelia

Aira dan Airin adalah kembar yang tak pernah serupa. Airin adalah "Permata Maheswari"—cantik, cerdas, dan dicintai. Sementara Aira hanyalah "Cacat Produksi"—kusam, bodoh, dan terbuang di gudang belakang karena tak mampu bersaing dengan standar keluarga yang gila gelar.

Satu-satunya cahaya dalam hidup Aira adalah ingatan tentang Alvaro, bocah laki-laki kumal yang dulu ia selamatkan dan ia beri seluruh hatinya. Namun, ketika Alvaro kembali sebagai pewaris tunggal konglomerat yang tampan dan berkuasa, takdir mempermainkan Aira dengan kejam.

Alvaro salah mengenali "Ai" sahabat kecilnya. Berkat kelicikan dan nama mereka yang hampir mirip, Airin dengan mudah mencuri identitas Aira. Kini, pria yang paling dicintai Aira justru menjadi orang yang paling rajin menghina dan merundungnya demi membela sang kembaran palsu.

Di tengah luka yang menganga, muncul Bara—sang bad boy penguasa sekolah yang menolak tunduk pada siapa pun. Bara berjanji akan memberikan dunia pada Aira.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widia ayu Amelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8

"Sedang apa pelayan sepertimu berkeliaran di sini jam segini? Ingin mencuri sesuatu?"

Suara berat itu memotong sunyi malam, dingin dan setajam silet. Aira berjengit, nyaris menjatuhkan botol air mineral di tangannya. Di bawah temaram lampu taman dan rintik hujan yang mulai membasahi bumi, ia melihat siluet tegap itu. Alvaro bersandar pada pilar marmer, kepalanya mendongak menatap langit kelam. Ujung rokok di sela jarinya menyala kemerahan, mengirimkan asap tipis yang segera hilang disapu angin malam.

Aira merapatkan jaket tipisnya yang sudah mulai lembap. Telapak tangannya yang dibalut perban seadanya terasa berdenyut nyeri—sisa "hadiah" dari pecahan gelas di ruang makan tadi.

"Aku... aku cuma butuh udara segar," cicit Aira, matanya tertuju pada sepatu kulit Alvaro yang mengkilap, menghindari tatapan elang pria itu.

Alvaro mendengus, tawa hambar keluar dari bibirnya. Ia mematikan rokoknya di asbak kristal yang tersedia di meja taman, lalu melangkah mendekat. Setiap derap langkahnya terasa seperti detak jam menuju eksekusi bagi Aira.

"Udara segar? Atau sedang mencari perhatian?" Alvaro berhenti tepat di depan Aira. Aroma tembakau mahal dan parfum maskulin yang kuat mengepung indra penciuman Aira. "Setelah drama jatuh di depan meja makan tadi, sekarang kamu muncul di sini. Kamu pikir cara-cara murahan ini akan berhasil?"

Aira mendongak, matanya yang sembab karena tangis kini berkilat oleh emosi yang tertahan. "Kamu pikir aku sengaja menjatuhkan diri di atas pecahan kaca demi menarik perhatianmu? Kamu pikir lukaku ini palsu?"

Alvaro terdiam sejenak, matanya turun menatap perban di telapak tangan Aira yang mulai merembes darah. Ada kilatan aneh di matanya—mungkin rasa bersalah, atau mungkin gangguan ingatan yang kembali menyerang. Namun, ia segera mengeraskan rahangnya.

"Aku tidak peduli," ucap Alvaro datar. "Tapi satu hal yang harus kamu tahu; berhenti menatapku dengan mata seperti itu. Mata yang seolah-olah mengenalku lebih dari siapa pun. Itu menjijikkan."

Aira tertawa getir, sebuah tawa yang terdengar sangat menyedihkan di tengah rintik hujan. "Menjijikkan? Padahal dulu, ada seorang anak laki-laki yang bilang kalau mataku adalah satu-satunya tempat dia merasa aman."

Tubuh Alvaro menegang. Matanya menyipit tajam. "Apa katamu?"

