NovelToon NovelToon
Terpikat Pesona Suami Brondong

Terpikat Pesona Suami Brondong

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Nikahmuda / CEO / Pengantin Pengganti / Cinta Paksa
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: fania Mikaila AzZahrah

Gagal menikah dengan calon tunangannya tidak membuatnya putus asa dan tetap kuat menghadapi kenyataan.

Kegagalan pertunangannya disebabkan karena calon suaminya ternyata hanya memanfaatkan kebaikannya dan menganggap Erina sebagai wanita perawan tua yang tidak mungkin bisa hamil.

Tetapi suatu kejadian tak terduga membuatnya harus menikahi pemuda yang berusia 19 tahun.

Akankah Erina mampu hidup bahagia dengan pria yang lebih muda darinya??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fania Mikaila AzZahrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 26

Arshaka berjalan cepat tidak peduli dengan Nafisah, tetiba feelingnya merasakan ada sesuatu hal yang terjadi kepada istrinya.

“Moga Erina baik-baik saja,” gumamnya.

Arshaka semakin mempercantik langkah kakinya menuju ke rumahnya bahkan saking cepatnya berjalan sampai-sampai dia tidak menyadari kalau sendal jepit yang dipakainya milik ayahnya yang modelnya sama tapi ukuran dan warnanya yang berbeda.

“Assalamualaikum, Erina. Suamimu sudah balik nih!” Arshaka sedikit mengeraskan suaranya.

Erina yang mendengar suara suaminya kondisinya secara berangsur membaik dan lebih tenang dari sebelumnya. Ia sampai turun dari balai-balai dan berlari kecil menyambut kedatangan suaminya.

“Waalaikum salam suamiku, aku di sini!” Teriaknya pula Erina.

Arsyila dan Bu Ulfa saling pandang bahagia sekaligus terheran-heran melihat sikapnya Erina setelah Arshaka pulang dari shalat dzuhur di masjid.

“Cinta membuat seseorang bertingkah absurd,” gumamnya Arsyila.

Erina berhamburan memeluk tubuhnya Arshaka,” Alhamdulillah Mas sudah balik, aku senang banget.”

Arshaka melirik ke arah bunda dan kakaknya karena melihat Erina yang seperti seorang istri yang berbulan-bulan tidak bertemu dengan suaminya.

“Kamu kenapa sayang? Kamu baik-baik saja kan?” Arshaka dibuat kebingungan dengan Erina.

“Aku baik-baik saja kok, emangnya salah dan aneh yah kalau kangen-kangenan dengan suamiku sendiri,” gerutunya Erina.

Arshaka malah terkekeh salah tingkah karena salah bicara,” maksudnya Mas nggak gitu kok, cuman Mas nggak ingin terjadi sesuatu kepadamu.”

“Alhamdulillah aku baik, barusan kami masak bareng bunda dan Arsyila. Semoga Mas menyukai makanannya tapi bukan aku yang masak,” ucapnya Erina dibarengi dengan suara kekehannya.

“Perutku tiba-tiba lapar mendengar kamu sudah masak, apa makanannya sudah siap disantap?” Tanyanya Arshaka yang belum melepaskan pelukannya dari pinggang ramping istrinya.

“Aku mandi dulu bau bumbu soalnya,” ucapnya Erina.

Erina melerai pelukannya kemudian menarik tangannya suaminya ke arah kamarnya dan sudah melupakan dalam sekejap trauma yang barusan dirasakannya.

Arshaka menatap menuntut ke arah Arsyila dan bundanya,” kamu temani gih istrimu bersih-bersih, bunda dengan Arsyila mau menyiapkan makanan.”

“Gue akan jelasin semuanya tapi bukan sekarang,” ucap Arsyila.

Erina menggandeng tangan suaminya hingga ke dalam kamarnya sambil menceritakan semua yang terjadi selama Arshaka pergi.

Arshaka menarik tubuhnya Erina kedalam pelukannya,” kalau kamu takut dengar suara letupan minyak goreng mulai detik ini suamimu akan melarang kamu untuk menggoreng apapun lagi dan Mas tidak akan setuju kalo kamu bantu-bantu bunda memasak!” tegasnya Arshaka.

“Aku ndak apa-apa kok udah baikan, lagian obatnya kalau dipeluk sama suami brondongku pasti lekas pulih,” cicitnya Erina.

Dia tersadar dengan sikapnya barusan karena traumanya bisa diatasi hanya dengan pelukan suaminya. Selama ini dia dan kedua orang tuanya sulit menenangkan dirinya ketika traumanya kambuh.

