Adeeva harus rela menikah dengan pria yang bernama Arion demi membantu perusahaan ayahnya yang sedang di ambang kehancuran.
namun di balik itu Adeeva bisa bernafas lega karena biaa keluar dari tempat yang di bakalan rumah namun menurutnya adalah neraka.
akankah Adeeva biaa mendapatkan kebahgiaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
029
Typo masih berkeliaran di setiap sudut cerita. Harap maklum.
_______________
Arion menatap Adeeva tajam dan Arion tersenyum miring pada Adeeva, Adeeva yang melihat itu langsung memalingkan wajahnya.
Adeeva tahu alasan Arion menatap Adeeva seperti itu dikarenakan perjanjian sebelum Adeeva tidur. Dan sialnya Adeeva menyetujuinya tanpa syarat di karena Adeeva yakin jika dirinya tidak akan keluar dari dalam kantor Arion.
Isi perjanjian adalah Adeeva di larang keluar ruangan Arion sebelum Arion mengizinkannya jika tidak Adeeva akan mendapatkan hukuman.
Adeeva merutuki kebodohannya sendiri dan informasi dari Jonathan lah yang membuat suasana hati Adeeva kembali memburuk.
Arion tersenyum penuh arti pada Adeeva. "Kau harus mendapatkan hukuman dariku" seru Arion. Dan suara Arion membuat bulu kuduk Adeeva meremang.
"Jonathan kau urus semua pekerjaan ku, aku ada urusan yang lebih penting kali ini" seru Arion di ikuti dengan senyum yang menakutkan.
"Baik tuan, akan saya laksanakan"
Adeeva mencoba melepaskan tangan Arion di pinggangnya mantan tangan Arion sangat kuat bahkan Adeeva sampai terdorong.
"Kita mau kemana" tanya Adeeva namun Arion mengabaikannya. Arion mulai fokus pada jalanan yang di lewatinya.
Hampir tiga jam mereka berkendara akhirnya mobil Arion menepi di Vila.
"Untuk apa kita kenari" Tanya Adeeva.
"Menghukummu" bisik Arion. Entah pendengaran Adeeva salah atau tidak namun Adeeva mendengar suara Arion sedikit memberat.
"Ayo masuk" seru Arion.
Arion sedikit menarik tubuh Adeeva untuk memaksanya masuk. Namun sekali lagi kekuatannya tidak begitu kuat jika harus berurusan dengan Arion.
Arion membawa Adeeva masuk ke kamar yang mereka tempati, tubuh Adeeva langsung terdorong ke dinding oleh Arion. Menahan Adeeva agar tidak berontak.
Tidak ada jarak di antara mereka. Bahkan Adeeva bisa merasakan hembusan nafas Arion. Kedua tangan Adeeva sudah tidak bisa bergerak lagi karena di kunci oleh tangan kiri Arion, sedangkan tangan kanannya memeluk pinggang Adeeva dan mengeratkan pelukannya.
"Kau mau apa" Adeeva sedikit panik.
"Sudah Aku jelaskan bukan akan menghukummu, namu aku mengurungkannya " seru Arion.
"Benaran" Adeeva sedikit bernafas lega mendengar perkataan Arion.
"Namun aku meminta hak ku" lanjut Arion yang membuat Adeeva tidak bisa berkata-kata lagi.
Arion langsung ******* bibir Adeeva yang dari tadi sudah menggodanya. Menciumnaya lembut dan berirama. Arion ingin menikmati setiap momen manis bersama Adeeva.
Adeeva hanyut dalam cumbuan Arion hingga Adeeva tidak menyadari sekarang dirinya sudah berpindah ke aras tempat tidur dan Arion sudah berada di atasnya dengan rambut acak-acak dan kedua kancing kemeja atas Arion sudah terbuka. Menampilkan dada bidan suaminya.
Kesadaran Adeeva mulai kembali ketika merasakan cumbuan Arion sudah mulai turun pada lehernya, dan tangannya yang bebas sudah membuka dua kancing kemeja atasnya.
"A, "
Arion tidak mendengarkan, Arion lebih tertarik pada kulit putih dan mulus Adeeva yang bahkan sudah menjadi candu untuk dirinya.
Adeeva segera mendorong Arion ketika tangan Arion mencoba membuka satu kancing lagi.
"Kenapa" tanya Arion dengan raut wajah sedikit kesal.
"Aku tidak bisa" seru Adeeva namun masih di posisi yang sama.
"Apa kau menolakku" seru Arion.
Adeeva bangkit dan duduk di atas kasur menatap Arion yang sekarang sudah duduk menghadap kearahnya.
"Aku perlu waktu A, ini adalah yang pertama untukku. Dan aku belum siap untuk itu" Adeeva menundukan kepalanya. Adeeva merasa bersalah pada Arion namun Adeeva belum siap untuk hal itu.
Arion tidak bisa menahannya lagi jika berdekatan dengan Adeeva. Namun melihat Adeeva yang di hadapannya sedang menunggu dan menangis membuat hatinya sakit.
Arion memeluk Adeeva menenangkan istinya di dalam dekapan hangat Arion.
"Tidak apa, maafkan aku karena memaksakan kehendakku tanpa memberi tahu mu" seru Arion menenangkan.
"Maafkan Aku" seru Adeeva dengan suara terisak.
"Aku akan menunggu hingga kau siap" Arion mengecup kepala Adeeva dan membanwanya berbaring kembali di tempat tidur.
"Istirahatlah," seru Arion.
Untuk sekarang Arion haris bisa menahan hasratnya sendiri. Arion menghembuskan nafasnya kasar. Sepertinya Arion harus berpuasa lebih lama lagi.
P.s
Maaf baru up karena aku baru sembuh meskipun belum terlalu Fit namun aku paksain. Ini buat kalian yang udah nunggu cerita aku semoga kalian suka.