NovelToon NovelToon
Pertemuan Diatas Luka

Pertemuan Diatas Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ersy 07

Dihianati oleh kekasih yang dicintai memang begitu menyakitkan, apalagi kekasih yang ia percaya akan membuat dirinya bahagia ternyata diam diam menjalin hubungan dengan sepupunya. Namaku Alisha Azura inilah kisah cintaku dan perjalanan hidupku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ersy 07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15

    Malam itu Fandi sengaja datang ke rumah Alisha untuk meminta maaf dan ingin memperbaiki hubungan mereka. Fandi tidak ingin kehilangan wanita sebaik dan setulus seperti Alisha. Baginya wanita yang hampir setiap malam menemani ranjang panasnya hanyalah kesenangan semata. Sebejat bejatnya Fandi ia tetap ingin memiliki seorang istri yang baik untuk menjadi ibu dari anak-anaknya kelak. Setelah menempuh perjalanan puluhan menit, barulah Fandi sampai didepan pintu pagar rumah mewah berlantai 2 tersebut. Seorang security yang sudah mengenal Fandi langsung membuka pintu pagar tersebut. "Terimakasih pak" ucap Fandi tersenyum sopan dan security tersebut juga membalas senyuman Fandi. "Iya sama sama mas Fandi" jawab security tersebut lalu kembali menutup pintu pagar.

    Setelah sampai didepan rumah Alisha, Fandi tidak langsung turun dari dalam mobil. Pria tersebut masih berusaha menyiapkan alasan yang tepat untuk masalah yang saat ini ia hadapi sehingga Alisha mau memaafkan dirinya. "Aku yakin Alisha masih begitu mencintaiku dan aku yakin kejadian pagi tadi hanya kemarahan sesaat saja, iya aku yakin itu. Alisha wanita yang berhati lembut dibujuk sedikit dengan embel-embel penyesalan pasti hatinya akan kembali luluh. Aku sangat mengenal dia, Alisha adalah gadis yang polos sangat mudah dibodohi" gumam Fandi dengan percaya diri. Setelah merapikan penampilannya barulah Fandi turun dari dalam mobilnya. Tidak lupa sebuah buket bunga mawar cukup besar ia bawa ditangan kanannya. Saat mengetuk pintu beberapa kali barulah pintu rumah dibuka dari dalam yang tak lain adalah Siti. "Eh mas Fandi mau cari non Alisha ya?" tanya Siti ramah.

 "Iya mbak, Alisha nya ada nggak?" tanya Fandi.

 "Loh, mas Fandi enggak tau ya kalau non Alisha sekarang dirawat dirumah sakit?" tanya Siti heran. Fandi yang mendengar ucapan Siti barusan ia begitu terkejut. "Apa..?? Alisha dirawat dirumah sakit, memangnya Alisha kenapa mbak, tadi pagi dia baik baik saja kok" ucap Fandi kaget. Entah mengapa hatinya berubah gelisah tidak tenang takut terjadi sesuatu dengan Alisha. Siti yang ditanyai langsung menjawab "Nona Alisha tadi pagi kecelakaan mas dan keadaan non Alisha cukup parah. Tadi siang non Alisha menjalankan operasi dan sekarang masih di ruang ICU karena non Alisha sampai sekarang belum sadar" ucap Siti lirih dengan air mata menetes perlahan.

Deg

  Jantung Fandi berdegup kencang, ia benar-benar kaget sekaligus merasa bersalah. Mungkinkah kecelakaan yang dialami Alisha gara gara masalah tadi pagi. "Aku harus melakukan apa sekarang, kalau sampai Alisha sudah menceritakan kejadian tadi pagi kepada keluarganya hancur sudah harapanku untuk memiliki Alisha kembali. Tapi aku harus memastikannya langsung kesana, aku berharap Alisha belum sempat menceritakan kejadian apartemen tadi pagi" ucap Fandi dalam hati.

  "Mbak, kalau boleh tau Alisha dirawat dirumah sakit mana ya?" tanya Fandi.

  "Rumah sakit Citra Medika mas" jawab Siti.

  "Baiklah mbak kalau begitu saya langsung pergi kesana, terimakasih atas informasinya ya mbak" ucap Fandi sebelum pergi meninggalkan rumah Alisha. "Iya mas sama sama" jawab Siti sopan setelah itu langsung menutup pintu rumah setelah kepergian Fandi.

\>\>\>\>\>\>

"Al jangan tidur terlalu lama ya, gue udah kangen sama Lo" bisik Santa ditelinga Alisha yang saat ini masih belum sadar dan ditempatkan diruang ICU. Setelah itu Santa keluar dari dalam ruangan ICU karena mereka harus bergilir saat akan menjenguk.

Tak lama setelah kepergian Santa, saat ini giliran nyonya Alena. Sejak tadi nyonya Alena tak kuasa menahan tangisnya saat melihat keadaan putri satu satunya terbaring koma. Dikecupnya kening sang putri begitu lama hingga tetesan air matanya membasahi kening Alisha. Setelah itu nyonya Alena duduk di kursi samping ranjang pasien. Digenggamnya tangan putrinya yang tidak terpasang jarum infus.

