Cerita ini bercerita tentang seorang gadis bernama Viona yang tidak pernah dianggap apalagi di terima oleh keluarganya. Karena sang mama meninggal ketika melahirkan nya dan saudara kembarnya Vivian.
Bahkan ayah kandungnya tidak pernah menganggap nya ada . Lebih parahnya Viona dianggap pembawa sial oleh keluarganya.
Setelah Viona tumbuh dewasa dan pergi dari rumah orang tua nya. Malah badai semakin kuat menghantamnya. Gagalnya pernikahan nya karena saudara kembarnya.
Tolong jangan kasih Rate jelek ya! Kalau tidak berkenan membaca silahkan di skip saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayya mell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26
Akhirnya keduanya memutuskan untuk bertemu minggu depan Satria akan bertemu. Vivian sudah mantab ingin Satria menjadi miliknya.
Satria akan datang ke kota A untuk menemui Vivian. Karena kebetulan juga dia ada acara keluarga minggu depan di kota itu.
Sementara Viona saat ini sedang berada di tempat tinggal bu Minah bersama bu Ratih. Bu Minah memberitahunya perihal akhir-akhir ini suasana di kos maupun kontrakan milik Viona agak aneh.kadang terdengar suara tawa atau tangis di tengah malam.Ada juga suara seperti seorang sedang menyapu halaman. Dan tak jarang ada bau semerbak bunga kantil dan kamboja yang berbaur menjadi satu.Padahal di sekitar tempat itu tidak ada pohon bunga kantil maupun kamboja.
Sekarang malah pak Sapto suami bu Minah mendadak sakit . Semua badannya susah untuk di gerakan. Beliau selalu merintih panas dan sakit di beberapa titik.
" Bu, bapak kenapa? Sejak kapan bapak seperti ini?" tanya Viona.
" Sejak seminggu yang lalu nak. Setelah Septi dan suaminya terakhir kali datang kesini itu" bu Minah menjelaskan.
" Ibu sudah bawa bapak ke dokter?"
" Sudah nak, tapi dokter bilang bapak baik-baik saja"
" Mbak sepertinya ada yang aneh, apa tidak sebaiknya kita memanggil ustad saja untuk mendoakan mas Sapto" kali ini bu Ratih yang bersuara.
" Benar juga bu, sepertinya penyakit bapak agak aneh " Viona membenarkan pendapat bo Ratih.
Bu Minah pun akhirnya menurut , namun seolah bantuan datang di saat yang tepat. Baru ingin pergi ke tempat pak ustad. Anak kandung bu Minah dan pak Sapto datang bersama mertua nya. Yang kebetulan juga paham soal ini.
Dito memang sudah menikah dan kebetulan ayah mertua nya adalah seorang guru ngaji dan spiritual yang di percaya banyak orang. Namun keluarga itu tetap memilih hidup sederhana. Padahal banyak orang yang di bantu tapi keluarga itu tidak menerima apalagi memungut bayaran.
Cukup dengan orang yang di bantu bisa kembali sehat sudah membuat mereka bahagia. Benar saja mertua Dito menjelaskan jika ada orang yang berniat tidak baik pada bu Minah dan pak Sapto
Besan dari pak Sapto itu mengusulkan untuk bu Minah dan pak Sapto lebih taat beribadah dan juga malam ini akan ada pengajian fi rumah itu intuk menangkal kiriman dari orang yang mereka tahu sebenarnya siapa.
Bu Minah langsung mengirim pesan pada bu Rt untuk meminta tolong memberitahu warga untuk datang mendoakan suaminya. Sementara Viona mengetuk pintu kos satu persatu untuk memberitahu penghuninya. Di bantu bu Ratih dan istri Dito tentunya.
Malam hari nya setelah magrib sudah banyak orang yang berkumpul dan berdoa untuk pak Sapto. Mereka semua akan berjamaah isya disana sekaligus nantinya.
Sementara di tempat lain , Septi dan suaminya mulai merasakan panas yang tak biasa. Pasangan suami istri itu bahkan sampai berteriak-teriak tak jelas.Sampai Asri bingung ,ada apa dengan kedua orang tua nya.Di tengah kepanikan itu Asri mendadak menjadi blank. Dia bahkan lupa meminta tolong pada tetangga.
Tak lama dari hawa panas itu, terlihat keadaan pak Joko semakin mengenaskan. Lidahnya menjulur dan wajahnya merah padam. Seperti sedang di cekik seseorang. Tapi disana hanya ada mereka bertiga. Tubuh pak Joko kejang tak jelas.Asri hanya mampu menangis menyaksikan kedua orang tuanya.
Benar saja malam itu Joko berhenti bernafas . Dia meninggal dalam keadaan yang mengenaskan . Matanya melotot dan lidahnya menjulur keluar. Sementara Septi pingsan. Sedangkan Astri kini baru tersadar jika dia harus meminta pertolongan .
Namun semua sudah terlambat, ayahnya sudah tiada. Mungkin ini yang dinamakan berbalik ke si pengirim.Ketika suasana di rumah Septi penuh dengan hawa panas. Berbeda dengan tempat pak Sapto, hawa sejuk mulai terasa. Pal Sapto juga merasa badan nya lebih enakan sekarang.
Setalah acara doa itu selesai ,Viona dibantu kedua sahabatnya memberikan jamuan ala kadarnya untuk semua orang yang datang.
Tadinya Viona sempat bingung , beruntung dia punya dua sahabat yang selalu siap setiap saat.
***Maaf ya up pendek_pendek dulu..... Semoga besok bisa up lagi ... Terimakasih..... Jangan lupa like dan tinggalkan jejak di kolom komentar ya... Bintang 5 please ..