NovelToon NovelToon
HANUM

HANUM

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:808
Nilai: 5
Nama Author: Lukmanben99

kau hadir saat ku benar benar merasa hancur dan nyaris gila dengan alur cerita hidupku. kau seperti malaikat tak bersayap yg di utus tuhan untuk menyadarkan dan menyelamatkan hidupku.


tanpamu aku bukan lah siapa siapa, tanpamu aku hanya orang hina yg kehilangan arah tujuan hidup.

takan cukup aku mengucap kata terimakasih kepadamu, atas segala kebaikan dan ketulusan hatimu.


kaulah jawaban do'a dalam hatiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pelukan ciuman terakhir sebelum jarak dan waktu memisahkan

*pagi telah tiba*

sebagian telah terbangun dari tidurnya, dan sebagian ada yang masih tertidur.

Elina terbangun dari tidurnya, dengan mata yang masih ngantuk ia melihat maya sedang duduk santai menikmati secangkir teh hangat di depan tenda.  lalu elina menghampirinya, maya menawarkan teh nya itu kepada elina, elina pun membuat teh untuknya.  mereka menikmati teh hangat itu berdua.

mereka sangat merasa tenang dan nyaman di pagi itu, mereka sangat menyukai suasana pagi di tempat itu, dengan udara yang segar dan kicauan  burung burung merdu. Membuatnya bersemangat memulai menjalani hari.

Elina melihat ke arah tendaku. " mereka belum pada bangunn ya? " tanya elina kepada maya.

" belom, gak mungkin mereka bangun pagi kalau gak di bangunin mah,  bentar gue bangunin mereka dulu deh..!" Ucap maya, lalu maya berjalan menghampiri tendaku.

" iya may, soalnya waktu kita gak banyak, kita harus siap siap pulang.." ucap elina sambil duduk memegang teh hangatnya.

lalu maya membuka pintu masuk tenda itu, ia menahan tawa melihat riko tidur sembari memeluk dony, begitu juga sebaliknya. “ lin sini..!” ucap maya ingin memperlihatkan apa yang ia lihat itu.

Elina melihat maya. “ kenapa may..?” tanya elina penasaran, lalu elina menghampiri maya. Elina pun tak kuasa menahan tawa saat melihatnya, lalu maya memfoto kami yang sedang tidur itu.

dan setelah itu mereka membangunkan kami bertiga.  " WOYY BANGUN WOOYYY UDAH PAGII...!! " Teriak maya membangunkan kami bertiga  sembari menepuk nepuk badan dony dan riko.

" kang bangunn kang udah pagi " elina dengan lembut membangunkan ku.

Maya menoleh ke arah elina." ya elah lin, mana bangun kayak gitu, begini nih, lalu maya membangunkanku dengan cara yang sama membangunkan dony dan riko, ia berteriak membangunkanku. Kami  bertiga  sulit di bangunkan, sementara elina tertawa melihatnya.

Dan aku pun bangun.

" busett dahh, berisik bangett sih loe may, masih ngantuk juga gue..!" ucapku dengan mata yang masih mengantuk.

" ya abiss loe pada susah banget di banguninya si..!, bangun bangun waktu kita gak banyak, kita harus siap siap otw pulang..." Ucap maya, kemudian ia berjalan kembali ke tempat semula.

" bangun kang, bentar aku bikinin kopi yah, apa mau teh?" Ucap Elina, aku tersenyum saat elina menawarkan kopi dan teh.

Aku bangun. " baik banget sih kamu, aku mau kopi ajah lin..!" Ucapku dengan tersenyum.

"  yaudah bentar aku bikin dulu ya kang..!" elina dengan tersenyum.

" iyaa cantikkkk.." ucapku mencandainya. Elina pun pergi membuatkan kopi untuk ku, lalu aku membangunkan dony dan riko.

Aku duduk berdua menikmati secangkir kopi sambil mengisap roko di temani elina di samping ku.

setelah semua bangun, dan setelah selesai ngopi menikmati pagi.  kami semua bersiap siap membereskan tenda dan peralatan lainya. Kami bergegas untuk segera pulang meninggalkan tempat itu.

setelah semuanya selesai, lalu kami berjalan pulang.

