bagaimana mungkin aku lupa dengan masa itu, bagaimana mungkin aku lupa dengan kenangan kisah cinta kita, yang kita jalin bertahun tahun lamanya, dan tidak pernah ku sangka kisah kita berakhir dengan pengkhianatan yg sadis, kau balas cinta dan pengorbanan ku dengan luka yg begitu hebat, hingga luka itu merubah ku menjadi bukan diriku, hari hari ku di penuhi rasa dendam, hingga muncul niat dalam pikiran ku untuk membunuh mu, namun takdir berkata lain.
aku nyaris kehilangan akal sehat, dan hampir gila dengan alur cerita hidup ku, hingga aku kehilangan arah tujuan hidup ku, sampai pada suatu hari tuhan menghadirkan se orang wanita yg menyadarkan ku, dan menyelamatkan hidup ku, dia merubah hidup ku menjadi berarti, dan bangkit meraih mimpi ku, hingga tuhan mempersatukan ku dengan dia, dan tuhan menganugrahkan kebahagiaan yg luar biasa tak pernah ku rasakan dalam hidup ku bersama dia sebelumnya.
dan kau lah jawaban doa dalam hati ku. HANUM RUSYDAH.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
rahasia teman dan pergi pulang
" Loe mau curhat apa...? " Ucap ku.
" Sebenernya gue punya rahasia.." riko.
" Rahasia apaan..?" Dony dengan penasaran.
" Gue mau cerita sama kalian, tapi kalian jangan ceritain ke yg lain ya, gue yakin cuma kalian doang yg bisa percaya sama gue, kalau bukan ke kalian gue gak tau harus cerita ke siapa lagi.." Riko sembari menatap langit.
" Iya buruan ah loe mau cerita apa emang...?" Ucap ku dengan penasaran.
" Tau kebanyakan ngomong loe, buruan apaan rahasia loe .? " Dony.
" Iya iya sabar, soalnya ini rahasia di balik rahasia, cukup kita bertiga yg tau.." ucap Riko dengan serius.
" Iya apaan, ah lama.." Dony dengan kesal.
Kemudian riko menarik nafas dalam dalam dan menghembuskan nya.
" Sebenernya.?." Ucap riko, lalu Dony dengan penasaran mendekati Riko untuk mendengar lebih jelas.
" Sebenernya, sebenarnya gue Spiderman..! " Riko sambil memejamkan mata.
Seketika aku dan Dony diam saat riko berkata seperti itu. Lalu aku dan Dony tertawa terbahak bahak mendengar rahasia riko itu.
" Kok kalian malah ketawa sih..!?" Riko.
" Eh somplak, loe jadi Spiderman di sini mau sangkutin jaring loe kemana, ke pohon...!" Ucap Dony. Dony tertawa lagi.
" Bukan jadi Spiderman yg ada jadi monyet loe.."ucap ku mengetawainya, dan Riko pun malah ikut tertawa.
Malam semakin larut, Dony sampai sakit perut menertawai riko.
Tiba tiba saja kami mendengar suara burung hantu, seketika kami diam, suasana menjadi hening, dan tiba tiba saja kami melihat semak bergerak seperti ada sesuatu.
" Apaan tuh.?." ucap ku dengan penasaran.
" Jangan jangan.?!" Ucap dony dengan ketakutan, lalu ia berlari masuk tenda, aku dan riko pun dengan cepat menyusul Dony masuk tenda.
Kami bertiga langsung menarik selimut, lalu riko menutup rapat rapat tendanya, setelah itu ia pun berbaring tidur ketakutan. Dan tiba tiba sajah Dony kentut di dalam tenda.
" Sialan loe Don ah, bau kampret. " Ucap ku dengan kesal, aku langsung bangun menutup hidung ku, bau kentut Dony di dalam tenda pun tidak bisa terhindari.
" Brengsek loe ah, gue mending ketemu setan dari pada nyium bau kentut loe,, " ucap riko sembari membuka pintu tenda dan pergi keluar menghirup udara segar.
Sementara Dony malah cengengesan sambil berbaring tidur, Sementara aku langsung berbaring tidur lagi.
" Sat loe gak bau ngapa..?" Tanya Riko dari luar tenda.
