NovelToon NovelToon
Cinta Big Bos ( Buku Ken )

Cinta Big Bos ( Buku Ken )

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 5
Nama Author: Rizca Yulianah

Ini spin off nya dari Cinta Big Bos ( Buku Rai ) yaaakk, kali ini ceritanya tentang Ken yang berusaha mendapatkan cinta dari seorang gadis yang memiliki masa lalu kelam dan trauma terhadap laki-laki. Apakah Ken mampu membuat Kiran luluh dan percaya ?


Ini cuma cerita fiktif jadi apabila ada kesamaan tokoh, atau alur cerita dengan kehidupan nyata mohon di maklumi, karena terkadang ini terinspirasi dari kejadian sehari-hari...

Semoga kalian semua suka dengan jalan ceritanya dan betah membacanya...

Selamat menikmati

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizca Yulianah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Di Restui

Hujan deras mengguyur bumi, seperti bergalon-galon air di tumpahkan dari langit. Ken dan Kiran sedang duduk di sebuah ruang tamu sederhana, dengan di temani secangkir teh hangat dan hidangan pisang goreng.

" Maafkan aku kalau mengagetkan kalian " Suara gemetaran dari seorang nenek yang sudah lanjut usia itu membuat Kiran dan Ken tersenyum kecut.

Mereka sempat berprasangka buruk, mengira nenek tua renta itu adalah nenek gayung, tokoh dalam cerita film horor yang kabarnya di angkat dari kisah nyata.

" Kami yang seharusnya minta maaf, karena sudah berprasangka yang tidak-tidak " Kiran menjawab sopan dan menundukkan kepalanya.

" Tidak apa-apa, bukan hanya kalian yang akan berpikir seperti itu saat pertama kali melihatku, semua pendatang juga akan begitu " Oceh nenek tersebut dengan senyum lebar, menunjukkan sederetan gigi yang telah ompong sempurna.

" Tetap saja kami tidak sopan " Ken menjawab dengan perasaan bersalah, karena dialah yang pertama menuduhnya hantu kuntilanak.

" Ada apa kalian ke makam itu ? Apa untuk menengok makam keluarga kalian ? " Tanya nenek itu penasaran, karena melihat Ken dan Kiran yang bukan warga asli desa ini.

" Kami mengikuti seorang murid kami, tadinya dia terlihat sedih karena nilai ujiannya jelek, dan pergi ketempat ini, kami pikir dia akan berbuat nekat yang akan melukai dirinya sendiri, jadi kami memutuskan untuk mengikutinya, mencegahnya berbuat yang tidak-tidak. Tapi ternyata kami salah, dia kesini mengunjungi makam ibunya " Kiran menjelaskan dengan jujur dan wajah polos, sedikit tertawa masam karena lagi-lagi sudah salah menilai orang.

" Apa anak muda tadi yang kalian maksud ? " Tanya nenek itu menebak.

" Benar namanya Dylan, tapi aku tidak tau nama ibunya " Kiran mengangguk antusias.

" Oh jadi namanya Dylan ? Dia sering datang ke makam itu setiap pulang sekolah, biasanya seminggu sekali, dia anak yang baik, selalu membersihkan makam ibunya, tidak heran kalau makam ibunya yang paling terawat di banding makam yang lain " Nenek itu bercerita dengan pelan, tentu saja di usianya yang sudah senja, tidak mungkin dia bercerita dengan penuh semangat.

" Kalau boleh tau, apa rumah asli Dylan di desa ini ? " Tanya Ken penasaran, dia tergelitik juga untuk mendengarkan kisah Dylan.

" Tidak, tapi ibunya yang asli warga desa ini. Dia pergi ke pusat kota untuk bekerja saat usianya masih sangat muda, bisa di bilang dia sukses, setiap kembali kesini untuk menengok makam orang tuanya dia selalu menggunakan mobil, tapi sayang takdir berkata lain, umurnya tidak panjang. Dia meninggal dengan cara tragis di usianya yang belum terlalu tua " Nenek itu seperti menerawang ke masa lalu.

" Kenapa dia meninggal ? " Kejar Ken yang sudah tidak mampu menahan rasa penasarannya.

" Dia sepertinya meninggal karena kasus kekerasan dalam rumah tangga, kalau tidak salah di hajar suaminya " Nenek itu mengingat-ingat lagi.

" Apa ? " Kiran dan Ken kompak terkejut. Tenyata kisah hidup Dylan sangat menyedihkan.