Kami semua berjalan turun pulang.

Aku dan elina berjalan paling belakang, saat itu kami sudah hampir sampai dan sudah dekat dengan pemukiman warga.

Saat elina berjalan di depan ku, tiba tiba kaki elina tersandung dan terjatuh.

" Awww..." Elina terjatuh kesakitan.

 Aku kaget aku langsung menolong elina. " Ya ampun lin.." ucap ku dengan cepat menolong elina, aku melihat ada luka di betisnya karena terbentur batu tajam, untung sajah lukanya tidak terlalu parah. Elina meringis kesakitan.

Lalu aku memanggil riko  yang tidak berada jauh berjalan di depan ku. " KO, SINI BENTAR KO..." teriakanku memanggil Riko,

riko mendengarnya ia langsung menghampiri ku.

Aku melepaskan tas yang aku gendong itu, aku membuka tas dan mengambil obat untuk mengobati lukanya elina, elina kesakitan saat aku mengobati luka di kakinya elina.

Tak lama riko datang "  Loe kenapa lin?, ya ampun ada ada ajah.." Riko dengan panik. Lalu riko mencoba memanggil teman yang lainya, namun aku melarangnya, karena lagi pula tujuan kami sudah dekat.

setelah selesai mengobati luka elina. aku membangunkanya, namun untuk berdiri sajah elina kesulitan, karena masih merasa sakit, ia tidak sanggup berjalan, saat itu kebetulan riko  tidak membawa banyak barang, hanya tas kecil yang ia bawa, lalu aku meminta tolong kepada riko untuk membawa tas keril elina yang  ku bawa itu, karena aku akan membawa elina ke tempat tujuan dengan cara menggendongnya.

riko pun membantuku membawakan tasnya elina itu.

lalu aku menggendong elina, elina di gendong oleh ku dengan perban di kakinya.

Kami pun melanjutkan lagi perjalanan

" kang berat ya, aku berat ya?" Tanya Elina.

" gak kok lin, tenang ajah aku kuat kok, hehe..!" Jawabku  sembari berjalan menggendong elina.  padahal sebenarnya memang berat, namun aku berpura pura kuat.

" kang maaf yah,, aku jadi ngerepotin kamu.. " ucap elina.

" gak papa lin, kan udah tugas aku jagain kamu, nolong kamu.!" Ucapku menoleh ke wajahnya, elina pun  tersenyum.

sementara teman yang lainya sudah sampai lebih dulu di tempat bus terparkir.

dony dan maya tidak melihat adanya aku,  elina dan juga riko.  dony menanyakan kami bertiga kepada teman yang lainya, namun temanya yang lainya pun tidak melihatnya.

Mereka mengkhawatirkan kami bertiga. saat dony akan menyusul kembali mencari ku, ia melihatku dari kejauhan sedang mengendong elina. Riko berjalan di belakangku.

sesampainya elina aku dan juga riko di hadapan mereka, teman temanku bertanya ada apa dengan elina, aku  dan elina pun memberi tau mengapa elina sampai ku gendong.

setelah itu kami semua masuk ke dalam bus dan pergi berangkat pulang.

*waktu terus berjalan hari hari berganti*

saat malam tiba. kala itu aku sedang bersama teman temanku di tempat biasa aku nongkrong, saat sedang asik nongkrong. Tak lama HP ku berdering menerima telpon dari elina, aku pun mengangkat nya. “ hallo, kenapa lin?” tanyaku penasaran.

>kang aku pengen ketemu kamu sekarang juga, aku mau bicara empat mata sama kamu, penting< ucap elina serius di telpon.

“sekarang? Yaudah iya” aku sungguh penasaran.

kemudian aku pamit pergi kepada teman temanku untuk menjumpai elina.

*Di tempat lain*

Aku dan elina bertemu di tempat  yang telah kami janjikan. sesampainya di sana aku melihat elina sedang duduk menunggu ku sendirian.

malam itu sangat dingin dan sunyi, aku menghampirinya dan menyapanya, ia menoleh ke arahku, dan tiba tiba sajah,  tanpa banyak kata  elina langsung berdiri  memeluku dengan  begitu erat.  Elina menangis.