" Udah biasa.." ucap ku.
Riko yg masih berdiri di luar melihat ke arah depan, pemandangan yg sangat mencekam dan sepi, ia berdiri di luar sendirian dengan perasaan takut.
Tiba tiba sajah ia melihat ada bayangan hitam seperti menghampirinya dari kejauhan. Riko langsung kembali masuk ke dalam tenda dan memeluk erat Dony.
" Gue liat setan Don, Hihhh..." Riko dengan ketakutan sambil memeluk erat Dony.
" Boong Mulu loa ah,,Katanya mending ketemu setan, dari pada nyium kentut gue.." Dony.
" beneran Don gue gak becanda.." ucap riko dengan ketakutan, dan Tiba tiba sajah Dony kentut lagi.
" Bodo amat Don loe mau kentut mau berak kek gue gak peduli, dari pada gue ketemu setan.." Riko dengan perasaan takut memeluk erat Dony, Dony malah cengengesan sambil memejamkan mata.
" Berisik loe ah gue mau tidur juga, tidur tidur.." ucap ku dengan kepada mereka.
" Serius sat gue liat setan, coba dah loe liat ke luar.." Riko.
Lalu dengan penasaran aku bangun dan mengintip ke luar dari pintu tenda. Aku melihat ada si mamang pemandu jalan sedang duduk menikmati secangkir kopi dan sebatang roko.
" Setan dari mana loe, noh liat orang si mamang lagi ngopi di luar.." ucap ku, lalu aku kembali berbaring tidur.
" Serius sat..?" Riko, lalu ia pun mengintip ke luar, dan ternyata benar itu si mamang pemandu jalan, dan apa yg Riko liat tadi ternyata si mamang sedang berjalan menghampiri tempat itu.
" Ouh iya bener sat, kirain gue setan.." Riko, Setelah itu Riko kembali berbaring tidur, mereka pun tidur bersama.
saat pagi telah tiba.
sebagian telah terbangun dari tidurnya, dan sebagian ada yg masih tertidur.
Elina terbangun dari tidurnya, dengan mata yang masih ngantuk ia melihat maya sedang duduk santai menikmati secangkir teh hangat, lalu elina menghampirinya. maya menawarkan teh nya itu kepada elina, mereka menikmati teh hangat itu berdua.
mereka sangat merasa tenang dan nyaman di pagi itu, mereka sangat menyukai suasana pagi di tempat itu, dengan udara yg segar dan kicauan burung burung merdu.
" mereka belum pada bangunn ya? " tanya elina sembari melihat ke arah tenda ku dan dony.
" belom, gak mungkin mereka bangun pagi kalau gak di bangunin mah, bentar gue bangunin mereka dulu deh..!" Ucap maya, lalu maya berjalan menghampiri tenda ku.
" iya may, soalnya waktu kita gak banyak, kita harus siap siap pulang.." ucap elina sambil duduk memegang teh hangat nya.
" iya, gue bangunin mereka deh.." maya sembari berjalan menghampiri tendanya dony.
lalu maya membuka pintu masuk tenda itu, ia ketawa melihat riko tidur sembari memeluk dony, begitu juga sebaliknya.
Elina melihatnya, dan bertanya mengapa maya ketawa, namun maya malah menyuruh elina untuk menghampirinya dan melihat apa yg maya lihat, elina pun menahan tawa melihatnya, lalu maya menyuruh elina untuk memfotonya, elina pun memfotonya sambil menahan tawa.
dan setelah itu mereka membangunkanya, mereka sangat susah sekali di bangunkanya.
" woyy bangun wooyyy udah pagii...!! " maya sembari menepuk nepuk badan dony dan riko.
" kang bangunn kang udah pagi " elina dengan lembut membangunkan ku.
" ya elah lin, mana bangun kayak gitu, begini nih..!" maya, lalu ia membangunkan ku dengan cara yg sama membangunkan dony dan riko, ia berteriak membangunkan ku bertiga karena kesal sulit di bangunkan, sementara elina tertawa melihatnya.
Dan aku pun bangun.
" busett dahh, berisik bangett sih loe may, masih ngantuk juga gue..!" ucap ku dengan matanya yg masih mengantuk.