Tetapi, anehnya kalau mendengar suara senjata dia tidak pernah seperti ini tetap santai saja.

“Kalau Mas selalu ada disampingmu, tapi kalau misalnya Mas pergi kamu sendirian terus terjadi seperti ini lagi pasti Mas akan ketakutan dan mencemaskan kamu istriku,” ujarnya Arshaka.

“Insha Allah nggak akan terulang lagi kok, aku janji,” Erina memperlihatkan puppy eyesnya agar keinginannya dipenuhi.

Arshaka mengecup kedua kelopak matanya Erina yang berkedip-kedip saking gemesnya melihat Erina yang bertingkah seperti bocil.

“Mas tidak mau dengar penolakan! Mas juga akan menyampaikan kepada bunda agar kamu nggak bantu-bantu orang memasak! Tidak terima kata tapi-tapian lagi!” Tegasnya Arshaka.

Erina hanya tersenyum paksa karena usahanya untuk bisa pintar memasak digagalkan oleh insiden yang terjadi di dapur.

Wajahnya Erina ditekuk saking kecewanya karena apa diinginkannya tidak diijinkan oleh suaminya. Arshaka tertawa melihat wajah istrinya yang cemberut.

“Mas hanya takut dan tidak ingin terjadi sesuatu hal yang tidak baik kepadamu istriku, moga kamu memahami maksudnya suamimu ini,” ucapnya lembut Arshaka.

Arshaka memainkan anak rambutnya Erina yang diikat ekor kuda. Erina semakin nyaman dan tenang diperlakukan seperti itu oleh suaminya.

Erina mengangguk semakin mengeratkan pelukannya ke tubuh atletis suaminya itu.

“Katanya mau bersih-bersih ayo buruan ke belakang, kayaknya bunda sudah selesai nyiapin makanannya, nggak enak kalau kita terlambat gabung dengan mereka,”

Arshaka mengambil perlengkapan mandinya Erina dan sebuah handuk kimono dari dalam lemari.

Keduanya berjalan bergandengan tangan hingga ke kamar mandi, meski Erina kecewa tapi tidak mungkin menentang keputusan suaminya demi keselamatannya sendiri.

Erina sudah mandi di dalam kamar mandi dan kali ini Arshaka masih mengisi bak mandi secara manual padahal menekan tombol otomatis air sudah keluar dari pipa.

Tapi, Arshaka tidak melakukannya karena baginya menimba air langsung dari sumur menggunakan tangannya lebih terkesan romantis.

Arshaka ini ada yang praktis dan simpel malah dibikin ribet, benar-benar yah cinta buat orang bertingkah di luar nurul.

Erina hendak memakai pakaiannya di dalam kamar mandi, tapi dia melupakan mengambil pembalut. Ia tidak percaya diri dan sedikit risih memakai pakaian kimono mandi di sekitar rumah mertuanya.

“Mas, bisa minta tolong gak?” Tanyanya Erina yang sedikit sungkan untuk meminta tolong.

“Mau minta tolong apa sayangku?” Tanyanya balik Arshaka.

Erina malah kebingungan mau berbicara atau tidak mau meminta tolong atau dibatalkan saja. Karena tidak ada jawaban dari dalam kamar mandi membuat Arshaka keheranan.

“Kok diam saja, mau minta tolong apa sih sayang?”

“Mas, aku lupa ambil pembalut, boleh diambilkan di dalam lemari bagian paling bawah yah,” cicitnya Erina.

Ia malu-malu meminta tolong karena merasa hal itu cukup memalukan baginya, tapi karena tidak ada jalan keluar lainnya terpaksa meminta tolong.

“Oke siap Bu Polwan perintah dilaksanakan!” Arshaka malah cengengesan mendengar perkataannya sendiri.

Arshaka berjalan cepat ke arah kamarnya dan mencari-cari benda keramat milik istrinya itu.

“Erina menyimpan pembalutnya dimana, kok gak ketemu juga,” gerutunya karena sudah menggeledah isi lemarinya tapi belum menemukan benda yang dicarinya.

Dia membuka semua lemarinya dan matanya terbelalak ketika melihat banyaknya pakaian dalam milik istrinya yang tersusun rapi di dalam lemari.

“Modelnya pembalut itu gimana sih!?” sungutnya Arshaka belum pernah melihat pembalut sehingga dia kebingungan.

Selama di kampung semua pakaiannya diurus oleh Erina sehingga dia tidak mengetahui kondisi lemarinya sudah berubah seperti yang dilihatnya saat ini.

“Kenapa lemariku berubah seperti ini?” Arshaka keheranan.

