NovelToon NovelToon
Mantan Menantu Yang Pura-Pura Miskin

Mantan Menantu Yang Pura-Pura Miskin

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:26.2k
Nilai: 5
Nama Author: LC

Stella yang anak konglomerat hanya berpura-pura miskin di hadapan mertuanya. Dia menikah dengan Soni,yang merupakan karyawan swasta di sebuah bank ternama yang ternyata punya Stella sendiri. Tetapi Soni tidak tahu kalau bank itu milik mertuanya.

Semenjak Stella menikah dengan Soni,mertuanya mengira dia anak orang biasa. Dan di rumah dia di suruh kerja layaknya pembantu.

Kalau ada kesalahan sedikit dia di marahin dan di maki sama ibu mertuanya sendiri. Stella dan Soni sudah empat tahun menikah dan mempunyai putri yang sangat cantik. Sebenarnya Stella sudah capek hidup di rumah mertuanya seperti di neraka. Tetapi demi anak dia bertahan sampai akhirnya dia jenuh.

Akankah rumah tangga Soni dan Stella akan bertahan. Atau Stella memutuskan untuk bercerai dari Soni?

Ini hanya ringkasan cerita saja ya. Untuk selengkapnya silahkan di baca per bab nya ya. Terima Kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LC, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Keesokan paginya,Stella jogging di sekitar rumah Ririn. Stella membangunkan Ririn buat jogging tetapi Ririn tidak mau. Dia justru membuat tidurnya nyaman. Ririn mengeratkan selimutnya dan memejamkan matanya kembali.

Hari ini hari weekend. Walaupun di cafe tidak ada weekend justru hari libur cafe maupun restoran ramai dan banyak pengunjungnya.

Tetapi Ririn di hari weekend tidak masuk kantor. Sesekali saja dia mengawasi cafe di lantai bawah. Itu pun hanya satu atau dua jam setelah itu di kembali jalan-jalan.

Stella jogging sendirian di kompleks perumahan Ririn. Sekitar lima belas menit jogging,Stella pulang ke rumah Ririn. Walaupun hanya sebentar tetapi cukup capek untuknya berlari keliling kompleks perumahan Ririn.

Setelah masuk ke dalam kamar,dia melihat Ririn masih tidur.

"CK..CK..masih tidur dia. Padahal ini sudah terang."

Ya,walaupun baru jam tujuh pagi tetapi langit sudah mulai terang.

Stella menuju ke kamar mandi karena dia sudah merasa gerah. Selesai mandi,Stella memesan sarapan buat dia dan Ririn melalui grab.

Baru selesai memesan makanan,tiba-tiba handphone nya berbunyi.

Maureen

Hallo Tante

Stella

Ya Maureen,ada apa?

Maureen

Nanti siang Tante sibuk nggak

Stella

Nggak. Paling ke cafe bentar buat ngecek cafe.

Maureen

Nanti jemput Maureen ya. Maureen juga ingin lihat cafe Tante.

Stella

Baiklah kalo begitu,nanti Tante ke hotel buat jemput kamu. Gimana dengan papa kamu?

Maureen

Dia juga ikut. Katanya mau makan siang.

Stella

Ya sudah. Sekalian kita makan di cafe Tante saja ya.

Maureen

Baiklah Tante. Bye Tante. Ku tunggu nanti siang ya.

Stella

Ok. Bye juga Maureen.

Telepon terputus. Stella ingat akan anaknya. Sudah beberapa hari dia tidak menelepon Celia.

Tut...tut...

Telepon tersambung dan diangkat maminya.

Lucy

Hallo

Stella

Hallo mami. Celia tinggal di mana,di rumah atau nginep di tempat Soni?

Lucy

ada di rumah. Masih tidur dia. Semalem diajak Soni jalan-jalan sampai jam sepuluh malam.

Stella

Tumben nggak nginep sana?

Lucy

Iya,harusnya menginap. Katanya semalam besok adik dan istrinya mau ke Jakarta. Istrinya sakit. Mau periksa di Jakarta. Makanya besok siang dia jemput ke bandara.