“Lin kenapa?, kok nangis?” tanyaku heran.

Lalu elina melepas pelukanya. Ia menatapku. “ besok aku mau pergi kang ke jakarta, untuk melanjutkan pendidikan aku di sana atas kehendak orang tuaku. Aku sedih jauh dari kamu nanti.” Ucapnya dengan isak tangis.

Aku menatapnya, ku hapus air matanya." udah  jangan nangis lin,  meskipun  kita jauh nanti, tapi hati kita akan selalu  dekat,  aku tau  ini berat, kita akan menahan rasa rindu yang hebat, tapi percayalah kita pasti mampu menghadapi dan melewatinya, sampai nanti kita jumpa dan bersama lagi.." ucapku  sambil menatap wajah elina,  lalu aku menggengam tangan elina

" Lin, kamu jangan lepas gelang ini ya, mungkin gelang ini tidak seberapa nilainya, tapi biarlah gelang ini menjadi tanda cinta kita berdua, bahwa kau miliku, dan aku milikmu. biarlah gelang ini menjadi saksi bisu cinta kita.  aku janji,  aku akan selalu menjaga hati ini untuk kamu, aku akan selalu mencintaimu selamanya," Ucap dan janji ku.

Elina tersenyum dengan isak tangisnya menatapku. " Iya kang, aku juga janji, Aku akan selalu memakai gelang ini kang. aku berjanji aku akan menjaga hati ini untuk kamu kang, aku akan selalu mencintaimu selamanya, aku ingin hidup dan menua bersamamu. " Ucap elina dengan tulus. ia berjanji kepadaku.

Setelah mengucapkan janji. Ku tatap mata elina, ku hapus air matanya.  ku belai lembut wajahnya  dengan penuh kasih sayang.

kami  saling bertatapan, perlahan ku dekatkan wajahku  ke wajah elina. Semakin dekat. perlahan elina memejamkan matanya, lalu aku mencium bibir elina dengan pelan, lembut. Ku lumat bibir elina  dengan penuh gairah. Namun sedih. . Mata elina  terpejam  dengan sisa air mata di pipinya. Ia melawan ciumanku, elina melumat bibirku dengan lembut penuh gairah. Ia memelukku dengan erat.  Sentuhan demi sentuhan, Tangan kami berdua tidak mau diam.

kami berciuman dan berpelukan melakukan adegan dewasa di tempat itu, untuk terakhir kalinya sebelum kami terpisahkan oleh jarak dan waktu. Malam itu menjadi saksi cinta dan janji kami berdua.

1
T28J
keren kak, saya kasih hadiah ya /Rose/
Lukman Hakim: terimakasih kak😊😊😊
total 1 replies
T28J
oalah tanda kurung itu artinya lagi di telpon kah 🤭 sempet kaget aku kak 🤣👍
Lukman Hakim: iya aku belum sempet sampe situ ngerevisi nya kak, 😁
total 1 replies
T28J
like follow and subscribe guys, cerita si Thor menarik
Lukman Hakim: terimakasih T28j 😊
total 1 replies
Lukman Hakim
iya maaf kak, terimakasih atas pengamatanya, nanti saya perbaiki, mohon maaf jika ada salah kata atau kurangnya huruf dalam tulisan kisah ini🙏
Manusia Ikan 🫪
kayaknya kamu terlalu banyak menggunakan kata "Itu"🕵
Manusia Ikan 🫪: ooh tentu saja, kota memang harus saling mendukung ✋🤓🤚
total 3 replies
T28J
saya like dan tonton hadiah ya 👍
Lukman Hakim
nanti aku baca lagi juga karya kakak.😊
EvhaLynn
Seru Ceritanya😁
Lukman Hakim: iya, nanti lebih seru kak, saat mereka berpisah nanti.
total 1 replies
EvhaLynn
Saya Sangat Menyukai Cerita Novel Mu Author😉
Lukman Hakim: maksih kak.😊
total 1 replies
Lukman Hakim
baik kak, nanti saya kunjungi karya kaka, mohon saling dukung nya ya😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!