"Varo..." Aira menyebut nama itu dengan nada yang sangat pelan, namun bergetar hebat. "Ingatkah kamu tentang Gudang Tua? Di belakang rumah ini, di antara tumpukan kayu lapuk dan bau debu yang menyesakkan? Tempat di mana atapnya bocor setiap kali hujan seperti ini, dan kita akan duduk berimpitan di bawah satu payung rusak hanya untuk menggambar pola baju di atas tanah?"

Rintik hujan kini berubah menjadi deras, membasahi wajah keduanya. Alvaro terpaku. Ingatan tentang sebuah tempat yang gelap, lembap, namun hangat tiba-tiba menghantam kepalanya. Gudang Tua. Airin tidak pernah menyebutkan Gudang Tua. Airin selalu bercerita tentang pesta kebun dan sisa kue mahal di ruang tamu.

"Bagaimana kamu bisa tahu tentang tempat itu?" Alvaro mencengkeram bahu Aira dengan keras, suaranya naik satu oktav. "Siapa yang memberitahumu? Airin? Apa kamu memata-matai pembicaraan kami?"

Aira meringis kesakitan, namun ia tidak mundur. "Tidak ada yang memberitahuku, Varo! Karena aku ada di sana! Aku yang memegang payung itu! Aku yang menjahit luka di lututmu saat kamu jatuh di depan pintu gudang itu, bukan dia!"

"Cukup!" bentak Alvaro, suaranya menggelegar mengalahkan suara hujan.

Ia mendorong bahu Aira hingga gadis itu terhuyung ke belakang, hampir terjatuh di atas tanah yang becek. Wajah Alvaro kini dipenuhi kemarahan yang meluap-luap—kemarahan seseorang yang dunianya mulai goyah dan ia terlalu takut untuk mengakuinya.

"Jangan berani-berani mengarang cerita picin hanya karena kamu haus akan harta keluargaku!" Alvaro menunjuk wajah Aira dengan jari gemetar. "Airin sudah memberikan buktinya! Dia punya sapu tangannya! Dia punya kenangannya! Sedangkan kamu? Kamu hanyalah pelayan ceroboh dengan imajinasi liar yang memuakkan!"

Aira tersedu, air matanya kini bercampur dengan air hujan yang mengalir deras di pipinya. "Buka matamu, Varo... tolong..."

"Tutup mulutmu!" Alvaro membentak lagi, kali ini lebih keras hingga urat di lehernya menonjol. "Dengar ini baik-baik, Aira. Jangan pernah sok tahu tentang masa laluku hanya karena kamu ingin mendekatiku! Kamu hanyalah benalu yang beruntung bisa tinggal di sini. Kamu tidak akan pernah bisa menyamai Airin, bahkan dalam seribu tahun sekalipun!"

Alvaro berbalik, melangkah masuk ke dalam rumah megah itu tanpa menoleh lagi, meninggalkan Aira yang tersungkur di bawah guyuran hujan yang dingin. Di tengah kegelapan taman, Aira hanya bisa memeluk dirinya sendiri, merasakan hatinya yang hancur berkeping-keping, jauh lebih hancur daripada saat tubuhnya menghantam pecahan kaca di meja makan.

