NovelToon NovelToon
[Bukan] Suami Pilihanku

[Bukan] Suami Pilihanku

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:39.9k
Nilai: 5
Nama Author: Muhammad Yunus

Queensa tak menyukai pernikahannya dengan Anjasmara. Meskipun pria itu dipilih sendiri oleh sang ayah.

Dijodohkan dengan pria yang dibencinya dengan sifat dingin, pendiam dan tegas bukanlah keinginannya. Sayang ia tak diberi pilihan.

Menikah dengan Anjasmara adalah permintaan terakhir sang ayah sebelum tutup usia.

Anjasmara yang protektif, perhatian, diam, dan selalu berusaha melindunginya tak membuat hati Queensa terbuka untuk suaminya.

Queensa terus mencari cara agar Anjasmara mau menceraikannya. Hingga suatu hari ia mengetahui satu rahasia tentang masa lalu mereka yang Anjasmara simpan rapat selama ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Hati manusia perlu ruang untuk bernapas tanpa dipaksa berdamai sama pedang yang pernah menancap.

"Dengarkan aku duku, oke?" Queen bicara disela isak tangis yang coba ia tahan.

Pria itu menganggukkan kepala pelan sebagai jawaban.

Queen menghela napas berat sebelum melanjutkan, "Aku tahu kesalahanku sangatlah fatal, tapi kepergian bayi... itu juga sangat melukaiku,"

Suara perempuan itu kembali bergetar. "Aku juga juga tertekan dan syok, psikolog mengatakan itu reaksi yang wajar karena aku baru saja kehilangan anakku. Tapi sebenarnya luka yang paling sakit adalah saat kamu pergi dan memutuskan hubungan begitu saja." Queensa menatap pria dihadapannya.

Kali ini Anjasmara tercengang. Informasi ini sungguh tak disangka olehnya. Queensa sampai mendatangi psikolog?

Mata Queensa kembali berkaca-kaca. Wajahnya menyiratkan kepedihan dan penyesalan yang dalam. "Tak bisakah aku dekat denganmu? Setidaknya sebagai teman, jangan bangun dinding diantara kita yang tingginya tak mampu ku gapai, Mas. Tolong. Aku mohon."

Anjasmara belum sempat bereaksi atas ucapan Queensa saat tiba-tiba wajah sendu Queensa berubah menjadi ekspresi ketakutan. Memori masa lalu membentang di pelupuk mata.

Dasar pembunuh.

Anak tak berdosa jadi korban emaknya yang kegatelan! Udah punya suami masih sibuk godain pria lain.

Pantes diceraikan, perempuan bobrok.

Suara-suara keji itu memenuhi alam bawah sadarnya. Semakin lama semakin keras. Menusuk-nusuk relung hatinya dengan begitu kejam.

"A-Aku bukan pembunuh!" rintih Queensa tiba-tiba, "Mas aku nggak bunuh anak kita, aku juga ingin dia tumbuh dan berkembang di rahim ku, aku.. aku.. "

"Queensa, atur napas kamu!" Ucap Anjasmara tegas, tak sedikitpun dia ragu menuju perempuan yang berdiri dengan ekspresi ketakutan, Anjasmara mengguncang pelan bahu mantan istrinya yang tersenggal-senggal. Pria itu mengamati dengan seksama wajah cantik yang kini berubah pucat. Apa yang membuat Queensa seperti ini?

Keadaan Queensa tak langsung membaik, Anjasmara juga tak membuat jarak, mereka dekat, bahkan pria itu menyentuh pundak Queensa, tapi kedekatan itu tentu tak mampu menarik Queensa dari rasa takut yang menyerang.

"Queensa,... " ketiga kalinya Anjasmara mengguncang bahu perempuan itu. Mata Queensa mulai terbuka, perlahan tapi pasti keadaan perempuan itu mulai stabil.

Belum pernah Queensa merasakan sebuah dorongan kuat untuk menyerang secara fisik. Dia teramat ingin melakukannya terhadap Anjasmara.

Grep!

Queensa tak bisa menahannya..

Anjasmara mendelik dengan gusar. Terpana dengan aksi Queensa yang tiba-tiba.

Orang-orang mulai melirik, satu, dua, orang terang-tetangan melihat mereka yang tengah berpelukan. Ralat. Queensa yang menghambur kepelukan mantan suaminya.

"Jangan dilepas, " sekonyong-konyong, Anjasmara berusaha melerai dekapan Queensa, tapi perempuan itu malah melarang.

Sebenarnya Queensa yang tersadar akan sikapnya malu. Queensa yakin wajahnya semerah udang rebus saat ini.

"Aku nggak mau kamu jadi bahan omongan orang." tutur Anjasmara.

Tiba-tiba Queensa merasa ada yang berubah dengan gaya bicara lelaki itu. Tidak terdengar dingin seperti biasanya, suaranya begitu lembut dan bersahabat.

Karena pertemuan mereka, pertemuan Queensa dengan Darwin terpaksa ditunda. Kini tinggallah Queensa dan Anjasmara yang leluasa bicara dari hati ke hati.

"Om Ridwan akan segera menikah," beritahu Queensa pada Anjasmara yang kini tengah menyeruput teh hangat di gelasnya.

Reaksi Anjasmara sesuai dugaannya, lelaki itu mendoakan yang baik, harapan untuk kelancaran acara Ridwan, Anjasmara ikut berbahagia atas kabar yang Queensa sampaikan.

Queensa diam mengamati sosok Anjasmara. Dia enggan mengakui, lelaki itu tanpak ganteng setelah bukan miliknya.

"Mas, apa kita bisa..., " Ucapan Queensa terpotong oleh sapaan seseorang.

"Anjasmara?"

1
rurry Irianty
jangan² Anjasmara mendonorkan ginjal buat queensa
Kezter Sharlota
kasih tinggsl queen biat dia tau rasa
Endang Sulistia
bagus
YuWie
happy end
YuWie
oalah..untung kaki nya gak kenapa2..kupikir apa2
YuWie
lahh opo meneh kie..gek bahagia2 ne... malah
YuWie
enak tenan opo rak bergedelbya jas
Esther
Anjas belum bisa percaya sepenuhnya ke Queenaa
Esther
sekarang tahu kan betapa besar pengorbanan Anjasmara untukmu mulai dulu sampai sekarang jadi suamimu
Esther
Anjasmara sakit apa
Esther
Anjas sabar sekali menghadapi istri yang keras kepala keras hati
SisAzalea
yes......💪
nikatha
makasih ceritanya tor /Smile/
Felycia Fernandez
makasih buat ceritanya kk Thor...
akhirnya penantian Anjasmara berbuah manis💓
Ais
syukurlah mereka dipersatukan lagi bahagia dan harmonis selalu quen dan anjas👍😍😍
4_amiraa_ Tadzkiyaa_
wahh langsung End ajaaaa... seruu.. banyak hikmahnyaa... makasih thor... baguss ceritanyaa👍
4_amiraa_ Tadzkiyaa_
gak sabar... apa sesuatunya yaaa.. semangat up thor🙏👍
Ais
berasa baru baca sebentar thor dipanjangin thor ceritanya 😭😭😭
Felycia Fernandez
selalu dapat cobaan ya Anjas 😔
Felycia Fernandez
apalagi ini ,😳
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!