NovelToon NovelToon
Jadi Pesepakbola Di Dimensi Lain

Jadi Pesepakbola Di Dimensi Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Mengubah Takdir / Pemain Terhebat
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Irhaf01

Irhaf, seorang pemuda pemain sepakbola berusia 21 tahun yang bermain di liga 2 Indonesia. Dulu ia pernah dilirik oleh klub-klub besar karena memiliki bakat cemerlang tapi semuanya berubah sejak ia menderita cidera lutut yang parah.

Di suatu malam Irhaf mendapatkan email yang menawarkan kesempatan untuk melakukan uji coba di klub dengan nama yang asing bagi irhaf dan mengaku berlaga di liga 1.

Dan suatu keanehan pun terjadi....



Like dan Komentar jika kalian suka cerita ini...

Setelah sekitar 4 tahun sejak novel terakhir saya di akun lain saya yang udh ilang. akhirnya saya coba bikin lagi.

Masukan dan saran saya terima 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irhaf01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemenangan Dibalik Kemalangan

Beberapa saat sebelumnya*

Setelah tendangannya berhasil diblokir dan memantul.

Irhaf terus memperhatikan laju bola. Dan ia menyadari bahwa Al-Furatain akan melakukan serangan balik.

Sekilas ia melihat pertahanan tim yang tidak siap untuk serangan balik ini.

Berdasarkan pengalaman yang sudah ia 'alami', instingnya berkata "Kejar"

Dan percaya dengan instingnya, Irhaf langsung berlari dengan kecepatannya yang tinggi.

Irhaf berakselerasi tanpa disadari oleh banyak orang karena perhatian semua orang tertuju pada bola.

Walaupun tetap saja beberapa orang dilapangan menyadari pergerakan Irhaf, bahkan kapten lawan juga berteriak

"Hati-hati, ada yang mengejar di belakangmu!!"

Namun 3 penyerang itu tidak mendengar teriakan temannya karena tertutup oleh suara gemuruh dari tribun.

Irhaf yang berlari tidak memperdulikan apapun, dia dengan mudah melewati beberapa rekan timnya juga juga berlari untuk mengejar bola.

Irhaf agak panik setelah melihat bola ditembak, namun kemudian lega karena Ermilo berhasil menepis bola itu.

Dan setelah melihat arah pantulan, Irhaf dengan cepat menentukan langkah yang harus di ambil.

Dia berseluncur ke depan Monana yang akan menyambut bola pantulan.

Dan akhirnya larinya tidak sia-sia, Kakinya berhasil menghalau bola sehingga gagal masuk ke gawang.

......................

Monana melebarkan matanya, ia tidak percaya bahwa ia menyia-nyiakan kesempatan emas untuk mencetak gol ini.

Dan dia lebih tidak percaya bahwa Irhaf bisa menyusulnya padahal beberapa detik sebelumnya dia baru saja menendang bola di area pertahanan timnya.

Irhaf yang baru saja berdiri langsung dipeluk oleh Ermilo.

"Haha itu luar biasa" Ucapnya senang dan sekali lagi dibuat kagum dengan kecepatan Irhaf.

"ah itu biasa saja. Ayo bersiap pertahanan kita belum aman" Ucapnya dengan sedikit merendah dan segera mengingatkan bahwa Al-Furatain mendapatkan kesempatan untuk melakukan tendangan sudut.

Setelah beberapa apresiasi dari rekan tim lainnya, Al-Furatain segera melakukan tendangan sudut.

Kali ini Bayeshi yang akan melakukan eksekusi.

Kotak penalti Insana sudah dipadati oleh pemain dari kedua sisi.

Beberapa pemain Al-Furatain berada di dalam kotak penalti.

Hamdan menjadi fokus penjagaan Hurner dan Dandy. Terutama karena ancamannya adalah yang paling besar saat duel udara.

sedangkan Monana dan Amyin diawasi oleh Andika dan Ruben.

Kelvin juga di dalam kotak penalti mengawasi Iqbal.

Irhaf berjaga di garis terluar kotak penalti untuk mengantisipasi peluang serangan balik sekaligus bisa memperkuat pertahanan.

