NovelToon NovelToon
Pertarungan Cinta

Pertarungan Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Tentara / Menikah dengan Musuhku / Dijodohkan Orang Tua / Romansa / Aliansi Pernikahan / Konflik etika
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mrlyn

Dua keluarga yang semula bermusuhan akhirnya memutuskan menjalin aliansi pernikahan.

Posisi kepala negara terancam dilengserkan karena isu menjual negara pada pihak asing disaat perbatasan terus bergejolak melawan pemberontakan. Demi menjaga kekuasaan, Sienna sebagai putri bungsu kepala negara terpaksa menerima perjodohan dengan Ethan, seorang tentara berpangkat letjen yang juga anak tunggal mantan menteri pertahanan.

Bahaya mengancam nyawa, Ethan dan Sienna hanya bisa mengandalkan satu sama lain meski cinta dari masa lalu menjerat. Namun, siapa sangka orang asing yang tiba-tiba menikah justru bisa menjadi tim yang kompak untuk memberantas para pemberontak.

Dua dunia yang berbeda terpaksa disatukan demi mendapatkan kedamaian. Dapatkah mereka menjadi sepasang suami-istri yang saling menyayangi atau justru berakhir saling menghancurkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrlyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 (Misi Pembebasan)

Hujan gerimis turun menjadikan suasana malam terasa semakin dingin menusuk. Semilir angin berhembus kencang membuat dedaunan bergesekan memecah keheningan.

Iyan dan Gion saling berbagi pandangan dalam diam. Sudah setengah jam mereka bersembunyi di atas bukit, memantau pemberontak yang sedang memindahkan bahan bantuan dari pemerintah ke atas mobil mereka yang berukuran lebih kecil.

Para sandera berjumlah enam orang. Total tiga mobil truk besar yang sedang dibajak oleh para pemberontak usai menghadang di perbatasan hutan. Iyan dan Gion yang mengawal hanya bisa melarikan diri saat situasi sudah diluar kendali.

Para pemberontak itu berjumlah lebih dari dua puluh orang, mereka bersenjata lengkap. "Di antara mereka ada penembak jitu. Menurutku ini agak janggal," bisik Gion.

Iyan mengangguk tanda setuju. "Mereka semua memakai penutup wajah, tapi aku dapat melihat, iris mata mereka tidak sama dengan para pemberontak yang kita hadapi biasanya."

"Dugaanku, ada kemungkinan mereka bekerja sama dengan pihak asing," sambung Iyan.

"Ini gila jika memang seperti itu. Ada yang 'menunggangi' mereka demi kepentingan luar," ucap Gion kesal. Bahunya tergores oleh selongsong panas meluncur cepat nyaris mengenainya jika saja ia tidak gesit menghindar.

"Kamu baik-baik saja?" tanya Iyan khawatir. Darah merembes dari lengan baju panjang yang Gion pakai.

"Ini hanya luka luar, tidak masalah."

"Tapi darahmu keluar cukup banyak."

Gion mengusap bahu kirinya. Darah memenuhi telapak tangannya menandakan jika pendarahannya cukup deras.

"Aku baik-baik saja," ucap Gion menenangkan walau bahunya terasa nyeri. "Kapan pasukan kita tiba? Mereka sepertinya hampir selesai memindahkan barang-barang."

Iyan menatap ke arah para pemberontak dengan resah. Jika semua barang selesai dipindahkan, kemungkinan besar para sandera akan mati ditembak.

"Kita tidak bisa diam saja. Aku akan turun ke bawah untuk memperlambat mereka. Kamu tunggu di sini, sebentar lagi Kapten dan yang lainnya pasti akan tiba," ucap Iyan bersiap. Tangannya sudah memegang erat senjata api, pelurunya tidak tersisa banyak, tapi setidaknya cukup untuk membunuh semua pemberontak jika tembakannya tepat sasaran.

"Jangan ambil resiko, terlalu berbahaya," cegah Gion.

"Tenang saja... aku akan berhati-hati."

Iyan keluar dari balik pohon besar tempat ia bersembunyi, mengendap-endap menuruni bukit. Matanya menatap tajam menembus kegelapan. Satu tembakan melesat, seorang pemberontak yang sedang memindahkan barang seketika jatuh terkapar, mati di tempat.

Hal itu menimbulkan kewaspadaan. Dalam kegelapan, hujan peluru terus melesat ke arah tempat Iyan bersembunyi di balik pohon besar.

Tidak ada jeda, seolah peluru mereka tidak ada habisnya. Iyan tidak berkutik sementara beberapa pemberontak mulai menaiki bukit, menyisir tempat, mencari keberadaan Iyan.

Salah seorang pemberontak berhasil menemukan Iyan ketika ia baru saja berhasil menembak satu pemberontak lain yang mendekat.

Ujung pistol di tempelkan ke belakang kepala Iyan.

"Jatuhkan senjatamu," titah pemberontak itu.

