seorang wanita cantik turun dari motor merapikan rambut panjang yang sedikit berantakan tertiup angin,lalu ia melangkah menuju fakultasnya,karna melangkah sambil menunduk melihat handphone kakinya tersandung batu, tubuhnya tersentak ke depan Aluna memejamkan mata karna dia yakin tubuh nya sebentar lagi akan mencium tanah, tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit justru dia merasa tubuh nya ada yang menahan, saat Aluna membuka mata pandangan nya berhenti pada sorot mata tajam nan dingin..
penasaran dengan ceritanya? yuk lanjut baca🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen kaka Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Alfian memarkir mobil dengan kasar
Dia keluar mobil dengan tergesa
Tapi sebelum mencapai pintu dia berhenti
Menenangkan diri,
'aku harus tenang jangan membuat semua orang curiga' batin nya
semoga saja tadi Aluna melihat foto to itu saat sedang sendirian' monolog nya
Dia menekan bel
tidak lama pelayan membuka pintu
Lalu mempersilahkan Alfian masuk
"Aluna Diman bi" tanyanya
"dikamar den" jawabnya
"bisa tolong panggilkan bi " ucapnya
"baik den"
Pelayan itu berlalu menuju lantai atas ke kamar aluna
Mengetuk pintu pelan
Tok tok
"siapa" ucap Aluna setengah teriak
"ini bibi non" jawaban dari balik pintu
Aluna membuka pintu
"di depan ada den Fian non" ucap pelayan memberitahu
Aluna terkesiap, mas Fian langsung ke sini' monolog nya
dia lalu mengangguk " iya bi , terimakasih"
pelayan berlalu turun ke lantai bawah
Aluna masuk ke kamar merapikan penampilan sebentar Lalu melangkah keluar kamar
dia menuruni tangga
Diruang tamu bisa Aluna lihat Alfian duduk dengan tangan bertaut cemas
"mas"sapanya
Alfian mendongak lalu berdiri dan memeluk Aluna
"kamu tidak apa-apa kan" tanyanya khawatir
Aluna merasa heran" aku baik-baik saja mas,"
Alfian memejamkan mata lega" jangan percaya, itu foto editan" ucapnya menjelaskan
Aluna tersenyum lalu melepaskan pelukan
"iya mas, aku percaya padamu, lagian aku juga tau kalau itu editan" jawabnya lembut
Alfian bersyukur Aluna mempercayai nya
Dia mencium kening Aluna lembut
"terimakasih untuk kepercayaan kamu sayang" ucapnya
Tubuhnya yang sempat tegang sekarang sudah mengendur lega
aluna Lalu mengajak Alfian duduk
Dan menyuruh pelayan menyiapkan minum dan cemilan
Aluna bisa merasakan ketegangan dan kekhawatiran Alfian
dia bahagia karna Alfian benar2 menyayangi nya
Terbukti dari cara dia tadi
seperti seseorang yang tidak ingin kehilangan
Pelukan nya pun begitu erat
Sampai membuat Aluna agak sedikit sesak
Tapi dia senang
Aluna mengelus lembut lengan Alfian guna menenangkannya
"tenang mas, aku bukan orang yang mudah percaya, jika bukan aku sendiri yang melihat nya" ucapnya
Alfian tersenyum haru" maaf dan terimakasih sayang" jawabnya membalas genggaman tangan Aluna erat
pelayan datang memecah Susana haru diantar mereka
" ini non minumnya" kata bibi sambil menyimpan nya di atas meja
"terimakasih bibi, tolong siapkan makan yah bi" ucap Aluna
" iya non" jawabnya , lalu melangkah pergi menuju dapur.
Aluna mengambil gelas berisi air putih
untuk Alfian
Pria itu meminumnya, lalu meletakkan kembali gelasnya ke meja
Alfian mengedarkan pandangan
"semua orang kemana sayang"tanyanya
"sepertinya masih di kamar mas, sebentar lagi juga turun. Nanti kita makan bersama yah" ucap Aluna
Alfian hanya mengangguk sebagai jawaban
......................
Di sebuah kamar, seorang wanita tersenyum puas,
"bagus, aku yakin mereka sedang bertengkar sekarang" ucapnya Lalu tertawa keras.
Dia tidak tau saja, jika yang dia pikirkan itu salah
Karna kenyataannya 2 orang yang dia ingin pisahkan sedang saling menguatkan
Dan saling percaya,
Karna terlalu senang dia lupa bahwa perbuatan buruknya akan berbalik kepada dirinya
......................
"hallo tuan, ada yang bisa saya bantu" ucap seorang pria
" ya, lakukan sesuatu untukku , besok pagi aku ingin hasilnya sudah ada"
" baik tuan, " jawabnya
" aku kirim lewat pesan, lakukan dengan rapih "
Klik
panggilan di putus sepihak
......................
selesai makan malam . Alfian pamit pulang kepada semua orang
Aluna mengantar sampai depan rumah
'hati2 mas" ucapnya
Alfian mengangguk lalu mendekat
Mencium kening Aluna
Singkat
Tidak lama.