Karena takut dengan kecepatan Irhaf. Pemain Al-Furatain lainnya tidak ikut berpartisipasi di kotak penalti dan tidak terlalu maju.

Bahkan Ammar yang biasanya ikut maju jika ada kesempatan tendangan sudut kini diminta pelatih untuk tetap berjaga dibelakang.

Setelah pengalaman mereka bermain hampir satu babak ini, seluruh pemain Al-Furatain juga mengakui ancaman besar Insana.

Tidak seperti tahun lalu yang bisa mereka kalahkan dengan mudah saat bertemu di turnamen Piala Athelgardia.

Terutama keberadaan beberapa gelandang dan striker baru Insana yang harus mereka waspadai.

Setelah wasit memberikan izin, Bayeshi langsung mengirim bola ke kotak penalti.

Bola mengarah langsung ke Hamdan. Walaupun dia diawasi oleh dua orang, namun ia masih bisa menyundul bola ke gawang.

Namun kekuatan sundulan yang kurang membuat Ermilo dengan mudah mengamankan bola.

Ermilo tidak membuang waktu dan menendang bola kedepan.

Namun akurasinya kurang membuat bola langsung mengarah ke bek Al-Furatain yang menggagalkan kesempatan serangan ini.

Setelah beberapa saat kemudian, wasit menghentikan babak pertama.

Kedua tim belum bisa memecahkan kebuntuan dan hanya bisa mengakhiri babak pertama dengan skor sementara 0 : 0.

Di ruang ganti Insana, Pieter memberikan arahan lanjutan.

"Di babak pertama kalian bermain dengan baik.

Terutama larimu yang luar biasa Irhaf itu menyelamatkan kita semua.

Selain itu kalian juga berhasil mengeksekusi taktis saya dengan sempurna dan menciptakan banyak ancaman terhadap lawan.

Namun keberuntungan mungkin belum berpihak pada kita.

Ruben, Andika... Kalian berdua awasi kedua sayap mereka.

Dan Kelvin di babak kedua saya minta kamu menempel ke Hamdan.

sudah jelas?" Jelasnya sambil menunjuk papan taktis dan kemudian bertanya kepada ketiganya.

"Jelas pak" Ketiga pemain itu menjawab dengan serempak.

"Bagus..., Oh dan jangan ragu untuk menendang bola dari jauh jika ada kesempatan.

Terutama kamu Irhaf, saya percaya kemampuanmu dalah hal ini. " Sambung Pieter yang diakhiri dengan tatapan penuh arti ke arah Irhaf.

Irhaf tentu paham tentang apa yang harus dilakukan.

......................

Tak terasa 15 menit telah usai. Supporter sudah kembali memadati tribun karena pertandingan sudah dilanjutkan.

Permainan di babak kedua tidak jauh berbeda dengan babak pertama.

Kedua tim masih mengadopsi taktik yang sama.

Namun Pelatih Al-Furatain jelas merasakan bahwa serangan balik mereka menjadi semakin tumpul.

Dan Insana juga merasakan pertahanan Al-Furatain yang juga makin ketat.

Irhaf mulai sering mundur untuk terbebas dari penjagaan ketat di area kotak penalti.

Pada menit ke - 60 Insana Regy berhasil mendapatkan bola di depan kotak penalti.

Namun tembakannya berhasil digagalkan bek lawan dan menghasilkan serangan balik.

Namun segera digagalkan oleh Verbeek yang berhasil merebut bola kembali.

Irhaf juga beberapa kali melakukan tendangan dari luar kotak penalti namun masih belum bisa menembus gawang Al-Furatain.

Selain karena pertahanan mereka yang ketat, kiper mereka juga tampil gemilang malam ini.

Namun yang semua orang tak tahu, Hassin yang sudah berulang kali menahan tendangan keras Irhaf mulai merasakan sakit di kedua tangannya.

walaupun begitu, ia tidak menunjukkan rasa sakit itu karena dia tidak ingin digantikan.

tapi jelas bahwa tindakannya sangat merugikan dirinya sendiri.