Arshaka malah mengambil salah satu underwear wanita milik istrinya kemudian mengangkatnya ke atas.

“Masya Allah, apa Erina ga kedinginan memakai CD setipis ini? Ini mah namanya kekurangan bahan,”

Celana dalam berenda, bagian belakangnya dibuat bolong dengan bagian sisi pinggangnya terdapat tali yang berbentuk pita.

“Apa nggak geli yah memakai model yang ginian, tapi pengen deh lihat istri gue memakai ini di depanku. Tapi, sayangnya masih palang merah jadi belum bisa melihatnya,”

Arshaka langsung lemah letih lesu padahal sudah bayangkan Erina memakainya.

Arshaka memandangi banyaknya pakaian dalam milik istrinya yang warnanya sudah menyerupai pelangi indah di langit biru. Semua warna dan model ada tanpa terkecuali.

Arshaka kembali dibuat keheranan karena benda yang dicarinya ternyata stoknya habis.

“Lah kok kosong? Gue bertanya pada Arsyila saja sempat masih punya stoknya mereka kan sama-sama perempuan,” gumamnya.

Arshaka berjalan cepat ke arah luar karena tidak ingin membuat istrinya menunggu lama. Tapi, ternyata harapannya tidak seindah kenyataan.

“Stok punyaku habis belum sempat beli di warung,” ucapnya Arsyila.

Arshaka mengusap wajahnya dengan gusar, “Jadi, gue cari dimana lagi?” tanyanya.

Arsyila malah cekikan melihat sikap adiknya,” OMG! Hanya gara-gara masalah pembalut saja sudah kelimpungan bagaimana kalau suatu saat nanti istrimu hamil dan ngidam yang macam-macam.”

Arshaka tidak meladeni candaan kakaknya dan langsung berjalan ke arah luar karena ingin ke warung Bu Atik membeli barang yang dibutuhkan oleh istrinya.

Tetapi, sesampainya di warung dia malah kebingungan mau beli dengan merk dan model apa.

Ibu Atik yang melihat Arshaka pemuda yang terkenal paling santun, ganteng dan baik hati itu terbengong di depan rak lemari yang terpajang beberapa jenis pembalut khusus wanita.

“Nak Shaka kenapa, apa ada yang kamu inginkan?” Tanyanya Bu Atik.

Arshaka garuk-garuk kepala,” aku mau cari pembalut untuk istriku Bu, tapi aku malah pusing mau ambil yang mana.”

Ibu Atik tersenyum simpul mendengar perkataan Arshaka,” biasanya Nak Arsyila mengambil ini, katanya yang pakai sayap bagus enak dan nyaman tahan lama dipakai ngga mudah tembus kesamping juga,” jelas Bu Atik yang semakin membuat Arshaka melongok keheranan.

“Pakai sayap agar tidak tembus kesamping! Lah maksudnya apa coba Ibu? Emangnya kalau dipakai sama cewek-cewek mereka bisa terbang gitu?” ceplos Arshaka yang plonga planga.

1
Nurul cahyani
kuis kali
Karmila
hahaha kaget
Karmila
cowok makondo
nuraeinieni
kwkwkw,,,ada saja arshaka,,,tuh ibu yg punya warung udah jelaskan tuh,,kalau yg bersayap itu lebih bagus.
GeGe Fani@🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: haha maklum kagak pernah beli malah beli demi istri 🤣
total 1 replies
Zaini
sabar
nuraeinieni
adem juga hati kalau ipar dan mertua baik dan mau mengajari memasak.
GeGe Fani@🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: ga kayak author nya ehh malah curhat 🤣😂
total 1 replies
nuraeinieni
ya allah kasian erina,,,ternyata trauma dgn sura petasan dan kembang api karna kejadian masa kecilnya
GeGe Fani@🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: hehehe 🤭
total 1 replies
Fitry Resky Nero
hahaha 😂
Inha Khaerunnisa
gawat darurat kalau gini
Inha Khaerunnisa
Badas juga Bu polwan
Inha Khaerunnisa
semoga samawa pengantin baru
Inha Khaerunnisa
sederhana tapi megah dan mewah yah
Inha Khaerunnisa
anak yang baik
Fia ismail
dasar wanita licik Lo
Fia ismail
kayaknya Nafisa sama Bu Ranti
Fia ismail
seharusnya cemaskan dirimu sendiri bukan motore
Fia ismail
anak pinter
Fia ismail
meminta wejangan bagus
Asrianty Qira irwan
hari ini ngomong tua besok pasti cinta
Asrianty Qira irwan
gak bunuh diri tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!