Lalu melangkah masuk kedalam mobil
Perlahan mobil mulai meninggalkan halaman rumah mewah itu.
Aluna berbalik masuk ke dalam rumah.
Menaiki tangga menuju kamar.
......................
setelah sampai rumah , Alfian masuk kedalam dan
langsung menuju ruang kerja ayahnya
mengetuk pintu pelan
Lalu melangkah masuk
Didalam ruangan kakenya juga ada
"duduk nak" ucap Hanggono
Alfian mengangguk lalu duduk
"bagaimana " tanya Ammar
"aman pa, Aluna lebih percaya padaku" jawab Fian lirih
"syukurlah "ucap Ammar lega
Semua orang merasa lega untuk sekarang
Ammar menceritakan tentang rencana dia pada Alfian.
Mereka berdiskusi untuk langkah2 selanjutnya,
Antisipasi itu penting sebelum kejadian yang lebih fatal terjadi
yang di takutkan wanita itu mengincar nyawa Aluna..
seseorang dengan ambisi dan obsesinya akan melakukan segala cara untuk mendapatkan sesuatu termasuk melenyapkan nyawa orang lain.
Hingga pukul 11 malam. Mereka baru keluar dan melangkah menuju kamar masing2.
Untuk ber istirahat
......................
Pagi harinya seorang pria setengah baya memasuki rumah dengan langkah cepat
Matanya tajam penuh emosi, rahangnya mengeras
"pelayan" teriaknya keras
Pelayan lari tergopoh-gopoh menghampiri majikan nya
" i..ya tuan" jawabnya terbata
" panggil Susan kemari , bila perlu seret dia" perintahnya tegas
pelayang mengangguk hormat lalu pergi memanggil Susan
Di lantai 2 pelayan mengetuk pintu agak keras sedikit
Tok tok tok
"non,bangun non"
Susana yang setengah sadar
Menggeram kesal
"sialan mengganggu tidurku saja" ucapnya marah
"Awas saja kalau tidak penting aku akan menghukum pelayan sialan itu"
Ketukan masih terdengar lumayan keras
Susan berjalan menuju pintu lalu membukanya dengan kasar
"apa kau sudah gila hah! , mana rasa hormat mu kepada ku" ucapnya dengan nada tinggi
Pelayan itu gemetar ketakutan lalu menunduk
"ma..af non, di..bawah tuan sudah menunggu" ucapnya dengan terbata
Susan terdiam
"papa" ucapnya memastikan
pelayan itu mengangguk sebagai jawaban
dia lalu melangkah melewati pelayan itu
Dan menuruni tangga
Dia melihat papanya berdiri dengan tangan terlipat di dada menatap tajam ke arah nya
'kenapa dengan papa' batinnya heran
Setelah mendekat , Susan yang hendak menyapa tidak jadi karna tanpa aba-aba
Tamparan keras melayang ke pipinya
Kepalanya sampai menoleh ke samping
telinganya berdengung saking kerasnya
Rasa sakit menjalar sampai ke kepala
dia memegangi pipinya yang terasa panas
dengan rasa kesal Susan menoleh ke arah papanya
"kenapa papa menampar ku" bentaknya tidak terima
Andi menatap tajam putrinya
"karna kamu pantas mendapatkan nya" bentaknya tak kalah keras
Susan membeku, dia melihat kemarahan di wajah papanya 'ada apa ini' batinnya
"memangnya apa yang aku lakukan" tanyanya
Andi mendengus jengkel
Membuka ponsel lalu menyerahkan ke arah susan
"lihat ini" ucapnya penuh penekanan,lalu duduk di sopa dengan gerakan kasar.
mengernyit heran kenapa papanya memberikan ponsel
Dia lalu menerima ponsel itu dan melihatnya
Matanya membeliak tubuh nya kaku
"ini tidak mungkin" ucapnya lirih
'bagaimana bisa' batin nya
Hanya dia yang punya foto dan vidio itu, dan itu sama Persis dengan foto yang dia kirim ke Aluna
bedanya lelaki yang di foto itu adalah lelaki yang sebenarnya tidur dengan dia
Dan sekarang foto dan vidio itu tersebar luas di media sosial bahkan sampai berita televisi
Sudah pasti namanya akan tercoreng, bagaimana dengan karir nya.
"apanya yang tidak mungkin hah" ucap Andi geram
"kamu sudah mencoreng nama besar keluarga kita Susan.. Dan asal kamu tau sebagian investor menarik saham mereka dari perusahaan kita , karna foto dan vidio mu itu"lanjutnya
"apa!" jawabnya terkejut , tubuhnya luruh ke lantai, airmatanya sudah mengalir
"kalau seperti ini terus kita bisa bangkrut" ucap Andi frustasi
udah baca ceritanya malah berhenti di tengah jalan lagi...
awas aja... 😤😤