Narendra cakrawala seorang pria badboy berusia 25 tahun, niat hati melarikan diri ke kampung halaman sang nenek untuk menghindari perjodohan, namun siapa sangka di sana justru Naren malah di paksa menikahi salah satu gadis di sana, akibat kecerobohan nya mengendarai motor...
Ayuna mandala seorang gadis yang selalu hidup mandiri sejak kecil karna keadaan ekonomi, kini dirinya baru berusia 19 tahun, niat hati ingin menghirup udara segar di sawah saat sore hari, namun dirinya malah di sangka mesum akibat kecerobohan dari si pengendara motor tersebut...
❤️❤️❤️❤️❤️
Bagaiman kisah mereka selanjutnya? penasaran, yuk baca 👉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon emak naufal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 29 : meresahkan
Begitu tiba di rumah Narendra langsung menyuruh Ayuna untuk segera mandi dengan air hangat agar tidak masuk angin, sebab tadi begitu mereka baru jalan beberapa meter hujan kembali turun, dan ayuna meminta Naren untuk kembali melanjutkan perjalanan saja sebab sudah sangat sore, alhasil begitu sampai rumah mereka berdua sudah basah kuyup.
" Langsung mandi ay, pake air hangat, aku mandi di kamar mandi sebelah aja !" Ujar Naren begitu mereka sudah berada di dalam kamar.
" kenapa ga barengan aja kang ?" Tanya Ayuna dengan polosnya membuat Narendra seketika ingin berkata kasar, apakah Ayuna tidak sadar sudah berbicara seperti itu, bagaimana jika nanti Naren hilaf, apakah istrinya itu sudah siap memberikan hak nya, benar-benar sangat meresahkan sekali istrinya itu.
" Masing-masing aja jangan ganggu, bahaya soalnya kalo mandi barengan, bisa tegangan tinggi aku nanti ?" Sahut Naren membuat Ayuna menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
Apa sih maksud suaminya itu, Ayuna kan hanya berkata untuk mandi barengan saja kenapa sampai tegangan tinggi segala, emang nya Ayuna pusat listrik apa, maksud ayuna itu ya gantian pake kamar mandi nya, toh dia mandinya juga tidak akan lama kok.
" Ya udah deh kalo kaya gitu mah, biar Una siapin baju ganti akang dulu !" Ujar ayuna langsung masuk ke dalam walk in closet untuk mengambil baju ganti sang suami, sekalian dengan handuk nya juga.
" Una mandi duluan ya kang kalo gitu !" pamit Ayuna langsung masuk begitu saja ke dalam kamar mandi meninggalkan Naren yang masih saja terbengong di tempat nya.
" Ga bisa di biarin ini, bini gua lama-lama makin meresahkan, yang ada gua jantungan terus tiap hari kalo ngomong sama dia yang kelewatan polos, si brader juga pasti cenat-cenut terus kalo kaya gini caranya mah !" batin Naren dan langsung memiliki untuk keluar dari kamar untuk mandi di kamar mandi sebelah.
Tidak lama Ayuna sudah keluar dari dalam kamar mandi, benar wanita itu tidak membutuhkan waktu lama hanya sekitar lima belas menit saja untuk mandi, tidak seperti kebanyakan wanita lain yang butuh waktu hampir satu jam jika sudah berada di dalam kamar mandi.
setelah mengeringkan rambut nya dan juga memakai pelembab wajah, Ayuna langsung merebahkan dirinya di atas kasur sembari menunggu sang suami yang belum selesai juga mandinya.
Sambil menunggu Narendra Ayuna nampak memainkan ponselnya, dan kalian tau apa yang di cari oleh wanita itu?
panggilan yang cocok untuk suami
panggilan yang bagus untuk suami
panggilan apa yang terdengar romantis untuk suami
Ya itulah yang Ayuna cari di ponselnya, nampaknya Ayuna juga memikirkan panggilan untuk Narendra, karna Ayuna sadar panggilan itu tidak cocok untuk orang kota macam Narendra terlebih wajah tampan Narendra yang sangat tidak mendukung untuk di panggil akang, walaupun hampir seluruh warga di desanya memanggil lelaki yang lebih tua dengan sebutan akang atau Aa.
" ketemu, tapi kira-kira kang Endra bakalan suka apa engga ya ?" Gumam Ayuna setelah mendapatkan panggilan yang menurut nya cocok dan terdengar romantis.
" Coba aja dulu entar deh, kalo ga suka kan pasti kang Endra bakalan komplain nanti !" Sambung Ayuna masih bergumam.
Tidak lama kemudian Narendra pun masuk ke dalam kamar dengan rambut yang masih basah namun sudah terlihat lebih segar.