1
Allea
duhhh kamu mulai ngetik kebodohan mereka ka ga kelar2 dong 😁😁😁
Aletheia: harus masuk akal kak, bagaimana mungkin ada anak yg ditampung keluarga Dirgantara yg mana di buang keluarganya sendiri tanpa dukungan apa2,pastinya banyak orang2 yg akan iri sama hubungan mereka,dan ini masuk akal ya setiap hubungan pasti ada rintangan 🙏
total 1 replies
Ma Em
Wah pak Prasetya ditantang Aira untuk melakukan tes DNA malah kabur , berarti benar Aira bkn anaknya pak Prasetya .
Allea
kalo lo ga bongkar kebusukan si airin trus kpn bales kebusukannya ,enak si airin dong aman2 bae 😁
Salwa Blora
kak lantoot semangat kak😁😁
M ipan
semangat ya💪
Aletheia: thanks, atas komen dan like nya kak👍
total 1 replies
Ma Em
Prasetya , Ratna dan Airin kenapa selalu jadi duri dlm setiap ada kegiatan atau acara yg Aira adakan , kapan Prasetya , Ratna juga Airin akan dapat karmanya dan membiarkan Aira hdp bahagia tanpa diganggu ketiga iblis berbentuk manusia ini , semoga kebohongan Airin segera diketahui Alvaro bahwa anak yg dikandung Airin bkn darah daging Alvaro tapi benih dari tuan Burhan .
Aletheia: terimakasih kak atas komennya,bisa tulis di rating ya kak terus kesan novelnya di disana🤭
total 1 replies
Tetii Riiani
ceritanya seru n gak bertele tele
Aletheia: thanks kak atas ratingnya, semoga sehat selalu dan lancar rejekinya 🙏
total 1 replies
Rinrin Novani
sangat bagus
Aletheia: terimakasih kak atas ratingnya semoga sehat selalu dan lancar rejekinya 🙏
total 1 replies
andi tahang
lanjutyy
Ma Em
Semoga secepatnya Aira menikah dgn Bara jgn ditunggu lama lagi karena terlalu banyak orang yg akan menghancurkan Aira .
Ma Em
Aira kamu berani melawan dan hilangkan rasa trauma kamu Aira dan jgn sampai kamu tertipu oleh bapakmu , ibumu juga Airin yg licik itu mereka hanya mau memanfaatkan kamu Aira , Aira jgn terlalu senang dulu dgn modal yg diberikan pak Darmawan karena ada Alvaro yg sdh mengincar dan akan membuat usaha Aira gagal , Aira hrs hati hati jgn sampai lengah .
Aletheia: thanks ya kak udah komen,minta ratingnya karena besok mau up banyak
total 1 replies
Allea
sebenarnya Aira itu tangguh ga sih 😁
Ma Em
Ada hubungan rahasia antara Prasetya dgn tuan Galaksi tentang Aira yg selalu dikurung didalam gudang bawah tanah , apakah Aira bkn anak kandung pak Prasetya , tapi aku agak kecewa pada Aira sepertinya Aira msh suka pada Alvaro setelah Alvaro menyakiti dan selalu menghina Aira tetapi Aira diam saja saat dipeluk Alvaro , hati2 Aira kamu jgn mengecewakan Bara karena Bara yg sdh menolong mu dan mengangkat derajatmu sehingga jadi desainer yg hebat jadi lupakan Alvaro itu cuma masa lalu yg menyakitkan Aira jgn luluh dgn Alvaro .
Yeni Astriani
Alvaro sungguh pria tidak tahu malu dan gak punya harga diri sama sekali
Ma Em
Aira lawan jgn takut lagi sama Airin juga ibumu kasih pelajaran untuk Airin juga ibumu agar kapok dan tdk akan mengganggu Aira lagi , masa Aira sdh jauh2 belajar di Milan msh bisa ditekan dan diancam sama Airin .
Ma Em
Bagus Aira kamu jgn lupakan pengorbanan Bara yg sdh menolong dan menjadikan Aira designer yg handal , biarkan Alvaro menyesal karena kebodohan nya , mau tau juga bagaimana nasibnya Airin juga bapak dan ibunya , manusia sombong dan pilih kasih pada anak sendiri bagaimana kehidupan nya sekarang setelah ditinggalkan Aira .
Ma Em
Aira lupakan Alvaro masa kamu msh mau menerima Alvaro lelaki yg selalu menghina dan merendahkan kamu , ingat Aira kamu sdh diangkat derajatmu sama Bara dan sekarang sdh jadi designer yg hebat disekolahkan di Milan ingat itu Aira jgn melupakan jasa Bara hanya karena lelaki teman masa kecilmu yg sdh melupakanmu Aira , jgn sampai jadi manusia yg tdk bisa balas budi .
partini
dah ada filing akan macam ini ,, teringat novel th 2018 tapi luka karya siapa gitu di NT
si cewe ending nya sama yg lama yg baru hempas
Aletheia: haha,tunggu aja ya kak🤭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
duh kumat lolanya aira
Allea
cari masalah si aira harusnya lgsg geser biar ngegabruk tuh si al ngapain malah bernarasi dalam hati 😅
Aletheia: haha,biar greget kak🤭🤭🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!