" ya abiss loe pada susah banget di banguninya si..!, bangun bangun waktu kita gak banyak, kita harus siap siap otw pulang..." Ucap maya, kemudian ia berjalan kembali ke tempat semula.
" bangun kang, bentar aku bikinin kopi yah, apa mau teh?" Ucap Elina, aku tersenyum saat elina menawarkan kopi dan teh.
" baik banget sih kamu, aku mau kopi ajah lin..!" satria dengan tersenyum.
" yaudah bentar aku bikin dulu ya kang..!" elina dengan tersenyum.
" iyaa cantikkkk.." ucap ku.
Elina pun pergi membuatkan kopi untuk ku, lalu aku membangunkan dony dan riko.
Aku duduk berdua menikmati secangkir kopi sambil mengisap roko di temani elina di samping ku.
setelah semua bangun, dan setelah selesai ngopi menikmati pagi, lalu kami semua bersiap siap membereskan tenda dan peralatanya untuk segera pulang meninggalkan tempat itu.
setelah semuanya selesai, lalalu kami berjalan pulang.
Aku dan elina berjalan paling belakang, kami sudah hampir sampai dan sudah dekat dengan pemukiman warga.
Saat elina berjalan di depan ku, tiba tiba kaki elina tersandung dan terjatuh.
" Awww..." Elina dengan keasitan terjatuh.
Aku kaget aku langsung menolong elina.
Elina kesakitan, aku memeriksa kakinya elina.
" Ya ampun lin.." ucap ku dengan cepat menolong elina, aku melihat ada luka di betisnya karena terbentur batu tajam, untung sajah lukanya tidak terlalalu parah, aku memanggil riko yg tidak berada jauh berjalan di depan ku.
" Ko,,,sini ko.." teriakan ku memanggil Riko,
riko mendengarnya ia langsung menghampiri ku.
Aku melepaskan tas yg aku gendong itu, aku membuka tas dan mengambil obat untuk mengobati lukanya elina, elina kesakitan saat aku mengobati luka di kakinya elina.
" Loe kenapa lin?, ya ampun ada ada ajah.." Riko dengan panik.
Lalu riko mencoba memanggil teman yg lainya, namun aku melarangnya, karena lagi pula tujuan kami sudah dekat.
setelah selesai mengobati luka elina, aku membangunkanya, namun untuk berdiri sajah elina kesulitan karena masih merasa sakit, ia tidak sanggup berjalan, saat itu kebetulan riko tidak membawa banyak barang, hanya tas kecil yang ia bawa, lalu aku meminta tolong kepada riko untuk membawa tas elina yg ku bawa itu, karena aku akan membawa elina ke tempat tujuan dengan cara menggendongnya.
riko pun membantu ku membawakan tasnya elina itu.
lalu aku menggendong elina, elina di gendong oleh ku dengan perban di kakinya.
Kami pun melanjutkan lagi perjalananya.
" kang berat ya, aku berat ya?" Tanya Elina.
" gak kok lin, tenang ajah aku kuat kok, hehe..!" Ucap ku sembari berjalan menggendong elina padahal sebenarnya memang berat, namun aku berpura pura kuat.
" kang maaf yah,, aku jadi ngerepotin kamu.. " ucap elina.
" gak ppah lin, kan udah tugas aku jagain kamu, nolong kamu.!" ucap ku, elina pun tersenyum.
sementara teman yg lainya sudah sampai lebih dulu di tempat bus terparkir.
dony dan maya tidak melihat adanya aku, elina dan juga riko, lalu dony menanyakan kami bertiga kepada teman yang lainya, namun temanya yg lainya pun tidak melihatnya.
saat dony akan menyusul kembali mencari ku, ia melihat ku dari kejauhan sedang mengendong elina, ia bertanya ada apa dengan elina sampai di gendong seperti itu, begitu juga dengan maya dan teman lainya bertanya tanya ada apa dengan elina.
sesampainya elina aku dan juga riko di hadapan mereka, teman teman ku bertanya ada apa dengan elina, namun elina menjawab tidak apa apa hanya tersandung jatuh, dan luka kecil saja.
setelah itu kami semua masuk ke dalam bus dan pergi pulang.