Lalu apa hubungan kematian ibunya dengan klan Loyard ? Apa suaminya anggota Klan, tapi kenapa juga Dylan harus membalas dendam kepada semua anggota klan, bukankah seharusnya hanya kepada ayahnya ?

Kiran bertanya-tanya dalam hati, sebenarnya dia bersyukur Ken tadi tertidur dan tidak mendengarkan curhatan Dylan, karena kalau sampai dia mendengarnya dan marah, Dylan juga bisa berada dalam bahaya. Seperti makan buah simalakama, di satu sisi ada sahabatnya, disisi lain ada muridnya yang sangat menyedihkan.

Kiran lebih memilih menyimpan rahasia ini seorang diri sampai dia tau persoalan yang sebenarnya, baru memutuskan akan memihak kepada siapa.

Cukup lama mereka berbincang-bincang tentang ibu Dylan, namun tak banyak informasi yang didapatkan karena ibunya orang yang tertutup dan sudah tidak tinggal didesa itu lagi sejak remaja. Hujan yang mengguyur pun sudah mulai reda, berganti dengan rintik-rintik kecil dan suara katak bersaut-sautan, sangat khas pedesaan.

Ken menelepon Ruby agar mengirimkan sopir untuk menjemputnya dan juga Kiran. Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya mobil jemputan mereka tiba. Mereka pun berpamitan kepada nenek gayung tersebut.

Dalam perjalanan pulang, Kiran hanya diam saja dan terlihat melamun. Ken ingin mengajaknya bicara tapi sudah kehabisan topik, karena Kiran sepertinya tidak tertarik untuk ngobrol saat ini, terlihat dari jawabannya yang singkat-singkat, hanya ah, oh dan ya. Dan akhirnya Ken menyerah, memilih ikut terdiam selama sisa perjalanan pulang.

Setelah mengantar Kiran pulang, Ken langsung pulang kerumah, dia juga telah mengirimkan sopir untuk mengambil mobilnya di sekolah. Ken pulang agak larut, lewat dari waktunya makan malam. Dia memilih langsung ke kamarnya dan mandi serta tidur, harinya melelahkan karena harus bermain detektif-detektifan bersama Kiran.

" Ada apa dengannya ? Tadi dia terlihat lebih dekat denganku, lalu hanya dalam hitungan jam dia bisa berubah drastis, apa memang seperti itu orang yang punya gangguan kejiwaan, suasana hatinya berubah-ubah secepat itu ? " Ken bergumam sendiri memikirkan Kiran dengan sikapnya yang terkadang murung terkadang ceria.

Dia lalu membandingkannya dengan Ignes dan Lucas, dan kemudian berusaha memakluminya, karena Ignes dan Lucas lebih parah dari Kiran, setidaknya Kiran tidak ingin melukai seseorang, atau belum melukai seseorang. Tetap saja Ken akan waspada penuh terhadap Kiran.

Pikiran Ken memang sedang kalut, jatuh cinta bisa membuat dunianya jungkir balik. Karena kelelahan, lelah hati dan pikiran, akhirnya Ken pun tertidur.

Pagi hari yang cerah setelah semalaman di guyur hujan, meskipun matahari tertutup kabut tapi tidak menghalanginya bersinar terang. Ken yang sedang galau-galaunya menghadapi kisah cintanya yang rumit, sedang sarapan bersama, duduk di kursinya dengan wajah tertunduk lesu. Yang dia lakukan saat ini hanya mengorak arik isi piringnya, nafsu makannya menghilang entah kemana.

Regis yang menyadari itu pun bertanya kepada Ken.

" Kenapa biksu tong sam chong sedang tidak berselera makan ? Apa kau diet ? " Tanya Regis menyindir Ken yang hanya melamun saja.

Ruby dan Rai yang mendengar julukan yang di berikan oleh ayahnya tertawa terbahak-bahak, tapi sang objek gosipan hanya diam mematung, tidak berkonsentrasi lebih tepatnya.

" Ken, Ken " Ruby memanggil Ken dengan suara yang lebih keras, namun Ken tetap bergeming.

Rai kemudian bertindak, mengambil alih. Dia menendang tulang kering Ken dari bawah meja, tendangan yang cukup keras mengingat Rai yang sangat terlatih, tentu tenaga yang di keluarkan cukup untuk membuat seseorang menjerit kesakitan.

" Aaww, kau gila, dasar rhoma sinting, kecoak buntung, kadal bunting " Cercaan dan makian melontar keras dari mulut Ken tanpa bisa di cegah. Keluarga Regis memang terbiasa berhubungan dengan preman-preman jalanan yang terkesan kasar dan urakan, tapi tidak pernah sekalipun Regis mengucapkan sumpah serapah seperti yang dilakukan Ken saat ini.