"Assalamualaikum putri cantik mama, maafkan mama dan papa ya sayang sudah meninggalkan Alisha terlalu lama sendirian dirumah. Jangan tidur terlalu lama ya nak, mama dan papa udah kangen banget sama kamu. Kalau kamu capek enggak apa apa tidur tapi jangan terlalu lama ya sayang..mama kangen sama kamu sayang.." dikecupnya punggung tangan putrinya dengan linangan air mata hatinya terasa sakit melihat putrinya terbaring lemah. Setelah beberapa saat kemudian nyonya Alena berpamitan keluar meskipun tidak ada respon dari putrinya. Tak lama tuan Mohan masuk kedalam melihat putrinya terbaring lemah dengan kedua matanya tertutup rapat. Hati orang tua mana yang enggak sakit melihat putri satu satunya terbaring tak berdaya. Senyuman manisnya tawa candanya rengekan manjanya Mohan merindukan itu dari putrinya. Tangis air yang ia tahan sejak tadi akhirnya runtuh seketika saat dirinya berdiri didekat sang putri yang masih terbaring koma. "Huhuhu putriku Alisha... maafkan papa nak, papa lalai menjaga kamu nak.." tangis tuan Mohan pecah saat itu juga. Menutup wajahnya dengan kedua tangannya agar suara tangisnya tidak sampai terdengar orang lain. Beberapa saat kemudian tuan Mohan sudah mulai tenang, ia segera menghapus jejak air mata ia duduk di kursi samping ranjang pasien. Digenggamnya tangan mungil putrinya "Sayang maafkan papa, papa janji setelah ini papa dan mama tidak akan meninggalkan kamu sendirian lagi. Papa akan kurangi jadwal pekerjaan papa agar papa bisa pulang setiap hari ke rumah. Nanti setelah kamu sudah sembuh kita adakan liburan bersama, papa akan turuti kemauanmu. Kita ajak juga Santa liburan bersama kita, apapun yang kamu minta insya Allah papa akan turuti asal kamu segera sembuh" ucap tuan Mohan ia berharap putrinya dapat mendengar perkataannya.

Pintu terbuka dan seorang suster datang tersenyum ramah lalu berkata "Maaf pak jam jenguk sudah habis" ucapannya sopan. Tuan Mohan mengangguk singkat lalu bangun dari duduknya "Papa keluar dulu ya sayang, kami menunggumu diluar. Segeralah bangun nak, papa sangat merindukan kamu sayang. Papa keluar dulu ya nak assalamualaikum...cup" tuan Mohan mencium kening putrinya sebelum keluar dari dalam ruangan tersebut. Tanpa disadari siapapun tiba tiba setetes air mata jatuh dari sudut mata Alisha yang masih tertutup rapat.

Diruang tunggu Santa dan kedua orang tua Alisha masih setia menunggu kabar dari dokter. "Santa pulang lah nak, biar om dan tante yang menjaga Alisha sini" ucap Alena seraya mengusap pundak Santa. Santa tersenyum kecil "Tidak te, biar Santa yang menjaga Alisha disini. Justru om dan tante yang butuh istirahat, kalian berdua dari perjalanan jauh langsung kesini belum istirahat sama sekali sejak tadi siang. Wajah tante juga sedikit pucat, Santa takut tante jatuh sakit nanti. Lagi pula kalau Santa pulang tetap saja Santa tidak bisa tidur tenang. Lebih baik Santa disini saja lagi pula besok Santa enggak ada jam kuliah" ujar Santa tersenyum lembut. Mohan dan Alena mereka saling pandang "Tapi nak kamu akan disini sendirian nanti" sahut tuan Mohan kawatir. Santa tersenyum "Santa enggak sendirian Om, kan disini masih banyak keluarga pasien yang tinggal disini hehehe.."Jawab Santa sambil nyengir.

"Yasudah om dan tante pulang dulu ya San, nanti kamu akan ditemani Siti sekalian dia membawa beberapa camilan dan minuman untuk menemani kalian disini. Besok pagi om dan tante datang kesini bergantian menjaga Alisha. Sekali lagi om dan tante ucapkan terimakasih ya nak, maaf juga sudah merepotkan kamu" ucap nyonya Alena tersenyum lembut.

"Iya tante sama sama, lagi pula Alisha sudah Santa anggap seperti adik Santa. Santa sangat menyayangi Alisha, bertemu dengan Alisha adalah anugerah dari Tuhan di hidup saya" jawab Santa tersenyum tulus. Nyonya Alena yang mendengar jawaban tulus dari Santa tersenyum haru lalu wanita paruh baya tersebut langsung memeluk erat gadis cantik tersebut. "Ya sudah om dan tante pulang dulu nanti Siti diantar oleh pak Kardi kesini menemani kamu" ucap nyonya Alena sebelum pergi meninggalkan rumah sakit. Santa hanya mengangguk mendengar perkataan nyonya Alena.

Setelah kepergian kedua orang tua Alisha, Santa berjalan mendekati pintu ruang ICU. Ia mengintip dari balik kaca kecil yang ada di pintu tersebut. Nampak Alisha masih terbaring lemah diatas ranjang pasien. "Sorry Al, gue tinggal pergi ngopi dulu ya dikantin rumah. Mataku mulai sepet banget nih, nanti gue balik sini lagi kok jadi Lo jangan kawatir oke" gumam Santa seorang diri seraya menatap wajah pucat Alisha dari balik kaca. Setelah itu Santa pergi meninggalkan ruang ICU menuju kantin rumah sakit.

1
Erny Ersy07
alamat palsu 😄
Ahmad Muzayyin
duuuh alamat ini..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!