Pertandingan sudah memasuki waktu tambahan.

Semua orang mengira bahwa pertandingan ini akan berakhir imbang.

Namun pada menit ke-90 + 3 kebuntuan selama 90 menit akhirnya dipecahkan.

Irhaf menerima umpan dari Marselo yang masuk pada menit ke 80 menggantikan Jansen.

Setelah menerima umpan itu, Irhaf melihat wasit sudah menaruh peluitnya tepat di depan bibir dan kemungkinan ini adalah peluang serangan terakhir sebelum pertandingan usai.

Kemudian Irhaf melihat lagi bahwa tidak ada ruang terobosan yang bisa ia manfaatkan.

Maka dari itu Irhaf memutuskan untuk menendang dengan kekuatan penuhnya.

Jarak antara dirinya dan gawang adalah 32 meter yang masuk dalam jarak tembaknya.

Sebelum amar sempat merebut bola, Irhaf mengayunkan kakinya dengan kekuatan tak terbendung.

Booomm*

Bola melesat dengan sangat cepat menuju ke area sudut kanan atas gawang.

Kebetulan posisi Hassin cukup dekat dengan arah tujuan bola.

Sehingga walaupun ia juga terkejut namun dengan refleknya yang sedang on-fire malam ini membuatnya tanpa sadar berhasil menjangkau bola.

Namun, bukan rasa senang yang ia dapat melainkan rasa sakit yang hebat.

Hantaman bola yang terbang dengan 135 Km/Jam jelas bukan sesuatu yang bisa dihalau dengan mudah oleh kiper yang sehat.

Namun keadaan tangannya yang masih sakit membuatnya tidak bisa mengerahkan tehnik yang tepat untuk menepis bola kuat.

Bola seakan mengabaikan tangannya dan bahkan hampir tidak mengubah arahnya sama sekali dan tetap masuk dan mengangkat jaring beberapa saat sebelumnya akhirnya jatuh.

Gooaaalll...

Semua orang dikejutkan dengan gol di menit-menit akhir ini.

Euforia supporter Insana meledak baik yang hadir di stadion maupun yang menonton pertandingan melalui siaran langsung.

Tak lama kemudian wasit menghentikan pertandingan ini dengan meniup peluit panjang setelah mengesahkan gol Irhaf.

Semua pemain Insana dengan kompak menumpuk Irhaf dan merayakan gol kemenangan ini di detik-detik terakhir pertandingan.

Di sisi lain, yang tidak mencolok, Sahrul si bek Al-Furatain memperhatikan Hassin yang kesakitan segera memanggil medis untuk datang.

......................

Dalam konferensi pers pasca pertandingan, beberapa reporter bertanya kepada Pelatih Al-Furatain terkait cidera Hassin

"Setelah pemeriksaan tim medis, diagnosis sementara adalah keretakan pada tulang pergelangan tangan akibat berulang kali menahan benturan keras.

Saya sangat menyesali hal ini tapi kita hanya bisa mendoakan yang terbaik untuknya agar bisa segera pulih." Jawabnya kepada reporter dengan wajah lesu.

Irhaf yang dibawa oleh Pieter ke ruang konferensi pers juga menyatakan keprihatinannya terhadap cidera Hassin.

Dan semua orang juga tahu bahwa ini bukan kesalahannya. Itu adalah resiko menjadi penjaga gawang.

....

....

....

Bersambung.....

1
Irhaf
Ku usahain paling lambat nanti sore....
Eunoia 21
kapan update Thor?
Eunoia 21
nice
Eunoia 21
mantap
Eunoia 21
nice
Eunoia 21
mantap
Eunoia 21
nice.
Eunoia 21
nice
Eunoia 21
nice move
Eunoia 21
nice
Eunoia 21
mantap
Eunoia 21
nice
Eunoia 21
mantap
Eunoia 21
nice
Eunoia 21
mantap
Eunoia 21
nice
Eunoia 21
mantap
Eunoia 21
nice
Eunoia 21
nice.
Eunoia 21
nice
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!