Stella

Gimana sekolah Celia,mi?

Lucy

Kamu tenang saja. Urus perceraian mu sampai selesai. Celia di sini baik-baik saja dan dia sekarang sudah banyak berinteraksi dengan teman sekolahnya kok. Dan gurunya bilang Celia termasuk murid yang pintar. Mudah mengikuti apa yang guru ajarkan.

Stella

Baguslah mi. Senang mendengarnya. Ya sudah mi. Aku bentar lagi mau ke cafe. Aku siap-siap dulu ya mi. Bye

Lucy

Ok sayang. Mami juga mau bangunin Celia. Sudah siang juga. Bye sayang.

Panggilan terputus. Stella mematikan teleponnya.

Baru selesai menelepon maminya,tiba-tiba pesanan datang. Stella mengambil makanan tersebut dan menuju ke dapur sambil membawa pesanannya.

Stella memesan bakmie ayam di rumah makan terkenal. Tadinya dia mau pesan mie yang non halal. Tetapi karena Ririn muslim,akhirnya Stella memesan mie ayam saja. Biarlah pikirnya nanti sore dia ajak Maureen aja makan bakmi yang non halal.

Stella meletakkan mie tersebut ke dalam mangkok. Lalu dia ke kamar dan membangunkan Ririn.

"Rin,bangun. Ayo makan dulu."

"Iya..iya.."

Ririn langsung bangun dan masih duduk di kasur sebentar. Dia merenggangkan ototnya yang agak kaku akibat kelamaan tidur.

"Ayo sikat gigi dan cuci muka. Lalu makan. Gue udah pesen mie ayam."

Ririn pergi ke kamar mandi lalu cuci muka dan sikat gigi.

Setelah selesai,Ririn menuju ke dapur. Dia mencium wangi mie tersebut langsung duduk dan memakannya.

"Ya ampun Rin,loe kelaparan ya. Makan segitu cepatnya",ucap Stella sambil menggelengkan kepalanya.

"Habis enak Sel. Loe pesan di mana ini mie",tanya Ririn.

"Pesan melalui gofood di restoran xx. Yang terkenal itu. Tenang aja itu bakmi ayam kok. Bukan non halal."

"pantesan enak. Iya,gue tahu. Keliatan kok itu ayam yang di suwir."

Tidak terasa sambil makan dan berbincang ringan,makanan mereka sudah habis. Ririn menaruh mangkuknya ke tempat cuci piring dan mencucinya.

Siang harinya sesuai janji Stella kepada Maureen tadi pagi,mereka mau makan siang di cafe milik Stella.

Stella dan Ririn menjemput Maureen di hotel. Stella menelepon Maureen bahwa mereka tidak naik dan menunggu di lobby hotel.

Maureen mengiyakan dan turun ke bawah ke tempat lobby. Dia melihat Stella dan Ririn sedang duduk sambil mengobrol. Dan Maureen langsung menghampiri Stella dan Ririn.

"Hai Tante",sapa Maureen.

"Eh Maureen. Cepat juga kamu sampai di lobby",sahut Ririn.

"Iya Tante,aku sudah siap. Makanya waktu Tante Stella telepon,aku pamit sama papa dan langsung turun ke bawah."

"Kenapa papa kamu tidak ikut",tanya Stella.

"Cie,yang menanyakan papanya. Kenapa,kangen ya sama papanya",goda Ririn.

"Apaan sich Rin,biasa aja. Kan Maureen bilang papanya mau ikut",Stella memonyongkan bibirnya.

"Gitu aja ngambek."

Ririn dan Maureen tertawa melihat Stella ngambek. Sedangkan wajah Stella sudah merah menahan malu.

"Papa ada meeting online,Tante. Kata papa nanti menyusul",jawab Maureen.

"Ya sudah kita pergi yuk",ajak Ririn.

Stella dan Maureen mengangguk patuh. Mereka keluar dari hotel menuju ke mobil.