Iyan tetap tenang, menjatuhkan senjatanya ke atas tanah, tapi bukan untuk menyerah. Tangannya bergerak cepat menarik belati yang tersembunyi di sabuk ikat pinggangnya. Gerakan cepatnya berhasil memotong pergelangan tangan pemberontak itu.

"Akh!" teriakan menggema dalam keheningan malam. Tidak sampai di sana, Iyan lantas memungut kembali pistolnya. Satu tembakan menembus kepala pemberontak itu.

Namun, belum sempat ia bergerak lagi, Iyan sudah jatuh tersungkur. Kaki kirinya tertembak.

"Sial!" tidak ingin menyerah, meski sambil bersimpuh, Iyan tetap berhasil menembak beberapa pemberontak yang mendekat dibantu dengan Gion yang turut turun.

"Bertahan lah...," ucap Gion seraya memapah Iyan, menjauh sejauh mungkin dari kejaran para pemberontak yang memburu mereka.

Di tengah keputusasaannya, Iyan Gion masih berusaha menembak balik, tapi sialnya peluru mereka habis.

Kini Iyan dan Gion telah terkepung. Mereka disergap tanpa bisa melawan. Pistol di arahkan ke kepala mereka dari segala arah. Gion dan Iyan mengangkat kedua tangannya. Mereka kemudian dibawa untuk ditempatkan bersama para sandera.

"Kenapa tidak langsung bunuh saja mereka?" tanya salah seorang pemberontak pada laki-laki berbadan besar yang tidak lain adalah pimpinannya.

"Mereka berdua adalah tim khusus langit hitam, kita perlu mereka untuk memancing kapten mereka. Kita lakukan barter, tukar dengan para gadis muda cantik."

"Bedebah!" teriak Iyan marah. Namun pistol langsung di arahkan ke depan kepalanya.

Gion memberikan isyarat agar Iyan tenang. Ia yakin Ethan akan segera datang bersama yang lainnya untuk menyelamatkan mereka.

"Semua sudah selesai dipindahkan," lapor salah seorang pemberontak.

"Bawa mereka semua," titah pimpinan pasukan pemberontak itu.

Para sandera lantas disuruh naik ke atas mobil bak terbuka di bawah ancaman senjata. Dua orang bertubuh besar menjaga sambil memeluk senjata mereka. Tangan siap di pelatuk, kapan pun dapat dengan mudah membunuh.

Total tujuh mobil melintasi jalan bebatuan dan sedikit berlumpur secara beriringan. Gerimis perlahan-lahan menjadi hujan lebat.

Dari kejauhan suara rombongan motor terdengar menembus gelapnya malam.

Dua tembakan terdengar, pemberontak yang berdiri mengawasi para sandera langsung tumbang.

"Maaf terlambat," ucap Ethan begitu motornya mendekat menyamai laju mobil. Iyan dan Gion seketika tersenyum lega.

Ethan yang pertama menyusul, tapi beberapa menit setelahnya, sepuluh motor berhasil menghadang laju mobil.

Adu tembakan tidak terhindarkan. Jalanan yang licin sama sekali bukan halangan. Ethan membawa dua puluh pasukan bersamanya termasuk Harry. Mereka sigap turun dari motor ketika rombongan mobil para pemberontak terpaksa berhenti karena sopir mereka mati tertembak.

Para pemberontak itu lantas turun dari dalam mobil. Adu tembakan tidak terhindarkan. Saling menyerang dan bersembunyi.

Namun, pasukan langit hitam tidak kalah tangkas. Cahaya redup bukanlah penghalang. Napas Ethan terengah-engah, menembak bukan senjata satu-satunya, ia juga harus melawan beberapa pemberontak yang bergerak cepat mengincarnya.

"Oh, jadi kalian sudah tahu siapa aku, hah?" ucap Ethan congkak.

"Aku dengar kamu baru menikah, Kapten... istrimu anak kepala negara, kan? Dia pasti sangat cantik, kami akan mencicipinya setelah mengalahkan kamu," ucap pimpinan pemberontak membuat Ethan semakin muak.

Rahang Ethan mengeras, tapi ia masih tetap tenang. Marah hanya akan membuatnya bertindak gegabah. Bagaimana pun wilayah ini mendekati markas para pemberontak. Ia harus bertindak cepat sebelum para pemberontak lain datang menyergap.

"Jangan banyak bicara, berhenti bersembunyi... aku sudah tidak sabar untuk mengantarmu ke gerbang neraka!" ucap Ethan penuh kesungguhan.

"Kita lihat saja, aku atau kamu yang bertemu malaikat maut terlebih dahulu!"

***

1
HF Love Island
lanjuut d tunggu up nya kk
HF Love Island
aaa ceritanya baguus crazy up kk semangat terus😍d tunggu up selanjutnya 💪💪😍
Mrlyn: Makasih kakak🫶🏻
total 1 replies
knovitriana
update Thor jangan lupa mampir
Mrlyn: ditunggu kak🫶🏻
total 1 replies
knovitriana
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!