" Tolong keringin rambut aku ay !" Ujar Naren sambil mengulurkan handuk kecil kepada istrinya yang langsung di terima begitu saja oleh wanita itu.
Naren langsung duduk di bawah kasur sementara Ayuna duduk di atas nya, Ayuna langsung mengeringkan rambut tebal dan hitam legam milik Narendra sambil sesekali di beri pijatan halus yang membuat Naren merem-melek menikmatinya.
" enak banget, jadi pengen tidur !" Celetuk Narendra yang sangat menikmati pijatan di kepala nya.
" Hubby suka ?" tanya Ayuna namun berhasil membuat Narendra langsung menegakan tubuh nya dan langsung menatap wanita itu dengan tatapan yang sulit di jelaskan.
" Panggil apa tadi ?" Tanya balik Naren dengan mata memicing seolah menegaskan bahwa telinga nya tidak salah dengar.
" Tadi kata nya di suruh ganti panggilan, ga mau di panggil akang lagi, ya udah tadi Una cari-cari di internet panggilan apa yang cocok buat suami, kenapa akang ga suka ya ?" jelas Ayuna dengan wajah polos membuat Narendra menepuk jidatnya namun senyum bahagia perlahan terbit di sudut bibir nya.
" Suka kok, suka banget malah !" sahut Naren dengan senyum sumringah membuat Ayuna bernafas lega sebab mengira jika Narendra tidak menyukai panggilan nya karna respon lelaki itu yang seperti tadi.
" Coba panggil lagi !" Pinta Naren sambil menumpukan tangan nya di paha Ayuna karna lelaki itu masih duduk di bawah saat ini, kepala Naren sampai harus mendongak untuk melihat wajah sang istri.
" Hubby ?" Panggil Ayuna dengan suara pelan membuat Naren mengulum senyum nya, berusaha agar tidak berteriak kegirangan saat mendengar panggilan itu.
" lagi !" Pinta Naren lagi dan langsung di turuti oleh Ayuna dan begitu terus hingga akhirnya Ayuna kesal sendiri sebab Naren tidak berhenti meminta nya untuk memanggil hubby.
" Udah ih, capek !" Keluh Ayuna dengan nada suara yang terdengar kesal, namun Narendra malah tertawa kencang sebab senang melihat ekspresi sang istri.
" Oke oke maaf, tapi aku suka banget sama panggilan itu !" Ujar Narendra membuat Ayuna akhir nya ikut tersenyum senang.
Setelah itu Naren langsung beranjak dari duduknya dan beralih mengukung tubuh Ayuna membuat gadis itu sempat memekik kaget lantaran terkejut dengan gerakan tiba-tiba sang suami.
" H-hubby mau apa ?" tanya Ayuna dengan gugup apalagi melihat senyum Naren yang sedikit menyeramkan lantaran lelaki itu menyeringai.
" Mau makan kamu !" Sahut Naren dengan nada berbisik sehingga membuat bulu kuduk Ayuna nampak meremang.
" k-kenapa m-makan Una, kan Una bukan makanan ?" Tanya Ayuna lagi dengan nada yang semakin gugup sehingga sampai terbata ngomong nya.
" karna kamu gemesin, makanya mau aku makan !" Sahut Naren sambil menggigit pipi Ayuna membuat gadis itu langsung berteriak kencang, sementara Narendra malah tertawa kencang tanpa rasa bersalah setelah menggigit pipi sang istri, namun setelah nya ia langsung mengusap pipi itu yang sekarang terlihat memerah dengan bekas gigitan.
" Maaf ya, sakit ?" Tanya Naren sambil mengusap pipi istrinya.
" Sakit atuh pake nanya lagi, hubby itu Sumanto apa gimana sih ?" Sahut Ayuna dengan nada kesal sembil mengusap pipi nya yang terasa kebas.
" Iya maaf, abis nya kamu gemesin banget sih, lagian kenapa aku baru sadar ya kalo punya istri secantik dan semenggemaskan ini, sampai-sampai tukang daging sama tukang cabai aja naksir pengen ngelamar !" ucap Naren dengan nada sedikit kesal di akhir kalimat.
" sukur hubby udah sadar sekarang hahaha !" Ucap Ayuna sambil tertawa dan langsung mendapat balasan gelitikan dari Naren, akhirnya sore itu mereka habiskan dengan canda tawa sampai waktu magrib pun tiba.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Terima kasih thor untuk cerita nya
tapi bener juga kata Naren udah niat berbagi jadi harus ikhlas...
Niatnya Naren dan Ayuna kan memang bersedekah