Ririn mengendarai mobilnya menuju ke cafe.

Sesampainya di cafe ternyata sudah ramai. Ririn mengajak Stella dan Maureen ke ruangannya.

Ririn memesan makanan untuk mereka. Makanan yang terbaik di cafe ini. Dari makanan ringan sampe makanan berat.

Sambil menunggu makan,mereka mengobrol ringan. Tiba-tiba handphone Maureen berdering. Maureen mengangkat teleponnya. Dan ternyata ibu kandungnya yang telepon.

Maureen

"Hallo ma"

Monic

"Hallo Maureen. Kamu kapan pulang. Dua hari lagi kamu sekolah Loch."

Maureen

"Belum tahu ma. Nanti saja Maureen ijin sama gurunya kalo Maureen masih di luar kota."

Monic

"Papamu kapan pulang?"

Maureen

"Besok"

Monic

"Kenapa kamu tidak bareng papamu?"

Maureen

"Aku mau ikut pulang sama calon mama baru",ucap Maureen dengan santai.

Monic

Mama baru?

Maureen

"Iya. Kebetulan calon mama baru Maureen ada di Palembang. Jadinya ikut pulang bareng saja."

Stella yang baru saja minum langsung tersedak. Untung saja dia tidak menyemburkan airnya keluar. Stella langsung terbaru-batuk. Dan Ririn menepuk punggung pelan Stella.

Maureen menoleh ke arah Stella sambil tersenyum.

Maureen

Sudah dulu ya ma. Maureen lagi cafe nich. Mau makan. Dan kebetulan makanan sudah datang,ucap Maureen sedikit berbohong. Dia tidak enak dengan Stella yang sudah terbatuk.

Monic

Ya sudah. Nanti kenalin calon mama barumu sama mama.

Maureen

Ok ma. Bye ma

Monic

Iya.

Telepon terputus. Maureen mematikan telepon dari mamanya.

1
Yasinta Niken
Aduhhh punya mertua songong cuekin aja
Risa Virgo Always Beau
Ana sudah sadar kesalahan dia
Risa Virgo Always Beau
Stella ternyata Ricard yang telpon kamu
Risa Virgo Always Beau
Stella jangan jangan sudah mulai mencintai Ricard
Risa Virgo Always Beau
Wah Ricard mengajak Stella ke pantai asyik deh
Risa Virgo Always Beau
Wah Ricard memberi bunga ke Stella ya
Risa Virgo Always Beau
Mamanya Soni sekarang menyesal tapi penyesalan kamu ngga ada gunanya
Risa Virgo Always Beau
Ricard dan Dika jijik lihat kelakukan Gaby
Risa Virgo Always Beau
Richard pasti kagum dengan sikap Stella yang mau memaafkan mantan mertuanya Stella
Risa Virgo Always Beau
Ana menyesal tuh ngga percaya kepada anak dan menantunya tentang kelakukan Gaby
Risa Virgo Always Beau
Mamanya Soni sampai ngotot pengen Soni dengan Gaby
Risa Virgo Always Beau
Stella dan Ricard akrab bakal menikah ngga ya
Risa Virgo Always Beau
Gaby jangan memfitnah Stella dia itu orang tuanya kaya raya bukan simpanan om om
Risa Virgo Always Beau
Gaby kesal tuh karena makanannya bukan makanan mewah
Risa Virgo Always Beau
Gaby sepertinya itu wanita angkuh deh
Risa Virgo Always Beau
Astaga mamanya Soni masih saja ikut campur urusan Soni
Risa Virgo Always Beau
Soni malu tuh karena mamanya dulu memperlakukan Stella semena-mena banget
Risa Virgo Always Beau
Dika dan Vanda kalian ngga enak ya sama kebaikan Stella
Risa Virgo Always Beau
Stella sama Soni sekarang sudah resmi cerai
Risa Virgo Always Beau
Lucy dan Sinta pasti masih kangen ya apalagi mereka akrab karena bersahabat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!