" Ah maaf maaf ayah, aku minta maaf, aku bukan bermaksud tidak sopan di meja makan, tapi... " Ken berusaha menjelaskan dengan terbata-bata, takut menghadapi kemarahan di pagi hari dari ayahnya. Tapi gerakan tangan ayahnya membuatnya menghentikan permintaan maafnya, raut wajah ayahnya berubah kaku dan tegas.

" Kau boleh bersikap urakan dan ngawur, tapi tidak di depan ku " Regis berkata tegas kepada Ken, tidak ada lagi candaan, julukan atau pun sindiran, semua kata-katanya singkat, padat dan jelas, sejelas wajahnya yang menunjukkan rasa ketidak sukaannya pada sikap Ken barusan.

" Aku minta maaf " Kali ini Rai dan Ken yang berucap berbarengan, semua keributan di pagi ini mereka yang menyebabkan.

" Ken aku perhatikan akhir-akhir ini keadaanmu semakin kacau saja, apa ini karena Kiran ? " Tanya Regis tanpa basa basi.

" Tidak ayah, ini tidak ada hubungannya dengan Kiran " Ken menyangkal cepat dan bersungguh-sungguh.

" Dengarkan ayah, ku rasa Kiran bukan wanita baik-baik untukmu, tidak seperti kakak iparmu yang mengubah Rai menjadi seseorang yang lebih baik, Kiran justru merubahmu jadi semakin buruk. Ayah tidak suka dengannya, dia memberikanmu pengaruh negatif " Regis mengutarakan argumennya tanpa berbelit-belit, agar Ken bisa mencernanya tanpa banyak pertanyaan.

Ketiga trio kwek kwek itu terkejut mendengar penuturan Regis, baru kali ini dia tidak setuju dengan pilihan anaknya, sangat bertolak belakang dengan ucapannya beberapa waktu yang lalu yang memberikan kebebasan penuh kepada siapapun wanita pilihan Ken.

" Apapun hubunganmu dengannya segera saja akhiri, ayah tidak merestui mu " Regis memberikan perintah tegas.

" Apa ?!? " Pekik mereka bertiga dengan kompak.

Aku tidak mau. Ken

Bagaimana ini ? Ruby.

Siluman Raja Kerbau sedang bercanda atau serius ya ? Rai.

1
Retno Anggiri Milagros Excellent
sebegitunya ya.. stres nya.. sampai mata melotot.. 🤭😂😍
Wil Da
apa kiran punya Trona thor
Thata Ojob'e Allyy'exsogo
🤣🤣🤣🤣🤣 dasar kau rhoma🤭
Thata Ojob'e Allyy'exsogo
kiran sudah mulai berani dengan laki2 ya
semoga rasa traumanya hilang🤣🤣
Thata Ojob'e Allyy'exsogo
awal yang sial ken, 🤭🤣
Thata Ojob'e Allyy'exsogo
sabar kiran, ken pasti akan memungut mu jadi istrinya 🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Thata Ojob'e Allyy'exsogo
thorrr kalau inget kata ruby aku inget dengan gajahnya thorrrrr🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Thata Ojob'e Allyy'exsogo
Ruby aku sudah baca, tapi ga tau judulnya. aku lupa. tapi asyik sih. semoga ini juga jauh lebih asyik🥰
Devi Aji Putri
suka bgt
🐻⃝💜Ratna「 ᴮᶠᶠᵃ 」
alur cerita nya luar biasa sangat kocak untuk pembaca setia mu thor🥰
MoCloela
ngakak parah... aku.juga penasaran berapa lama bambu tua dimasak 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
MoCloela
bapaknya sampe pusing sama tingkah anaknya sendiri...😂😂😂😂
Erny Tjingaisa: nz
zcovzzCz. cXCccZc
x
c

cx
c

xCz


c
total 1 replies
MoCloela
😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣
MoCloela
ken lagi kumat..😂😂😂😂
MoCloela
ya ampsyoonngggg ngakak sama tingkah konyol mereka 😂😂😂😂
MoCloela
top banget lah buat ayah regis...
MoCloela
ngakak breeeee....🤣🤣🤣🤣🤣
MoCloela
kok bisa2 si ken jadi biksu... ngakak 😁😁😁
Shaki Fbne Wsgnti
cekikikan dijam segini 23:43
udah seperti kunti...😂😂😂😂😆😆😆😆😆😆
Narto Aja
tooorr👍👍 karya mu baguss😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!